ASHFALL (2019): Review Film Korea Bertabur Bintang Senior
ASHFALL (2019): Review Film Korea Bertabur Bintang Senior
Akhirnya aku berkesempatan juga untuk mengulas film Korea bertabur bintang senior yang satu ini.
Film Korea Ashfall datang dengan modal besar, mulai dari bintang papan atas, tema bencana berskala nasional, sampai latar politik sensitif antara Korea Selatan dan Korea Utara.
Dengan premis letusan Gunung Baekdu yang berpotensi menghancurkan seluruh Semenanjung Korea, film ini memadukan tema disaster movie, spy thriller, dan aksi militer dalam satu paket penuh adrenalin.
Waduh, sibuk banget ya film ini eehhh. Masuk aja ke ulasan selengkapnya ya.
***
Info Film
Judul: Ashfall
Sutradara: Kim Yong Hwa, Lee Hae Joon, Kim Byung Seo
Penulis Naskah: Kim Byung Seo, Kwak Jeong Deok
Genre: Action, Adventure, Thriller, Drama
Pemain: Ha Jung Woo, Lee Byung Hun, Ma Dong Seok, Bae Suzy, Jeon Hye Jin, Ok Ja Yeon
Rilis: 19 Desember 2019
Durasi: 2 Jam 8 Menit
Rating Usia: 13+
***
Sinopsis Film Korea Ashfall:
Gunung Baekdu, gunung berapi legendaris yang terletak di perbatasan China dan Korea Utara, tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda akan meletus. Rangkaian gempa dahsyat menjadi awal dari bencana besar yang diprediksi akan menghancurkan Korea Utara dan Korea Selatan sekaligus, bahkan berdampak secara global.
Profesor Kang Bong Rae (Ma Dong Seok), seorang ahli geologi, telah memperingatkan pemerintah selama bertahun-tahun tentang potensi letusan ini. Sayangnya, peringatannya diabaikan hingga bencana benar-benar terjadi. Ketika waktu hampir habis, pemerintah Korea Selatan akhirnya mengandalkan rencana ekstrem yaitu menggunakan bom nuklir untuk menghentikan letusan gunung berapi.
Kapten Jo In Chang (Ha Jung Woo), seorang anggota EOD yang seharusnya segera pensiun, ditugaskan memimpin misi berbahaya ke Korea Utara untuk mencuri bom nuklir.
Dalam misi ini, dia harus bekerja sama dengan Lee Jun Pyeong (Lee Byung Hun), seorang agen Korea Utara misterius yang sulit ditebak, apakah dia sekutu, musuh, atau keduanya?
Sementara itu, di Korea Selatan, istrinya Jo In Chang; Seo Ji Young (Bae Suzy) yang sedang hamil besar harus bertahan hidup di tengah kekacauan nasional, sementara keputusan politik dan ilmiah dibuat dengan cepat dan penuh tekanan.
***
Rating 7/10 untuk film yang kalau baca sinopsisnya kelihatan menjanjikan banget. Namun dalam praktiknya, film ini kasih adegan aksi nonstop dan bromance tak terduga. Ceritanya juga terasa terlalu panjang dan klise.
Baca juga: [SPOOKTOBER] FILM HOROR KIM NAM GIL DAN HA JUNG WOO: THE CLOSET (2020)
Review lainnya: REVIEW FILM KOREA TEMA OLAHRAGA: TAKE OFF
Review Film Korea Ashfall:
Sejak paruh pertama, Ashfall langsung menyambar dengan gempa, abu vulkanik, dan kepanikan massal, semuanya hadir cepat tanpa banyak basa-basi.
Film ini jelas ingin memastikan penonton langsung berada dalam mode darurat. Tapi, seiring berjalannya waktu, intensitas yang terus dipaksa tinggi justru jadi pedang bermata dua eheheh.
Dari segi cerita, Ashfall sebenarnya nggak menawarkan sesuatu yang benar-benar baru. Formula film bencana sudah sangat familiar di Hollywood sana. Ada ilmuwan yang nggak didengarkan suaranya, pemerintah yang terlambat bertindak, misi berisiko tinggi, dan tenggat waktu yang terus menghantui.
Alurnya terasa aman dan gampang ditebak, bahkan sejak awal aku sudah bisa menebak bagaimana akhir ceritanya. Kan nggak seru ya....
