Terbaru

Review Tinggal Meninggal (2025): Film Dark Comedy Indonesia

Review Tinggal Meninggal (2025): Film Dark Comedy Indonesia 


Pengembara, kamu pernah nggak nonton film yang bikin nggak nyaman setengah mati, tapi di saat yang sama penasaran sama hasil akhirnya?

Itu pengalamanku saat menonton film Tinggal Meninggal, sebuah film Indonesia bergenre dark comedy yang berani mengangkat tema kesepian, haus perhatian, dan sisi gelap manusia dengan cara yang jujur, absurd, bahkan bikin malu.

So, apakah Tinggal Meninggal ini bagus? Atau justru terlalu aneh untuk dinikmati? Yuk kita bahas secara lengkap.


***


Info Film

Judul: Tinggal Meninggal

Sutradara dan Skenario: Kristo Immanuel

Genre: Komedi, Drama

Pemain: Omara Esteghlal, Nirina Zubir, Mawar de Jongh, Muhadkly Acho, Ardit Erwandha, Shindy Huang, Mario Caesar, Nada Novia, Jared Ali

Rilis: 14 Agustus 2025

Durasi: 120 menit

Rating Usia: 13+


***


Sinopsis Film Indonesia Tinggal Meninggal:

Gema adalah seorang laki-laki introvert yang hidupnya berubah sejak kedua orang tuanya berpisah. Dia tumbuh menjadi sosok yang tertutup, kesepian, dan sulit bersosialisasi. 

Di tempat kerja, dia hampir tidak dianggap. Tidak ada yang benar-benar peduli padanya. Tapi, semua berubah saat ayahnya meninggal.

Tiba-tiba, orang-orang di sekitarnya mulai menunjukkan perhatian. Mereka datang, menyapa, bahkan bersimpati dan untuk pertama kalinya, Gema merasa … hidup.

Namun, perhatian itu tidak bertahan lama. Saat semuanya kembali seperti semula, Gema mulai merasa kosong lagi dan di sinilah semuanya berubah menjadi tidak biasa. Gema mulai menciptakan kebohongan demi mendapatkan perhatian yang sama.

Dari sinilah cerita berkembang menjadi rangkaian kejadian absurd, manipulatif, sekaligus menyedihkan, saat Gema berusaha mewujudkan satu keinginan sederhana yatu ingin diperhatikan oleh orang lain.


***


Rating 8/10 untuk film ini. Sebuah film yang terasa banget cringe-nya, awkward, bahkan aku ingin skip adegan tertentu. Tapi anehnya, di balik rasa nggak nyaman itu, film ini tetap berhasil menancap di kepalaku dan bikin aku cuma hah heh hoh setelah menonton.


Baca juga: THE MOST BEAUTIFUL GIRL IN THE WORLD (2025): REVIEW INDONESIAN MOVIE

Review lainnya: GAMPANG CUAN (2023) | REVIEW FILM VINO G. BASTIAN, ANYA GERALDINE DAN MERIAM BELLINA


Review Film Tinggal Meninggal:

Setelah menonton ini, aku menggarisbawahi hal pertama yang harus dipahami buat Pengembara yang mau menonton ini, yaitu Tinggal Meninggal memang nggak dibuat untuk nyaman ditonton.

Rasa cringe, malu, bahkan “kok gini banget sih? Astaga!” itu bukan kegagalan ya. Justru itu tujuan utama filmnya. Aku bahkan merasa sempat ingin berhenti nonton karena terlalu awkward, terutama saat Gema mulai berbohong tentang hal-hal sensitif termasuk kematian.

Film ini memaksaku untuk melihat sesuatu yang biasanya sering manusia abaikan, tentang seberapa jauh seseorang bisa pergi cuma untuk caper doang.

Menurutku, Gema ini karakter yang … sulit disukai. Dia manipulatif, dia berbohong. Bahkan di beberapa momen terasa kebangetan. Tapi anehnya, aku bisa paham sama dia.


Kenapa?

