Terbaru

Cerpen Fantasi Misteri: Kecanduan Lucid Dreams

Kecanduan Lucid Dreams: Cerpen Fantasi Misteri


"Kecanduan lucid dreams bisa berdampak cukup kompleks terhadap individu. Meskipun lucid dreams sering dianggap sebagai pengalaman positif dan seru, ketergantungan yang berlebihan dapat membawa konsekuensi. Lucid dreams adalah normal, semua orang dewasa pernah mengalami lucid dreams, yang tidak normal adalah sengaja memasuki fase lucid dreams hanya untuk sebuah kesenangan."


[Cerpen Fantasi Misteri] Itu adalah kalimat panjang seorang dokter yang ditemui Daniela beberapa waktu lalu. Ya, akhir-akhir ini, Daniela memang mengalami gangguan tidur karena kecanduan lucid dreams.

Daniela, seorang mahasiswi akhir yang menyadari kalau dirinya terperangkap dalam kecanduan yang indah, akibat membaca sebuah buku penelusuran tentang lucid dreams. Gadis berusia 22 tahun yang memang keseharian agak tomboy ini merasa tidak cocok dengan dunianya.

Sejak satu semester belakangan ini, ruang belajarnya mulai dipenuhi dengan tumpukan buku tebal dan catatan-catatan yang penuh perhitungan kompleks tentang cara melakukan lucid dreams. Malam-malamnya pun dihabiskan dalam meditasi dan refleksi mendalam. Ritual sebelum tidurnya melibatkan meditasi dan fokus pada pertanyaan sederhana.

"Apakah aku sedang bermimpi?" 

Semakin sering dia mengulang pertanyaan ini, semakin terhubung Daniela dengan alam bawah sadarnya.


***


[Cerpen Fantasi Misteri] Suatu malam, di tengah-tengah tidurnya, dunia nyata perlahan-lahan memudar dan Daniela menemukan dirinya sendiri berdiri di tengah-tengah ladang bunga bercahaya. Daniela tahu bahwa dia sedang bermimpi, baru saja dia berkata bahwa ini mimpi dan Daniela bisa melakukan apapun di sini.

Perlahan, kelembutan angin malam menyapu wajahnya, dan bunga-bunga melambai seiring gerakan angin. Dalam lucid dreams-nya, Daniela menemukan kebebasan tak terbatas. Dia bisa terbang di atas awan putih dan menyentuh bintang-bintang yang bersinar di langit malam. Sensasi menyengat bahkan bisa terasa mengaliri ruas-ruas jemarinya saat menyentuh bintang. Keinginan dan fantasi terpendamnya menjadi kenyataan dalam dunia mimpi. 


Semakin hari, Daniela semakin sering bermain dengan lucid dreams. Tidak butuh waktu lama baginya agar bisa masuk dan mengendalikan mimpi. Entah malam atau siang, Daniela hanya ingin tidur. Semakin lama, Daniela lebih suka berada di kamar bersama mimpi-mimpinya ketimbang pergi ke kampus.

Hal ini mulai memicu kekhawatiran orang tuanya. Tapi, Daniela selalu mengelak dan bilang bahwa dirinya tak enak badan dan memang ingin beristirahat di kamar saja.


Baca juga:

Cerpen lainnya:


Seiring bertambahnya waktu, Daniela mulai bisa menampilkan berbagai variabel aneh ke dalam mimpinya. 

Sampai pada suatu malam, figur misterius dengan topeng emas muncul di kejauhan, figur itu sempat mengusir Daniela sebelum akhirnya mengundangnya untuk menjelajahi lapisan-lapisan mimpi yang lebih dalam, kala luluh oleh curahan hati Daniela. 

Petualangan di dalam mimpi pun menjadi semakin kompleks, dengan munculnya karakter-karakter aneh dan tantangan-tantangan yang memerlukan keberanian.

Tiap malam, Daniela menyusuri lorong-lorong labirin mimpi bersama sosok itu, mengeksplorasi dunia kreativitasnya yang tak terbatas. Bertemu dengan entitas tak terbayangkan dan berbicara dengan karakter-karakter yang memancarkan kebijaksanaan. Dunia mimpi menjadi laboratorium pribadinya, tempat di mana imajinasi berkembang dengan bebas dan cepat.

