Terbaru

Review FEUD (2025): Drama China Bai Lu dan Zeng Shun Xi

Review FEUD (2025): Drama China Bai Lu dan Zeng Shun Xi


Ada cinta yang nggak pernah benar-benar hilang… hanya berubah bentuk menjadi luka, diam, dan dendam yang sulit dipahami eyyyaakkk....

Drama China Feud hadir sebagai kisah xianxia yang nggak biasa. Bukan sekadar cerita cinta dewa dan manusia, bukan pula sekadar konflik takdir dan pengorbanan, melainkan soal perjalanan emosional yang berat tentang bagaimana cinta bisa berubah menjadi kebencian, lalu perlahan menemukan jalan untuk sembuh.

Selagi menunggu ulasan drama Mo Li alias The First Jasmine yang diperankan Bai Lu dan Cheng Lei, ini aku bawakan ulasan dramanya Bai Lu juga ya.


***


Info Drama

Judul: Feud

Sutradara: Guo Hao, Zhi Lei

Penulis Naskah: Xiao Xiang Dong Er

Genre: Romance, Xianxia, Wuxia, Fantasy 

Pemain: Bai Lu, Zeng Shun Xi, He Rui Xian, Chen Xin Hai, Liang Yong Qi, Zheng Kai

Rilis: 6 Juni 2025 - 21 Juni 2025, iQiyi

Episode: 32

Durasi: 45 menit

Rating Usia: 13+


***


Sinopsis Drama China Feud:

Drama ini berpusat pada hubungan tragis antara Hua Ruyue dan Bai Jiusi. Dua jiwa yang dulunya terikat oleh takdir, namun dipisahkan oleh kesalahpahaman, kehilangan, dan rasa sakit yang mendalam.

Awalnya, cerita dibuka dengan nuansa ringan melalui hubungan Li Qingyue dan Bai Jiusi, yang tampak seperti romansa sederhana ala dongeng. Namun perlahan, Bai Jiusi curiga bahwa Li Qingyue mungkin sebenarnya adalah Hua Ruyue, sosok yang amat dicintainya di masa lalu, tapi berakhir mengenaskan.

Seiring cerita berjalan, hubungan mereka berubah menjadi konflik kompleks antara cinta, kebencian dan rasa bersalah. Tidak ada pihak yang benar-benar salah atau benar. Hanya ada dua orang yang sama-sama terluka.


***


Rating 8.5/10 untuk drama bervisual indah, kostum elegan, dan dunia fantasi yang khas, dan dibumbui lapisan emosi yang dalam, kelam, dan terlalu melelahkan untuk aku ikutin. 

Aku ketipu awalnya doang, drama ini sama sekali bukan tontonan ringan ternyata. Ini adalah drama dengan cerita yang akan menguras perasaanmu wahai Pengembara!

Oh ya, btw aku nonton ini baru tahun ini ya, pas ramadhan kemarin. Soalnya agak ke-skip, dan aku baru tahu Bai Lu ada main drama ini pas ramadhan kemarin. Di drama ini juga aku baru kenal Zeng Shun Xi alias Joseph Zeng. Sumpah nontonnya capek banget sih, jadi keinget drama Bai Lu dan Luo Yunxi yang judulnya Till the End of the Moon.


Baca juga: REVIEW GENERATION TO GENERATION (2026): DRACHIN YANG SEMPAT MEMBOSANKAN DI AWAL

Review lainnya: RATTAN (2021): REVIEW DRAMA CHINA PEREMPUAN SETENGAH TUMBUHAN


Review Drama China Feud: 

1. Cerita yang Mendalam dan Alur Acaknya

Saat episode awal, aku sama sekali nggak kepikiran drama ini bakal punya cerita yang mendalam banget dan penuh kesalahpahaman, iya deh, aku nggak ngeh padahal udah dikasih lihat secara jelas lewat judulnya eheheh....

Feud ini nggak bermain di permukaan, dia menggali tema besar seperti kesedihan akibat kehilangan, rasa bersalah yang nggak terucapkan, cinta yang nggak pernah selesai, sampai moralitas setiap karakternya yang abu-abu.

Nah, yang menarik, drama ini nggak memaksa kita sebagai penonton untuk memilih sisi siapa yang harus didukung. Hua Ruyue dan Bai Jiusi sama-sama benar dalam cara mereka sendiri… dan sama-sama salah karena luka yang mereka bawa.

Namun di sisi lain, kedalaman ini malah jadi pedang bermata dua. Karena terlalu fokus pada penderitaan dan konflik batin, drama ini terasa terlalu berat, minim momen bahagia dan kadang melelahkan secara emosional. Aku bahkan merasa kalau rasa sakit dalam cerita terlalu dominan, sampai-sampai cinta-nya sendiri terasa tenggelam. Walaupun akhirnya ada momen Bai Jiusi lupa ingatan yang bikin kita setidaknya dikasih angin segar untuk melihat kebucinannya itu.


