Terbaru

Whispers of Fate (2025): Review Drama China Luo Yun Xi

Whispers of Fate (2025): Review Drama China Luo Yun Xi


⚠️SPOILER ALERT⚠️

Akhirnya aku review drama Whispers of Fate juga, drama china yang sudah dua kali aku sebut di ulasan-ulasan sebelumnya. Drama ini ada di iQiyi kok, selain di Mango Tv dan per Oktober sampai bulan November nanti, drama Whispers of Fate tepat setahun usia penayangannya ya.

Drama yang cukup menarik karena bertabur cowok ganteng dan bertabur bibit romansa tipis yang bikin baper tapi susah tumbuh karena terhalang genre wkwkwk. Mana visual dan CGI-nya oke banget pulaaa...

Masuk aja ke ulasan selengkapnya di bawah ini ya.


***


Info Drama

Judul: Whisper of Fate

Sutradara: Chen Zhou Fei, Qian Jing Wu

Kreator: Teng Ping

Genre: Mystery, Wuxia, Xianxia, Fantasy

Pemain: Luo Yun Xi, Xiao Shun Yao, Ao Zi Yi, Fang Yi Lun, Bao Shang En, Sebrina Chen, Jelly Lin

Rilis: 24 Oktober 2025 - 14 November 2025, Hunan TV, Mango TV, iQiyi

Episode: 40

Durasi: 45 menit

Rating Usia: 13+


***


Sinopsis Drama China Whispers of Fate:

Cerita dimulai dari sebuah pernikahan sederhana milik seorang gadis bernama A Shui.

Keputusan menikah itu bukan karena cinta, melainkan karena keadaan. Dia menjual dirinya demi mendapatkan uang untuk pemakaman ayahnya. Namun, pernikahan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika tiba-tiba terjadi serangan brutal yang menghancurkan segalanya.

Di tengah kekacauan tersebut, muncul seorang pria misterius yang mengaku bernama Tang Li Ci.

Sejak saat itu, hidup Tang Li Ci dipenuhi tuduhan. Dia dianggap sebagai pembunuh yang kejam, bahkan dituduh membunuh orang yang pernah menyelamatkannya. Nama baiknya hancur, dan dia menjadi buronan yang dibenci banyak orang.

Namun di balik reputasi mengerikan itu, sebenarnya Tang Li Ci memiliki tujuan yang jauh lebih dalam. Dia hidup dengan satu obsesi besar untuk menghidupkan kembali gurunya, Fang Zhou.

Seiring berjalannya cerita, rahasia besar pun mulai terungkap.


***


Rating 8.5/10 untuk salah satu drama xianxia yang mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda.

Drama ini bukan sekadar pertarungan dewa dan iblis, tapi kisah tentang obsesi, kehilangan, dan bagaimana seseorang belajar melepaskan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya.

Dari awal aja sudah terasa kalau drama ini bukan tontonan ringan. Ceritanya kompleks, misterius, dan kadang menuntut kesabaran ekstra.


Baca juga: LOVE IN THE MOONLIGHT (2016): REVIEW DRAKOR KERAJAAN

Review lainnya: FLOURISHED PEONY DAN IN THE NAME OF BLOSSOM (2025): REVIEW DRACHIN


Review Drama China Whispers of Fate:


1. Mari Bahas Ceritanya yang Kompleks

Aku mau ingatkan sekali lagi, kalau hal pertama yang terasa dari Whispers of Fate adalah ini bukan drama yang gampang ditonton.

Aku salah satu penonton yang tertipu warna cantik dan potongan adegan promosinya di sosmed. Asik banget visualnya woy.

Eh, pas ditonton, wah genre kesukaanku nih, karena kupikir pure misteri xianxia gitu. Eh, ternyata ceritanya sendiri padat dan penuh lapisan. Setiap karakter punya rahasia, dan setiap konflik saling terhubung.

Di sisi lain, justru kompleksitas ini juga yang bikin jadi salah satu kelemahannya.

Di awal cerita, Tang Li Ci berulang kali dijebak dan difitnah, terutama oleh Liu Yan. Pola ini terjadi berkali-kali sampai terasa kayak roda hamster, berputar di tempat tanpa perkembangan berarti. Sampai aku bosan setiap pola ini berulang, cuma ketolong adegan-adegan 'cantik' Luo Yun Xi.

Nggak cuma itu, drama ini juga dipenuhi flashback dalam jumlah berlebihan. Beberapa adegan diulang berkali-kali, bahkan dalam episode yang sama, paling sering tuh soal masa lalu Tang Li Ci di perguruan itu. Akibatnya, di awal terasa lambat dan kadang bikin aku kehilangan kesabaran untuk skip beberapa adegan kosong alias filler dan adegan flashback itu.

Beberapa misteri juga terasa kurang dijelaskan dengan baik, seperti; siapa sebenarnya putri yang asli? Mengapa Master Shao nggak mendapatkan keadilan yang layak?

