Terbaru
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Isabella dan Penyihir Kata | Dongeng Gratis
Isabella dan Penyihir Kata | Dongeng Gratis
[Dongeng Gratis] Laamuni, dunia pararel di mana sastra dan hiburan tidak sama seperti yang dikenal manusia bumi. Di Laamuni, kata-kata dan tulisan memiliki kekuatan magis yang dapat membentuk realitas sesuai dengan cerita yang dituliskan.
Setiap makhluk yang terlahir sebagai penulis memiliki kemampuan untuk menciptakan dunia baru melalui tulisan mereka. Dunia itu seolah pintu menuju dunia-dunia yang penuh kejutan.
Di tengah-tengah Laamuni, terdapat sebuah kota tua dengan banyak pintu dan perpustakaan. Kota ini dikenal sebagai sebagai Kota Kata. Di balai kotanya, selalu ada acara dan pameran di mana sastra menjadi hiburan utama. Aroma kertas, tinta dan serbuk kulit jeruk sangat menghipnotis pengunjung yang suka menikmati dunia suguhan para penulis berbakat.
Setiap malam, para penulis akan tampil di panggung yang dikelilingi oleh tirai-tirai ajaib. Mereka secara bergantian, sesuai jadwal akan membacakan cerita-cerita buatan mereka di hadapan penonton.
Penonton pun akan selalu terpesona dengan dunia yang mereka ciptakan. Bukan hanya menjadi kisah hidup di atas panggung, bagi penonton, pengunjung dan pembaca yang ingin mengalami cerita bisa memilih pintu yang diinginkan untuk membawa mereka pada pengalaman seru di dunia hasil rekaan para penulis.
Salah satu penulis terkenal di Kota Kata adalah Arabella. Dia memiliki kemampuan langka untuk membuat karakter dan alur cerita yang sangat mendalam.
Suatu malam, Arabella memutuskan untuk membacakan cerita tentang seorang pahlawan yang berjuang melawan kegelapan yang mengancam Laamuni. Kekuatan kata-katanya begitu kuat dan terpercaya sehingga penonton dapat merasakan emosi dan petualangan pahlawan itu. Seolah-olah mereka sendirilah yang menjalankannya.
Arabella terlalu kuat, dia tidak perlu membuat pembaca, pengunjung dan penontonnya membeli kunci pintu ke dunia rekaan. Arabella-lah yang akan membawakan dunia itu kepada mereka, sehingga dirinya adalah penulis paling dicari di Laamuni.
***
Kabar kekuatan magis kata-kata dan tulisan Arabella sampai pada penyihir Isabella. Seorang gadis dari dunia Lumina. Isabella terjebak di Laamuni saat membaca buku ajaib dan kini dia ingin kembali pulang. Tapi, tidak tahu caranya.
Menurut kabar burung, Arabella bisa membuat cerpen fiksi imajinasi yang indah dan bisa membuat siapapun masuk ke dunia itu untuk beberapa saat. Bagi Isabella ini sebuah anugerah, dia bisa membuat Arabella membacakan tentang dunia Lumina dan dirinya bisa segera pulang dengan kekuatan sihir yang dimiliki. Dia hanya butuh Arabella, pintu dan dunia Lumina.
Baca juga: CERPEN FANTASI GRATIS: PROYEKSI GAME
Dongeng lainnya: DAFTAR CERPEN DONGENG FANTASI KAK BI
[Dongeng Gratis] Setelah perjalanan panjang, Isabella sampai di Kota Kata. Wanita bergaun hijau tua dengan tiara di kepala baru saja turun dari panggung. Bibir merah menyala segera dihapusnya dengan kain basah beraroma mawar.
Isabella menyamar menjadi salah satu pengurus balai kota. Dia mencampurkan setetes ramuan tidur di jeruk yang hendak dimakan Arabella. Tak butuh waktu lama, Arabella tumbang usai mengunyah beberapa potong jeruk manis yang membuatnya tertidur pulas.
Dengan cepat, Isabella membuka portal dan membawa Arabella ke tempat terdekat. Portalnya tidak bisa membuka pintu yang jauh, sebab ini bukan dunianya. Sehingga butuh beberapa kali membuka portal untuk Isabella sampai ke tempat persembunyiannya. Di bawah air terjun menangis, yang selalu mengeluarkan tangisan kerinduan Isabella kala purnama menyapa.
Takdir Arabella pun berubah, ketika dia terbangun sudah berada di tempat yang asing. Wanita berbaju cokelat tua dengan rambut kuning dikepang ke samping kanan, mata bulat berwarna biru muda seindah langit tanpa awan itu menatapnya diam.
"Kau sudah bangun?" tanyanya berdiri. Arabella segera bangun dan penuh waspada memandangi wanita di hadapannya.
"Aku pikir hanya memberikan setetes ramuan di jerukmu, ternyata kau tertidur sampai seminggu. Aku rasa kau terlalu lelah dan butuh tidur."
"Apa? Siapa kau?" Arabella menatap takut.
"Aku Isabella, nama kita mirip ya, Arabella?"
"Apa maumu?"
"Aku tidak ingin berbasa-basi dan tidak suka obrolan panjang." Isabella berjalan menuju meja dan mengambil sebuah gulungan kertas.
"Ini adalah peta Lumina. Tempat tinggalku, aku masuk ke dunia ini saat membaca sebuah buku dan terjebak di sini. Aku ingin kau menuliskan dunia Lumina dan membuatku masuk ke sana."
"Hah?"
"Apa ramuan tidur membuatmu jadi bodoh? Apa kau masih mengantuk?"
"Kau ingin pulang?"
"Tentu saja, tak ada yang kukenal di sini!"
