Terbaru

Review Moonlight Mystique (2025): Drama China Bai Lu dan Ao Rui Peng

Review Moonlight Mystique (2025): Drama China Bai Lu dan Ao Rui Peng


Hari ini aku kembali mengulas drama China yang tayang di iQiyi. Kali ini drama fantasi, xianxia gitu. Diperankan sama Bai Lu kesayanganku dan si manusia anomali Ao Rui Peng.

Seperti apa sih drama Moonlight Mystique ini dan seperti apa chemistry Bai Lu dan Ao Rui Peng? Simak ulasan selengkapnya di bawah sini yuk!


***


Info Drama 

Judul: Moonlight Mystique 

Sutradara: Chu Yui Bun, Gu Zhi Wei

Penulis Naskah: Yan Mo Yi, Qian Shi, adaptasi dari novel Bai Shuo Shang Shen (白烁上神) oleh Xing Ling (星零)

Genre: Romance, Wuxia, Fantasy, Melodrama, Xianxia

Pemain: Bai Lu, Ao Rui Peng, Dai Lu Wa, Chang Hua Sen, Han Dong, Dai Si

Rilis: 7 Januari 2025 - 24 Januari 2025, iQiyi

Episode: 40

Durasi: 45 Menit

Rating Usia: 13+


***


Sinopsis Drama China Moonlight Mystique:

Sejak kecil, Bai Shuo adalah gadis manusia biasa yang punya satu tujuan besar dalam hidup yaitu menjadi seseorang yang abadi. Tujuannya bukan karena ambisi kekuasaan, melainkan rasa terima kasih kepada sosok yang pernah menyelamatkan hidupnya.

Dalam perjalanannya mengejar keabadian, takdir mempertemukannya dengan Fan Yue, si Raja Siluman dari Bright Moon Palace yang terkenal dingin dan kejam. Pertemuan mereka yang tampak sederhana berubah menjadi awal dari hubungan yang jauh lebih rumit ketika sebuah batu misterius, tiba-tiba aktif.

Peristiwa tragis yang kemudian menyusul mengubah tujuan Bai Shuo. Bersama Fan Yue, Bai Shuo melakukan perjalanan ke berbagai tempat untuk mengumpulkan sisa batu misterius.

Seiring berjalannya waktu, terungkap bahwa takdir mereka ternyata jauh lebih kompleks dari yang mereka bayangkan. Masa lalu mereka sebagai Xing Yue dan Jing Yuan, sosok kuat dari masa lampau, menjadi kunci dari semua peristiwa yang sedang terjadi.


***


Rating 9.3/10 untuk drama yang memanjakan mataku dan memunculkan pertanyaan yang terus bergema sepanjang episode.

Pertanyaannya adalah seberapa jauh seseorang rela berkorban demi cinta? Eyyyaak.


Baca juga: SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN (2025): REVIEW FILM INDONESIA

Review drama Bai Lu lainnya: REVIEW FEUD (2025): DRAMA CHINA BAI LU DAN ZENG SHUN XI


Review Drama China Moonlight Mystique:


1. Cerita dan Tema Moonlight Mystique 

Sejak episode pertama, drama ini langsung memberikan kesan yang berbeda dari kebanyakan drama xianxia lainnya. Salah satu hal yang paling mencolok adalah penggunaan opening adegan animasi untuk memperkenalkan karakter utama. Ini kayaknya bukan sesuatu yang biasa dilakukan dalam drama xianxia, dan justru menjadi pembuka yang sangat menarik.

Awal cerita dimulai dengan cukup emosional. Bai Shuo yang awalnya hanya ingin membalas kebaikan seseorang, harus menghadapi tragedi yang mengubah arah hidup sepenuhnya. Dari sini, drama mulai membangun fondasi emosi yang kuat, penuh rasa kehilangan dan penyesalan.

Yang bikin alur cerita makin hidup adalah perjalanan mereka mengumpulkan batu misterius, berasa lagi ngumpulin batunya Thanos wkwkwk mana suasana drama ini agak keungu-unguan gitu, kan mengingatkan sama Thanos.

Terlebih setiap lokasi yang mereka datangi bukan sekadar latar, melainkan tempat yang menyimpan kisah tragis milik karakter lain. Hampir setiap setting tempat ada cerita baru tentang pengorbanan, cinta, atau kesalahan di masa lalu.