Dengan waktu yang terus berlalu, Daniela menyadari bahwa lucid dreams bukan hanya tentang pengalaman ajaib di malam hari, dunia ini sudah membuka pintu menuju kreativitas terdalamnya. Ide-ide segar mengalir bagaikan sungai kecil yang mengubah perspektifnya terhadap kehidupan. Masalah-masalah ribet yang terpendam dalam pikirannya mendapatkan solusi, dan dia merasakan kedamaian batin yang belum pernah dirasakan sebelumnya.


***


[Cerpen Fantasi Misteri] Pada malam lainnya, ketika duduk di ruang belajar, Daniela tersenyum saat membayangkan akan mimpi apa lagi kali ini? 

Lucid dreams telah membawanya melampaui batas pikiran dan membuka pintu menuju pemahaman yang lebih dalam tentang dirinya sendiri dan potensi yang tak terbatas dari kekuatan pikiran manusia. Dalam keheningan malam, dia merenung tentang perjalanan ajaib dan melihat bahwa lucid dreams adalah petualangan menuju inti dari eksistensi manusia.

"Ingin rasanya aku tetap tinggal di dalam mimpi-mimpi yang telah kuciptakan itu." Usai berucap demikian, suara gemuruh di langit muncul tiba-tiba.

"Apa ini mimpi?" Daniela mendadak pusing, perlahan dia kehilangan penciumannya sendiri. Mendadak sekitarnya terasa hening, sejuta tanya muncul di kepala. 

"Ini hanya mimpi! Ayo, bangun!" teriak Daniela sembari menutup telinganya sendiri.

Sejenak, Daniela merasa bimbang. Apakah dirinya sedang bermimpi atau berhalusinasi?

Karena kejadian aneh hari itu, Daniela yang masih bingung memutuskan untuk menjelaskan kepada orang tua tentang apa yang dilakukan belakangan ini. Bukannya belajar, dirinya malah tenggelam dalam lucid dreams dan melakukannya setiap hari.

Daniela sesungguhnya terlalu sering terjaga di malam hari untuk menciptakan skenario mimpi sebelum tidur atau menjelajahi lucid dreams-nya. Ini mengakibatkan kurangnya istirahat yang memadai dan menyebabkan gangguan tidur dan halusinasi.

Daniela pun dibawa ke psikiater. Dokter kenalan ayahnya itu tidak terkejut mengetahui kebiasaan Daniela. Ya, terkadang dunia nyata tak seindah dunia rekaan.

Dokter pun melarang Daniela untuk melakukan lucid dreams, seberapa besar keinginannya untuk masuk ke alam bawah sadar harus bisa ditahan dan dikendalikan. Kualitas tidur Daniela akan dinilai baik bila dirinya berhenti bermimpi, jika tanpa sengaja bermimpi atau mengingat mimpinya, maka Daniela harus segera melupakan mimpi yang dialami sebelumnya.

Seseorang yang kecanduan lucid dreams akan mengalami kesulitan untuk membedakan antara dunia nyata dan dunia mimpi. Ini bisa berdampak pada identitas dan persepsi kenyataan, serta membawa perubahan psikologis yang signifikan. Sehingga bisa saja Daniela mulai menganggap dunia mimpi sebagai dunia nyatanya sendiri atau sebaliknya.

Dokter pun meminta orang tua Daniela untuk menjaga dan memperhatikan jam tidur putri semata wayangnya itu. Fokus yang berlebihan pada lucid dreams dapat mengakibatkan gangguan pada aktivitas sehari-hari. 


***


Usai bertemu dokter, Daniela sebisa mungkin menahan diri. Malam-malam pun berlalu, akan tetapi Daniela mulai merasa kosong. Obat-obatan yang diberikan dan mulai rutin diminum tiga hari belakangan terasa sangat tidak enak.

Diam-diam, Daniela berhenti meminum obatnya.


Cerpen lainnya: CERPEN FANTASI GRATIS: PROYEKSI GAME

Mungkin Anda sukai: DAFTAR CERPEN DONGENG FANTASI KAK BI


Sebuah pesan masuk ke ponselnya, sang pacar yang sudah lama diabaikan mendadak memutuskan hubungan mereka karena mengetahui Daniela pergi ke psikiater. Daniela agak terkejut, tapi memilih menyetujui keinginan itu.

Dunianya pun semakin rumit dengan lapisan-lapisan nyata yang tak indah. Padahal dokter sudah meminta Daniela agar tak mengingat mimpi atau lucid dreams. Tapi, dia malah mulai membayangkannya lagi. 

