Langsung ke konten utama

Terbaru

Whispers of Fate (2025): Review Drama China Luo Yun Xi

Whispers of Fate (2025): Review Drama China Luo Yun Xi ⚠️SPOILER ALERT⚠️ Akhirnya aku review drama Whispers of Fate juga, drama china yang sudah dua kali aku sebut di ulasan-ulasan sebelumnya. Drama ini ada di iQiyi kok, selain di Mango Tv dan per Oktober sampai bulan November nanti, drama Whispers of Fate tepat setahun usia penayangannya ya.

Review The Unbroken Vow: Novel Amore oleh Kezia Evi Wiadji

Review The Unbroken Vow: Novel Amore oleh Kezia Evi Wiadji


Ini adalah buku yang aku beli bersamaan dengan Perfect Scenario di tahun 2015. Sudah lama buku ini ada di lemari. Sudah lama juga selesai kubaca dan bisa dibilang ini adalah buku Amore pertamaku.

Demi mengulasnya di blog, aku baca ulang novel lama ini dan hwah sedih banget karena kertas dan covernya jadi ada bercak-bercak kuning gitu, termakan usia ya buku ini. Padahal alasan aku beli buku ini dulu karena covernya yang cantik banget.

Ini tuh novel yang mengajakku melihat apa yang terjadi setelah janji pernikahan terucap, ketika cinta nggak lagi hanya soal rasa, tetapi juga tentang komitmen, pengorbanan, dan kesempatan kedua.

Btw, maaf banget baru bisa posting blog lagi, ke depannya bakal jarang posting juga. Tapi tetap bakal coba aktif post di tanggal berikut ya setiap bulannya. Yaitu tanggal 2,7,11,13, 22 dan 27. Ini jadwal posting reguler, tapi tetap bakal ada postingan di hari dan tanggal lainnya kok.

Oke, langsung saja masuk ke ulasan selengkapnya ya.


***


1. Identitas Buku

Judul: The Unbroken Vow

Penulis: Kezia Evi Wiadji

Cover: Marcel A. W.

Genre: Romance, Drama, Married Life

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 232 halaman

ISBN: 978-602-03-1963-6

Terbit: 2015


2. Tentang Pengarang

Akrab disapa Evi. Selain bekerja sebagai karyawati di bank swasta di Jakarta, dia mencoba terjun ke dunia tulis menulis sejak tahun 2011. Dari tangannya telah hadir beberapa buku baik nonfiksi maupun fiksi.

Melalui berbagai kisah, penulis mencoba berbagi semangat hidup, inspirasi dan pesan. Dan seperti keinginannya hanya untuk memuliakan nama Tuhan, dia berusaha melakukan yang terbaik selama tuhan memercayakan talenta ini.


***


3. Blurb

Di usianya yang masih muda, Ivy Sutedja boleh berbangga diri. Ia memiliki semua yang diimpikan oleh wanita seusianya. Usaha bridal yang mapan, putri cilik yang menggemaskan dan kehidupan tenang bersama laki-laki tampan bernama Ethan Wicaksana.

Sampai suatu hari, guru anaknya berada di antara dirinya dan Ethan, mengguncang kehidupan nyamannya. Kemudian muncul laki-laki lain yang menawarkan bahunya untuk Ivy bersandar, terutama ketika teror masa lalu mengincar nyawanya.


Baca juga: REVIEW BUKU JODOH YANG TERSESAT OLEH PATRICK KELLAN

Review lainnya: KELAS | REVIEW BUKU NON FIKSI - AINUN CHOMSUN


4. Isi Resensi

"Saat keputusan terasa salah, akankah terus melangkah?"

Kalimat ini muncul di halaman depan sebelum prolog, kasih gambaran tentang sesuatu yang salah akan terjadi di dalam novel ini.

Meringkas isi novel tanpa spoiler, di dalamnya ada Ivy Sutedja dengan kehidupan yang diimpikan banyak orang. Ia sukses menjalankan bisnis bridal miliknya, memiliki seorang putri bernama Cindy, dan pernah membangun kehidupan bersama Ethan Wicaksana.