Awalnya mungkin terasa seperti kumpulan cerita sampingan gitu, tapi ternyata semuanya terhubung ke plot utama. Bahkan beberapa karakter yang awalnya terlihat nggak penting, justru punya pengaruh besar terhadap perkembangan cerita.

Aku nggak merasakan episode kosong. Setiap tempat punya tujuan, dan semuanya perlahan tersusun menjadi satu gambaran besar yang masuk akal.

Paruh kedua drama jadi makin intens saat hubungan masa lalu mulai terungkap, terutama tentang Xing Yue dan Jing Yuan.  Kisah cinta mereka di masa lalu kasih dimensi baru ke hubungan Bai Shuo dan Fan Yue di masa kini. Hal ini membuat perjalanan mereka terasa lebih bermakna, bukan sekadar kisah cinta biasa, melainkan kisah yang diwariskan dari kehidupan sebelumnya. Ya, meskipun begitu ini trope umum sih di drachin fantasi begini, soal kehidupan masa lalu dan hubungan reinkarnasi gitu.

Sayangnya, ini drama bikin capek karena serangkaian pengorbanan tanpa akhir, di mana terlalu banyak karakter yang harus mati demi kelangsungan cerita.

Ya, mau gimana, tema utama drama ini jelas berpusat pada cinta dalam berbagai bentuk. Bukan cuma cinta romantis, tetapi juga cinta keluarga, persahabatan, sampai pengorbanan demi orang lain.

Salah satu tema cinta yang paling menonjol adalah cinta antara Chong Zhao dan Fu Ling, tarik ulur mereke berdua, tatapan mata saat benih-benih cinta itu mulai tumbuh, bikin klepek-klepek banget. Backstory-nya pun kena banget di aku. Apalagi plot twist dari Fu Ling yang meskipun ketebak bagiku, aku tetap nggak nyangka kalau tebakanku benar wkwkwk. 

Selain semua itu, drama ini juga menyentuh tema empati dan pemahaman terhadap orang lain.

Beberapa karakter yang melakukan tindakan buruk ternyata punya masa lalu  tragis. Hal ini mengajarkan bahwa nggak semua orang yang melakukan kesalahan adalah orang yang sepenuhnya jahat.


2. Tokoh dan Karakter

Karakter dalam drama ini bisa dibilang menjadi salah satu kekuatan terbesarnya. Hampir semua karakter punya latar belakang yang jelas dan perkembangan yang terasa nyata.

Bai Shuo, tipe perempuan yang nggak langsung sempurna sejak awal. Dia tumbuh sebagai gadis yang keras kepala dan naif, terutama karena kehidupannya tuh relatif terlindungi sejak kecil.

Namun setelah menghadapi berbagai tragedi, dia berubah menjadi sosok yang lebih dewasa dan kuat. Perjalanan emosionalnya jelas, terutama saat dia mulai memahami bahwa dunia nggak sesederhana yang dia bayangkan. Kalau menjadi abadi nggak semudah itu.

Versi masa lalunya sebagai Xing Yue, si dewi bulan dan bintang juga kasih kontras menarik. Kalau Bai Shuo adalah sosok yang hangat dan penuh emosi, Xing Yue justru dingin dan kehilangan perasaan karena status dan kekuatannya itu.

Di sisi lain, Fan Yue adalah karakter laki-laki dengan latar belakang tragis yang memilih untuk kelihatan kejam demi melindungi dirinya sendiri. Dia sosok yang cerdas, bijaksana, dan sering kali bertindak diam-diam untuk melindungi orang yang disayang.

Hubungannya dengan Bai Shuo berkembang secara perlahan, dari rasa saling curiga sampai jadi ikatan kuat dan penuh kepercayaan.

Versi masa lalunya sebagai Jing Yuan juga kasih warna yang berbeda. Kalau Fan Yue cenderung serius dan tertutup, Jing Yuan ini justru lebih ceria dan ekspresif. Namun keduanya punya satu kesamaan yaitu cinta yang sangat dalam dan tanpa syarat *eyyaaak....