Masalah utama film ini terletak pada kecepatan. Di satu sisi, ada bagian yang terlalu panjang, terutama adegan pengejaran dan perjalanan misi, sampai bikin film terasa melelahkan.
Di sisi lain, beberapa momen penting justru terasa dipotong atau dilewati begitu aja. Ada adegan aksi yang hanya diperlihatkan awal dan akhirnya, tanpa proses yang memuaskanku.
Keputusan naratif untuk mencuri bom nuklir juga terasa agak janggal. Aku cuma mau tanya bukannya membeli atau bernegosiasi akan terasa lebih masuk akal daripada mencuri senjata pemusnah massal? Terlepas dari niat baik menyelamatkan negara, tindakan tersebut tetap terasa absurd dan sulit diterima logikaku.
Namun, di balik semua kelemahan itu, Ashfall ini menemukan kekuatannya pada dinamika karakter, terutama hubungan antara Jo In Chang dan Lee Jun Pyeong. Bromance yang terbangun di antara dua karakter dengan latar belakang ideologi berseberangan ini justru jadi jantung emosional film.
Lee Byung Hun berhasil memberikan kedalaman pada karakternya yang dingin, sinis, tapi perlahan menunjukkan sisi rapuh.
Sayangnya, karakter Kang Bong Rae sebagai otak ilmiah cerita terasa kurang dieksplorasi. Dia seharusnya jadi figur sentral penuh konflik dan tekanan moral, tetapi malah sering tersisih oleh aksi fisik. Begitu pula subplot Jeon Yoo Kyung yang secara emosional cukup potensial, tapi lagi-lagi dieksekusi dengan banyak kejanggalan.
Sebagai film bencana, Ashfall jelas memintaku untuk menanggalkan logika dan menikmati sensasi semata. Kalau berharap pendekatan ilmiah realistis atau keputusan politik rasional, film ini bakal mengecewakan.
Namun kalau dilihat sebagai hiburan penuh ledakan dengan sentuhan emosi, film ini masih ada daya tariknya kok.
***
Kelebihan dan Kekurangan Film Ashfall
- Kelebihan:
1. Akting Kuat dan Berkelas: Ha Jung Woo dan Lee Byung Hun tampil solid, dengan bromance yang nggak terduga tapi emosional. Suzy juga oke banget, kapan lagi lihat Suzy memerankan ibu hamil eheheh
2. Produksi dan Efek Visual: Adegan letusan, hujan abu, dan kehancuran kota digarap serius dan terasa megah.
3. Bromance yang Oke: Hubungan dua karakter utama menjadi elemen paling manusiawi dan berkesan dalam film.
4. Premis Besar dan Ambisius: Menggabungkan bencana alam, politik Korea, dan spionase adalah ide yang berani.
- Kekurangan:
1. Cerita Klise dan Mudah Ditebak: Nggak banyak kejutan dari segi alur, serta terlalu panjang di beberapa bagian, tapi terburu-buru di momen penting.
2. Logika Cerita Lemah: Keputusan mencuri bom nuklir dan beberapa adegan bertahan hidup terasa kurang masuk akal.
3. Subplot dan Beberapa Karakter Kurang Digarap: Karakter Kang Bong Rae dan Jeon Yoo Kyung seharusnya bisa lebih kuat dan dramatis.
***
Pengembara, Ashfall ini film dengan potensi besar yang hanya tercapai sebagian dan tidak sesuai ekspektasiku.
Walau ini menghibur, penuh aksi, dan sesekali menyentuh secara emosional terutama lewat bromance. Namun di saat yang sama, film ini juga terlalu panjang, terlalu aman, dan kurang berani mengeksplorasi konflik yang lebih besar.
Akhir film sebenarnya sudah bisa ditebak sejak awal, tetapi tetap berhasil memancing air mataku kok.
Ini adalah film yang lebih kuat di emosi dan akting dibandingkan cerita, dan akan terasa lebih nikmat kalau dinikmati tanpa terlalu banyak mempertanyakan logika ehehe
Sekian ulasan filmnya Bae Suzy ini, alasan aku menonton ini ya emang karena Suzy sih. Terima kasih sudah mampir, maaf kalau ada salah-salah kata. Oh ya, karena aku suka mangga, kamu bisa banget dukung aku biar semangat nulis dengan traktir mangga di sini ya: https://teer.id/nurwahidah_bi

Komentar
Posting Komentar