Terbaru

Spirit Fingers (2025): Review Drakor Klub Menggambar

Spirit Fingers (2025): Review Drakor Klub Menggambar

review-drakor-spirit-fingers.01.jpg


Akhirnya, aku berkesempatan review drama Spirit Fingers. Awalnya sempat mikir, "Ah, paling ini drama remaja biasa." Tapi akhirnya oleng juga, gegara banyak klip momen lucu di beberapa episode awal. 

Pada akhirnya, aku memutuskan untuk nonton ongoing dan ternyata hasilnya... uuh, wow! Menarik banget.

Drama ringan ini punya visual cerah, nuansa artsy, dan premis tentang seni sebagai medium penyembuhan diri. Adaptasi dari webtoon populer dengan judul yang sama, drama ini menjanjikan kisah yang hangat, penuh warna, dan sarat pesan kehidupan. 

Ayo kita bahas drama ini bersama-bersama, apalagi bagi kamu yang mencari rekomendasi drakor sekolah 2025 yang ringan, Spirit Fingers bisa jadi pilihan utama.


***


Info Drama

Judul: Spirit Fingers 

Genre: Comedy, Romance, Youth

Jumlah Episode: 12

Sutradara: Lee Chul Ha

Penulis Naskah: Kwon Yi Ji, Han Kyung-Chal (webcomic)

Pemain: Park Ji Hu, Jo Joon Young, Choi Bo Min, Park Yoo Na, Kwon So Hyun, Kim Seul Gi, Lee Jin Hyuk, Lim Chul Soo, Cha Woo Min

Tayang: 29 Oktober 2025 - 26 November 2025, TVING

Durasi: 55 menit

Rating Usia: 13+


***


Sinopsis Drama Korea Spirit Fingers:

Song Woo Yeon adalah seorang siswi SMA yang merasa dirinya sangat biasa saja, kikuk, dan menjalani hidup membosankan tanpa warna. Dia juga pendiam, kurang percaya diri, dan hidup di bawah bayang-bayang ekspektasi orang tua, terutama ibunya. 

Sejak kecil, Woo Yeon terbiasa menekan perasaan dan keinginannya sendiri demi memenuhi standar anak baik yang ditentukan orang lain.

Hidupnya mulai berubah saat dia secara tidak sengaja bergabung dengan sebuah komunitas seni bernama Spirit Fingers, sebuah klub menggambar unik yang berisi berbagai orang dengan kepribadian serta latar belakang yang beragam. 

Di sana, Woo Yeon juga bertemu Kim Gi Jeong, siswa populer dengan kepribadian nyentrik, percaya diri, dan penuh warna. Gi Jeong sosok yang sangat bertolak belakang dengan Woo Yeon.

Melalui seni, pertemanan, konflik, dan hubungan romantis yang perlahan tumbuh, Woo Yeon mulai belajar mengenali dirinya sendiri. Dia belajar kalau setiap orang memiliki warna masing-masing, bahwa rasa takut dan luka bukanlah kelemahan, dan bahwa menjadi dewasa berarti berani bersuara, bukan hanya diam dan bertahan.


***


Rating 9/10 untuk Spirit Fingers. Drama yang sepanjang aku menontonnya benar-benar terhibur banget, walau ada kurangnya juga eheheh.

Rasanya sudah lama nggak nonton drama sekolahan dan dibawa ngakak, rasanya beneran menyenangkan pas ditonton.


Baca juga: REVIEW UNDERCOVER HIGH SCHOOL (2025) | SEO KANG JOON JADI AGEN RAHASIA

Review lainnya: HEAD OVER HEELS (2025): DUKUN MUDA PENYELAMAT NYAWA | REVIEW DRAMA KOREA


Review Lengkap Drama Korea Spirit Fingers:

1. Secara Cerita dan Plot

Sesuai sinopsisnya, drama ini berpusat pada Song Woo Yeon, siswi SMA yang hidupnya hanya seputar sekolah, les, dan pulang. Dia merasa kikuk, kaku, dan jauh dari kata gaul. 

Hidupnya beneran didikte oleh sang ibu yang selalu membandingkannya dengan kakak dan adiknya yang dianggap lebih berprestasi. Saking tertekannya, Woo Yeon sampai menciptakan teman khayalan yaitu sosok versi dirinya yang lebih cantik, modis, dan berani bicara, sebagai tempat curhat tiap malam.

Titik balik hidupnya dimulai saat seorang lelaki ganteng menyapa dan memintanya menjadi model menggambar selama 3 menit. Meski posenya tuh canggung, momen itu justru jadi pintu masuk Woo Yeon ke dunia baru. Ternyata, lelaki tersebut adalah anggota Spirit Fingers, sebuah klub menggambar yang sangat asyik.

Di geng ini, setiap anggota punya signature style dan nama panggilan unik berdasarkan warna favorit mereka, seperti Pink Finger, Blue Finger, hingga Black Finger. Untuk pertama kalinya, Woo Yeon merasa diterima apa adanya tanpa dihakimi. Sekecil apa pun kemampuan dia, mereka akan sangat menghargainya. Hal inilah yang memicu Woo Yeon untuk mulai membuka diri dan resmi bergabung dengan nama Baby Blue Finger.

Dia pun tertantang untuk membuktikan kepada ibunya kalau dia punya bakat yang bisa dibanggakan dengan caranya sendiri. Semangatnya makin terpantik saat tahu bahwa Nam Gi Jeong, si cowok yang pernah nyelamatin dia dari bully ternyata adalah Red Finger di klub tersebut. 

Nah, love-hate relationship mereka inilah yang bikin drama jadi seru banget! Perpaduan antara bucin, canggung, jengkel, tapi saling rindu yang digambarkan sangat khas anak SMA. 