Karakter pendukung juga nggak kalah menarik. Ada Fu Ling ini si antagonis yang awalnya terlihat sangat kejam dan tanpa empati. Tapi waktu latar belakangnya terungkap, karakternya berubah menjadi lebih tragis daripada sekadar jahat dan aku suka banget sama karakternya loh. Aku juga sedih banget sama Fu Ling pokoknya.

Sementara, Chong Zhao dia ini awalnya kelihatan heroik, tetapi punya prasangka buruk kuat terhadap ras lain. Perjalanan karakternya menjadi salah satu contoh perubahan sudut pandang yang cukup signifikan dalam drama ini.

Jangan lupakan Tian Huo, si putri yang melarikan diri dan memilih jadi pengikut raja iblis Fan Yue, juga si Lao Gu yang bakal bikin kita ketawa kalau dia ada momen sama Bai Shuo.

Yang menarik, beberapa karakter tuh awalnya kelihatan nyebelin eh malah justru jadi karakter yang paling mudah dipahami setelah masa lalu mereka terungkap.


3.  Visual dan OST

Secara visual, drama ini benar-benar memanjakan mata.

Sinematografi yang penuh warna menjadi ciri khas utama, sudah aku mention di atas ya kalau tone warnanya agak keungu-unguan. Selain itu ada tone biru juga. Tapi, sebenarnya setiap dunia yang dikunjungi punya warna dan nuansa yang berbeda loh, makanya aku nggak ngerasa bosan secara visual.

Penggunaan CGI juga tergolong rapi dan nggak terasa kasar, terutama untuk adegan pertarungan dan kekuatan magis.

Setiap karakter juga punya desain dan warna kostum yang mencerminkan kepribadian mereka.

Misalnya, warna-warna dingin yang digunakan untuk karakter Xing Yue menegaskan sifatnya yang dingin dan penuh kendali, sementara warna yang lebih hangat dan cerah pada Bai Shuo menunjukkan sisi emosionalnya.

Detail rambut dan tata rias juga sangat mencolok, terutama pada karakter Jing Yuan dan Fan Yue dengan aksen warna ungu yang kasih kesan misterius dan kuat.

Secara keseluruhan terasa megah dan artistik, bikin drama ini punya identitas visual yang kuat dan gampang diingat.

Nah, salah satu kekuatan emosional terbesar dari drama ini datang dari deretan OST-nya yang benar-benar terasa menyatu dengan cerita.

Beberapa lagu yang paling meninggalkan kesan ada Sa Dingding yang judulnya Flowers Fall With No Trace, lagu ini hampir selalu muncul di momen tragis dan penuh emosi. Setiap kali lagu ini diputar, suasana langsung berubah menyayat hati. Vokalnya kuat bikin adegan sedih berkali-kali lipat lebih menyakitkan. Terus ada lagi, Zhou Shen berjudul Embrace and Never Let Go sumpah, ini tuh kayak representasi dari hubungan Bai Shuo dan Fan Yue. Lembut, romantis, dan penuh ketulusan. 

Dan tentu saja ada lagi yang dinyanyikan Bai Lu dan Ao Rui Peng dong yang judulnya Do Not Miss nuansanya manissss banget. Sangking manisnya, aku sempat benci sama perjalanan cinta Bai Shuo dan Fan Yue, untung saja dikasih udara segar beberapa saat sebelum tamat dan tambahan epilog pernikahan di extra part-nya huhuhu. Terima kasih.


4. Akting Para Pemain

Akting para pemain di drama ini solid-solid banget sih. Bai Lu sebagai Bai Shuo dan Xing Yue, kasih performa yang sangat emosional dan berbagai warna. Dia mampu menampilkan dua sisi karakter yang berbeda dengan cukup meyakinkan. Sebagai Bai Shuo, dia tampil hangat, keras kepala, tetapi juga penuh semangat hidup. Sementara sebagai Xing Yue dia lebih dingin dan terkendali.

Yang paling menonjol adalah kemampuan mengekspresikan emosi melalui mata dan ekspresi wajah, terutama di adegan menangis. Bai Lu kalau udah adegan nangis, bawaannya mah ngajak-ngajak iih.

Meskipun begitu, tipe karakter yang dia mainkan kali ini masih terasa agak mirip dengan karakternya dari drama Story of Kunning Palace dan Till the End of the Moon. Perbedaannya agak tipis, tapi aku masih bisa bedakan kok mana Jiang Xuening, Ye Xi Wu dan Bai Shuo. Tenang aja eheheh.


