Terbaru
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Mercy for None (2025) | Review Drakor yang Laki Banget!
Mercy for None (2025) | Review Drakor yang Laki Banget!
Mercy for None adalah salah satu drama aksi 2025 yang cukup mencuri perhatian, terutama bagi penonton yang suka tontonan penuh darah, balas dendam, dan pertarungan brutal tanpa banyak basa-basi.
Dengan visual stylish, atmosfer kelam, dan So Ji Sub sebagai ujung tombak cerita, drama ini kasih energi penuh adrenalin sejak episode pertama.
Kalau Pengembara tipe penonton yang mencari drama aksi dan seru untuk ditonton santai tanpa perlu mikir terlalu dalam, drama ini bisa jadi pilihan pas.
Mari kita kupas tuntas deh.
***
Info Drama
Judul: Mercy for None
Genre: Action, Mystery, Crime, Drama, Noir
Jumlah Episode: 7
Sutradara: Choi Sung Eun
Penulis Naskah: Yoo Ki Seong
Pemain: So Ji Sub, Huh Joon Ho, Ahn Gil Kang, Lee Beom Soo, Gong Myung, Choo Young Woo, Cha Seung Won, Jo Han Chul, Lee Jun Hyuk
Tayang: 6 Juni 2025, Netflix
Durasi: 42 menit
Rating Usia: 18+ (mengandung kekerasan, darah dan kata-kata kasar)
***
Sinopsis Drama Korea Mercy for None:
Nam Gi Jun dulunya adalah tangan kanan dan anggota kunci dari sebuah geng gangster. Dia berjuang melewati perang wilayah yang berdarah-darah, membantu geng tersebut mencapai puncak kekuasaan.
Namun, segalanya berubah ketika adik laki-lakinya, Nam Gi Seok, bergabung dengan Geng saingan mereka, Joowoon, di bawah komando Lee Ju Un. Demi melindungi adiknya, Nam Gi Jun membuat pilihan yang brutal: ia meninggalkan gengnya; Bongsan selamanya, memutuskan urat tendon Achilles kirinya sebagai bukti tak terbantahkan bahwa dia tak akan pernah kembali.
Sebelas tahun berlalu, dia menjalani kehidupan yang tenang, menjalankan bisnis kecil dan tidak berniat sama sekali untuk kembali ke masa lalu.
Namun, ketika Nam Gi Seok ditemukan tewas dalam keadaan mencurigakan, Nam Gi Jun tahu dia tak bisa lagi tinggal diam.
Untuk mengungkap kebenaran dan membalaskan dendam, dia terpaksa kembali melangkah ke dunia hitam yang pernah dia sumpahi untuk tinggalkan. Di sana, dendam lama masih membara, peta kekuasaan telah bergeser, dan tidak ada lagi yang tampak seperti sebelumnya.
***
Rating 7.7/10 untuk Mercy for None yang diadaptasi dari Plaza Wars (광장) oleh Oh Se Hyung (오세형) dan diilustrasikan oleh illustrasikan Kim Kyun Tae (ê¹€ê· íƒœ).
Sebuah drama Korea yang laki banget, jadi buat ibu-ibu yang mau cara biar suaminya kenal drakor, bisa pancing pakai ini dulu eheheh ....
***
Review Lengkap Drakor Mercy for None:
1. Premis Sederhana, Eksekusi Visual Mantap
Mercy for None sebenarnya bukan drama yang rumit. Bahkan, bisa dibilang sangat sederhana. Isinya cuma balas dendam, balas dendam, dan… balas dendam. Tidak ada twist filosofis, tidak ada drama keluarga yang terlalu dalam, tidak ada romansa.
Tapi, justru kesederhanaannya bikin drama ini bisa fokus ke hal yang ingin disampaikan, bahwa dunia kriminal berjalan dengan hukum “mata dibalas mata”, meski konsekuensinya fatal.
Sayangnya, minimnya kedalaman cerita memang bikin drama ini tidak terasa memorable secara emosional dan keseluruhan cerita. Agak capek aja rasanya melihat para lelaki itu terus berantem.
2. Pertarungan Brutal dan Artistik
Kalau ada satu hal yang juara dari drama ini, jawabannya adalah action choreography, terlepas dari intensitas berantem yang melelahkan, ya koreografinya bagus.
Pertarungan dalam drama ini tuh cepat, brutal, artistik dan kadang terlalu over-the-top. Mungkin bagi jiwa para lelaki ini bakal memuaskan sekali ya ehehehe ....
So Ji Sub terlihat seperti mesin pembunuh yang diatur dalam mode “tanpa batas”. Dia matahin tulang, menendang tubuh menembus kaca, dan menusuk lawan seakan hukum gravitasi cuma mitos.
