Terbaru

SORE: Istri dari Masa Depan (2025): Review Film Indonesia

SORE: Istri dari Masa Depan (2025): Review Film Indonesia


Bagaimana jika suatu hari ada seseorang yang mengaku sebagai pasanganmu dari masa depan? 

Bukan sekadar mengenalmu, tapi juga tahu semua kebiasaan buruk, luka masa lalu, bahkan cara kematianmu. Premis ini yang ditawarkan SORE: Istri dari Masa Depan, sebuah film romantis dengan sentuhan science fiction.

Film ini di-remake dari web series berjudul sama yang tayang tahun 2017 untuk proyek Tropicana Slim. Dulu, aku nontonnya di YouTube Tropicana Slim sih, bisa cek ke sini kalau mau nonton: https://youtu.be/PY3_jveYQSI?si=ChTNxzVoUGP_S2li 


***


Info Film

Judul: SORE: Istri dari Masa Depan

Sutradara: Yandy Laurens

Penulis Naskah: Yandy Laurens, berdasarkan

Sore: Istri dari Masa Depan oleh Yandy Laurens

Genre: Drama, Fantasy, Romance, Sci-Fi

Pemain: Sheila Dara, Dion Wiyoko, Goran Bogdan, Livio Badurina, Lara Nekic

Rilis: 10 Juli 2025

Durasi: 119 menit

Rating Usia: 14+


***


Sinopsis Film Indonesia SORE: Istri dari Masa Depan:

Jonathan adalah seorang fotografer Indonesia yang tinggal dan bekerja di luar negeri. Hidupnya terbilang berantakan. Dia ini perokok berat, gemar minum alkohol, sering begadang, dan menyimpan luka lama terkait sosok ayah yang meninggalkan dirinya sejak kecil.

Suatu hari, Jonathan terbangun dan mendapati seorang perempuan asing bernama Sore berada di dekatnya. Dengan santai perempuan itu mengaku sebagai istrinya dari masa depan.

Tentu saja Jonathan menganggap semuanya lelucon. Namun perlahan, Sore mulai membuktikan bahwa dia benar-benar mengetahui banyak hal tentang hidup Jonathan, termasuk berbagai peristiwa yang bahkan belum terjadi.

Kehadiran Sore bukan tanpa alasan, dia datang dari masa depan dengan satu tujuan yaitu mencoba menyelamatkan Jonathan dari takdir yang akan merenggut hidupnya.


***


Rating 9.2/10 buat SORE: Istri dari Masa Depan. Sebuah film yang menghadirkan kembali kenangan diriku yang dulu sering berburu web series atau film pendek di YouTube ehehehe.

Film ini menawarkan konsep yang menarik, visualnya indah banget, serta emosi yang berhasil menyentuh hati. 


Baca juga: A+ (2023): REVIEW SERIES INDONESIA TENTANG PENDIDIKAN

Review lainnya: IN YOUR DREAMS (2025): REVIEW FILM ANIMASI NETFLIX


Review Film Indonesia SORE: Istri dari Masa Depan:


1. Konsep Time Travel yang Jarang di Indonesia 

Salah satu kekuatan terbesar film ini adalah penggunaan elemen perjalanan waktu yang terasa menyatu dengan ceritanya.

Film nggak menjadikan time travel sebagai alat untuk memamerkan teori ilmiah yang rumit dan ribet, kayak film-film barat atau film murni sci-fi. Sebaliknya, konsep tersebut cuma digunakan untuk memperkuat tema utama cerita yang berisi penyesalan dan keinginan manusia untuk memperbaiki masa lalu.

Alih-alih fokus pada bagaimana Sore bisa kembali ke masa lalu, film ini lebih tertarik membahas alasan mengapa dia melakukannya. Dan jujur saja, aku juga lebih penasaran soal ini eheheh. Dari sinilah kisah menjadi lebih emosional dibandingkan sekadar cerita science fiction biasa.

Meskipun menghadirkan time loop dan time reset yang melelahkan, tapi kita akan ikut lelah bersama Sore yang terus menerus mengulang waktu karena rasa penyesalannya yang masih belum bisa sembuh.


2. Tiga Sudut Pandang Cerita

Penceritaan film dibagi ke dalam beberapa bagian yang memperlihatkan sudut pandang berbeda.

Pada awal film, aku diajak mengikuti kebingungan Jonathan, dari sub judul Jo. Kita diajak mempertanyakan siapa sebenarnya Sore dan mengapa perempuan itu mengetahui begitu banyak hal tentang dirinya.