Selain terkenal akan kekuatannya dalam membuat cerpen fiksi imajinasi yang luar biasa memikat, Arabella juga terkenal dengan kebaikan hatinya. Arabella segera setuju, dia melihat peta dunia Lumina dan meminta Isabella menceritakan tentang dunia Lumina yang diingatnya serinci mungkin.
Arabella selesai menulis selama dua malam, begitu membacakan paragraf pertama di depan pintu yang dibuat oleh Isabella semirip mungkin dengan pintu di rumahnya. Aneh, tak ada yang terjadi.
"Kekuatanmu palsu?"
"Tutup mulutmu!" Arabella kesal, melirik tajam hingga Isabella terdiam. Dia kembali fokus untuk membacakan kisah dunia Lumina rekaannya.
Percikan-percikan aneh mendadak keluar dari buku, ada gangguan magis yang mempengaruhi karya Arabella. Sebuah titik hitam muncul di tengah dan membakar buku di tangannya. Isabella memadamkan api dengan kekuatan sihir dan menyelamatkan tulisan Arabella.
"Di mana kita sekarang?" tanya Arabella sambil memeriksa buku catatannya.
"Ini dunia rekaanku, sebenarnya kita ada di balik air terjun. Sebuah gua tempatku bersembunyi."
"Ayo, keluar. Ada kegelapan di tempat ini, dan itu merambat keluar menuju karyaku."
Isabella segera membawa Arabella menuju mulut gua. Air terjun mengalir sangat deras, dengan sebuah mantra dan lambaian tangan air berhenti turun dan membuat mulut gua terlepas dari jatuhan air. Dengan cepat Isabella berpindah tempat, dengan menggandeng tangan Arabella dan melompat ke bawah.
Bukannya jatuh, mereka kini berada di depan pohon yang jaraknya jauh dari sungai. Di hadapan Arabella terbentang pemandangan memukau, dengan ladang bunga berwarna-warni yang melambangkan keindahan Laamuni. Arabella tak tahu hal ini, karena dirinya lahir dan besar di Kota Kata.
Arabella terpesona. "Apa masih Laamuni?" ucapnya tak percaya.
"Ya, ini duniamu. Laamuni, sama persis seperti Lumina. Bedanya, di duniaku tak ada bunga berwarna merah. Ada, tapi sangat langka. Kau harus bayar mahal untuk bunga berwarna merah."
"Wah!" Arabella masih terkagum-kagum.
"Tidak terlalu jauh dari sini, ada Pohon Cahaya," kata Isabella sambil menunjuk ke arah hutan di kejauhan. "Itu bisa jadi jalan pulangku. Karena aku muncul pertama kali di situ."
Mereka berjalan beriringan menuju hutan. Arabella tak henti mengagumi keindahan alam Laamuni, yang tak pernah dilihat sebelumnya. Kepala Arabella mendadak ribut, imajinasi, fiksi dan segala kerumitan sebuah cerita muncul bersamaan.
Setiap langkah yang diambil di bawah pepohonan tinggi terasa seperti petualangan baru yang diiringi oleh nyanyian burung dan aroma bunga.
Tibalah mereka di dekat Pohon Cahaya, Isabella menjelaskan, "Aku bisa membuat pohon ini menjadi serupa dengan pohon di rumahku. Kau siap dengan ceritamu yang kuselamatkan tadi kan?"
Arabella memandang Pohon Cahaya dengan kagum, merasakan kekuatan magis yang memancar darinya. Dia merasakan getaran aneh yang mengalir melalui dirinya, seolah-olah menghubungkannya dengan kekuatan lain.
Arabella mengangguk cepat, dia meletakkan buku catatannya di tanah tepat depan Pohon Cahaya. Dengan sihir, Isabella membuat batang pohon berubah menjadi sebuah pintu.
Arabella duduk merumput, dengan suara lembut membacakan cerpen fiksi imajinasi tentan dunia Lumina. Beberapa kalimat dan kata bahkan tidak ada dalam buku catatannya, Arabella menggunakan segala imajinasi dan perasaannya.
Tiba-tiba, cahaya mulai memancar dari tulisannya, begitu pun pintu buatan Isabella.
"Dengan kekuatan cerita ini, kau bisa kembali ke Lumina," ujar Arabella dengan penuh keyakinan.
Isabella tersenyum dan menggenggam tangan Arabella. "Terima kasih, kau penyihir kecil!"
"Aku bukan penyihir!"
"Di tempatku kau adalah penyihir. Penyihir kata!"
Pintu terbuka, Isabella melangkah ke dalam cahaya yang berkilauan, merasakan energi magis membelai kulitnya.
Isabella berbalik dan melambai. "Terima kasih, Arabella," kata Isabella dengan tulus. "Kau telah membantuku pulang."
Arabella tersenyum, merasa bahagia bisa membantu Isabella, wanita penyihir yang menculiknya. Seketika pintu tertutup, lembaran kertas di buku catatan bergerak sendiri hingga buku kembali menutup.
Arabella melihat sekeliling, merasakan getaran magis yang masih terasa dalam dirinya. Dia tahu bahwa petualangan dan kisah-kisah menakjubkan masih menanti di Laamuni. Dengan semangat baru, dia hendak kembali Kota Kata.
"Ah, bagaimana caranya aku pulang? Tempat apa ini?" gerutu Arabella saat menyadari bahwa dia terjebak dan akan lama bisa pulang ke Kota Kata.
Tamat
Gorontalo, Agustus 2023
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Popular
Cerpen Horor: Peringatan Misterius
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Review Kak Bi: Review Drakor 100 Days My Prince (2018)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Cerpen Drama Keluarga: Akibat Parenting yang Salah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar