Langsung ke konten utama

Terbaru

Review Drakor Cashero (2025): Lee Jun Ho Punya Superpower Unik

Review Drakor Cashero (2025): Lee Jun Ho Punya Superpower Unik Bulan lalu, sempat ramai drama Korea superhero berjudul The Wonderfools yang diperankan Cha Eun Woo dan Park Eun Bin. Nah, tahun lalu juga ada Cashero nih, yang diperankan Lee Jun Ho.

Review Generation to Generation (2026): Drachin yang Sempat Membosankan di Awal

Review Generation to Generation (2026): Drachin yang Sempat Membosankan di Awal


Tahu nggak, aku tuh selalu pemilih soal drachin. Banyak syarat yang harus dipenuhi, sebelum sebuah drama China masuk ke waiting list-ku.

Entah itu pemainnya, jenisnya, genrenya bahkan aku bisa nonton cuma gegara suka posternya aja ehehehe.

Nah, biasanya ada drama yang memikat lewat adegan aksi besar-besaran, romansa banyak skinship, atau konflik spektakuler. Tapi Generation to Generation yang ulas hari ini memilih jalan yang berbeda.

Apa itu? Yuk simak ulasan selengkapnya ....


***


Info Drama

Judul: Generation to Generation 

Genre: Mystery, Romance, Wuxia, Fantasy

Jumlah Episode: 37

Sutradara: Lu Hao Ji Ji

Penulis Naskah: Shao Si Han

Pemain: Zhou Yi Ran, Bao Shang En, Yu Jia Cheng, Fan Jing Yi, Bian Tian Yang, Yan Yu Chen

Tayang: 22 Februari 2026 - 11 Maret 2026, iQiyi, Tencent Video

Durasi: 45 menit

Rating Usia: 15+


***


Sinopsis Drama China Generation to Generation:

Drama ini mengikuti perjalanan Mu Qingyan, seorang pria dari sekte iblis yang hidup dibayangi masa lalu kelam dan keinginan untuk mengungkap kebenaran.

Di tengah konflik antar sekte, dendam lama, dan rahasia generasi sebelumnya, Mu Qingyan mencoba mencari jawaban tentang tragedi yang menghancurkan hidup banyak orang.

Sementara itu, Cai Zhao hadir sebagai sosok yang perlahan membantu Mu Qingyan menghadapi luka masa lalunya. Hubungan mereka berkembang di tengah dunia silat yang penuh intrik, manipulasi, dan pengkhianatan.

Namun inti cerita sebenarnya bukan hanya tentang romansa atau pertarungan, melainkan tentang bagaimana setiap generasi mewarisi trauma, kesalahan, dan pilihan dari generasi sebelumnya.


***


Rating 8.2/10, untuk drama yang sempat bikin aku bosan banget di 10 episode awalnya.

Drama ini sebenarnya punya konsep yang kuat dan emosional. Penulisan karakter utamanya juga terasa mendalam, terutama si Mu Qingyan yang menjadi jiwa utama cerita.

Meski editing dan eksekusi beberapa bagian terasa kurang mulus, tapi kualitas akting, atmosfer wuxia yang kelam, serta tema antargenerasi yang diangkat berhasil bikin drama ini tetap terasa berkesan.

Jujur aja, ini bukan drama yang bisa ditonton sambil kerjain hal lain, terlebih di awal. Plotnya cukup rumit, karakternya banyak, dan konflik antarsekte kadang membutuhkan perhatian ekstra. Tapi kalau sudah masuk ke dunianya, drama ini ternyata punya daya tarik ehehe.


Baca juga: REVIEW DRACHIN HOW DARE YOU!? (2026): KAISAR DAN PERMAISURI GEN Z

Review lainnya: A JOURNEY TO LOVE (2023): REVIEW DRACHIN TENTANG KERAJAAN


Review Drama China Generation to Generation



1. Drama tentang Luka yang Diturunkan dari Generasi ke Generasi

Tema utama drama ini bukan sekadar konflik antara baik dan jahat, tetapi tentang bagaimana kesalahan satu generasi terus meninggalkan bekas bagi generasi berikutnya.

Hampir semua karakter di drama ini hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Ada yang terjebak di dalamnya, ada yang mencoba memperbaikinya, dan ada juga yang perlahan hancur karenanya.

Ini nih yang bikin ceritanya cukup manusiawi, nggak ada keputusan yang benar-benar sederhana. Semua karakter punya kontradiksi, penyesalan, dan pengorbanan masing-masing.

Kalau harus memilih alasan utama untuk menonton drama ini, jawabannya jelas Mu Qingyan. Jyujyur, aku belum pernah nonton drama Zhou Yiran. Aku beneran nggak tahu siapa dia eheheh, pas cerita ke temanku, eh malah dia yang tahu Zhou Yiran. Itu ternyata karena Yiran kebanyakan main drama modern dan aku lebih suka nonton drama kostum dan kolosal gitu. Awalnya aku cuma tahu Bao Shang En di drama ini, karena nonton dia dari Whisper of Fate aja.

Penampilan Zhou Yiran di sini, awalnya terasa B aja, sampai akhirnya pelan-pelan mencuri perhatianku. Dia mampu memainkan karakter yang kompleks dengan sangat detail, aku sempat mengira-ngira dia ini baik atau jahat. Soalnya, aku pikir main lead-nya Bao Sang En aja eheheh.

Ternyata, tatapan mata Zhou Yiran saja sudah cukup untuk menyampaikan emosi tanpa perlu dialog panjang. Ada kelembutan, kemarahan, obsesi, rasa sakit, dan kesepian yang muncul hanya lewat ekspresi kecil di wajahnya. Aktingnya keren sih.

Ditambah, Mu Qingyan juga bukan tipikal hero wuxia biasa. Dia ini kayak anti-hero yang penuh luka dan manipulasi, tetapi masih tetap manusiawi. Bahkan ada satu adegannya yang bikin ketawa aneh, jadi Mu Qingyan dan Cai Zhao tuh berantem, agak berdebat dikitlah, terus pas ada orang datang Mu Qingyan malah ngelap bibirnya padahal yang digigit Cai Zhao tuh tangannya wkwkwk kan bikin salah paham orang yang ngelihat tuh.


2. Romansa yang Sederhana tapi Manis

Bagi Pengembara yang cari drama penuh adegan romantis intens, mungkin bakal sedikit kecewa nih eheheh. Romansa di sini cenderung kalem dan bersih. Bahkan tarik-ulur mereka juga rasanya manis banget dan hal-hal itu yang bikin hubungan mereka terasa tulus.

Drama ini menangkap nuansa cinta pertama dengan sangat baik. Gestur sederhana seperti menggenggam tangan atau percakapan emosional justru terasa lebih membekas dibanding adegan romantis berlebihan, pokoknya ngalir aja, tahu-tahu udah jatuh cinta mereka.

Chemistry antara Zhou Yiran dan Bao Shang En juga cukup kuat, terutama di episode-episode pertengahan sampai akhir. Apalagi kalau kamu lihat kebucinan Mu Qingyan dduh, jadi pengin dibucinin juga.


3. Plot Rumit yang Butuh Fokus

Ini mungkin menjadi kekuatan sekaligus kelemahan Generation to Generation. Plotnya bikin capek tapi bikin penasaran juga karena penuh intrik, konflik sekte, manipulasi, dan karakter dengan agendanya masing-masing. Karena jumlah tokohnya cukup banyak, awal cerita sumpah membingungkan banget.

Kadang aku harus benar-benar memperhatikan detail untuk memahami siapa berada di pihak mana. Jangankan soal karakter, mengenali wajah para murid perguruan aja aku kesusahan wkwkwk.

Namun ketika semua puzzle cerita mulai tersusun, ceritanya justru semakin menarik. Misterinya berhasil membuatku terus menebak-nebak siapa sebenarnya yang bisa dipercaya dari mereka semua. Meskipun abu-abunya tuh abu-abu banget, tapi ada humornya juga kok. Ini nggak setegang dan sekaku itu.