Memasuki pertengahan cerita, perspektif beralih kepada Sore, dengan sub judul Sore. Di sinilah lapisan emosional film mulai terbuka satu per satu. Aku mulai memahami alasan di balik tindakan-tindakannya, termasuk perjuangannya menghadapi berbagai loop waktu yang terus berulang. Btw, meskipun udah menonton, aku lupa-lupa ingat sama series-nya karena emang udah lama dan aku sengaja nggak rewatch, biar lebih dapat feel filmnya yang ini ya.

Nah, menjelang akhir, kedua sudut pandang tersebut dipertemukan dengan sub judul waktu, sehingga keseluruhan cerita terasa lebih utuh dan bikin aku tercengang. WOW!


3. Kisah Cinta yang Sederhana


Oh ya, film ini nggak menghadirkan kisah cinta yang penuh kemewahan atau romansa berlebihan.

Jonathan alias Jo ini bukan sosok pria sempurna. Dia keras kepala, punya gaya hidup yang buruk, dan sering mengabaikan kesehatannya sendiri. Namun justru karena ketidaksempurnaannya itulah hubungan antara Jo dan Sore terasa manusiawi.

Sore nggak berusaha menyelamatkan dunia loh, dia cuma mau menyelamatkan orang yang dicintainya.

Kesederhanaan inilah yang bikin banyak adegan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang pernah mencintai seseorang dan mengkhawatirkan kebiasaan buruk orang tersebut.

Eh, tapi kalau jadi Jo juga kaget sih, tiba-tiba ada orang yang sok mengatur, makanan, aktivitas dan pola hidup kita, dan mengaku dari masa depan. Ini vibes horor dan aneh jadi satu kalau beneran ada di dunia nyata wkwkwk. Susah juga buat bisa percaya apalagi bisa cinta.


4. Makna Looping Waktu yang Menyentuh

Salah satu bagian yang mau aku diskusikan adalah fenomena looping waktu yang dialami Sore.

Sebagai penulis, aku sering memakai konsep loop atau time reset di beberapa cerpen buatanku, makanya konsep ini bukan hal baru bagiku. Aku juga penggemar berat Sci-Fi, mau itu dari film Korea kek, film Hollywood, Jepang atau China semua aku tonton, makanya konsep time travel atau transmigrasi sudah sangat akrab.

Sedangkan, untuk film ini memang nggak menjelaskan semuanya secara gamblang soal konsep time travel, tetapi ada interpretasi menarik bahwa pengulangan tersebut bukan terjadi karena Sore membocorkan masa depan kepada Jo.

Sebaliknya, loop terjadi karena Sore belum mampu menerima kepergian suaminya, penyesalan di hatinya membuat dia terjebak di masa lalu.

Setiap kali dia gagal mengubah Jonathan atau kembali dihadapkan pada kemungkinan kehilangan orang yang dicintainya, Sore akan kembali terjebak dalam siklus yang sama. Sampai akhirnya dia menyadari sendiri bahwa nggak semua hal bisa diubah, terutama soal hidup dan mati.

Interpretasi ini bikin film terasa lebih emosional bagiku, karena konflik utamanya bukan tentang melawan waktu, melainkan tentang belajar merelakan. Ini yang bikin aku tersentuh, bahkan nangis di beberapa momen. Ya, sebut saja aku wanita lemah, tidak apa-apa. Sebab aku pernah ada di tempat Sore berdiri, di mana seandainya saja aku bisa mengubah waktu, pasti aku mau banget mencegah kecelakaan kedua orang tuaku.

Yah, di balik premis perjalanan waktu, film ini sebenarnya berbicara tentang sesuatu yang sangat manusiawi.

SORE: Istri dari Masa Depan mengingatkan bahwa cinta nggak selalu berarti mampu menyelamatkan seseorang dari segala hal. Ada batas yang nggak bisa dilewati manusia, termasuk soal kematian.

Pada akhirnya, perjalanan Sore bukanlah usaha mengubah takdir, melainkan proses belajar menerima kenyataan.

Pesan inilah yang membuat film lebih menyentuh. Bahwa waktu memang nggak bisa diputar ulang, tetapi kita masih bisa menggunakan waktu yang ada untuk mencintai, menjaga, dan menghargai orang-orang yang hadir dalam hidup kita hari ini.


5. Akting yang Menjadi Kekuatan Utama

Sheila Dara oh Ibu Negara, dia berhasil membawakan karakter Sore dengan sangat baik. Bukan berarti Tika Bravani sebagai Sore versi web series nggak bagus ya, toh aku kenal Sore ya awalnya versi Tika Bravani. Tapi, untuk film ini kita sisihkan tempat untuk Sheila Dara dan beri dia tepuk tangan meriah.