2. Alur Acak yang Menarik, Tapi Bakal Bikin Bingung 

Penggunaan flashback dan alur non-linear alias acak dan maju mundur ini sebenarnya jadi salah satu kekuatan naratif drama Feud.

Awalnya, sebagai penonton aku sengaja dibikin bingung dengan nggak adanya penjelasan latar belakang di awal. Tahu-tahu, dua karakter utama udah kejar-kejaran aja dalam hal yang satu seperti jatuh cinta dan yang satunya lagi penasaran karena yang lain mirip masa lalunya.

Seolah-olah banyak misteri yang disimpan dan pada akhirnya identitas karakter perlahan terungkap. Nah, momen terungkapnya ini cukup lama, aku lupa di episode berapa karena tahu-tahu udah kayak, oalah jadi gitu toh.

Semua ini menciptakan rasa penasaran yang kuat kan. Tapi, menurutku nggak semua penonton bakal nyaman dengan gaya ini.

Aku sendiri tetap merasa cerita terlalu kompleks, plot terasa berantakan di beberapa bagian, serta ada momen yang terasa lambat atau terlalu panjang. Terutama di bagian tengah sampai akhir, ada kesan kalau cerita mulai seret, kehilangan fokus atau terlalu memaksakan konflik emosionalnya.

Kalau aku bikin urutannya, begini nih:

1. Episode awal: menarik, fresh, bikin penasaran

2. Episode tengah: mulai berat dan lambat

3. Episode akhir: terasa terburu-buru dan nggak maksimal


***


3. Karakter Kompleks dan Sangat Manusiawi

⚠️Awas Spoiler!⚠️


- Hua Ruyue (Bai Lu)

Aku bahas dulu si karakter Ruyue, dia ini adalah jantung dari drama. Dia bukan sekadar dewi yang baik hati, dia adalah sosok penuh empati, sorang ibu yang kehilangan dan perempuan yang hancur karena cinta.

Transformasinya dari penuh kasih sayang menjadi dipenuhi kebencian rasanya sangat realistis secara emosional.

Yang bikin Ruyue menarik adalah dia kuat, tapi rapuh. Dia mencintai, tapi juga membenci. Dia ingin membalas dendam, tapi juga ingin sembuh.

Coba kamu bayangkan jadi Ruyue, saat sadar di perutnya ada anak dan belum sempat kasih surprise ke suami eh, kekuatannya malah disegel sama suaminya sendiri karena teguran dewa yang lebih tinggi kalau Ruyue terlalu mengurusi manusia. Terus ditinggalkan begitu saja sama suaminya di dunia manusia.

Pada akhirnya, anak itu pun lahir hanya sebagai anak manusia biasa, padahal ayah dan ibunya adalah dewa abadi. Saat anaknya sakit parah, sebagai ibu, Ruyue nggak bisa membantu apa-apa karena anaknya nggak punya kekuatan, dia juga nggak ada kekuatan karena disegel. 

Dia pun membawa anaknya ke kuil dewa tertentu untuk memohon biar suaminya datang membantu anaknya, tapi dipanggil berapa kali pun, suaminya nggak kunjung datang. Pada akhirnya, anak kesayangannya pun meninggal. 

Setelah itu, dia pun menyimpan dendam yang mendalam terhadap suaminya, menyerang suaminya untuk mengambil sesuatu buat setidaknya bisa bantu hidupkan anaknya lagi. Eh, malah digagalkan dan bikin dia mati. Beruntung dia masih bisa hidup lagi dan muncul untuk kembali balas dendam kepada Bai Jiusi.


- Bai Jiusi (Zeng Shunxi)

Kebalikan dari Hua Ruyue. Dia ini adalah sosok pendiam yang penuh tanggung jawab dan mencintai tanpa banyak kata. Masalahnya? Ini makhluk terlalu diam.

Pernah dengar, nggak? Cinta yang nggak diungkapkan dengan benar itu justru akan akar konflik. Kesalahpahaman bisa tumbuh karena hal yang nggak dikatakan dan perasaan yang dipendam.

Dan di situlah tragedi mereka lahir. Bai Jiusi, tidak pernah bilang ke Ruyue kalau dia sangat mencintainya, semua dia lakukan lewat tindakan. Termasuk, membantu Ruyue saat Ruyue terikat dengan manusia, menegur Ruyue secara halus demi kebaikannya karena terlalu dekat dengan manusia, mencegah Ruyue dihukum oleh dewa yang lebih tinggi dengan menyegel kekuatannya, bahkan menggantikan hukuman untuk Ruyue selama bertahun-tahun yang bikin dia nggak tahu keadaan Ruyue di dunia manusia. 

