Terbaru

Typhoon Family (2025): Review Drakor Lee Jun Ho

Typhoon Family (2025): Review Drakor Lee Jun Ho


Apa Pengembara lagi cari drama Korea yang penuh pelukan hangat keluarga, perjuangan hidup, dan perjalanan menjadi dewasa?


Typhoon Family mungkin bisa kamu masukkan ke list tontonan. Berlatar krisis finansial Asia di tahun 1997, drama ini menghadirkan kisah tentang kehilangan, tanggung jawab, dan harapan. 

Nah … apakah drama ini layak ditonton, atau justru terasa seperti badai? Simak ulasan selengkapnya ya.


***


Info Drama

Judul: Typhoon Family 

Sutradara: Lee Na Jeong

Penulis Naskah: Jang Hyun

Genre: Business, Life, Drama, Family

Pemain: Lee Jun Ho, Kim Min Ha, Sung Dong Il, Kim Ji Young, Kwon Han Sol, Lee Chang Hoon, Kim Jae Hwa, Kim Min Suk, Mu Jin Sung

Rilis: 11 Oktober 2025 - 30 November 2025

Episode: 16

Durasi: 1 Jam 15 Menit

Rating Usia: 14+


***


Sinopsis Drama Korea Typhoon Family:

Kang Tae Pung adalah pria muda yang hidup tanpa beban, sampai suatu masa hidupnya runtuh dalam semalam. Setelah ayahnya meninggal dunia secara tiba-tiba, dia dipaksa mengambil alih bisnis keluarga, Typhoon Trading, di tengah krisis ekonomi besar yang melanda Korea Selatan.

Tanpa pengalaman dan kedewasaan yang cukup, Tae Pung harus belajar dari nol. Dia menghadapi tekanan finansial, persaingan bisnis yang kejam, serta sabotase dari rival lamanya, Pyo Hyun Jun dan ayahnya, dua sosok antagonis yang terus berusaha menjatuhkan perusahaannya.

Di tengah kekacauan itu, dia bertemu Mi Seon, seorang wanita pekerja keras yang menjadi tulang punggung keluarganya. Bersama, mereka berdua mencoba bertahan, membangun kembali perusahaan, dan perlahan menemukan arti keluarga, cinta, dan tanggung jawab.


***


Rating 7.6/10 aja untuk drama yang dibintangi oleh Lee Junho ini.

Well, Typhoon Family menjanjikan transformasi karakter yang emosional. Namun di balik semua niat baik itu, drama ini sebenarnya punya pacing lambat dan konflik repetitif loh.


Baca juga: 13 REKOMENDASI DRAMA KOREA KERAJAAN UNTUKMU

Review lainnya: REVIEW SQUID GAME ALL SEASON | SEASON TIGA GAGAL MENGALAHKAN SEASON PERTAMA


Review Drama Korea Typhoon Family:

1. Cerita Realistis, tapi Terlalu Aman

Typhoon Family sebenarnya punya fondasi cerita yang kuat karena mengangkat latar krisis IMF 1997 adalah pilihan yang menarik. Apalagi di periode ini memang penuh tekanan bagi masyarakat Korea, banyak bisnis bangkrut, keluarga hancur, dan mimpi yang harus dikubur.

Meskipun premisnya menjanjikan, eksekusinya masih terasa terlalu aman dan cenderung klise sih. Pola ceritanya juga berulang terus menerus, dan bikin agak bosan.


Villain menyerang → perusahaan jatuh → diperbaiki → diserang lagi.


Begitu terus, sampai Tae Pung nikahin aku wkwkwk. Alih-alih membangun ketegangan, pola ini justru bikin cerita terasa melelahkan dan monoton. Padahal ada beberapa problem yang menurutku seru, nggak usah diceritain ya, nanti malah spoiler.

Intinya, konflik yang seharusnya berkembang malah terasa seperti siklus yang nggak ada ujungnya.


2. Transformasi Tae Pung yang Jadi Kekuatan

Di sinilah drama ini bersinar. Waktu karakter Kang Tae Pung mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dari pria manja dan nggak bertanggung jawab, dia perlahan berubah jadi sosok yang lebih dewasa, emosional, dan manusiawi.

Yang menarik, dia nggak serta merta berubah jadi pahlawan sempurna seperti kebanyakan K-drama. Dia tetap rapuh, labil, tetap gagal dan tetap butuh orang lain. Bahkan ada momen di mana dia menangis di pelukan ibunya karena udah capek banget sama hidup dan kerjaan dan itu terasa sangat jujur.

Performa Lee Junho menjadi salah satu alasan utama drama ini tetap bisa dinikmati. Dia membawakan karakter Tae Pung dengan baik dan angkat beban cerita hampir sendirian, dengan emosi yang cukup meyakinkan ya walaupun naskahnya nggak selalu mendukung sih. But, Lee Jun Ho adalah Tae Pung!


3. Mi Seon Kuat, tapi Kurang Diberi Ruang

Mi Seon adalah karakter yang sebenarnya sangat menarik. Dia ini cewek mandiri, berani, kuat, dan menjadi tulang punggung keluarganya. Dalam banyak hal, dia justru terasa lebih dewasa dibandingkan si Tae Pung.

Namun sayangnya, penulis nggak kasih ruang yang cukup untuk menggali karakternya lebih dalam. Dia lebih sering berfungsi sebagai pendukung perjalanan Tae Pung aja, bukan sebagai karakter dengan konflik sendiri yang benar-benar kuat.

Padahal, potensi dramanya besar sekali. Apalagi soal keluarga dan perannya sebagai wanita di lingkungan kerja. Sayang, ini cuma ditampilkan tipis-tipis eheheh.


4. Chemistry Ada, tapi Lama Banget

Tahu nggak? Hubungan Tae Pung dan Mi Seon ini berkembang sangaaat lambat, bahkan sempat terasa nggak meyakinkan. Ala-ala slow burn gitu, tapi lamaaaa banget.

Baru di pertengahan cerita, sekitar episode 7 atau 8 hubungan mereka mulai terasa lebih natural dan klop banget.

Malah second couple yang chemistry-nya lebih kuat dibanding main couple ini.


5. Villain yang Melelahkan

Dalam drama keluarga atau bisnis, villain biasanya jadi penggerak utama konflik. Sayangnya, di sini justru menjadi salah satu titik terlemah. Sumpah, capek banget sama dia.

Si Pyo Hyeon Jun digambarkan sebagai antagonis yang obsesif dan terus-menerus menyerang. Namun alih-alih terasa mengancam, dia nih justru terasa nggak punya id brilian, kelakuan repetitif dan menjengkelkan banget.

Dia nggak berkembang, nggak kompleks, dan nggak kasih ketegangan yang benar-benar kuat. Lihat dia bawaannya cuma annoying aja iih. Bahkan di akhir cerita, hukuman yang dia terima kurang memuaskan.


6. Nuansa Emosional & Tema Keluarga

Kalau ada satu hal yang benar-benar berhasil dari drama ini, itu adalah nuansa kekeluargaan dan kehangatan hubungan antar karakter. Entah itu hubungan di rumah, hubungan pasangan maupun tempat kerja.

Drama ini nggak bergantung ke adegan dramatis besar, tapi pada momen-momen kecil kayak percakapan sederhana, dukungan diam-diam dan berbagai harapan yang nggak diucapkan dengan lantang.

Ini yang bikin Typhoon Family tetap punya tempat di hatiku. Jatuhnya masih relate ke drama slice of life yang tenang. Walau kita dibikin sakit kepala sama konsep jatuh-bangun dan babak-belur di drama ini.


7. Terlalu Lambat dan Kadang Membosankan

Gaeees, episode drama ini cuma 16 tapi aku sempat merasa ini tuh 20 episode wkwkwkw. Drama ini lebih cocok dipangkas jadi 12 episode aja sih kalau kataku.

Durasi episode yang panjang ditambah alur yang lambat bikin beberapa bagian terasa membosankan. Selain menonton karena penasaran, aku berharap cerita akan membaik sepanjang menonton.

Sayangnya, drama ini beneran jalan di tempat alurnya yang lamban itu.


***


Kelebihan dan Kekurangan Drama Korea Typhoon Family 

- Kelebihan:

1. Akting kuat dari Lee Jun Ho. Iya, udah drama ini disetir sama Jun Ho yang nggak takut jelek eheheh. Dia juga berhasil membawa emosi dan perkembangan karakter dengan baik.

2. Tema keluarga yang hangat dan relatable banget. Cocok untuk Pengembara yang suka drama realistis.

3. Latar krisis IMF dan tahun 1990-an selalu jadi hal yang menarik bagiku.

4. Perkembangan karakter utama cukup terasa, ini bikin aku bertahan karena pengin lihat kesuksesan Tae Pung.


- Kekurangan:

1. Jyujyur pacing lambat dan cenderung membosankan

2. Cerita repetitif dan kurang inovatif aja

3. Penulisan soal Villain-nya nggak menarik. 

5. Beberapa karakter terasa datar dan kurang berkembang

6. Konflik seringnya diselesaikan dengan mudah atau nggak realistis.


***


Jadi, begitulah review Typhoon Family hari ini gaees. Ini adalah sebuah drama yang punya hati… tapi nggak punya cukup tenaga untuk benar-benar mengguncang selera menontonku.

Ini bukan drama yang penuh kejutan atau romansa intens gitu, bukan. Ini cerita tentang jatuh, bangkit, dan bertahan, dengan pendekatan yang lebih tenang dan realistis.

Bagiku drama ini masih terasa hangat, menyentuh, dan meaningful. Tapi mungkin bagi yang lain, ini bisa terasa sangat lambat, membosankan, dan kurang memuaskan.

Ending-nya sendiri cukup jelas dan memberikan penutup yang layak, meskipun nggak terlalu kuat atau memorable. Thank you sudah mampir ke sini, selamat membaca dan selamat menonton!!!

Komentar

Popular