Terbaru

My Lady Jane (2024), Review Series Prime Video Komedi-Sejarah

My Lady Jane (2024), Review Series Prime Video Komedi-Sejarah


Kak Bi jarang-jarang review series terbaru, karena memang jarang nonton on going atau nonton yang lagi ramai. Biasanya nunggu nggak ramai dulu baru menontonnya ehehe....

Nah, sebenarnya My Lady Jane yang tayang akhir Juni 2024 ini sudah aku ulas beberapa hari setelah tayang, dan aku update di Opinia. Sayang banget, si Opinia hilang dan tulisan ini harus aku perbarui untuk di-upload di blog hari ini.

Bersiaplah untuk sebuah kisah cinta sejati zaman kerajaan, petualangan besar, kepahlawanan aneh, intrik licik penguasa, sedikit sentuhan dunia magis, serta chemistry yang nggak terbantahkan dari My Lady Jane. Langsung saja masuk ke ulasannya ya.


***


Info Series

Judul: My Lady Jane

Dibuat oleh Gemma Burgess dan Disutradarai oleh Jamie Babbit, Stefan Schwartz

Ditulis berdasarkan My Lady Jane oleh Jodi Meadows, Brodi Ashton, Cynthia Hand

Genre: Komedi, Fantasi, Sejarah, Romantis

Pemain: Emily Bader, Edward Bluemel, Anna Chancellor, Rob Brydon, Jordan Peters, Kate O'Flynn

Rilis: 27 Juni 2024

Episode: 8

Durasi: 50 menit

Negara: Amerika Serikat

Rating Usia: 18+


***


Sinopsis Series My Lady Jane:

Kisah tragis Lady Jane Grey, seorang bangsawan muda Tudor yang menjadi Ratu Inggris selama 9 hari sebelum dipenggal pada tahun 1553, diceritakan kembali dengan cara yang berbeda.

Dalam kerajaan di dunia alternatif, tepat pada abad ke-16, Lady Jane Grey dipaksa oleh ibunya untuk menikah dengan Lord Guildford Dudley. Dikarenakan keuangan mereka yang bermasalah. Padahal, Lady Jane adalah sepupu dari Edward VI dan berada dalam garis suksesi takhta kerajaan. 

Inggris dalam serial ini sedang merasa terancam dengan kemunculan Ethians, yaitu manusia yang dapat berubah bentuk menjadi hewan. Dalam dunia ini, manusia biasa dikenal sebagai Verity dan telah mengusir serta mendiskriminasi Ethians dari masyarakat.

Lady Jane Grey dan calon suaminya Guildford hidup pada masa pemerintahan Edward VI, putra Henry VIII. Lady Jane yang cerdas, selalu penasaran dengan Ethians. Sementara itu, calon suaminya, Guildford Dudley, justru punya rahasia gelap yang bisa saja membunuh mereka berdua. 

Setelah menikah, secara tak terduga Lady Jane dinobatkan sebagai ratu dalam semalam dan menjadi target para penjahat yang menginginkan tahta dan kepalanya. Tidak hanya itu, terdapat konspirasi besar yang berpotensi membunuh sepupunya, Raja Edward VI, dan membuat kekacauan di kerajaan 

Saat Lady Jane menjadi ratu, orang-orang berusaha menjatuhkannya dan dia berakhir dengan tuduhan pengkhianatan. Meskipun mungkin akan kehilangan kepalanya, Lady Jane yang cerdas tidak akan kehilangan ketenangannya.


***


Review Series My Lady Jane: Rating 8/10 untuk keseluruhan series yang bikin aku ikut merasakan ketegangan masalah takhta kerajaan dan fantasinya yang lumayan.

Sayang, jika saja nggak diwarnai dengan berbagai agenda, juga adegan 'tanpa busana' dan adegan 'pelangi-pelangi', mungkin aku bakal kasih rating 9/10 untuk My Lady Jane. 

Eh, tapi rating dan penilaianku juga nggak berpengaruh apa-apa sih, ini lebih ke pendapat pribadi saja ehehe....


Baca juga: REVIEW FILM THE PRINCESS | TUAN PUTRI PETARUNG, TAK BUTUH PANGERAN

Review lainnya: REVIEW DRACHIN LOVE BEYOND THE GRAVE (2026): DILRABA DILMURAT JADI RATU ROH


Review Series My Lady Jane: Sebuah Sejarah yang Dipelintir 

Serial ini menceritakan kembali kisah Lady Jane Grey, yang menjadi Ratu Inggris selama 9 hari. Dalam versi serial ini putra Raja Henry VIII, Edward, nggak meninggal karena TBC dan Lady Jane Grey nggak dipenggal. 

Dalam versi ini, Lady Jane akan menyelamatkan dirinya sendiri, kisah ini penuh dengan gambaran cinta sejati ala dongeng. Kalau ditarik ke belakang, Lady Jane Grey dalam sejarah adalah bangsawan yang terhubung langsung dengan keluarga kerajaan dan hidup dalam kemewahan. Dia dikenal cerdas, menguasai banyak bahasa, dan mempelajari filsafat klasik. 

Pada kenyataannya, Lady Jane memang menikahi Lord Guildford Dudley pada tahun 1533. Puncak hidupnya terjadi, setelah kematian Edward VI, yang mengubah aturan suksesi untuk menghindari pewarisan takhta oleh saudara tirinya yang Katolik, Mary Tudor.

Lady Jane Grey pun dinobatkan sebagai Ratu Inggris pada tanggal 10 Juli 1553. Namun, Mary Tudor, telah mempersiapkan kekuatan militer untuk mendukung klaimnya atas takhta dan berhasil menurunkan Lady Jane Grey hanya dalam waktu 9 hari kepemimpinannya.

Meski awalnya Mary enggan menghukum mati Lady Jane dan suaminya, Pemberontakan Wyatt membuat Mary melihat Lady Jane sebagai ancaman besar. Lady Jane dan suaminya pun dieksekusi pada tanggal Februari 1554 saat Lady Jane baru berusia 17 tahun. (Disadur dari: https://yoursay.suara.com/entertainment/2024/06/30/144332/simak-kisah-tragis-lady-jane-grey-sosok-asli-dibalik-serial-my-lady-jane )

Sebenarnya, terinspirasi dari 'sosok' sejarah nggak begitu masalah. Apalagi sudah ditegaskan bahwa ini diambil dari buku, jadi ya bisa kelihatan kesan fanfiction-nya.

Hanya saja, mengubah beberapa hal menjadi nggak sesuai sejarah sebenarnya agak nyebelin sih. Contohnya, mengubah warna raja Edward VI dan 'Bess' alias Elizabeth I. Why? Heh? Kan bisa disesuaikan saja dengan sejarah, meskipun ini seperti sedang 'bercanda'. Kok bisa?


Review Series My Lady Jane: Kelebihan Series

1. Serial ini menambahkan unsur fantasi yang segar ke dalam cerita sejarah. Hal ini memberikan momen unik dan menyenangkan, membuat cerita lebih menarik dan nggak membosankan. 

My Lady Jane juga lebih berfokus pada petualangan, romansa, dan humor dengan latar sejarah yang nggak sepenuhnya akurat. Perpaduan humor modern dan latar sejarahnya, kasih kesan segar dan lucu yang pas. Apalagi, beberapa adegan dan musik memang terlihat dan terasa cerah-ceria, terutama saat menampilkan Lady Jane.


2. Chemistry antara Lady Jane dan Guildford Dudley kuat banget sih. Trope benci jadi cinta, bikin kisah mereka memang terkesan biasa saja. Tapi, dengan background misteri sang suami, malah bikin kisah romantisnya jadi dinamis dan semakin memikat.

Karakter-karakter utama lainnya juga karismatik, meskipun ada beberapa tokoh yang keberadaannya agak mengganggu karena terkesan lebay. Tapi, ya mau apa lagi, genre series ini komedi, kelebayan mereka pasti untuk memicu kelucuan. Walaupun agak garing.


