Terbaru

The Most Beautiful Girl in the World (2025): Review Indonesian Movie

The Most Beautiful Girl in the World (2025): Review Indonesian Movie



Hai, Pengembara. Aku review film Indonesia yang romantis-romantis dulu ya hari ini.

Well, film romantis sering kali dianggap sebagai tontonan ringan yang gampang ditebak. Tapi, The Most Beautiful Girl in the World hadir dengan sedikit berbeda. 

Mengusung konsep reality show pencarian pasangan yang dibalut kisah romansa personal, film Indonesia rilisan 2025 ini memadukan rom-com klasik dengan konflik keluarga.

Dibintangi oleh Reza Rahadian dan Sheila Dara Aisha, film ini langsung mencuri perhatianku. Langsung saja temani aku mengulas drama ini ya:


***


Info Film

Judul: The Most Beautiful Girl in the World

Genre: Komedi, Drama, Romantis

Sutradara: Robert Ronny

Penulis Naskah: Robert Ronny, Titien Wattimena, Ifan Ismail

Pemain: Reza Rahadian, Sheila Dara Aisha, Jihane Almira, Kevin Julio, Dea Panendra

Tayang: 14 Februari 2025, Netflix 

Durasi: 2 Jam 2 Menit

Rating Usia: 14+


***


Sinopsis Film Indonesia The Most Beautiful Girl in the World:

Reuben adalah putra seorang pemilik stasiun televisi besar. Kaya, tampan, dan dikelilingi perempuan, dia dikenal sebagai playboy yang sinis terhadap cinta. Hubungannya dengan sang ayah tidak pernah benar-benar hangat, terlebih setelah perceraian orang tuanya yang meninggalkan luka mendalam dalam hidup Reuben.

Suatu hari, ayah Reuben memberinya syarat tak biasa untuk mendapatkan warisan.  Dia harus menemukan calon istri melalui sebuah reality show pencarian pasangan. Reuben setuju, bukan karena cinta, melainkan demi membuktikan bahwa dia mampu menjalani hidup dengan caranya sendiri.

Di balik layar acara tersebut, ada Kiara, seorang produser perempuan yang cerdas, mandiri, dan realistis. Awalnya, hubungan mereka hanya sebatas profesional, bahkan sering diwarnai perdebatan. Namun seiring berjalannya waktu, kebersamaan mereka berdua, baik dalam situasi kerja maupun kejadian tak terduga, perlahan mengubah cara pandang Reuben tentang cinta, dan memaksa Kiara menghadapi perasaannya sendiri.


***


Rating 7/10 untuk film The Most Beautiful Girl in the World. Film ini secara akting, sinematografi, dan chemistry bagus kok. Tapi, bukan film favoritku.

Serta, ada beberapa hal yang jadi catatan untuk film Indonesia yang satu ini.


Baca juga: REVIEW DRAKOR WHEN LIFE GIVES YOU TANGERINES (2025) | SLICE OF LIFE TERBAIK 2025

Review lainnya: A+ (2023): REVIEW SERIES INDONESIA TENTANG PENDIDIKAN


Review Film The Most Beautiful Girl in the World:

Sejak awal, film ini memulai ceritanya dengan cukup meyakinkan. Premis tentang reality show sebagai alat pencarian cinta memang bukan hal baru sih, tapi dikemasnya dengan sentuhan lokal Indonesia dan konflik personal yang bikin terasa relevan. 

Reuben bukan tipikal pewaris kaya yang arogan tanpa lapisan emosi. Trauma masa kecil akibat perceraian orang tuanya, serta ketidaktahuannya tentang alasan sang ibu pergi, membentuk sikapnya yang defensif terhadap hubungan romantis.

Reza Rahadian memerankan Reuben dengan sangat halus. Dia nggak berlebihan, dan mampu menunjukkan transisi emosi dari sosok yang disebut playboy santai menjadi pria yang mulai mempertanyakan dirinya sendiri. Kerentanannya cukup terasa, terutama dalam adegan-adegan yang menyangkut sang ibu dan hubungannya dengan ayah.

Sementara itu, Kiara yang diperankan Sheila Dara Aisha hadir sebagai perempuan kuat tanpa terjebak stereotip girl boss. Dia beneran profesional, tegas, tapi tetap manusiawi. Kiara bukan karakter yang langsung gampang jatuh cinta. Dia logis, berhati-hati, dan mempertanyakan motif Reuben sejak awal. Dinamika tarik-ulur mereka rasanya cukup natural bagiku.

Salah satu bagian terbaik film ini tuh soal pengembangan hubungan mereka yang nggak instan. Adegan perjalanan ke pulau jadi momen penting, di mana Reuben dan Kiara dipaksa bekerja sama dalam kondisi terbatas, humornya juga ada di sini. 

Nah, di balik semua kelebihan itu, The Most Beautiful Girl in the World juga menunjukkan kelemahan menjelang akhir. Konflik yang seharusnya jadi puncak emosional justru diselesaikan dengan tergesa-gesa. Bahkan sikap Kiara di akhir film itu terasa agak dingin dan membingungkan, tapi bisa jadi aku pas nonton keburu bosan karena durasinya yang terasa lama eheheh. 

Untuk sebuah rom-com, keputusan untuk nggak memberikan resolusi romantis yang jelas terasa biasa aja. 




Kelebihan dan Kekurangan Film The Most Beautiful Girl in the World

- Kelebihan:

1. Akting kuat pemeran utama. Ya, Reza Rahadian dan Sheila Dara Aisha tampil sangat natural. Chemistry mereka kuat, terutama dalam adegan dialog santai dan konflik kecil. Cute aja sih couple ini.

2. Sinematografi memanjakan mata, gaees, lanskap Indonesia ditampilkan dengan indah. Color grading lembut dan pengambilan gambar yang rapi bikin film ini terasa mahal dan berkelas.

3. Dialog natural dan mengalir banget. Percakapan antarkarakter terasa realistis, nggak berlebihan, dan seharusnya mudah dinikmati sih. Setidaknya bagiku.

4. Karakterisasi Reuben yang berlapis dan latar belakang emosionalnya kasih kedalaman yang pas, menjauhkannya dari tema klise CEO arogan gitu. Walaupun, vibes CEO ala Wattpad masih berasa, tapi kalau Reza mah nggak apa-apa eheheh.

5. Ada tema kedewasaan dalam cinta. Film ini berani membahas bagaimana luka masa lalu memengaruhi kemampuan seseorang untuk mencintai dan dipercaya.


- Kekurangan:

1. Endingnya terlalu tergesa dan membingungkan gaees. Entah aku yang capek nonton sampai nggak fokus dan kaget sendiri sama ending. Atau memang resolusi hubungan Reuben dan Kiara nggak tuntas dan kurang memuaskan secara emosional.

2. Perkembangan perasaan Kiara kurang digali. Transisi emosinya, terutama rasa cemburu dan perubahan sikap, terasa kurang aja sih.

3. Durasinya kelamaan nggak sih? Bagiku film ini bisa lebih pendek lagi durasinya eheheh.


***


The Most Beautiful Girl in the World adalah film romantis yang kelihatan banget dikerjakan dengan niat dan kualitas tinggi. Film ini menawarkan kisah cinta yang lebih dewasa, reflektif, dan nggak sepenuhnya mengandalkan fantasi manis. 


Akting solid, visual indah, dan dialog cukup hidup bikin ini jadi tontonan yang menyenangkan.

Meski nggak sempurna, film ini tetap layak untuk Pengembara tonton kok, apalagi kalau kamu fansnya Reza Rahadian atau Sheila Dara. So, selamat menonton dan terima kasih sudah mampir ke sini.

Komentar

Popular