Melalui ekspresi dan bahasa tubuh yang sederhana, Sheila mampu memperlihatkan rasa cinta, putus asa, harapan, sampai kelelahan emosional yang dialami karakternya selama menjalani berbagai pengulangan waktu.

Dion Wiyoko juga tampil meyakinkan sebagai Jo, padahal sudah memerankan karakter ini dua kali, tapi vibes-nya jadi agak beda dikit ehehe. Karakternya yang awalnya sulit dipercaya perlahan berkembang menjadi sosok yang lebih mudah dipahami.

Chemistry keduanya juga terasa natural banget dan menjadi fondasi penting yang membuatku percaya pada hubungan mereka pasti bisa berubah. Eh, ternyata ya gitu deh.


6. Visual yang Indah dan Penuh Atmosfer


Secara visual, SORE: Istri dari Masa Depan ini merupakan salah satu film Indonesia yang terlihat sangat matang.

Sinematografinya mampu menangkap berbagai suasana dengan baik, mulai dari momen romantis yang hangat hingga adegan-adegan yang dipenuhi kesedihan.

Adegan aurora menjadi salah satu momen visual yang paling berkesan di mataku. Nggak hanya cantik secara estetika, tetapi juga punya makna penting dalam perjalanan emosional cerita.

Setiap frame terasa dibuat dengan perhatian yang besar terhadap detail, sehingga mendukung nuansa keajaiban dan seni yang ingin dibangun film.

Jalanan, langit, malam, pagi, senja, laut, salju sampai makanan, semua bak lukisan. Cakep banget film ini tuh, beneran!!! Bahkan lagu-lagunya aja enak!!!


***


Kelebihan dan Kekurangan Film Indonesia SORE: Istri dari Masa Depan

- Kelebihan:

1. Premis time travel yang unik dan emosional.

2. Struktur cerita dengan beberapa sudut pandang terasa menarik.

3. Akting Sheila Dara dan Dion Wiyoko sangat natural.

4. Chemistry pemeran utama kuat.

5. Sinematografi dan visual sangat memanjakan mata.

6. Memiliki pesan yang dalam tentang cinta, kehilangan, dan penerimaan.

7. Nggak terasa menggurui meski mengangkat banyak nilai kehidupan.


- Kekurangan:

1. Beberapa aspek time travel sengaja dibiarkan terbuka untuk interpretasi sehingga mungkin membingungkan sebagian penonton yang belum terbiasa dengan konsep seperti ini

2. Tempo cerita di beberapa bagian memang terasa agak lambat.

3. Kalau Pengembara tipe yang suka mencari penjelasan ilmiah tentang perjalanan waktu, mungkin bakal kurang puas.

4. Minimnya karakter pendukung membuat fokus cerita sangat bertumpu pada dua tokoh utama aja. 


***


SORE: Istri dari Masa Depan bukan sekadar film romantis tentang perjalanan waktu. 

Film ini adalah kisah tentang seseorang yang begitu mencintai pasangannya sampai rela menantang waktu demi mendapatkan kesempatan kedua. Namun lebih dari itu, film ini juga mengajarkan bahwa mencintai nggak selalu berarti bisa mengubah takdir. 

Terkadang, bentuk cinta yang paling tulus adalah belajar menerima kehilangan dan mensyukuri waktu yang pernah diberikan.

Ada beberapa kutipan yang kuingat secara tipis-tipis dari film ini, sebut saja: "Kalau aku harus mengulang seribu kali pun, kayaknya aku akan tetap memilih kamu."

"Tahu nggak kenapa senja itu menyenangkan? Kadang dia merah merekah bahagia. Kadang dia hitam gelap berduka. Tapi, langit selalu menerima senja apa adanya." 

Dan yang paling gong serta viral di mana-mana: "Hai, aku sore, istri kamu dari masa depan."


***


Ya, sekian ulasan film SORE: Istri dari Masa Depan, film yang semakin terasa pedih karena mengingat Sheila Dara yang kehilangan Vidi Aldiano beberapa bulan lalu, Sheila secara tidak sengaja menjadi bagian dari diri Sore. Tapi, aku yakin Sheila bisa bangkit, seperti sore hari yang selalu menggelayut pada malam, karena sore tahu, besok ada pagi dan siang yang akan menemaninya bertemu senja.



Komentar

Popular