Nah, Ao Rui Peng sebagai Fan Yue dan Jing Yuan ini bisa dibilang salah satu penampilan paling kuat di sini. Jujur aja, setelah lihat dia di drama A Female Student Arrives at the Imperial College, aku nggak ngikutin Rui Peng lagi eheheh. Baru lihat dia di sini lagi sih dan menurutku dia berhasil menampilkan dua karakter dengan nuansa berbeda. Si Fan Yue lebih dingin, serius dan bijaksana dan Jing Yuan yang lebih santai, ekspresif, dan playful.

Perbedaan antara keduanya jelas kok, dan gara-gara ini aku jadi cari semua drama Ao Rui Peng yang belum pernah aku tonton eheheh.

Kalau soal chemistry sama Bai Lu mah jangan ditanya lagi, bbeuh, gacor!!! 


Lanjut ya, kita ke Dai Lu Wa yang berperan sebagai Fu Ling. Sebagai antagonis, Fu Ling tampil cukup mencolok. Dia berhasil bikin aku kesal di awal, yang sebenarnya jadi tanda kalau aktingnya berhasil. Tapi, waktu aku tahu siapa dia sebenarnya serta pengorbanannya, bbeuh sedih dan berharap karakter Fu Ling bisa bahagia selamanya. Dai Lu Wa cocok banget sama make up pas jadi Fu Ling atau setelah jadi Bai Xi lagi.


Terakhir si Chang Hua Sen sebagai Chong Zhao. Dia bikin aku frustrasi di awal karena sikap keras kepala dan penuh prasangka. Tetapi perkembangan karakternya menjadi salah satu bagian yang cukup memuaskan di paruh akhir cerita. Apalagi pas dia memerankan Mo Li, gilaaa pengin aku masukin ke tanah aja.


***


Kelebihan dan Kekurangan Drama China Moonlight Mystique 


- Kelebihan:

1. Alur cerita yang konsisten dan saling terhubung, hampir setiap sesi cerita punya tujuan jelas dan berkontribusi ke plot utama. Nggak terasa kayak banyak adegan kosong yang isinya filler doang gitu.

2. Hubungan utama yang sehat antara Fan Yue dan Bai Shuo. Mereka sering berkomunikasi secara langsung, sesuatu yang jarang terjadi dalam drama xianxia yang biasanya kebanyakan salah paham wkwkwk.

3. Para karakter pendukung kuat-kuat.

4. Visual dan kostum yang memukau, OST juga enak-enak.

5. Ending yang memuaskan, nggak terburu-buru dan kasih penutup yang terasa lengkap.

6. Tema reinkarnasi di sini rasanya puitis bangeeet. Hubungan antara Xing Yue dan Jing Yuan dengan Bai Shuo dan Fan Yue rasanya tragis sekaligus indah.


- Kekurangan:

1. Terlalu banyak kematian karakter, meskipun nggak sebanyak A Journey to Love sih wkwkwkw....

2. Beberapa pengorbanan karakter terasa sia-sia. Ada momen di mana karakter berhasil diselamatkan, tapi malah mati, makanya jadi terasa kurreeeng.

3. Sebenarnya, ada sebagian konflik yang nggak sepenuhnya terselesaikan, contohnya beberapa konflik sekte atau masalah dunia yang terasa masih menyisakan pertanyaan.


***


Gimana nih soal Moonlight Mystique? Kamu jadi tertarik menontonnya? 

Ini tuh drama xianxia yang coba menghadirkan sesuatu yang agak berbeda dengan formula klasik. Alih-alih cuma fokus ke konflik dunia dan tanggung jawab terhadap tiga alam, drama ini lebih menekankan pada hubungan antar karakter dan makna cinta itu sendiri. Bahkan, ini juga dijelaskan di akhir episode sama si 'Hukum Langit'.

Drama yang emosional, indah secara visual, dan punya ending yang cukup memuaskan untuk genre xianxia ini wajib masuk list tontonanmu ya, Pengembara!


Oh ya, karena aku suka mangga, kamu bisa banget dukung aku biar semangat nulis dengan traktir mangga di sini ya: https://teer.id/nurwahidah_bi

Komentar

Popular