Karena inti dari karakter Gema sebenarnya sangat sederhana, dia kesepian.

Film ini menunjukkan kalau ada orang-orang di dunia nyata yang begitu haus perhatian, sampai hal kecil seperti disapa saja udah bikin mereka bahagia luar biasa. Kecuali aku ya, kalau disapa malah malas banget. Please, jangan lihat aku kalau lagi ada di jalanan. Aku malu.

Dan ya meskipun ekstrem, perilaku Gema bukan sesuatu yang sepenuhnya asing. Banyak orang mungkin nggak melakukan hal selevel itu, tapi perasaan ingin diperhatikan itu sangat manusiawi kok. Kadang aku pada orang tertentu memang ingin diperhatikan juga, tapi ya kalau udah di taraf bosan sendirian wkwkwkw.


Apalagi ini film dark comedy dengan jenis humor yang sering kali bikin ketawa… tapi juga merasa bersalah. Yang bakal bikin kamu merasa ini tuh nggak lucu, terlalu absurd, bahkan “memalukan” saat melihat tingkah Gema.

Sementara itu, beberapa adegan lucunya kena, satirnya tajam, berani dan beda. Ini karena dark comedy memang punya pasar sendiri. Kalau kamu tipe yang sensitif atau lebih suka humor ringan, film ini bisa terasa salah nada. Untungnya aku cukup suka sama genre dark comedy.

Oh ya, aku mau puji akting para pemain. Terutama Omara Esteghlal yang berhasil bikin Gema terasa hidup, aneh, menyedihkan, tapi manusiawi. Juga Nirina Zubir yang tampil kuat dengan karakter ibu nan kompleks. Chemistry para pemain terasa natural di beberapa bagian.

Ya, di balik semua keanehan, film ini sebenarnya menyampaikan pesan yang cukup dalam tentang banyaknya orang yang hidup tanpa perhatian, sampai validasi sosial bisa jadi kebutuhan emosional di zaman sekarang.


***


Kelebihan dan Kekurangan Film Indonesia Tinggal Meninggal 

- Kelebihan: 

1. Ide cerita unik dan berani mengangkat tema kesepian, haus validasi dan caper dengan cara yang nggak biasa.

2. Eksekusinya kreatif dan penuh twist.

3. Pesan moralnya kuat dan dengan gaya dark comedy yang segar bagiku.

4. Hal-hal yang menurutku menarik banget adalah metode breaking the fourth wall, yaitu ngomong ke penonton. Dialog dan situasi absurd.

Beberapa momen bahkan bakal bikin kamu teringat-ingat terus. Aku paling nggak bisa lupa adegan muntah berjamaah dan soal tamu bayaran di acara kedukaan itu.


- Kekurangan:

1. Banyak adegan terasa cringe dan nggak nyaman.

2. Beberapa dialog di luar humornya kurang natural dan terkadang terasa dibuat-buat. Overacting dalam penyampaian

3. Beberapa bagian ada yang agak repetitif dan bikin hampir bosan.

4. Eksekusi emosi agak nanggung, nggak sepenuhnya drama dan nggak sepenuhnya komedi.


***


Bagiku Tinggal Meninggal ini adalah film yang … aneh.

Bukan aneh dalam arti buruk ya, tapi aneh dalam arti berani keluar dari zona nyaman. Aku ulangin ya, film ini mungkin tipe tontonan yang akan bikin Pengembara nggak nyaman, malu, bahkan ingin berhenti nonton.

Tapi di saat yang sama, film ini juga memancing empati dan rasa penasaran. Ending-nya sendiri cukup menarik karena ada perpaduan antara karma, harapan, dan kenyataan. Nggak sepenuhnya bahagia, tapi juga nggak sepenuhnya gelap.

Endingnya benar-benar bikin hah heh hoh, pengin ketawa tapi takut dosa. Oh ya, karena aku suka mangga, kamu bisa banget dukung aku biar semangat nulis dengan traktir mangga di sini ya: https://teer.id/nurwahidah_bi


Komentar

Popular