Nunez and Haaland: Cerpen Komedi Spesial Sepak Bola
Nunez and Haaland: Cerpen Komedi Spesial Sepak Bola
![]() |
Hai, Pengembara, hari ini aku kasih cerpen komedi tema olahraga ya, spesial sepak bola, mumpung lagi ramai pildun alias musim bola ya ini. Selamat membaca~~
[Who is Nunez and Haaland? Have you ever heard about them? The names Nunez and Haaland have been frequently appearing on my timeline.]
Aku mengirimkan pesan berbahasa inggris kepada teman online-ku di Singapura. Berharap dia membantu kegalauan saat ini.
[Did you already search on Google?] Livy, gadis yang berkenalan denganku di aplikasi belajar bahasa Korea itu membalas beberapa menit kemudian.
[No. I haven't had a chance to look up the names of Nunez and Haaland because my timeline is filled with them! I'm confused, who are they?] Jelasku agak emosi.
[Nunez and Haaland? Perhaps it's the name of a restaurant or a new fashion brand in your country? Or maybe you should Googling them right now.]
[Alright. But, Livy its really annoying. I'm bored with all of this!] Aku menambahkan stiker merajuk.
Livy hanya membalas dengan mengirimkan stiker tertawa dan memintaku segera mencari nama itu daripada kesal sendiri.
Sebuah pesan lain tiba-tiba masuk, baru saja aku mengetik nama-nama itu dan belum sempat menekan enter. Eh, sudah ada nama yang lebih spesial muncul di layar.
[Kamu belum tidur? Dari tadi kuperhatikan kok masih aktif.]
[Iya, Kak. Lagi baca-baca buku sebelum tidur. Ada apa?] Balasku secepat kilat. Sengaja bilang baca buku, biar agak berkelas sedikitlah.
[Kamu ada waktu besok? Aku mau minta temenin beli peralatan dan keperluan buat sepak bola.]
Wah? Pucuk dicinta ulam pun tiba. Dengan cepat aku segera mengaku kosong dan ada waktu. Pastilah untuk Kak Rian aku selalu punya waktu, ah, aku tiba-tiba jadi ingin tanya sesuatu.
[Kak, tahu Nunez dan Haaland?] Kirimku pakai hati, eh, hati-hati.
[Loh? Kamu tahu nama itu? Kamu penggemar sepak bola juga ya selama ini?]
Eh, eh! Nanti dulu. Aku jadi kebingungan membaca itu, siapa yang penggemar sepak bola? Aku? Aku cuma tahu sepak takraw antar kampung, yang minggu lalu dimenangkan kampung kami karena Pak RT jago banget mainnya, kata mama.
[Eh, suka. Tapi, nggak terlalu. Memangnya kakak suka Nunez dan Haaland?] Aku mengirimkan pesan itu dengan lebih hati-hati.
[Iya, aku suka dua-duanya. Sama-sama jago menurutku. Eh, gimana kalau besok sekalian jajan sore?] Tawarnya, membuatku senyam-senyum.
[Boleh banget dong!]
Asik, ada untungnya juga nama Nunez and Haaland itu lewat di timeline-ku. Jadi, ada bahan ngobrol dan bisa diajak kencan sama Kak Rian nih.
Obrolan kami berdua malam ini kebanyakan membahas sepak bola, padahal sebelumnya hanya sebatas sapa menyapa. Meskipun aku harus bolak-balik memeriksa google untuk paham kata-kata yang dikirimkan Kak Rian. Ah, bodo amat, yang penting kami ngobrol.
***
[Cerpen Komedi] Pagi ini, aku mendapati sosmed-ku berisi 'perang' bola yang tidak bisa dimengerti. Timeline internet dipenuhi dengan nama-nama itu lagi. Nunez and Haaland everywhere. What's going on with you, people?
Isinya postingan-postingan fans yang saling memamerkan skill Darwin Nunez dan Erling Haaland. Aku coba-coba membaca, kan lumayan ada bahan ngobrol sama Kak Rian di mobil nanti.