Hal-hal seperti ini bikin cerita terasa nggak utuh, tapi bukan jelek, cuma menguji kesabaran aja wkwkwk.


Well, di balik kekurangannya, drama ini tetap menawarkan cerita yang dalam dan penuh emosi kok. Banyak momen yang terasa sangat menyentuh, terutama ketika karakter mulai kehilangan orang-orang penting dalam hidup mereka.

Sebut saja sosok Fang Zhou yang bukan hanya guru bagi Tang Li Ci. Dia adalah sosok yang menyelamatkan Tang Li Ci di masa lalu dan memberinya identitas baru.

Tapi setelah Fang Zhou meninggal, Tang Li Ci nggak bisa menerima kenyataan itu. Dia menyerap racun dari tubuh Fang Zhou, mengambil heart crystal, bahkan mencuri peti es untuk menjaga jasad Fang Zhou tetap utuh.

Perjalanan obsesif ini membawa Tang Li Ci ke dalam berbagai konflik besar. Termasuk kesalahpahaman Liu Yan. Kan, ribet dan kompleks banget ceritanya. Ini kalau aku cerita terus malah spoiler kemana-mana wkwkwk.


2. Dunia yang Dipenuhi Figur Karakter Berlapis


Jika ada satu hal yang benar-benar menonjol dari drama ini, itu adalah kekuatan masing-masing karakter-karakternya. Walau banyak, tapi seru-seru aja untuk diikuti.


-Tang Li Ci:

Tentu saja, karakternya adalah pusat dari seluruh cerita. Dia bukan pahlawan sempurna, soalnya masih keras kepala, obsesif, dan kadang bertindak ekstrem demi tujuannya.

Obsesi terhadap Fang Zhou membuatnya melakukan hal-hal yang menyeramkan. Jujur, aku sempat sangsi sama hubungan keduanya. Aneh, aja melihat murid laki-laki terobsesi sama guru laki-lakinya, tapi karena berkali-kali dijelaskan soal balas budi ya mau gimana lagi wkwkwk.

Namun seiring waktu, karakter ini berkembang kok. Yang awalnya terobsesi hanya untuk menghidupkan Fang Zhou. Lalu, mulai peduli ke orang lain dan menyadari bahwa nggak semua orang adalah alat. Sampai akhirnya belajar melepaskan sesuatu yang paling berharga baginya, walau itu harus berkorban sekalipun.


- A Shui:

Ini karakter yang sebenarnya aku pengin ada love line sama Tang Li Ci.

Dia digambarkan sebagai sosok yang tulus dan penuh pengorbanan. Dia bahkan memberikan darahnya kepada Tang Li Ci berkali-kali demi menyelamatkan nyawanya.

Namun di sisi lain, banyak hal dalam penulisannya yang kurang jelas. Dia tiba-tiba menghilang setelah menulis surat perpisahan, penyakit jantung dan darah ajaibnya nggak dijelaskan dengan baik.

Padahal sebagian konflik dalam cerita ini nggak akan terjadi kalau A Shui ini nggak ada. Aku maunya dia dikasih porsi cerita juga sih, bukan sekadar hilang ingatan, balas dendam, terus ngilang. Kan Asuuiii...


- Liu Yan dan si Miss Hong:

Liu Yan adalah salah satu antagonis yang paling sering membuat masalah sama Tang Li Ci. Dia berulang kali menjebak Tang Li Ci dan bikin cerita di awal terasa berulang-ulang. Aku tahu dia salah paham dan dimanfaatkan sama villain yang sesungguhnya, cuma ya ampun capek banget. Untung kamu ganteng ya Fang Yilun jadi aku bisa memaklumi wkwkwk.

Sementara itu, di samping Liu Yan ada karakter yang justru terasa tragis si Miss Hong, btw, bukan Miss Hong yang itu ya, ytta.

Kesetiaannya ke Liu Yan ini masuk kategori ekstrem. Dia mengikuti tuannya sampai akhir, tanpa pernah mempertanyakan pilihan yang dibuat. Sayangnya, karakter ini nggak mendapatkan penutup cerita yang layak.


- Xi Fang Tao:

Xi Fang Tao ini diperankan sama Sebrina Chen alias Chen Yao, yang jadi adiknya Luo Yun Xi di drama Follow Your Heart.

Dia ini lagi-lagi menjadi karakter yang sulit disukai. Xi Fang Tao ini manipulatif, egois, dan nggak ragu memb*nuh demi kepentingannya sendiri.

Meski begitu, harus diakui bahwa karakter ini berhasil meninggalkan kesan kuat sebagai sosok licik yang berbahaya.


- Jangan lupakan, Chi Yun teman setia yang rela berkorban dan Shen Lang Hun sosok yang tajam dan realistis. Oh ya, si Zhong Chun Ji juga, karakter ini diperankan sama Bao Shang En. Chun Ji ini pada akhirnya jadi karakter yang sempat kusukai sebelum akhirnya dia membelot dan insyaf lagi. Gegara cinta bertepuk sebelah tangan ke Tang Li Ci sih eheheh.