Daniela pun mengunci pintu kamar. Memejamkan mata di ranjang hangat, menarik napas dan mulai tertidur.


***


[Cerpen Fantasi Misteri] Begitu membuka mata, Daniela bertemu makhluk-makhluk fantastis dan bertemu dengan versi imajinatif dari dirinya sendiri yang sedang berdiri menatap makhluk yang sedang terbang di atas sana.

Daniela menyadari bahwa dia tidak sendirian di dunia lucid dreams-nya. Ada entitas lain yang juga sedang menjelajahi alam bawah sadar mereka dengan cara unik. Dia bertemu orang-orang dari berbagai waktu dan tempat, terhubung melalui jalur mimpi yang tak terlihat.

Lama menatap, Daniela mendekati sosok dirinya yang lain dan berkata, "Apa kamu menungguku ya?"

Sosok imajinatif Daniela menoleh ke arah Daniela. Gadis yang mirip dengannya tapi dengan penampilan yang lebih girly tersenyum.

"Seharusnya kamu tidak datang, kamu bisa terjebak di sini selamanya."

"Kamu mau bertukar denganku? Biarkan aku tetap di dunia mimpi, kau silakan saja pergi ke atas sana!" ucap Daniela menunjuk ke langit.

Sosok itu tertawa, tanpa sadar mereka bertukar cerita tentang diri masing-masing. Daniela membagi kesulitan hidupnya, bagaimana dirinya begitu tertekan menjadi anak satu-satunya yang dituntut harus bisa segala hal. Pacarnya yang tak setia, sahabat pengkhianat. Ayah tukang selingkuh, bahkan dirinya mengaku pernah menjadi pencuri saat SMA. Semua hal-hal buruk seolah menempel di kehidupan seperti noda, dan hanya mimpi yang membuatnya bisa merasa lebih baik.

Sementara sosok imajinatif dirinya, menjadi sosok yang sangat sempurna. Segala keburukan dan kesedihan Daniela diceritakan dengan versi yang indah dan bahagia. 

Di tengah-tengah obrolan mereka, figur misterius dengan topeng emas kembali muncul, kali ini membawa pesan yang memicu pertanyaan baru dalam pikiran Daniela. 

"Apakah ini benar-benar lucid dreams? Apa kau benar-benar mengendalikan mimpimu? Atau kau sedang dikendalikan oleh mimpimu?"

Kalimat itu membuat Daniela bingung, sementara di waktu bersamaan dirinya bisa mendengar suara tangisan ibu dari langit-langit sana.

Daniela menunduk. "Aku tak ingin bangun!"

Sosok imajinatif Daniela menggenggam tangannya. "Apa boleh kalau aku saja yang bangun?"

"Kau mau?" Daniela meyakinkan.

"Ya, tapi ... namaku bukan Daniela."

"Siapa namamu?" Daniela menatap penuh harap.

"Mawar," ucap sosok imajinatif Daniela sembari tersenyum. Daniela pun tanpa sadar ikut tersenyum.


***


Daniela terbangun dari tidurnya. Akan tetapi, dia bangun di ranjang rumah sakit sembari protes karena rambutnya berantakan. "Kenapa rambutku jadi kusam? Sudah berapa lama dia tidur, Ma?"

"Hah?" Ibunya kebingungan melihat Daniela yang bangun dengan ekspresi dan nada suara yang lembut. Terlalu lembut, sehingga rasanya itu bukan Daniela.

"Daniela kamu sudah bangun ya? Ibu panggilkan dokter dulu."

"Ma? Eh, ibu ...." Daniela tersenyum lebar dengan gigi berjejer rapi.

"Kamu kenapa?" Ibu panik melihat ekspresi putrinya yang tak biasa dan segera keluar ruangan untuk mencari bantuan.

Daniela tersenyum menatap bayangannya di cermin kecil sudut ruangan. "Daniela sedang tidur, sekarang ada Mawar di sini." Daniela menyelipkan rambutnya ke telinga.

TAMAT.

Gorontalo, 7 Maret 2024


***


Siapa di sini yang pernah mengalami lucid dreams? Share pengalamanmu juga yuk! Terima kasih sudah baca Cerpen Fantasi Misteri: Kecanduan Lucid Dreams.

Komentar

Popular