3. Akting Emily Bader sebagai Jane menurutku sangat cocok. Dia bisa menghidupkan karakter Jane dengan sangat baik.

Lady Jane yang cerdas, tertarik dengan buku dan dunia, tapi agak canggung dan kaku. Dia juga pemberani dan penyayang, juga seorang sahabat yang baik. Hampir sempurna deh ... apalagi karakternya lumayan berkembang dari gadis manja yang sok penasaran dengan dunia luar, menjadi wanita yang tegar dan kuat setelah ditempa berbagai prasangka.

Penampilan aktor veteran lainnya seperti Rob Brydon dan Anna Chancellor, berhasil menambah keseruan membawakan humor dengan baik. Oh ya, akting duo villain juga bagus banget. Sangking bagusnya, aku sampai benci sama duo itu wkwkwk.


Review Series My Lady Jane: Kekurangan Series

1. Di atas, aku menyebutkan elemen fantasi menjadi kelebihan serial ini kan? Ya, elemen fantasi jadi pembeda kalau harus disandingkan dengan Bridgerton.

Sayangnya, meskipun jadi kelebihan. Fantasinya juga jadi kekurangan, sebab elemen fantasinya malah terasa acak alias nggak dimanfaatkan dengan baik dan nggak selalu terkoneksi ke dalam plot utama. 

Namun, kalau dibilang fantasinya cuma sebagai tempelan, nggak bisa juga sih. Karena elemen fantasinya memang menjadi kemudi cerita. Hanya saja, terasa setengah-setengah dalam eksekusi genre fantasi.


2. Rating usia yang nggak sesuai, bikin pusing. Aku kaget banget waktu tahu series ini diberi rating usia 14+. What? Gimana? Kok bisa? Sehat lu?

Bagaimana bisa series dengan banyak adegan 'nganu dan nude' ini diperuntukkan bagi remaja? Salah rating usia woy. Makanya di atas, aku kasih info bahwa serial ini untuk 18+ karena mengandung banyak kata-kata kasar dan adegan dewasa yang nggak sesuai untuk penonton muda. 

Terlepas dari tema dan cerita, hal ini memang sangat mengganggu sih. Apalagi agenda lagibatuq, apa harus ya dibikin adegan-adegan nggak jelas itu? Lebih baik adegan-adegan nggak jelas itu dipakai untuk membahas bangsa Ethians secara mendalam.

Oh ya, bagi Pengembara yang mengharapkan drama sejarah yang akurat, serial ini akan mengecewakan. Karena penggunaan nama-nama tokoh sejarah yang nyata, tapi dengan cerita yang sepenuhnya fiktif. Tapi, kalau mencari serial lucu yang menghibur bisa banget nonton ini, asalkan jangan nonton sama anak-anak. Jangan percaya poster cerianya ya.


Kesimpulannya adalah, My Lady Jane menawarkan pandangan segar dan unik terhadap sejarah Lady Jane Grey dengan elemen humor, romansa, dan fantasi. Akan tetapi, ini nggak bisa dijadikan patokan untuk sejarah sesungguhnya.

Lewat serial ini, aku juga jadi penasaran dengan sosok asli Lady Jane Grey dan cukup miris dengan perjalanan hidupnya. Semoga Lady Jane dalam serial My Lady Jane bisa menjadi alternatif bagi kebahagiaan lain seorang Lady Jane Grey yang berakhir dieksekusi itu.


Untuk season dua, aku berharap bangsa Ethians lebih dieksplorasi lagi deh. Aku juga penasaran dengan nenek raja Edward VI, tapi kayaknya nggak bakal ada season dua karena kabarnya series ini udah dibatalkan sama Prime Video😭😭

Well, terima kasih sudah mampir baca ulasan My Lady Jane, series yang cocok bagi penyuka tema dan genre sejarah-fantasi. Jarang-jarang kan aku mengulas film atau series tema kerajaan barat gini....

Komentar

Popular