Langsung ke konten utama

Terbaru

Review Berantai: Wednesday S1 vs S2, Siapa Juaranya?

Review Berantai: Wednesday S1 vs S2, Siapa Juaranya? Jangan heran aku bahas Wednesday lagi, setelah bikin ulasan dua season sebelumnya. Soalnya, dunia televisi digital memang sempat gempar sewaktu Netflix merilis Wednesday pada tahun 2022.  Kolaborasi antara visi estetika Tim Burton dan karakter ikonik Addams Family menciptakan badai budaya pop yang susah terelakkan. Namun, sebagaimana pepatah mengatakan bahwa mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan, season 2 hadir dengan beban ekspektasi.  Sayangnya, setelah baca beberapa ulasan lain di internet aku menemukan bahwa bagi banyak penggemar setia, transisi dari season pertama ke season kedua terasa seperti jatuh dari tebing curam. Artikel ini aku bikin untuk membedah secara mendalam mengapa season 1 lebih disukai, sementara season 2 dapat banyak kritikan. Aku sendiri sudah bahas season 1 dan season 2, kamu bisa baca dengan klik di sini dan di sini ya .... *** Season 1: Keajaiban Visi Tim Burton Season pertama Wednesday ...

Head Over Heels (2025): Dukun Muda Penyelamat Nyawa | Review Drama Korea

Head Over Heels (2025): Dukun Muda Penyelamat Nyawa | Review Drama Korea


Head Over Heels adalah drama yang cukup segar, lucu, romantis, ada sentuhan horor dan penuh potensi. Chemistry dua tokoh utamanya bikin hati melting, konsep shaman alias dukun dan takdir dibuat ringan tapi tetap menantang, dan perjalanan cinta mereka benar-benar manis untuk diikuti.

Drama yang menyenangkan, menghibur, dan penuh momen adorable ini apakah termasuk “wajib tonton”? Nah, itu yang akan kita bahas di review kali ini.


***


Info Drama

Judul: Head Over Heels

Genre: Romance, Drama, Fantasy, Supernatural

Jumlah Episode: 12

Sutradara: Kim Yong Wan

Penulis Naskah: Yang Ji Hun

Pemain: Cho Yi Hyun, Choo Young Woo, Cha Kang Yoon, Choo Ja Hyun, Kim Mi Kyung, Kim Min Ju

Tayang: 23 Juni 2025 - 29 Juli 2025, tvN

Durasi: 1 Jam 10 Menit

Rating Usia: 14+


***


Sinopsis Drama Korea Head Over Heels:

Di siang hari, Park Seong A adalah siswi SMA biasa yang harus menyeimbangkan kehidupan remaja, perasaan cintanya, dan kemampuan supranatural yang sering kali membahayakan dirinya.

Saat pulang sekolah dia bertransformasi menjadi Peri Cheon Ji (Fairy Cheon Ji), seorang dukun terkenal yang sibuk melayani klien yang ingin mengetahui masa depan, nasib, atau penyakit mereka dan dia selalu menutupi sebagian wajahnya untuk menyembunyikan identitas.

Suatu malam, Bae Gyeon U datang berkunjung bersama neneknya. Seong A langsung jatuh hati pada pandangan pertama, tetapi dia juga melihat takdir mengerikan tentang Bae Gyeon U seorang siswa yang terkenal sebagai “anak sial” dan memiliki nasib buruk ekstrem, akan ditakdirkan meninggal dalam waktu dekat.

Takdir mempertemukan mereka kembali keesokan harinya, ketika Bae Gyeon U pindah ke sekolah dan kelas Seong A. Tidak bisa tinggal diam, Seong A memutuskan untuk menggunakan kekuatan supranaturalnya untuk mengubah takdir Bae Gyeon U dan menyelamatkan hidupnya.

Sayangnya, Gyeon U sangat membenci shaman, dan dia sendiri tidak tahu bahwa Seong A sedang berjuang menyelamatkan nyawanya dari bahaya besar.


***


Rating 9/10 untuk drama Korea yang diadaptasi dari webtoon "Gyeonuwa Seonnyeo" (견우와 선녀) oleh An Su Min (안수민).


Baca juga: REVIEW DRAMA KOREA WHEN THE STARS GOSSIP (2025) | DRAMA TERBARU LEE MIN HO

Review lainnya: THE HAUNTED PALACE (2025) | REVIEW DRAKOR YOOK SUNG JAE DAN BO NA WJSN


Review Drama Korea Head Over Heels:

1. Ringan, Romantis, dan Punya Identitas

Awal drama berfokus pada hubungan Seong A dan Gyeon U. Mulai dari momen-momen canggung, perlahan dekat, lalu tumbuh jadi cinta yang hangat. Namun semuanya berubah ketika Bong Su: roh jahat yang merasuki tubuh Gyeon U, masuk ke alur cerita dan mengambil porsi yang jauh lebih besar dari yang seharusnya. 

Sejak saat itu perjalanan romance mereka jadi penuh konflik, terpecah, dan sempat kehilangan arah.

Aku jelasin pelan-pelan ya. Episode 1–4 benar-benar luar bisa, bikin nyaman dan seru.

Karakternya relatable, humornya pas, dan perjalanan cinta Seong A dan Gyeon U terasa natural banget. Yang paling menyenangkan adalah bagaimana Gyeon U tidak tiba-tiba suka; dia perlahan luluh oleh kebaikan, ketulusan, dan cara Seong A merawatnya tanpa memaksa apa pun.

Konsep “menyelamatkan orang yang ditakdirkan mati muda” dibuat fun, bukan gelap. Ini bikin drama seperti kombinasi romcom dan light fantasy yang nyaman ditonton walau ada sedikit sentuhan horor dan fantasi (ini seperti pelengkap pekerjaan Seong A aja sebagai dukun)


2. Chemistry Dua Tokoh Utama adalah Jantung Drama Ini

Bagian terbaik drama ini selain ide cerita adalah chemistry Cho-Chuu couple.

Adegan-adegan kecil seperti, Seong A yang diam-diam melindungi Gyeon U dari roh, Gyeon U yang mulai percaya padanya pelan-pelan. Cemburu yang tidak heboh tapi terasa, sampai ekspresi kecil Gyeon U yang mulai lembut ke Seong A atau bahkan saat Bong Su merasuk sekalipun.

Pokoknya manis banget interaksi mereka, bahkan lucu juga. Chemistry anak sekolahan yang tumpah-ruah.


3. Tentang Bong Su

Karakter Bong Su sebenarnya menarik dan tragis. Backstory-nya menyentuh, dan akting pemeran Bong Su asli maupun versi merasuki Gyeon U dan Seong A pun luar biasa. Aku nangis banget sama nasib Bong Su.

Masalahnya? Ada terlalu banyak porsi. Sejak Bong Su muncul, drama berubah dari romcom shaman + survival romance menjadi drama angst penuh perebutan tubuh, trauma, dan thriller supernatural kental. Gyeon U pun makin sedikit muncul dan masalah nasib buruknya seakan dilupakan begitu saja.

Hasilnya, alur terasa patah, dua genre bersatu tapi tidak terasa menyatu dan romansa sempat kehilangan fondasi. Padahal poin drama ini jelas-jelas soal kisah cinta dua remaja dengan takdir berat.


4. Episode Akhir yang Tergesa-gesa

Entah aku aja yang merasa, atau memang masuk dua episode terakhir, drama terasa seperti pengin cepat selesai, perkembangan emosi melompat-lompat, menutup konflik hanya dengan time-skip panjang dan perbaikan hubungan couple utama tanpa benar-benar membangun ulang fondasinya

Ending sebenarnya cukup indah sih, tapi kurang panjang dan dalam aja wkwkwkwk. 


5. Akting Pemain dan Tema Cerita

Untuk genre ringan, akting para pemain sebenarnya cukup oke. Cho Yi Hyun lovable, cute, dan cocok banget memerankan shaman muda.

Choo Young Woo stabil, ekspresif dalam diam dan luar biasa, terutama saat switching personality antara Gyeon Woo dan Bong Su.

Jangan lupakan, akting para sahabat yang bagus-bagus banget juga ya.

Secara keseluruhan, drama ini punya tema menarik tentang takdir, nasib buruk, trauma, cinta pertama dan hubungan manusia dan roh.

Sayangnya, eksekusi setengah jalan. Ketika tema shaman sedang kuat, tiba-tiba fokus pindah ke thriller. Ketika thriller sedang naik, romcom terlupakan. Ketika romansa kembali, drama sudah terasa kacau.

Namun, begitu entah kenapa aku nggak begitu mempermasalahkannya karena akting dan chemistry memang menghibur. Oh ya, kekonyolan dan kelucuan drama ini juga seru banget ehehehe.


***


So, Head Over Heels jadi drama yang berpotensi jadi hidden gem. Namun konsep besar, karakter baru, dan perubahan arah naskah membuat drama ini sempat kehilangan keseimbangan dan agak 'sedikit' menimbulkan kebosanan, sebelum akhirnya kembali ke keseruan.

Sebagai tontonan ringan, ini oke, fun dan menghibur banget kok. Terima kasih sudah mampir, selamat menonton dan jangan lupa komen ya, Pengembara~

Komentar

Popular