Namun, hubungan mereka nggak sesempurna yang terlihat. Kehadiran Sally, guru Cindy di sekolah, perlahan mengubah keseimbangan yang selama ini mereka pertahankan. Di sisi lain, Ivy juga bertemu dengan Max, seorang pria yang menawarkan perhatian dan kenyamanan ketika masa lalu kembali menghantuinya.

Ketika sebuah rahasia besar tentang kondisi kesehatan Ivy terungkap, Ethan mulai mempertanyakan kembali semua keputusan yang pernah ia ambil. Di tengah luka, penyesalan, dan ketakutan, keduanya harus menghadapi pertanyaan yang sama, yaitu apakah cinta yang pernah ada benar-benar sudah berakhir?

Maaf, banyak bercak di covernya huhu


Hal yang menarik dari The Unbroken Vow adalah cara Mbak Kezia menyajikan cerita. Pada awal novel, aku dibuat percaya kalau Ivy dan Ethan adalah pasangan suami istri yang masih hidup harmonis bersama putri mereka, Cindy. Namun seiring berjalannya cerita, tepat di akhir bab 8 perlahan terungkap bahwa kenyataannya nggak sesederhana itu.

Konflik utama berpusat pada hubungan Ivy dan Ethan yang sudah berubah, ditambah kehadiran Sally dan Max yang bikin situasi semakin rumit. Meski premisnya terdengar seperti drama cinta segi empat pada umumnya, novel ini ternyata lebih banyak membahas tentang keluarga, penyesalan, dan bagaimana dua orang menghadapi konsekuensi dari keputusan yang mereka ambil.

Gaya menulis Mbak Kezia Evi Wiadji terasa ringan dan mudah diikuti kok. Dialog menjadi bagian yang cukup dominan sehingga cerita terasa mengalir cepat. Namun, di beberapa bagian memang  alurnya terasa agak cepat. Hubungan Ethan dengan Sally maupun Ivy dengan Max berkembang tanpa proses yang terlalu panjang sehingga aku nggak mendapat cukup ruang untuk benar-benar mencerna kedekatan mereka.

Meski begitu, novel ini memiliki satu kekuatan yang membuatku terus ingin melanjutkan halaman demi halaman, yaitu plot twist yang disimpan dengan cukup rapi. Beberapa petunjuk memang sudah ditebar sejak awal, tetapi pengungkapannya tetap berhasil memberikan kejutan dan mengubah cara pandangku terhadap hubungan Ethan dan Ivy.

Karakter yang paling mencuri perhatian justru bukan Ethan atau Ivy, melainkan Cindy. Tingkah lakunya yang polos dan menggemaskan menjadi penyeimbang di tengah konflik orang-orang dewasa di sekitarnya. Kalau boleh jujur, Cindy adalah inspirasiku saat membuat karakter Dasha di novel online-ku yang tayang di Noveltoon ehehehe.

Sementara itu, Ethan adalah karakter yang bikin aku gemas sekaligus kesal. Beberapa tindakannya terasa egois dan sulit dibenarkan. Untungnya, menjelang akhir cerita, perkembangan karakternya cukup membantu memperbaiki kesan tersebut.

Di sisi lain, Sally dan Max sebenarnya memiliki peran penting dalam cerita, tetapi sayangnya nggak mendapatkan porsi pengembangan karakter yang terlalu mendalam. Padahal keduanya memiliki potensi untuk membuat konflik menjadi lebih kuat secara emosional. Aku kasihan sama keduanya karena terjebak di antara cinta yang belum selesai. Aku nggak bisa bilang Sally pelakor karena hubungan mereka tumbuh di luar lingkaran pernikahan orang lain, aku paham banget kenapa dia kesal dan kecewa kok. Max pun bukan cuma sekadar meminjamkan bahu untuk Ivy bersandar, dia tanpa sadar jadi bucin secara ugal-ugalan ke Ivy, tapi ya begitulah ehehehe.