3. Visual dan Musiknya yang Indah

Kalau bicara soal visual, drama ini hampir nggak ada kekurangan. Beneran deh, 10/10 kalau soal visualnya.

Kostumnya luar biasa indah. Lengan panjang khas Tang Li Ci menjadi salah satu ciri visual yang paling mencolok.

Set yang digunakan terasa mewah dan realistis, sementara CGI juga digunakan dengan cukup seimbang, nggak berlebihan, tetapi tetap efektif untuk membangun dunia fantasi, memanjakan mata banget.

Setiap aksesori, setiap latar, bahkan detil kecil seperti ornamen kostum terlihat dibuat dengan perhatian tinggi dan ini bikin dunia dalam drama terasa hidup.

Sementara itu, salah satu elemen yang cukup mendukung atmosfer dalam Whispers of Fate adalah penggunaan musiknya.

Drama ini nggak pakai OST secara berlebihan. Musik background muncul di momen yang tepat, tanpa terasa memaksa. Justru karena nggak mendominasi, setiap kemunculannya terasa lebih bermakna. Cuma memang ada momen permainan musik yang dilantunkan oleh para tokoh jadi agak aneh sedikit, karena kelihatan banget cuma back song gitu eheheh.


4. Akting Luo Yun Xi

Kalau bicara soal akting, drama ini punya kekuatan besar di bagian ini. Semua pemainnya oke-oke banget, tapi sebagai fans Luo Yun Xi aku mau highlight penampilan gege di sini ya.

Penampilan Luo Yun Xi sebagai Tang Li Ci adalah salah satu alasan utama kenapa drama ini tetap menarik bagiku meskipun punya beberapa kelemahan dalam penulisan.

Ada banyak momen di mana emosinya terasa sangat kuat, terutama saat menangis sendirian setelah kehilangan orang penting terasa sangat natural dan menyentuh, atau saat bertarung dalam kondisi emosional ekspresinya tetap terasa hidup, plus monolognya saat menghadapi dilema antara obsesi dan kenyataan.

Bagiku, Luo Yun Xi selalu benar-benar cocok buat drama kostum. Gerakan tubuhnya, ekspresi wajahnya, sampai cara dia menggunakan kostum, semuanya terasa natural.


***


Kelebihan dan Kekurangan Drama China Whispers of Fate


- Kelebihan:

1. Whispers of Fate nggak hanya menawarkan konflik sederhana. Setiap karakter punya lapisan cerita, dan banyak konflik yang terasa emosional.

2. Karakter utama yang sangat kuat. Transformasi emosional Tang Li Ci terasa jelas dan perlahan, bukan instan.

3. Sudah jelaslah kalau visual, sinematografi, CGI dan kostum yang memanjakan mata harus jadi kelebihannya. Bahkan saat menonton rasanya kayak bisa mencium aroma bunga dan aroma hujan dari drama ini.

4. Tema filosofis yang mendalam dan membahas, karma, pengorbanan, takdir, kehilangan sampai cara melepaskan sesuatu yang paling dicintai


- Kekurangan:

1. Fitnah berulang di awal cerita bikin capek, sampai terasa seperti cerita cuma berputar di tempat.

2. Flashback terlalu banyak.

3. Beberapa hal nggak dijelaskan dengan baik, alias banyak plot hole.

4. Karakter penting kayak A-Shui malah nggak dimanfaatkan dan justru dibuang begitu saja.

5. Seperti biasa, kebanyakan drachin yang kutonton pasti seringnya malah antiklimaks pada ending. Pertarungan terakhir Tang Li Ci dan si villain malah kurang memuaskan. Soalnya, malah terlalu banyak dialog, gerakan pertarungan terbatas dan editing terasa kurang maksimal. Padahal 40 episode sudah dipakai untuk membangun konflik besar menuju momen ini ehehehe.


Tapi, untuk masalah endingnya ini aku paham kok. Kenapa pada akhirnya, Tang Li Ci mengorbankan dirinya.

Dengan mengorbankan diri sendiri, dengan kembali ke masa lalu, dia memutus hubungan takdir yang selama ini mengikat dengan si villain. Hasilnya, banyak karakter yang sebelumnya sudah mati kembali hidup, dunia kembali stabil, tapi sedihnya nggak ada satu pun yang mengingat keberadaan Tang Li Ci, makanya endingnya bikin sedih.


***


Secara keseluruhan, Whispers of Fate adalah drama China yang indah, emosional, dan lumayan ribet. Ini bukan tipe drama yang gampang dinikmati oleh semua orang.

Emosional banget diriku saat menulis ini karena harus mengingat-ingat kembali adegan-adegan dramanya. Well, segini aja ulasannya ya, maaf kalau spoiler ending ya gaeees. Aku terlalu menggebu mengulas drama China yang satu ini. Terima kasih sudah mampir.



Oh ya, karena aku suka mangga, kamu bisa banget dukung aku biar semangat nulis dengan traktir mangga di sini ya: https://teer.id/nurwahidah_bi

Komentar