Beberapa adegan bahkan terasa seperti versi Koreanya John Wick, tapi dengan warna lebih kelam dan lebih banyak darah.
Masalahnya? Sebagai perempuan yang jelas pemilih dan mood-mood-an soal adegan aksi, aksi yang terlalu banyak dan tanpa jeda naratif, bikin isi drama jadi repetitif menjelang episode akhir.
Buat Pengembara yang nggak suka kengerian disarankan untuk menghindari aja deh karena isinya didominasi oleh perkelahian yang brutal dan gedebak gedebuk banget
3. Para Karakter Cukup Kuat
So Ji Sub adalah alasanku menonton drama ini, eh, setelah lihat spoiler sebenarnya semakin pengin nonton karena ada Lee Jun Hyuk sebagai adiknya So Ji Sub.
Ekspresi So Ji Sub yang dingin, gerakannya presisi, dan rasa bersalah bercampur amarah terlihat jelas dalam tatapannya. Karakternya sebagai Gi Jun digambarkan terlalu Overpowered (OP) atau sangat pro. Kekuatan dan daya tahan karakternya nggak realistis; bahkan saat ditusuk atau ditembak, reaksinya minim banget, walau aku sampe ikut meringis. Ini menunjukkan tingkat profesionalisme, kehebatan yang luar biasa dan tidak dijelaskan secara detail atau memang kekuatan dendam bikin orang ngga jadi manusia.
Oke, kita bahas hubungannya dengan sang adik yang menjadi motivasi utama, sayangnya ini hanya diceritakan sih, bukan ditunjukkan. Jadi agak kurang bonding-nya meskipun secara chemistry di beberapa pertemuan cukup bagus. Bahkan kalau nggak salah ingat, nggak ada flashback yang memperkuat hubungan mereka 'kan ya....
Lalu ada Gu Jun Mo, antagonis menyebalkan yang diperankan Gong Myung dan sukses bikin aku pengin melempar hape.
Ah, ada Choo Young Woo juga yang jadi Lee Geum Son, villain dengan karakter yang sayangnya kurang kuat.
Tapai dua karakter villain ini agak tolol dan terasa sangat nggak seimbang dengan kekuatan karakter utama. Mereka cenderung menyelesaikan masalah berdasarkan emosi dan keserakahan, bukan pemikiran strategis. Kayaknya penulisan karakternya sengaja dibikin begitu untuk menonjolkan superioritas Gi Jun sebagai karakter utama.
Drama ini punya banyak pemain bagus, tapi naskahnya kurang memberi ruang bernapas karena kebanyakan berantem.
4. Atmosfer Gelap dan Sinematografi Stylish
Salah satu kekuatan drama ini adalah visual. Tone gelap, pencahayaan redup, dan koreografi kamera bikin setiap adegan terasa intens.
Beberapa adegan justru terlihat seperti film bioskop, terutama waktu Gi Jun dikepung puluhan lawan atau ketika cahaya neon memantul di atas lantai penuh darah.
***
Catatan Drama:
Dengan hanya 7 episode, drama ini berjalan terlalu cepat dan agak dangkal, dengan plot yang gampang ditebak. Konflik terasa instan, karakter muncul dan hilang tanpa pengembangan, dan motivasi beberapa tokoh tidak pernah benar-benar diperdalam.
Dalam 7 episode yang intens itu, Gi Jun sibuk memburu orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian adiknya. bertautan. Singkatnya, ini tuh drama full-revenge tanpa rem, tanpa kompromi, dan tanpa ampun—persis seperti judulnya.
***
Mercy for None bukan drama menye-menye atau drama yang dibuat untuk sekadar memutar otak. Ini dibuat untuk memacu adrenalin, memberi aksi brutal non-stop, dan memuaskan penonton yang suka genre beginian.
Sekian review drama Korea 2025 kali ini, silakan komen pendapat kamu soal drama ini ya~~
Review Drakor 2025:
- REVIEW THE TRAUMA CODE: HEROES ON CALL (2025) | AKSI MEDIS TERBARU PENUH ADRENALIN
- HEAVENLY EVER AFTER (2025) | REVIEW K-DRAMA FANTASI YANG MENYENTUH
- REVIEW DRAMA KOREA UNMASKED (2025): THRILLER INVESTIGASI KRIMINAL YANG SERU
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Popular
Cerpen Horor: Peringatan Misterius
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Review Kak Bi: Review Drakor 100 Days My Prince (2018)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Cerpen Drama Keluarga: Akibat Parenting yang Salah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar