Terbaru
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Menanti dengan Hati: Cerpen Drama Romantis
Menanti dengan Hati: Cerpen Drama Romantis
[Cerpen Drama Romantis] Sore itu, sebuah kelompok kecil berkumpul di kafe, ditemani seorang perempuan yang duduk di tengah sambil mendengarkan cerita satu per satu.
Di tengah kafe yang penuh dengan aroma kopi itu, sepuluh orang duduk melingkar, wajah-wajah mereka penuh dengan kesedihan dan kelelahan. Setiap cerita yang disampaikan terasa berat dan menguras emosi, tapu perempuan itu tetap mencoba tenang.
Dengan mata yang penuh perhatian, dia mendengarkan setiap kata dengan seksama, sesekali mengangguk dan memberikan masukan. Kerutan di keningnya menunjukkan betapa dalam dia merenungi setiap cerita, tetapi senyumnya tetap lembut, memberi harapan bagi mereka yang sedang duduk untuk berbagi beban hati.
Tibalah pada lelaki berusia penghujung lima puluh tahunan, dia terhenti sejenak, lalu tersenyum kecil di tengah-tengah kesedihan saat mulai menceritakan sosok terindah dalam hidupnya.
"Baik, Bapak Arya .... Bisa jelaskan lebih rinci dan ceritakan semuanya kepada saya dan juga teman-teman di tempat ini," ucap perempuan yang duduk di tengah sembari mempersilakan Pak Arya berbicara.
Lelaki berkemeja batik, dengan perban di lengan kiri dan beberapa plester luka di wajahnya itu menarik napas dan melanjutkan ucapannya. "Sama seperti kalian yang berkumpul di sini demi alasan yang sama. Saya pun begitu. Dia sosok yang berharga dan harus dikenang."
Pak Arya pun memulai kisahnya dengan tenang.
***
[Cerpen Drama Romantis] Arya muda adalah sosok yang penuh kesabaran dan ketulusan. Sejak kecil dia tumbuh bersama kedua kakak perempuannya, sebab ayah dan ibu sudah berpisah dan memiliki kehidupan masing-masing.
Seiring bertambahnya usia, Arya menemukan kisah unik dalam perjalanan cintanya yang penuh dengan lika-liku. Dicintai oleh kedua kakaknya membuat Arya menjadi sosok penyayang yang akan didambakan setiap orang.
Saat SMA, Arya pada akhirnya mulai mengenal cinta, jauh lebih telat dibandingkan teman-teman seusianya. Sosok gadis yang jadi tambatan hatinya adalah seorang gadis berambut pendek yang cerdas, galak dan sering bersikap kasar kepada Arya.
Meskipun sudah ditolak berkali-kali dengan kata-kata kasar, Arya tetap setia dan sabar menanti. Jalur cinta tak bersambut, Arya memilih jalur persahabatan agar tetap bersama gadis kesukaannya itu, Arya memilih untuk tetap mencintai gadis bernama Anna. Berharap suatu hari nanti gadis itu akan menyadari keberadaan Arya dan mungkin akan merasa kehilangan ketika Arya pergi.
***
Jika ada orang yang bilang, lelaki dan perempuan takkan bisa bersahabat. Mungkin inilah yang mendasari cinta buta dan keinginan Arya, pun begitu kisah mereka terus berlanjut hingga mereka lulus dari sekolah.
Tepat di hari kelulusan SMA, Arya mencoba untuk mengucapkan selamat pada Anna dengan cara yang unik. Sekaligus kembali mengucapkan isi hati yang sudah ditahan selama berbulan-bulan saat berkamuflase sebagai teman. Namun, sekali lagi Arya malah disambut dengan kata-kata kasar dan terkesan hanya dianggap bercanda oleh Anna.
"Kamu itu temanku, akan selalu jadi teman."
Itu kalimat penutup dari Anna yang membuat Arya tak bisa marah. Teman sehidup semati mungkin lebih baik, gerutu Arya sejenak.
Baca juga: SALAM PERPISAHAN: CERPEN NURWAHIDAH BI
Cerpen lainnya: JEJAK MASA LALU: CERPEN NURWAHIDAH BI
[Cerpen Drama Romantis] Akan tetapi, Arya tidak kehilangan kesabaran, bahkan sakit hati pun tidak. Dia terus saja berusaha mendekati Anna, meskipun Anna dengan sadar memberikan syarat-syarat yang menyulitkan Arya.
Setelah lulus dari SMA, Arya memutuskan untuk mendaftar di sebuah universitas yang berbeda dengan gadis pujaan hati. Ini salah satu persyaratan dari Anna jika Arya ingin kembali bersahabat, Anna hanya ingin mereka bertemu sesekali layaknya teman biasa.
Akan tetapi, selama perpisahan itu, Arya terus memikirkan Anna. Sebelumnya terbiasa melihat wajah Anna di sekolah, tapi kini Anna bahkan sulit ditemui. Semua itu membuat Arya menggila, dia bahkan tetap mengirim pesan pada Anna meskipun tidak pernah mendapatkan balasan sama sekali.
***
Sampai pada suatu hari yang cerah, di tengah keramaian kampus yang dipenuhi mahasiswa berlalu-lalang, Arya melihat sosok yang tidak asing. Sejenak, dunia terasa berhenti berputar.
Kebahagiaannya mekar seperti bunga musim semi di film-film, saat menyadari bahwa gadis yang datang adalah Anna. Rambutnya yang kini sudah tumbuh panjang terurai ditiup angin, dan senyumannya yang lembut membuat hati Arya berdebar lebih kencang.
Mengetahui Anna sengaja datang untuk bertemu dengan Arya, lelaki bertubuh pendek tapi berwajah rupawan itu tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.
"Kamu kemana aja, Arya? Kamu nggak datang di acara pernikahan Wita? Sudah beberapa bulan kita nggak ketemu loh." Anna menyerang Arya dengan suara lembut.
"Aku sudah sering SMS kamu kok. Tapi kamunya aja yang nggak pernah balas. Aku nggak cari kamu karena ya ini kan permintaan kamu," jawab Arya sok cool.
"Hape aku rusak, dan anehnya aku baru sadar soal sesuatu di saat hape aku rusak." Anna memberi alasan.
"Apa itu? Sadar apa?"
"Aku jadi kangen SMS dari kamu, lebih tepatnya aku kangen kamu sih."
Mendengar itu, Arya terdiam. Anna pun meminta maaf padanya dan malah menyatakan keinginannya untuk selalu bersama Arya.
"Maksud kamu?"
"Aku mau kita jadian, aku rasa aku serindu itu deh sama kamu dan —"
"Kamu nggak lagi mabok kan?"
"Ya, nggaklah !"
"Ini kamu lagi nembak aku? Beneran?"
"Iya, Arya." Anna mengangguk polos. Arya mendadak lemas.
Itu menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi Arya, momen di mana dia menyadari bahwa kesabaran dan ketulusannya telah membuahkan hasil. Penantian dengan sepenuh hati membawanya pada cerita indah yang tak terlupakan.
Kisah cinta mereka berlanjut hingga akhirnya resmi pacaran dan kemudian menikah muda. Arya dan Anna dikaruniai dua anak perempuan yang cantik dan lucu. Mereka hidup bahagia, dengan Arya yang selalu mengingat bahwa ketulusan hati dan kesabaran adalah kunci untuk bisa memenangkan hati seseorang.
***
"Sampai pada akhirnya ...." Pak Arya menatap wanita di tengah kelompok. "Anak-anak kami tumbuh dewasa dan kecelakaan itu menghentikan waktu serta momen penuh cinta yang terus berdetik di antara kami berdua."
"Dan salah satu putrinya menjadi konsultan jiwa dan terapis untuk kelompok hari ini," sela perempuan berusia 32 tahun yang wajahnya sangat mirip dengan istri Pak Arya.
"Semoga tenang istriku tersayang, maaf karena tidak bisa menua bersamamu lebih lama," ungkapan Pak Arya itu membuat seluruh orang dalam kelompok tertunduk.
Seketika, semuanya menangis karena teringat keluarga masing-masing. Perempuan di tengah kelompok memilih segera membubarkan pertemuan mereka hari itu dan meminta semuanya untuk tetap tegar atas apa yang sudah terjadi. Pertemuan minggu depan dijadwalkan di kafe yang berbeda agar suasana yang beragam bisa membantu para korban selamat dan keluarganya tetap semangat.
***
[Cerpen Drama Romantis] Tiga bulan lalu, Pak Arya dan istrinya pergi berlibur untuk merayakan 35 tahun pernikahan mereka. Dengan bus yang diisi oleh penumpang rata-rata seusia mereka, semuanya sedang pergi berlibur.
Sayangnya, malang tak dapat ditolak, bukannya menghabiskan waktu penuh cinta dan berakhir di pantai tujuan. Semuanya malah berakhir masuk rumah sakit karena kecelakaan bus.
Dari 18 penumpang ada 10 yang selamat, sayangnya istri Pak Arya tewas dalam kecelakaan itu dan mengakibatkan luka serta trauma mendalam kepada Pak Arya. Wanita yang dicintainya seumur hidup meninggal dengan cara yang paling menyedihkan dan tak pernah terpikirkan sebelumnya.
Lukanya sangat mengguncang dan kejadian itu membuat trauma, bahkan anak-anak kesulitan berkomunikasi dengan Pak Arya. Demi kesehatan mental sang ayah, Indah dan Cantika, anak-anaknya membuat Pak Arya bergabung dalam grup terapis psikologi yang dibuat oleh klinik psikologi tempat Indah bekerja.
Pak Arya bersama 5 korban selamat dan beberapa anggota keluarga korban yang meninggal akhirnya saling berbagi di tempat ini.
Indah sang putri, sengaja membuat mereka pergi ke tempat-tempat berbeda, untuk membuat mereka merilis atau melepaskan rasa trauma akibat bepergian. Indah sendiri dengan berani menerima tantangan menjadi terapis ayahnya, karena ingin melihat langsung kesembuhan Pak Arya.
***
Setelah terapi hari itu selesai, Pak Arya dan Indah berjalan keluar kafe bersama-sama sambil bergandengan tangan.
"Indah tidak menyangka kalau bapak sebegitunya mencintai ibu."
"Pada akhirnya, bapak menjadi satu-satunya orang yang dicintai ibumu sebelum kecelakaan itu terjadi. Jadi, cinta bapak bukan sebegitunya .... Tapi, sangat-sangat luas dan banyak." Pak Arya melirik Indah dengan kesal.
"Iya-iya .... Bapak nggak apa-apa kan sekarang? Sudah lebih baik?" Indah merangkul Pak Arya untuk memastikan sesuatu.
"Kamu bagaimana? Apa nggak apa-apa, menjadi konsultan dan terapis jiwa untuk korban selamat?" Pak Arya malah balik bertanya.
"Nggak apa-apa kok, Indah juga jadi bisa ikut menguatkan hati bersama bapak dan yang lainnya. Biar nggak sedih berlarut-larut. Juga, Indah ...."
"Kamu apa?"
"Indah bisa mendengar cerita cinta bapak dan ibu langsung dari mulut bapak. Selama ini, cuma ibu yang terus bercerita kalau bapak selalu mengejar ibu sepanjang hidup." Indah tertawa.
Pak Arya pun ikut tertawa, sampai akhirnya terdiam dan berhenti sambil menatap sesuatu.
"Ibu kalian merawat dan membesarkan kalian dengan sangat baik, itu juga cinta" pujinya sambil menunjuk gadis di ujung gang yang sedang menunggu dengan gusar.
Indah tertawa melihat adiknya Cantika, lalu melambaikan tangan pada gadis berambut pendek itu. Cantika bergegas menghampiri mereka dan meminta keduanya naik ke mobil yang diparkir di ujung gang.
***
Pak Arya menatap kedua putrinya dengan mata berkaca-kaca. "Ingat ya anak-anakku, cinta sejati itu tidak pernah hilang, meskipun orang yang kita cintai sudah tiada. Bapak tidak kecewa karena kalian belum menikah kok."
"Apaan sih, Bapak!" Cantika tertawa sembari memukul lengan Pak Arya dengan lembut.
Indah dan Cantika kemudian tersenyum, menggenggam tangan ayah mereka dengan erat. "Kita berdua akan selalu mengenang ibu dan cinta yang kalian berdua miliki," bisik Indah lembut.
"Dan Cantika akan selalu bersama Bapak sampai jodoh menjemput."
Mereka berjalan bersama menuju mobil, Pak Arya merasa beban di hatinya sedikit lebih ringan. Penantian barunya dimulai kembali, penantian menuju keabadian agar kelak bertemu istri tercinta.
TAMAT
Gorontalo, 20 Juni 2024
Sekian cerpen drama romantis hari ini, maaf kalau jelek, ini tulisan lama eheheh dan terima kasih sudah baca.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Popular
Genie, Make a Wish (2025): Suzy dan Kim Woo Bin Reunian
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Review Drachin How Dare You!? (2026): Kaisar dan Permaisuri Gen Z
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Twelve (2025): Review Drakor Fantasi yang Biasa Aja
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar