Terbaru

Mengenal Dunia Keluarga Bridgerton: Setiap Season Punya Pesona

Mengenal Dunia Keluarga Bridgerton: Setiap Season Punya Pesona


Kalau ngomongin Bridgerton, satu hal yang paling menarik adalah setiap season punya fandom dan pasangan favoritnya sendiri.

Ada yang tetap setia bilang Daphne dan Simon belum terkalahkan. Ada yang paling suka tensi Anthony dan Kate. Ada juga yang merasa Penelope dan Colin adalah pasangan paling relatable. Tapi sejak Season 4 tayang, mulai banyak penonton yang merasa kalau season inilah yang akhirnya berhasil menyatukan semua elemen terbaik Bridgerton.

Termasuk, aku. Eheheh.

Bukan cuma romance-nya, tapi juga keluarga, perkembangan karakter, side story, sampai emotional payoff-nya. Bbeuh, mantap.

Dalam kesempatan kali ini, aku mau membahas semua season secara ringkas, supaya bisa Mengenal Dunia Keluarga Bridgerton lewat berbagai season-nya. Btw, ini dibuat berdasarkan adaptasi series-nya ya, bukan buku. Soalnya aku bukan pembaca buku Bridgerton universe ini eheheh.


***


Season 1: Daphne Bridgerton & Simon Basset


1. Awal Fenomena Bridgerton

Season pertama jadi gerbang awal banyak orang masuk ke dunia Bridgerton. Berlatar Inggris era Regency tahun 1813, serial ini langsung mencuri perhatian lewat kostum mewah, pesta dansa, musik klasik versi lagu modern, drama sosial bangsawan, dan chemistry para pemerannya.

Banyak orang awalnya tertarik karena suasana Inggris klasiknya. Setelah terlalu sering nonton drama Korea, mendengar aksen British English di serial ini terasa menyegarkan juga bagiku.

Tapi banyak juga yang kaget karena ternyata Bridgerton jauh lebih berani dibanding drama kerajaan biasa. Adegan dewasanya bahaya banget kalau ditonton bareng keluarga wkwkwk.


2. Daphne & Simon: Chemistry Kuat Tapi Hubungannya Rumit

Tokoh utama Season 1 adalah Daphne Bridgerton dan Simon Basset, Duke of Hastings.

Hubungan mereka dimulai dari fake dating demi keuntungan masing-masing. Daphne ingin terlihat menarik di mata para pelamar, dan Simon ingin menghindari tekanan untuk menikah.

Dan harus diakui, chemistry Phoebe Dynevor dan Regé-Jean Page memang langsung terasa sejak awal. Bahkan ketika mereka masih saling kesal, aku merasa mereka cocok banget.


3. Standar Ganda Era Regency

Season 1 juga membuatku mempertanyakan budaya era Regency. Perempuan bangsawan seperti Daphne dijaga mati-matian supaya tetap polos dan suci. Mereka nggak boleh berduaan dengan laki-laki tanpa pendamping, bahkan nggak diberi edukasi soal hubungan suami-istri.

Tapi laki-laki bangsawannya bebas flirting ke mana-mana, bahkan pergi ke rumah bordil, lalu tetap menginginkan istri yang murni.


4. Para Karakter Pendukung 

- Di season ini, Anthony Bridgerton yang masih sibuk dengan hubungan rumitnya bersama Siena,

- Penelope Featherington yang diam-diam ternyata adalah Lady Whistledown, tapi yang tahu baru kita-kita sebagai penonton, 

- Marina Thompson dengan skandal kehamilannya,

- Eloise Bridgerton yang mempertanyakan sistem sosial perempuan.


***


Season 2: Anthony Bridgerton & Kate Sharma


1. Dari Panas Jadi Slow Burn

Kalau Season 1 terasa sensual dan eksplisit, maka Season 2 jauh lebih fokus pada ketegangan emosional. Tokoh utamanya, Anthony Bridgerton, Kate Sharma dan Edwina Sharma.

Masalah terbesar pasangan ini apa?

Mereka sama-sama denial. Anthony jelas-jelas jatuh cinta ke Kate. Kate juga jelas mencintai Anthony, tapi mereka terus menyangkal perasaan masing-masing. Ditambah, Anthony tetap melanjutkan rencana menikahi Edwina, adik Kate.

Dan situasinya makin menyakitkan karena Kate berdiri tepat di belakang Edwina saat upacara pernikahan hampir berlangsung. Coba bayangkan, kalau Edwina nggak membatalkan pernikahan, Anthony dan Kate mungkin akan terus denial selamanya.


2. Side Story yang Mulai Membesar

Season ini juga mulai memperbesar porsi karakter lain seperti;

  • Eloise dan pencarian Lady Whistledown
  • Penelope yang mulai makin rumit
  • Benedict yang makin santai menjalani hidup
  • Keluarga Featherington
  • Berbagai dinamika sosial kalangan bangsawan.

Di titik ini, Bridgerton mulai terasa bukan cuma tentang satu pasangan aja, tapi satu dunia sosial yang besar.


Baca juga: REVIEW FILM ANIMASI: RUBY GILLMAN, TEENAGE KRAKEN (2023)

Review lainnya: MY LADY JANE (2024), REVIEW SERIES PRIME VIDEO KOMEDI-SEJARAH


Season 3: Penelope Featherington & Colin Bridgerton


1. Friends-to-Lovers yang Menggemaskan

Tokoh utama Season 3 ini ya si Penelope Featherington dan Colin Bridgerton. Penelope ini penuh dengan rasa insecure soal penampilan, keluarga, bahkan statusnya.