Intinya, drama ini menyoroti perjuangan Woo Yeon yang lelah dibanding-bandingkan dan harus menghadapi orang tua yang hobi gaslighting. Melalui Spirit Fingers, dia belajar mengatasi rasa grogi, mengenal cinta, dan menemukan rumah pada orang-orang yang tulus.

Gagasan kalau setiap orang punya warna unik dan nggak perlu dibandingkan dengan orang lain adalah pesan yang sangat relevan dan lumaya berhasil menyentuh hatiku.

review-drakor-spirit-fingers.02.jpg


2. Tentang Ritme dan Karakter Utama

Drama ini mengalami masalah ritme yang cukup terasa. Di awal, ceritanya cenderung kekanak-kanakan dengan humor ringan dan konflik yang terasa sepele. Dan mungkin bagi yang pengin hiburan bakalan terhibur banget, tapi buat yang mumet akan merasa agak membosankan ehehhe.

Di pertengahan, cerita mulai menemukan pijakan emosionalnya. Kayak konflik keluarga Woo Yeon, dinamika Spirit Fingers, masalah second couple, serta hubungan yang semakin kompleks antar karakter.

Sayangnya, menjelang akhir, alur memang terasa buru-buru. Banyak konflik emosional besar yang seharusnya mendapat ruang untuk bernapas justru ditumpuk dalam satu episode terakhir. Akibatnya, konflik terasa seperti disapu bersih tanpa proses yang meyakinkan.

Terlebih, meski berpusat pada karakter utama wanita, penggambaran Woo Yeon sebagai tokoh utama ini agak bikin hati campur aduk sih. Meskipun narasinya adalah tentang pertumbuhan dan keberanian menemukan suara, Woo Yeon sering kali justru terasa terlalu pasif. Padahal akting Park Ji Hu nggak buruk sih, apalagi pas akting jadi si teman khayalan, dia all out banget. 

Nah, dalam hubungan romantis, dia hampir nggak pernah ambil inisiatif emosional. Sebagian besar beban hubungan, mulai dari mendekat, meminta maaf, memperbaiki konflik semua jatuh ke Gi Jeong. Hal ini bikin dinamika relasi agak timpang.

Alih-alih melihat perkembangan karakter, aku memang sempat merasa Woo Yeon diseret terus-terusan menuju akhir bahagia tanpa benar-benar mengambil peran aktif dalam memperjuangkan dirinya sendiri. Kecuali bagian keluarganya ya, ini poin utama yang bagus banget.


3. Kekuatan pada Karakter Pendukung dan Dunia Spirit Fingers

Di sisi lain, kekuatan terbesar drama ini justru terletak pada komunitas Spirit Fingers itu sendiri. Karakter-karakter dewasa seperti Pink, Black, Brown, dan Khaki Fingers memberikan kontras yang indah antara dunia remaja dan dewasa.

Mereka nggak menggurui, nggak memaksa, dan nggak sok bijak. Mereka membiarkan anak-anak muda membuat kesalahan, belajar, dan tumbuh dengan caranya sendiri. Pendekatan ini realistis dan hangat banget, jadi pengin gabung ke Spirit Fingers yang isinya green flag semua itu eheheh.

Drama ini juga patut diapresiasi karena berani menampilkan karakter dengan banyak kekurangan. Hampir semua tokoh punya sifat menjengkelkan, egois, ragu-ragu, atau terlalu impulsif dan justru di situlah sisi manusianya terasa nyata.

Apalagi couple sampingan, semuanya bikin baper dan jadi bikin drama ini makin seru untuk diikuti eheheh.

review-drakor-spirit-fingers.03.jpg


Kelebihan dan Kekurangan Drama Spirit Fingers:

Kelebihan:

1. Pesan kehidupan yang kuat tentang kepercayaan diri, komunikasi, seni sebagai ekspresi, dan pentingnya didengar.

2. Nuansa artsy, blooming cakep gitu. Manis banget. Ditambah visual, kostum, dan set terasa hidup dan sesuai dengan dunia webtoon.

3. Karakter pendukung yang beneran menarik, terutama anggota Spirit Fingers dewasa yang hangat dan membumi. Aku pengin tahu semua tentang mereka, selama menonton.

4. Akting Cho Jun Young yang mengesankan dan berhasil membuat karakter Gi Jeong terasa hidup, manusiawi, emosional, kocak dan random banget.

5. Banyak banget momen yang terasa dekat dengan realita remaja masa kini.

6. Humornya masuk banget di aku, jadi tentu saja sangat-sangat menghibur.

7. OST-nya enak loh, bahkan ada lagu yang dinyanyikan sama 4 cast utama. Coba cari sendiri ya eheheh.


Kekurangan

1. Terlalu lambat di akhir dan terlalu padat di episode penutupnya.

2. Female lead kurang berkembang, tapi bukan berarti jelek ya. Perubahan karakter Woo Yeon terasa kurang kuat dan nggak konsisten aja.


***


So, gaeees. Spirit Fingers ini drama dengan pesan yang indah, dan dunia cerita yang penuh warna. Dia berhasil menyampaikan banyak pelajaran penting tentang kehidupan, terutama bagi remaja yang sedang mencari jati diri. 

Meskipun ada beberapa hal yang bikin drama ini terasa kurang memuaskan. Tapi, nggak apa-apa, aku suka kok. Setidaknya endingnya bahagia eheheh. Pokoknya, terima kasih sudah baca ulasan ini. Kamu harus cepetan nonton ya~~

Kalau ada yang tanya Spirit Fingers kapan tayang? Drama ini sudah rilis sejak Oktober 2025 kok.


review-drakor-spirit-fingers.04.jpg


Komentar

Popular