Terbaru

Review Series Bridgerton (2020): Romansa dan Skandal Regency Era

Review Series Bridgerton (2020): Romansa dan Skandal Regency Era

Poster.series.netflix.bridgerton.jpg


Sebenarnya aku mau review Bridgerton Season 4 yang tayang Januari dan Februari 2026 kemarin. Tapi, setelah diingat-ingat aku belum pernah nulis ulasan Bridgerton season sebelumnya di blog dan bahkan jarang mengulas film atau series tema kerajaan barat, seringnya kerajaan Korea atau China ya eheheh.... Dan ya, untuk itulah ulasan hari ini tercetus.


Jujur aja, pada awalnya aku tertarik menonton Bridgerton karena latarnya era Regency Inggris gitu. Karena aku memang suka drama kostum dengan gaun mewah, tata krama bangsawan, dan nuansa klasik Eropa yang elegan. 

Ditambah lagi ini serial Inggris dengan aksen British English yang kedengaran cantik banget di telinga. Setelah terlalu lama nonton drakor, rasanya kupingku memang kangen mendengar dialog bahasa Inggris ala Inggris yang formal dan classy.

Oke, daripada nostalgia ke alasan utama menonton, mending langsung masuk ke ulasannya aja ya.


***


Info Series

Judul: Bridgerton 

Genre: Drama, Romance, History

Jumlah Episode: 8

Season: 1 dari 4

Dibuat Oleh: Chris Van Dusen, berdasarkan Bridgerton oleh Julia Quinn

Rumah Produksi: Shondaland

Pemain: Phoebe Dynevor, Regé-Jean Page, Jonathan Bailey, Nicola Coughlan, Adjoa Andoh, Ruby Barker, Ruth Gemmel, Claudia Jessi, Luke Newton, Luke Thompson, Golda Rosheuvel

Tayang: 25 Desember 2020, Netflix 

Durasi: 57-72 menit

Rating Usia: 18+


***


Sinopsis Series Bridgerton Season 1:

Season pertama Bridgerton berfokus pada Daphne Bridgerton, putri sulung keluarga Bridgerton yang memasuki dunia perjodohan bangsawan London tahun 1813.

Di tengah tekanan untuk segera menemukan suami terbaik, Daphne bertemu Simon Basset, Duke of Hastings yang terkenal tampan, kaya, dan menjadi incaran banyak wanita bangsawan. Untuk menghindari tekanan sosial dan permainan perjodohan, mereka berdua sepakat pura-pura menjalin hubungan. Namun hubungan palsu itu perlahan berubah menjadi cinta sungguhan.

Di balik kisah cinta mereka, serial ini juga dipenuhi berbagai skandal keluarga bangsawan, gosip masyarakat elit London, rahasia, konflik keluarga, sampai misteri identitas Lady Whistledown; penulis gosip anonim yang mengetahui seluruh rahasia kaum bangsawan.


***


Rating 8.8/10 aku kasih untuk season 1. Karena series ini berhasil kasih paket lengkap antara drama keluarga, romansa, humor, dan visual mewah.

Tapi yang paling bikin kaget adalah… ternyata series ini jauh lebih berani daripada yang kubayangkan. Adegan dewasanya eksplisit banget dan benar-benar ditampilkan tanpa banyak sensor. Dar der dor banget nontonnya, banyak skip biar nggak stress.

Jadi meskipun vibes-nya kayak drama keluarga bangsawan yang anggun, sebenarnya serial ini sangat dewasa dan jelas bukan tontonan untuk anak-anak. That's why, aku nggak kasih nilai rating di atas 9 karena masih kaget wkwkwk.


Baca juga: REVIEW FILM DAN SINOPSIS LENGKAP: LITTLE WOMAN (2019)

Review lainnya: REVIEW FILM THE PRINCESS | TUAN PUTRI PETARUNG, TAK BUTUH PANGERAN


Review Lengkap Series Bridgerton Season 1:

1. Romansa Daphne dan Simon yang Sulit Dikalahkan

Salah satu alasan yang bikin Season 1 jadi alasan aku bertahan nonton dengan pengharapan ke season-season selanjutnya, tentu saja adalah hubungan Daphne dan Simon.

Hubungan mereka dimulai dari fake relationship trope yang klasik banget, tapi dieksekusi dengan sangat menarik. Dari awal saja chemistry mereka sudah terasa kuat. Tatapan mata, dialog, bahkan cara Simon berbicara ke Daphne terasa romantis tanpa harus berlebihan.

Hubungan mereka juga terasa intens karena dibangun perlahan. Dari pura-pura pacaran, terus saling nyaman, lalu berubah jadi hubungan yang penuh emosi dan konflik.

Sebagai orang yang nggak baca novelnya, chemistry Daphne dan Simon di series ini benar-benar menjadi nyawa. Chemistry antara pemerannya si Phoebe Dynevor dan Regé-Jean Page memang terlalu kuat. 

Meski begitu, serial ini tetap ada kekurangan sih, terutama pada penulisan subplot tertentu dan penggunaan adegan dewasa yang lebay banget.


2. Dunia Regency yang Cantik dan Elegan

Visual serial ini benar-benar memanjakan mataku, konsep kerajaannya sangat-sangat girly dan memuaskanku yang tumbuh besar dengan tontonan dan konten-konten kerajaan-kerajaan entah dari animasi atau film-film barat sana.

Di series ini, gaun-gaun para wanita bangsawan sangat indah, warna-warni, dan mewah. Tata pesta dansa, rumah-rumah aristokrat, sampai jalanan London dibuat sangat estetik. Inilah salah satu alasan kenapa aku langsung jatuh cinta sama Bridgerton dari episode pertama.

Selain itu, penggunaan bahasa Inggris formal ala British aristocracy juga jadi daya tarik tersendiri. Banyak dialog terdengar elegan dan puitis sampai kadang harus diputar ulang untuk benar-benar memahami maknanya eheheh.

Foto.series.netflix.bridgerton.jpg


3. Kritik Sosial Tentang Perempuan di Era Itu

Di balik kisah romantisnya, serial ini sebenarnya juga memperlihatkan bagaimana perempuan bangsawan pada era tersebut hidup dalam aturan yang super duper ketat.

Perempuan harus menjaga reputasi, nggak boleh bertemu pria berduaan, bahkan minim pengetahuan soal hubungan suami istri. Daphne sendiri digambarin sangat polos sampai nggak memahami hal-hal dasar tentang pernikahan.

Sementara itu, para prianya eh justru diberi kebebasan untuk hidup liar sebelum menikah.

Ketimpangan ini cukup mengganggu kalau dipikirkan lebih dalam. Soalnya perempuan tuh dituntut suci, sementara laki-lakinua bebas melakukan apa saja sebelum menikah. Bridgerton nggak benar-benar mengkritik sistemnya secara mendalam, tapi cukup berhasil memperlihatkan standar ganda yang ada pada masa tersebut.

Jadi, aku beneran kaget, untuk perempuan kelas bangsawan barat zaman dulu, ternyata sama aja dengan versi bangsawan yang aku tonton dari drakor atau drachin, ya, sama polosnya.


4. Lady Whistledown dan Drama Sosial yang Seru

Selain romansa utama, unsur gosip sosial dalam serial ini aku suka banget woy, sangat menghibur. Lady Whistledown jadi sosok misterius yang bikin seluruh London gempar lewat pamflet gosipnya. Kehadirannya bikin suasana serial terasa lebih hidup dan penuh intrik.

Subplot keluarga Featherington, Anthony Bridgerton, sampai Marina Thompson juga bikin cerita nggak terasa kosong.

Meski begitu, dibanding season berikutnya, Season 1 terasa lebih fokus sih. Ceritanya masih benar-benar tentang keluarga Bridgerton, bukan terlalu banyak side story yang melebar ke mana-mana.

Season 1 ini benar-benar terasa seperti kombinasi sempurna antara romance, family drama dan skandal.


***


Kelebihan dan Kekurangan Series Bridgerton Season 1

- Kelebihan:

1. Chemistry Daphne dan Simon luar biasa kuat, keluarga Bridgerton green forest banget suasananya eheheh keluarga cemara

2. Visual dan kostum sangat cantik

3. Dialog elegan dan memorable

4. Atmosfer Regency Inggris terasa hidup, memainkan imajinasiku soal zaman kerajaan 

5. Drama sosial dan gosipnya seru

6. Fokus cerita rapi dan nggak terlalu melebar

7. Akting para pemain sangat mendukung karakter, ditambah aku baru melihat wajah-wajah baru beberapa aktor-aktris di sini. Makanya rasanya tuh fresh banget waktu nonton ini di 2022. Iya, aku telat nontonnya eheheh... Baru nonton ini beberapa minggu sebelum season 2 tayang.

Foto.series.netflix.bridgerton.01.jpg


- Kekurangan:

1. Adegan dewasa cukup eksplisit, terlalu banyak, dan bagiku sangat mengganggu

2. Beberapa konflik sebenarnya hanya berasal dari miskomunikasi aja eheheh jadi bikin agak greget

3. Ada subplot yang terasa melodramatis dan kurang

4. Ceritanya masih terlalu cukup ringan jika dibanding drama sejarah lain yang lebih kompleks.


***


Bridgerton Season 1 mungkin bukan drama sejarah yang akurat secara historis, karena diadaptasi dari novel. Tapi serial ini sangat berhasil sebagai tontonan romantis yang menghibur.

Foto.series.netflix.bridgerton.02.jpg


Bridgerton ini kayak permen kapas; manis, cantik, ringan, dan bikin ketagihan. Bukan tontonan yang berat, tetapi sangat efektif membawa kita masuk ke dunia pesta dansa dan gosip bangsawan.

Sekian review kali ini, nanti sore aku bakal lanjut review Bridgerton season 2 ya. Terima kasih.

Komentar

Popular