Sedangkan Colin muncul dengan dirinya yang merasa bingung dengan identitas sendiri. 

Persahabatan mereka yang mendarat jadi cinta, bagiku cukup menggemaskan. Walau diwarnai dengan Collin juga yang tiba-tiba jadi punya insecurities kasat mata.

Bayangin aja, kakaknya viscount. Terus benedict punya jiwa seni. Sementara istrinya nanti malah Lady Whistledown. 

Apalagi sebelumnya Colin nih terlalu terlambat sadar, dia mulai benar-benar membuka hati saat Penelope glow up, mulai dilirik pria lain dan setelah adegan ciuman yang jadi trigger besar.


2. Chemistry Polin Tetap Jadi Kekuatan Utama

Aku baru tahu saat riset kalau ternyata banyak kritik soal Polin couple ini. Tapi, bagiku chemistry Nicola Coughlan dan Luke Newton cukup manis kok, mereka lucu, dan bikin senyum-senyum sendiri.


3. Kritik untuk Season 3

Sayangnya, masalah terbesar Season 3 adalah terlalu banyak subplot. Screentime Penelope dan Colin jadi terbagi karena ada Francesca dan John, masalah Benedict, sampai konflik keluarga lain.

Bahkan, aku baru tahu dari para pembaca novel yang kecewa karena kedekatan Penelope dengan keluarga Bridgerton nggak terlalu ditampilkan di series ini.


***


Season 4: Benedict Bridgerton & Sophie Beckett


1. Season yang Akhirnya Terasa Paling Lengkap

Tokoh utama Season 4 adalah Benedict Bridgerton dan Sophie Baek alias Sophie Beckett.

Dan inilah season yang menurutku paling matang, karena season 4 terasa punya semua hal, mulai dari romance, family, emotional drama, side story yang kuat, dan perkembangan karakter yang memuaskan.


2. Benedict Tidak Denial

Hal terbesar yang membedakan Benedict dari Simon, Anthony, dan Colin adalah dia tidak denial sama perasannya sendiri.

Benedict jatuh cinta dua kali ke orang yang sama loh yaitu ke Lady in Silver dan Sophie sebagai maid dan walaupun awalnya terobsesi banget mencari Lady in Silver, Benedict tetap mampu melihat Sophie di dunia nyata.

Dia jatuh cinta ke Sophie apa adanya, walau sempat dibikin kesal gara-gara nawarin Sophie jadi gundik alias mistress ehehehe, tapi dia sadar diri dan tahu salahnya apa. Auww, Benophie-ku.


3. Perkembangan Karakter Benedict

Dari semua male lead di Bridgerton, Benedict mungkin punya perkembangan karakter yang paling jelas.

Dulu dia dikenal sebagai: lelaki santuy, bebas, dan nggak punya arah. Tapi setelah bertemu Sophie, Benedict berubah jadi sangat gentleman dan perubahannya natural aja gitu rasanya.


4. Season yang Paling Kekeluargaan 

Aku sudah bahas juga ini di ulasannya Bridgerton season 4, cuma aku bahas lagi aja ya kalau season ini terasa sekali keluarga Bridgerton benar-benar saling mendukung.

Mulai dari Eloise yang menjaga Hyacinth, Colin membantu Gregory, Anthony akhirnya kembali sebagai kepala keluarga, sampai semua keluarga yang membela Benedict dan Sophie.

Apalagi Violet Bridgerton, dia mendukung Sophie bukan karena status sosialnya, tapi karena melihat Sophie sebagai manusia. Bahkan Mama Violet rela mempertaruhkan reputasi keluarga demi membela Sophie.


5. Karakter-Karakter yang Akhirnya Dapat Closure

Season 4 juga terasa memuaskan karena hampir semua karakter mendapat penutupan ceritanya, seperti;

  • Posy akhirnya bahagia
  • Cressida hidupnya berkembang
  • Eloise mulai memahami cinta
  • Queen Charlotte dan Lady Danbury berdamai dengan masalah mereka
  • Keluarga Mondrich akhirnya terasa penting
  • Bahkan hubungan keluarga Featherington mendapat porsinya
  • Benophie happy ending
  • Jangan lupakan Lady Whistledown kita, yang kini telah berganti menjadi sosok baru yang siap menyebar gosip panas para bangsawan.


***


Queen Charlotte: A Bridgerton Story | Charlotte & George


Walaupun bukan season utama Bridgerton, spin-off Queen Charlotte: A Bridgerton Story yang tayang tahun 2023 ini, tetap jadi bagian penting yang harus dimasukkan ke dalam dunia Bridgerton.

Tokoh utamanya adalah Queen Charlotte dan King George dan ini mungkin menjadi kisah cinta paling bittersweet di seluruh semesta Bridgerton.

Mereka jelas saling mencintai, soalnya Charlotte menerima George apa adanya, dan George rela menjalani pengobatan menyakitkan demi bisa tetap bersama Charlotte.

Tapi ending mereka cukup menyedihkan. Karena pada akhirnya, Charlotte tetap menjalani hidup dalam kesepian meskipun George masih hidup.


***


Sekian tulisan ini menandai berakhirnya pembahasan Bridgerton selama beberapa hari belakangan. Kita sama-sama akan menantikan season selanjutnya, di mana aku sangat penasaran sama kisahnya Eloise ya....

Terima kasih sudah mampir, selamat menonton ya Pengembara.

Komentar

Popular