Salah satu tema yang cukup menonjol dalam novel ini adalah kesempatan kedua. Mbak Kezia menunjukkan bahwa cinta nggak selalu hilang hanya karena hubungan berubah. Kadang seseorang baru menyadari arti kehadiran orang lain ketika hampir kehilangan mereka sepenuhnya. Kalau kataku sih, apapun kekurangan sosok yang ada di sekitar kita, akan menjadi kelebihan saat dia tidak di sekitar kita. Jadi, itu bukan kekurangan, tapi karena kita suda terlalu biasa, makanya memaknai beberapa hal jadi membosankan atau kurang, padahal mah masih cinta. Karena cinta, itu bukan cuma proses mendapatkan, tapi bagaimana itu dipertahankan eyyaaak.

Oh ya, ada catatan kecil soal aku yang sempat bingung sama usianya Cindy, baru ngeh saat tahu kalau Miss Sally adalah guru TK eheheh. Ini akunya aja yang memang lemot sih.


5. Kelebihan Buku

1. Plot twist-nya cukup menarik dan nggak mudah ditebak sejak awal. Tapi, aku ingatkan, aku membaca buku ini 10 tahun lalu, saat masih ada di awal usia 20-an eheheh.

2. Gaya bahasa ringan dan mudah diikuti, well, setelah aku baca ulang, gaya bahasanya masih relate banget sama usiaku yang sekarang kok.

3. Konflik terasa dekat dengan kehidupan nyata.

4. Karakter Cindy, si bocil manis yang cerewet memberikan warna tersendiri dalam cerita.

5. Latar bisnis bridal digarap cukup meyakinkan dan nggak sekadar tempelan. Aku jadi banyak tahu beberapa istilah "dunia gaun pengantin."


***


6. Kekurangan Buku

1. Bukan tidak ada, tapi beberapa konflik terasa kurang digali secara mendalam.

2. Hubungan Ethan-Sally dan Ivy-Max berkembang terlalu cepat, kandasnya pun agak buru-buru eheheh

3. Karakter Sally dan Max kurang mendapatkan ruang pengembangan.

4. Penyelesaian menjelang akhir terasa sedikit terburu-buru.

5. Catatan kecil untuk penggunaan 'trims', entahlah aku agak kurang pas aja untuk baca kata 'trims' eheheh.


7. Kesimpulan

The Unbroken Vow adalah novel romance dewasa yang nggak cuma berbicara tentang jatuh cinta, tetapi juga tentang mempertahankan cinta ketika keadaan nggak lagi mudah. Dengan tema kehidupan setelah pernikahan, novel ini menawarkan sudut pandang yang berbeda dibanding kisah romansa pada umumnya.

Meskipun masih punya beberapa kekurangan dalam pengembangan konflik, ceritanya ini tetap menarik untuk diikuti berkat alurnya yang ringan, plot twist yang cukup efektif, serta pesan tentang arti komitmen dan kesempatan kedua. Aku nggak merasa rugi atau sia-sia beli buku ini kok, bahkan kalau dipikir-pikir aku sudah punya 3 judul buku Mbak Kezia ehehehe.

Bagi Pengembara yang suka drama keluarga, kisah cinta dewasa, dan cerita yang hangat tanpa konflik yang terlalu berat, The Unbroken Vow bisa menjadi pilihan bacaanmu.

Kalau mau kasih rating, aku kasih rating 3.7 dari 5 hati, untuk lika-liku dan tarik-ulurnya Ivy-Ethan, untuk manisnya Cindy, untuk perjuangan Ivy, untuk Sally dan Max yang tak sengaja jadi pelampiasan aja.

Ya, sekian ulasan buku hari ini. Maaf ya, kalau foto-foto bukunya menguning, salahku kurang menjaga buku-buku koleksiku eheheh. Terima kasih sudah mampir, jangan lupa bookmark blog-ku, karena setiap tanggal 13 akan ada ulasan berbagai buku.

Ini bukti kalau buku The Unbroken Vow, aku beli bersamaan dengan Perfect Scenario di tahun 2015 ya~~

Oh ya, karena aku suka buah mangga, kamu bisa banget dukung aku biar semangat nulis dengan traktir mangga di sini ya: https://teer.id/nurwahidah_bi

Komentar