Btw, kalau kamu merasa bosan di 2 episode awal. Tahan aja dulu gaes, aku ngikutin saran teman-teman Threads yang bilang bakal terasa seru setelah episode 11. Dan hasilnya aku udah mulai paham di episode 8 dan beneran bisa konek ke cerita di episode 10. Jadi, ini tipe drama yang plot dan alurnya lamban di awal, tapi seru di tengah sampai akhir.

Btw, ini jembatan keramat yang bikin aku ngilu dan fobia jembatan muncul ehehehe.


4. Soal Editing dan Visual

Entah apa hanya aku yang menganggap editing drama ini memang kurang bagus. Beberapa transisi terasa aneh, pemotongan adegan kadang terlalu kasar, dan alur emosional tertentu jadi kehilangan dampaknya. Bahkan, CGI-nya juga agak awkward gitu eheheh.

Padahal sebenarnya banyak adegan yang punya potensi emosional besar, terutama yang berkaitan dengan generasi sebelumnya. Anehnya, drama ini tetap berhasil menyampaikan emosinya dengan baik walaupun editing-nya terasa berantakan.

Apalagi secara visual, drama ini memang sangat indah. Penggunaan filter kebiruan mungkin terasa aneh bagi sebagian orang, tetapi bagiku ini justru membantu membangun suasana gelap dan misterius dalam cerita. Lagipula, ada tone warna kuning dan hijau juga sebagai selingan.

Adegan air dengan bunga-bunga mengambang menjadi salah satu visual paling cantik di drama ini. Kostum dan tata artistiknya juga terasa elegan dan mendukung nuansa wuxia klasik yang melankolis. Bahkan adegan-adegan Cai Zhao berantem sambil pegang pisau besar alias golok warisan bibinya itu terasa keren dan cocok sama Bao Shang En.


***


Kelebihan dan Kekurangan Drama China Generation to Generation 

- Kelebihan:

1. Tema antargenerasi yang emosional dan matang, awalnya bikin bosan soal cerita generasi sebelumnya eh pas semakin lama malah makin seru

2. Akting luar biasa dari Zhou Yiran dan Bao Shang En

3. Chemistry pemeran utama dan couple-couple pendamping terasa natural

4. Visual wuxia yang cantik dan artistik

5. Banyak dialog, adegan dan konflik yang penuh makna

6. Misteri dan intrik cerita lumayan menarik.


- Kekurangan:

1. Editing terasa berantakan di beberapa bagian

2. Awal cerita cukup membingungkan dan membosankan, sekitar 10 episode awal

3. Jumlah tokoh terlalu banyak untuk diingat

4. Beberapa konflik terasa repetitif.


***


Drama ini butuh perhatian, kesabaran, dan mood yang tepat untuk menikmatinya. Aku sempat terhenti hampir dua bulan di episode 2, dan baru lanjut setelah minta pendapat di Threads.

Kalau kamu suka wuxia yang lebih emosional, romansa tipis tapi bikin deg-degan, penuh misteri, dan fokus pada trauma serta hubungan manusia, plus adegan berantemnya cakep, drama ini sangat layak dicoba kok.

Untung aja, aku tetap lanjut nonton drama ini. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah yakinkan aku tetap lanjutin nonton Generation to Generation. Soalnya, ini seru banget pada akhirnya. Oh ya, lagu closing-nya juga bagus loh.



"Chai Zhao, kuberitahu padamu, kita selamanya tidak bisa dipisahkan. Apalah artinya sekadar melumpuhkan meridian. Walaupun tubuhku dihancurkan menjadi abu, aku pasti ... aku pasti akan kembali mencarimu." Mu Qingyan.


Terima kasih sudah membaca ulasan ini, bagaimana pendapatmu soal drama wuxia yang satu ini? Oh ya, karena aku suka mangga, kamu bisa banget dukung aku biar semangat nulis dengan traktir mangga di sini ya: https://teer.id/nurwahidah_bi

Komentar

Popular