Sambil menunggu dijemput Kak Rian. Aku memutuskan sok bergabung dengan obrolan tentang Nunez dan Haaland yang kebetulan lewat di timeline. Tanpa pengetahuan tentang sepak bola yang memadai, aku pura-pura sok tahu apa yang sedang dibicarakan orang-orang itu.
Satu komentarku segera dikerubungi banyak lelaki. Kayaknya mereka tertarik padaku, eh, padaku yang membahas Nunez and Haaland. Banyak dari mereka menyambut dengan antusias, berbagi cerita tentang aksi gemilang para pemain tersebut di lapangan.
Aku yang memang tidak mengerti sepak bola, berusaha keras untuk terlihat antusias dan menyelipkan pertanyaan-pertanyaan, eh, kok lama-lama asyik juga. Aku jadi tahu Manchester City dan Liverpool.
Asli, kupikir nama-nama itu merek-merek fashion atau restoran baru. Untung saja aku tidak bicara aneh-aneh semalam, sehingga bisa tahu berbagai hal juga dari Kak Rian.
Mungkin Anda sukai: DOA YANG DIKABULKAN | CERPEN KOMEDI
Cerpen lainnya: CERPEN KOMEDI: ROTI BERMANTRA
Begitu Kak Rian datang, aku jadi bersemangat. Kami mulai membahas berbagai masalah, tapi aku semakin merasa aneh. Kok Kak Rian dari tadi hanya membahas orang lain ya? Mana pembahasan tentang bola? Mana pembahasan tentang Nunez and Haaland itu?
Aku jadi merasa aneh, kupastikan lagi siapa wanita yang sedari tadi membuatnya marah-marah. Apa benar dugaanku?
"Pacarku itu, dia sama sekali nggak tertarik sama sepak bola. Untung ada kamu yang mau nemenin beli barang-barang buat main bola." Ucapan Kak Rian bagai petir di siang hari bolong. Tidak terduga.
"Memangnya kalau main sepak bola, mesti beli berapa banyak bola, kok harus ditemenin sih?" tanyaku asal-asalan karena kesal Kak Rian sudah punya pacar.
"Bukan beli bola aja. Beli merchandise atau sepatu kan juga bisa," ucapnya terdengar antusias.
"Ah, mending beli somay sih. Bisa kenyang," ucapku membuat Kak Rian terdiam. "Apalagi cuma nemenin pacar orang, rasanya agak nggak guna aja gitu!" tambahku.
"Eh?" sahut Kak Rian membuatku meliriknya dengan senyuman canggung.
***
[I hate Nunez and Haaland!] Pesan pendek itu kukirimkan pada Livy.
[You already knew who they are?] Livy membalas cepat, tumben dia membalas secepat ini. Sepertinya dia penasaran, karena aku sempat cerita soal Kak Rian pagi tadi.
[Yeah, they are football players. The guy I like likes them, so we have a topic to talk about. But, unfortunately ....]
[Why?]
[He already has a girlfriend, and my earnest effort to learn about football overnight, ended up just being an outlet for him. He invited me out because his girlfriend doesn't like football. Crazy, right?]
[That's insane! My advice is not to hate Nunez and Haaland. You don't even know them; just hate your guy.]
Ya, ada benarnya juga ucapan Livy. Seharusnya aku tidak bilang membenci Nunez dan Haaland, aku bahkan nggak kenal mereka. Tapi, tenang saja, Livy.
[I've done it; I've blocked his number after asking him to buy me Somay earlier this evening.] Balasku sembari mengunyah somay yang dibelikan Kak Rian.
[Good Girl!] Pesan dari Livy diakhiri dengan emotikon tepuk tangan.
Aku sendiri sengaja off dari sosmed, biar euforia sepak bola dan klub-klub itu tidak lewat di timeline-ku dulu.
***
TAMAT
Gorontalo, 8 Maret 2024
Terima kasih sudah membaca cerpen komedi ini. Semoga Pengembara suka cerita sederhana ini ya. Selamat membaca, jangan lupa kunjungi https://linktr.ee/nurwahidahbi untuk informasi lainnya tentang Kak Bi.

Komentar
Posting Komentar