Genie, Make a Wish (2025): Suzy dan Kim Woo Bin Reunian
Genie, Make a Wish (2025): Suzy dan Kim Woo Bin Reunian
Nggak ada kata terlambat untuk bikin ulasan soal drama Korea Genie, Make a Wish yang hadir sebagai tontonan fantasi-romantis.
Menggabungkan unsur jin, manusia, malaikat, reinkarnasi, serta kisah cinta lintas kehidupan, drama ini terasa seperti dongeng patah yang dipenuhi kekacauan, tapi justru itulah daya tariknya.
Dibintangi oleh Kim Woo Bin dan Bae Suzy lagi setelah dulu dipertemukan di drama Uncontrollably Fond. Alih-alih menjual nostalgia semata, Genie, Make a Wish membangun dunia baru yang jauh lebih gelap, absurd, sekaligus menyentuh.
Hasilnya? Sebuah drama yang nggak sempurna, tapi menyimpan emosi yang tulus dan chemistry yang sulit diabaikan.
***
Info Drama
Judul: Genie, Make a Wish
Genre: Comedy, Romance, Fantasy
Jumlah Episode: 13
Sutradara: Lee Byung Hun, Ahn Gil Ho
Penulis Naskah: Kim Eun Sook
Pemain: Kim Woo Bin, Bae Suzy, Ahn Eun Jin, Steve Sanghyun Noh, Go Kyu Phil, Lee Zoo Young, Kim Mi Kyeong
Tayang: 3 Oktober 2025, Netflix
Durasi: 60 menit
Rating Usia: 15+
***
Sinopsis Drakor Genie, Make a Wish:
Ki Ga Young adalah seorang perempuan muda yang dianggap tidak memiliki emosi dan didiagnosis sebagai psikopat fungsional. Hidupnya dingin, teratur, dan sunyi. Hingga suatu hari dia bertemu dengan Iblis, sosok jin berusia ribuan tahun yang muncul dalam hidupnya bukan untuk mengabulkan harapan, melainkan mengacaukan segalanya.
Iblis adalah sosok jin licik, sarkastik, dan sinis terhadap manusia. Dia percaya bahwa manusia pada dasarnya rakus dan korup. Melalui sistem tiga permintaan, Ki Ga Young dan Iblis terikat dalam hubungan aneh yang perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih rumit, berbau cinta, kehilangan, dan pengorbanan lintas kehidupan.
Di balik kisah mereka, tersimpan konflik besar antara dunia jin, malaikat, dan manusia, serta rahasia masa lalu yang berulang melalui reinkarnasi dan takdir yang terus berputar.
***
Rating 8/10 untuk drama yang rasanya segar di tahun 2025, juga mengundang kontroversi secara bersamaan.
Saat menonton reaksiku kira-kira begini:
45% ketawa
30% nyinyir
15% menikmati eksekusi cerita
7% kesal
3% skip adegan kosong
Baca juga: ESAI: APAKAH INTROVERT DAN EKSTROVERT BISA BERSAHABAT?
Review lainnya: THE SOUND OF A FLOWER (2015): REVIEW FILM BAE SUZY
Review Drama Korea Genie, Make a Wish:
1. Awal yang Kuat, dan Menjanjikan
Tiga episode awal Genie, Make a Wish terasa solid banget di mataku. Pacing-nya rapi, konflik jelas, dan chemistry antara Ga Young dan Iblis langsung menyala.
Dinamika enemies to lovers mereka terasa segar, karena Ga Young adalah manusia dingin, sarkastik, dan sering kali brutal secara verbal maupun fisik, sementara Iblis justru kebingungan dan kadang menikmati setiap perlawanan dan tingkahnya Ga Young.
Drama ini pintar menyeimbangkan humor absurd dengan tema eksistensial soal hidup, kematian, pilihan, dan makna cinta. Ga Young yang belajar emosi secara rasional terasa tragis sekaligus mengharukan, terutama dalam hubungannya dengan sang nenek, Oh Pan Geum yang diperankan oleh Kim Mi Kyeong dan Ahn Eun Jin.
2. Tema: Keserakahan, Pilihan, dan Penebusan
Setiap karakter yang dapat permintaan menunjukkan wajah manusia yang berbeda-beda. Ada yang hancur oleh keserakahan, ada yang menyesal, dan ada pula yang akhirnya sadar kalau mereka sebenarnya sudah cukup bahagia sebelumnya.
Pesan moralnya cukup jelas, yaitu keinginan nggak selalu membawa kebahagiaan, tetapi cinta bisa mengubah arah hidup. Ga Young jadi representasi paling kuat dari pesan ini. Dia nggak sembuh begitu saja secara instan, tapi memilih untuk terus belajar menjadi manusia yang lebih baik pada akhirnya, meskipun itu demi neneknya atau demi dirinya sendiri.
Meskipun romansa Kim Woo Bin dan Suzy, cukup kuat, begitu pun chemistry mereka. Hubungan Ga Young dengan nenek Pan Geum adalah jantung emosional dari cerita. Pan Geum menerima cucunya tanpa syarat, bahkan ketika dunia menolaknya. Ketika Pan Geum diremajakan dan mendengar kebencian warga desa terhadap Ga Young, tragedinya terasa nyata dan menyakitkan.
Keputusan Pan Geum untuk mempercayai Iblis bukan karena dia itu jin, tetapi karena dia tahu Iblis bisa mencintai Ga Young tanpa syarat. Lingkaran ini ditutup dengan indah di akhir cerita, walau sempat ada momen menyakitkan huhu ....
3. Porsi dan Peran Karakter
* Ki Ga Young (Bae Suzy): Tokoh utama dengan porsi paling dominan. Karakternya kompleks, dingin, tapi perlahan-lahan retak. Semacam percampuran psikopat ringan dan sosiopat gitulah. Perjalanannya bukan tentang menjadi normal, tapi tentang menerima dirinya sendiri.
* Iblis (Kim Woo Bin): Jin lampu yang jadi pusat konflik moral. Dari sosok sinis menjadi makhluk yang memahami nilai hidup manusia. Transformasinya terasa emosional dan cukup konsisten kok.
* Oh Pan Geum atau Mi Ju: Representasi cinta tanpa syarat. Karakter ini menjadi jangkar emosi drama dan alasan mengapa Ga Young tetap bertahan hidup, di tengah-tengah society yang selalu menghakiminya.
* Min Ji: Satu-satunya sahabat manusia Ga Young yang menjadi simbol pengorbanan. Juga jadi bukti, kalau Ga Young bisa berteman jika ketemu manusia baik. Permintaan terakhirnya adalah salah satu momen paling pahit dan manis.
* Ejllael: Malaikat ambigu yang karismatik. Konfliknya dengan Iblis mengingatkan pada kisah klasik malaikat jatuh, meski eksekusinya agak berlebihan banget sih.
4. Kelebihan dan Kekurangan:
Kelebihan
1. Chemistry Kim Woo Bin & Suzy sangat kuat. Natural, emosional, dan penuh ketegangan romantis.
2. Tema emosional yang dalam tentang kehilangan, cinta, dan pilihan hidup.
3. Visual dan sinematografi memanjakan mata. Desa, Dubai, cherry blossom, dan adegan langit malam beneran sangat indah.
4. OST kuat dan menyatu dengan cerita.
5. Para karakter perempuan ditulis dengan lapisan emosi yang cukup realistis dan beragam.
6. Kocak. Ini sebenarnya drama yang kocak banget, karena di setiap episode aku dibuat ngakak, beneran ketawa sampai sakit tenggorokan. Meskipun ada momen aku nggak mau ketawa, karena merasa aneh aja. Seandainya tanpa agenda dan latar cerita, ini bisa menghibur banget macam Work Later, Drink Now.
Kekurangan
1. Tema terlalu padat dan membingungkan. Ada jin, malaikat, dewa, shapeshifter. Pokoknya terlalu banyak dalam satu waktu.
2. Logika permintaan nggak konsisten. Aturan lupa-ingat sering berubah sesuai kebutuhan plot.
3. Beberapa subplot terasa bertele-tele. Seperti biasa, bukan Netflix namanya kalau nggak menyelipkan agenda lagibatuq. Sejak sahabat Ga Young muncul aku udah nggak nyaman, sama caranya bicara dan bersikap. Si kepala desa, juga bisa-bisanya langsung mempertanyakan orientasinya sendiri cuma gara-gara disapa pakai hidung sama si jin.
4. CGI pertarungan kurang rapi dan entah kenapa terasa aneh di beberapa adegan klimaks.
5. Entah kenapa, dari episode 9-13, beberapa adegan terasa patah-patah. Tingkat chemistry Suzy dan Kim Woo Bin cukup bagus, tapi aku tetap tidak bisa terima ada manusia yang suka Iblis maupun sebaliknya.
5. Kontroversi Genie, Make a Wish:
Terlepas dari bertaburnya bintang, termasuk munculnya Song Hye Kyo sebagai guest. Drama ini nggak bisa lepas dari kontroversi begitu saja.
Penggunaan nama Iblis menjadi sorotan besar, terutama bagi penonton Muslim. Dalam Islam, Iblis adalah sosok yang jelas dan memiliki makna teologis kuat. Penggunaan nama ini untuk karakter jin romantis tentu saja dianggap oleh sebagian pihak sebagai hal yang nggak sensitif.
Drama ini memang nggak secara eksplisit menyebut tokohnya sebagai Satan. Bagi penonton sensitif terhadap isu religius, riset dan kesiapan mental sangat disarankan sebelum menonton ya.
Aku sangat nggak suka dengan penggambaran malaikat dan jin di sini, why? Walau digambarkan sesuai apa yang kita tahu, ada kesan meromantisasi si jin dan bikin malaikat jadi terlihat kurang baik. Well, trope ini dipakai di drakot Angel Last Mission juga, tapi cerita keduanya kan sama-sama malaikat tuh, jadi cukup seimbang. Apalagi di drama Genie ini memakai nama Iblis dan Izrail. Aku merinding banget pas Ga Young maki-maki Syaiton/Iblis, berasa lagi nantangin yang asli.
Padahal bisa pakai nama lain kan, kenapa harus kedua nama itu sih? Kesannya malah malas dari sisi penulisan naskah alias lazy writing, karena seolah nggak berusaha mencari nama fiksi lain.
Aku nggak peduli karakter si jin mau dibikin sebobrok dan sekonyol apa, tapi jangan bawa-bawa nama malaikat dan malah digambarkan jadi aneh begitu. Mem-framing malaikat jadi jahat itu agak di luar nalar sih wkwkwk.
Sebenarnya saat intro episode satu, dan narasi-narasi acak di beberapa episode setelahnya. Aku paham bahwa drama ini mencampur sejarah dari Islam yang dikombinasikan dengan malaikat pencabut nyawa yang biasa muncul di film horor kartun Amerika dan reinkarnasi dari kepercayaan orang Korea.
Jujur, aku ke-trigger. Tapi teringat kalau cerita ini memang mengambil adaptasi dari Aladin yang mana berasal dari Timteng. Entah versi dongeng, adaptasi Disney sampai live action ya kita tahu sendiri macam apalah itu ceritanya.
Aku yakin banget, drama ini memang pakai beberapa narasi yang mengarah ke agama Islam, tapi yang kutangkap, KES yang entah mabok apa pas nulis ini, tanpa sengaja justru menegaskan kalau; "Ya, tugas Iblis dan para pengikutnya tuh menggoda dan menyesatkan manusia." Ini kelihatan banget dari konsekuensi bersekutu dengan jin di ending dan nasib Ga Young.
Ini kalau dari kacamataku ya, tapi kalau di mata orang Korea, bisa jadi mereka malah bakal penasaran dan bakal coba membandingkan beberapa hal dan tanpa sadar mungkin satu dua orang bakal belajar soal Islam.
***
Ya, aku cukup puas sama endingnya. Meskipun sempat bingung mau nangis atau nggak saat ending. Aku memutuskan menertawakan hasil penyesatan si jin aja. Ya, biasanya di drakor fantasi lain, yang makhluk gaib menjadi manusia, ini kebalikan. Makanya aku suka sama endingnya, toh balik lagi ini fantasi, soal selera.
Aku sendiri nggak mau merekomendasikan drama ini. Tapi, kalau Pengembara nggak terganggu sama nama yang merujuk ke agama Islam, sedang butuh ketawa dan mau melihat jin dinistakan sama psikopat, yowes, silakan nonton. Tapi satu hal yang harus diketahui, dari awal drama ini beneran nggak masuk di akal karena terlalu gado-gado (inkonsistensi cara KES mengadaptasi Islam dengan elemen Korea/Amerika.)
Terima kasih sudah mampir, aku mau lihat tanggapan Pengembara di kolom komentar ya~~
Mungkin Anda sukai: Review Squid Game All Season


Komentar
Posting Komentar