Terbaru

Queen Charlotte: A Bridgerton Story (2023): Review Spin-Off Bridgerton

Queen Charlotte: A Bridgerton Story (2023): Review Spin-Off Bridgerton 

Poster.QueenCharlotte.ABridgertonStory.jpg


Jujur, aku termasuk orang yang cukup menikmati dunia Bridgerton. Tapi di saat yang sama, aku juga sering kesal dengan pola romansa khas serial ini, di mana para lelaki sibuk menikmati masa lajang dengan hidup liar, lalu akhirnya dapat pasangan perempuan yang baik, polos, dan setia.

Karena itu, dari semua cerita di semesta Bridgerton, justru Queen Charlotte: A Bridgerton Story yang paling membekas buatku.

Bukan cuma karena kisah cintanya jauh lebih emosional, tapi karena hubungan Charlotte dan George terasa lebih setara. George bukan tipe playboy insaf seperti banyak male lead romance regency lain. Dia lembut, cerdas, romantis, dan penuh kasih sayang. Sementara Charlotte hadir sebagai perempuan kuat yang tegas, keras kepala, tapi juga sangat mencintai suaminya.

Dan mungkin itulah alasan kenapa spin-off ini rasanya jauh lebih menyentuh dibanding seri utamanya.


***


Info Series

Judul: Queen Charlotte: A Bridgerton Story

Genre: Drama, Romance, History

Jumlah Episode: 6

Sutradara: Tom Verica

Dibuat Oleh: Shonda Rhimes

Rumah Produksi: Shondaland

Pemain: India Amarteifio, Arsema Thomas, Michelle Fairley, Ruth Gemmell, Corey Mylchreest, Golda Rosheuvel, Adjoa Andoh

Tayang: 4 Mei 2023, Netflix 

Durasi: 53-85 menit

Rating Usia: 17+


***


Sinopsis Series Queen Charlotte: A Bridgerton Story:

Charlotte muda dikirim ke Inggris untuk menikah dengan Raja George III dalam sebuah pernikahan politik yang sama sekali tidak dia putuskan sendiri.

Awalnya Charlotte merasa hidupnya dirampas. Dia harus menghadapi tekanan kerajaan, ibu mertua yang manipulatif, aturan istana yang menyesakkan, dan masyarakat yang memandang rendah dirinya karena warna kulit.

Di tengah semua itu, Charlotte perlahan mulai jatuh cinta kepada George. Sayangnya, cinta mereka tidak berjalan mudah.

George menyimpan rahasia besar tentang kondisi mentalnya. Semakin Charlotte mengenal suaminya, semakin dia sadar kalau laki-laki yang dia cintai sedang berjuang melawan sesuatu yang bahkan tidak dipahami masyarakat pada zaman itu.

Di balik kemewahan istana, kisah mereka berubah menjadi perjalanan emosional tentang cinta, pengorbanan, kesepian, dan takut akan kehilangan.


***


Rating 9/10 untuk series dengan salah satu kisah cinta paling emosional di semesta Bridgerton. Setidaknya sebelum aku nonton season 3 dan 4 Bridgerton eheheh.


Baca juga: SELAMAT ULANG TAHUN: CERPEN KAK BI

Review lainnya: REVIEW FILM ANIME TENTANG PENJELAJAH WAKTU: MIRAI (2018)


Review Series Queen Charlotte: A Bridgerton Story

1. Fakta Menarik Queen Charlotte: A Bridgerton Story

Sebelum masuk ke review selengkapnya, aku bagikan fakta menarik dulu soal series ini. Queen Charlotte: A Bridgerton Story merupakan prekuel dari Bridgerton yang dibuat langsung oleh Shonda Rhimes.

Mengangkat konsep The Great Experiment, dan integrasi sosial bangsawan lintas ras di semesta Bridgerton. Terlebih ini terinspirasi dari sosok nyata Ratu Charlotte dan Raja George III.


2. Kisah Cinta Paling Tragis di Dunia Bridgerton

Kalau kamu belum nonton series ini dan merasa kisah cinta Francesca dan John yang paling tragis. Well, kamu harus mengenal couple ini. 

Sebenarnya banyak kisah di Bridgerton berbicara tentang gairah dan ketertarikan, nah Queen Charlotte: A Bridgerton Story ini berbicara tentang bertahan bersama seseorang yang perlahan berubah karena penyakitnya ... dan itu jauh lebih menyakitkan.

George bukan karakter sempurna. Dia menyimpan rahasia, menjauhkan diri, dan sering membuat Charlotte terluka. Tapi semua itu lahir dari ketakutannya sendiri, dia takut menghancurkan hidup perempuan yang dicintainya huhuhu....

Hubungan mereka bukan sekadar romantis, tapi terasa seperti dua orang yang benar-benar mencoba saling memahami di tengah situasi yang mustahil. 

Meskipun fisik keduanya berada di bumi yang sama, tapi saat mental sering hilang arah, bukan nggak mungkin kesepian menjalar di hidup Queen Charlotte. Kesepian yang pada akhirnya di masa tua, bikin dia semakin takut kehilangan sang suami.

Poster.QueenCharlotte.ABridgertonStory.Part1.jpg


3. Charlotte: Ratu Kuat dengan Hati yang Rapuh

Awalnya aku menganggap Queen Charlotte di Bridgerton hanya karakter galak yang sibuk mengatur pesta dan mencari diamond of the season aja, dengan kostum aneh dan jadul wkwkwkw.

Tapi lewat spin-off ini semuanya berubah. Di balik sikap keras dan penampilannya yang heboh, Charlotte sebenarnya perempuan yang sangat kesepian.

Dia hidup dalam tekanan istana, nggak punya banyak orang untuk dipercaya, dan harus menghadapi kenyataan bahwa suaminya perlahan kehilangan dirinya sendiri.

Salah satu detail paling menyakitkan adalah alasan Charlotte tetap mempertahankan gaya rambut besar dan pakaian mencolok yang sudah ketinggalan zaman itu.

Karena itu adalah gaya yang trend saat George masih sehat dan dia seolah ingin George tetap bisa mengenalinya. Detail kecil kayak gini bikin serialnya emosional banget.


4. King George: Green Flag yang Tragis

Di tengah dunia Bridgerton yang dipenuhi laki-laki playboy dan liar, George berbeda.

Dia lembut, romantis, cerdas dan nggak hidup liar. Bahkan lebih sibuk berkebun dan mempelajari astronomi dibanding mengejar perempuan.

Karena itu bagiku George salah satu male lead paling green flag di semesta Bridgerton. Pengembara setuju 'kan?

Ironisnya, justru karakter sebaik itu harus berjuang melawan penyakit mental yang pada masa itu bahkan belum dipahami dengan benar.

Serial ini nggak mencoba bikin kondisi George menjadi romantisasi gangguan mental. Justru sebaliknya, kita diperlihatkan betapa menyakitkannya hidup dengan kondisi tersebut, baik bagi George maupun Charlotte. Ya, sekalinya ada cowok green flag, eh ODGJ.

Foto.QueenCharlotte.ABridgertonStory.Part1.jpg


5. Chemistry Charlotte dan George Benar-Benar Gila

Chemistry antara India Amarteifio dan Corey Mylchreest benar-benar menjadi nyawa serial ini. Mereka berdua natural banget. Bukan cuma romantis, tetapi juga ada percikan-percikan emosional gitu.

Aku percaya kalau dua karakter ini benar-benar saling mencintai sampai tua. Bahkan saat versi tua mereka muncul di timeline Bridgerton utama, rasa sakit dan cinta itu masih kelihatan banget.

Dan ending di bawah ranjang… jujur saja, itu salah satu ending romance paling menyakitkan sekaligus paling indah yang pernah ada di dunia serial Netflix. Tisu mana, tisu?


6. Catatan untuk Queen Charlotte: A Bridgerton Story

- Penulisan karakter jauh lebih matang dibanding beberapa season Bridgerton yang fokus pada drama sensual dan trope romance klasik.

- Beberapa adegan seksual masih tetap terasa berlebihan, khas Netflix. Walaupun lebih emosional, serial ini masih membawa ciri khas Bridgerton dengan cukup banyak adegan sensual yang mungkin terasa nggak perlu.

- Tema kesehatan mental cukup berat dan ditampilkan dengan emosional.

Foto.QueenCharlotte.ABridgertonStory.Part2.jpg


- Kelebihan:

1. Kisah cinta yang emosional dan menyentuh

2. Chemistry pemeran utama luar biasa

3. Karakter George sangat lovable dan memorable, ingatlah dia sebagai Farmer George

4. Penulisan karakter lebih matang dibanding Bridgerton utama

5. Visual, kostum, dan sinematografi tetap mewah

6. Berhasil membuatku memahami Queen Charlotte versi tua.

7. Sub plotnya rapi, mulai dari Violet Bridgerton muda sampai Lady Danbury.


- Kekurangan:

1. Beberapa adegan sensual masih terasa berlebihan

2. Ada beberapa bagian drama politik yang terasa lambat banget


***


Queen Charlotte: A Bridgerton Story ini bukan sekadar spin-off biasa. Ada kemewahan khas Bridgerton, gaun indah, pesta dansa, drama bangsawan, dan chemistry. Tetapi dibalut dengan kisah cinta yang jauh lebih dewasa dan menyakitkan.

Ini bukan cuma tentang dua orang yang lagi jatuh cinta, tapi tentang tetap memilih mencintai seseorang bahkan saat dunia perlahan mengambil dirinya darimu.

Couple ini bukan tipe yang bikin berbunga-bunga banget kayak Benophie, tapi hangat kayak Polin dan ada vibes kayak Kanthony dan Saphne juga. 

Well, sekian ulasan hari ini, sebelumya aku udah ulas Bridgerton Season 1-4, bisa baca di sini ya: Season 1, Season 2, Season 3, Season 4

Nah, sore nanti aku bakal update artikel Mengenal Dunia Bridgerton. Terima kasih sudah mampir.

Komentar

Popular