Pas dia selesai dihukum eh tahu-tahu Ruyue datang mengacau untuk balas dendam dan dia harus memilih antara cinta dan pekerjaannya yang terlalu mulia itu. Dia kalahkan Ruyue, tapi dia yakin Ruyue masih hidup di suatu tempat, dan saat bertahun-tahun berlalu dia ketemu orang yang mirip Ruyue, dia lagi-lagi jatuh cinta.


4. Tentang Chemistry dan Visual

Chemistry antara dua pemeran utama sebenarnya terasa cukup intens dan emosional banget. Tapi … bukan chemistry yang manis-manis gimanaaa gitu. Bagian manisnya dikit banget gaes, kebanyakan adegan yang bikin aku berpikir, ini mereka bakal bahagia nggak sih? 

Soalnya, chemistry yang ditampilkan tuh penuh luka, tegang dan berat banget. Sumpah Bai Lu dan Zeng Shunxi kece abis deh.

Sayang banget, kita sebagai penonton seolah-olah nggak diizinkan melihat mereka bahagia. Karena yang emang kurang dikasih kebahagiaan, terlalu didominasi konflik dan agak sulit dinikmati sebagai pure romansa.

Jadi kalau kamu mencari kisah cinta yang bikin baper manis…

Drama ini mungkin bakal terasa sedikit dingin. Sampai-sampai, pas nonton ini aku sering komentar, "Dahlah, cium aja biar selesai. Kalian tuh suami istri. Ciuman aja sana biar baikan!"

Untungnya secara visual, drama ini tetap memenuhi standar xianxia dengan kostumnya yang elegan dan detail. Warna lembut dan artistik, sampai properti dan set yang cukup memanjakan mataku.

Detail kayak aksesoris rambut Hua Ruyue, hanfunya Bai Jiusi yang lembut jadi highlight tersendiri.

Namun untuk CGI, nggak terlalu super spesial, terasa standar aja, tapi bagus dan bukan ala AI kayak drama yang sempat rame kemaren pakai intro AI dan editing episode awalnya agak gimana itu. Mungkin karena sebelum nonton ini, mataku udah dimanjain banget sama CGI-nya Whisper of Fate kali ya? Kapan-kapan aku review deh si Whisper of Fate ini.


5. Soal OST

OST dalam drama ini sebenarnya nggak terlalu menonjol dan nggak banyak yang benar-benar membekas.

Beberapa lagu memang cocok dengan suasana, tapi kurang ikonik. Kalau ada lagu yang aku suka banget, ya, cuma agu yang dinyanyikan sama Bai Lu.


***


Kelebihan dan Kekurangan Drama China Feud:

- Kelebihan:

1. Cerita emosional yang dalam dan matang

2. Karakter kompleks dan nggak hitam-putih

3. Akting kuat, terutama dari Bai Lu yang adegan nangisnya selalu ngajak nangis bareng. Sesak banget lihat perannya di sini woy.

4. Chemistry intens dan penuh makna.

5. Sinematografi, visual dan kostum indah khas xianxia, bahkan make up Bai Lu cakep banget.

6. Tema cinta, kehilangan, dan penyembuhan yang kuat.


- Kekurangan:

1. Terlalu berat dan minim momen ringan. Momen ringannya nggak terasa ringan karena kita dikasih babak belur dengan berbagai adegan tegang atau menyedihkan.

2. Kecepatan cerita nggak konsisten

3. Plot kadang membingungkan dan terlalu kompleks

4. Kurang keseimbangan antara cinta dan konflik, sehingga bikin beberapa bagian terasa terlalu panjang dan melelahkan


***


Waduh ulasan kali ini sepertinya banyak spoiler. Lihatlah, seberapa membekas rasa sakit itu sampai aku spoiler inti dramanya. Ya, sekalian aja deh, biar kamu nggak pusing menerka-nerka pas nonton ini.

Kesimpulanku, kayaknya drama Feud adalah drama yang nggak akan cocok untuk semua orang. Aku bahkan nggak berani rekomendasikan ini ke temenku yang suka genre happy. Bahkan ada temenku yang aku ceritakan soal alurnya yang depressing itu, malah ikut stres padahal bukan dia yang nonton wkwkwkw.

Oh ya, kalian jangan salfok sama rating poin yang aku kasih ya. Ya, gimana ya aku nggak favoritkan drama ini, tapi juga bukannya nggak suka. Aku cuma merasa lelah saat menonton, tapi ceritanya malah teringat terus dan membekas wkwkwk. Makanya aku kasih rating poin segitu.

Dahlah, ulasannya sampai sini aja. Takut banget aku malah spoiler ending drama ini. Terima kasih sudah mampir, dan buat yang udah nonton, gimana pendapatmu? Sama stres-nya kayak aku, nggak, melihat suami istri miskomunikasi ini?


Oh ya, karena aku suka mangga, kamu bisa banget dukung aku biar semangat nulis dengan traktir mangga di sini ya: https://teer.id/nurwahidah_bi

Komentar

Popular