Terbaru

Review Drachin How Dare You!? (2026): Kaisar dan Permaisuri Gen Z

Review Drachin How Dare You!? (2026): Kaisar dan Permaisuri Gen Z

Poster.drama.china.how.dare.you.01.jpg


Siapa yang jadi ter-Cheng Lei-Cheng Lei setelah nonton drama China How Dare You!?

Aku, dong!

Soalnya, drama How Dare You!? ini jadi salah satu tontonan yang cukup ramai dibicarakan bukan hanya di kalangan penggemar drama transmigrasi. Tapi di sosmed juga sempat rame banget karena humornya yang segar dan akting pemain yang oke-oke banget.

Dibintangi sama Cheng Lei dan Wang Churan, drama ini menawarkan kombinasi dari komedi ringan, politik istana, romansa sehat, serta konsep multiverse yang nggak sederhana.

Well, mari duduk bersama Kak Bi, kita kupas drama China keluaran awal tahun 2026 ini bersama-sama.


***


Info Drama

Judul: How Dare You!?
Genre: Historical, Comedy, Romance, Fantasy
Jumlah Episode: 32
Sutradara: Liu Hai Bo, Wang Li
Penulis Naskah: Jiang Li Hua, adaptasi dari This Is Ridiculous oleh Qi Ying Jun.
Pemain: Cheng Lei, Wang Churan, Hu Yixuan, Tang Xiaotian
Tayang: 6 Februari 2026 - 18 Februari 2026, iQiyi
Durasi: 45 menit
Rating Usia: 13+

***


Sinopsis Drama China How Dare You!?:

Drama ini mengikuti perjalanan seorang wanita modern bernama Wang Cuihua yang secara tak sengaja masuk ke dalam dunia novel kerajaan.

Di dunia tersebut, dia menjadi selir jahat bernama Yu Wanyin dan bertemu dengan sang kaisar tiran yang terkesan misterius dan ternyata punya rahasia serupa, di mana Xiahou Dan juga bukan berasal dari dunia itu.

Seiring waktu, keduanya harus bekerja sama untuk bertahan hidup di tengah intrik istana, perebutan kekuasaan, dan konflik politik yang semakin kompleks. Ditambah harus memutarbalikkan peran dalam dunia novel tersebut, dari pemeran pembantu dan villain menjadi pemeran utama, agar bisa tetap hidup.

Awalnya, drama ini terasa ringan dan penuh komedi, seolah hanya menghadirkan kisah kekacauan antara dua karakter yang salah tempat. Namun semakin jauh ceritanya berjalan, semakin terasa bahwa dunia yang mereka hadapi menyimpan luka, pengorbanan, dan tragedi yang tidak sederhana.


***


Rating 10/10 untuk drama How Dare You!? dari aku. Ya, aku sesuka itu sama drama ini. Entah cerita, OST-nya yang enak dan beneran susah dilupakan, musik latar drama, visual, sinematografi dan semuanya.


Baca juga: GENIE, MAKE A WISH (2025): SUZY DAN KIM WOO BIN REUNIAN
Review lainnya: CITY OF STREAMER (2022): REVIEW DRAMA CHINA JING TIAN


Review Lengkap Drama China How Dare You!?:

1. Tentang Alur dan Konsep Plot

Salah satu daya tarik utama drama ini adalah konsep transmigrasi multi-layer atau realitas berlapis.

Menurutku di drama ini beneran nggak cuma ada satu dunia aja, selain dunia nyata. Yaitu dunia novel dan kemungkinan dunia dari dalam novel lain.

Well, aku sendiri nggak baca bukunya ya. Cuma teringat dramanya Liu Yuning yang A Dream within a Dream yang juga ternyata pakai konsep sama. Bedanya drama ADWAD ketahuan kalau punya dunia dalam dunia nanti di ending, nah kalau How Dare You!? kita disuruh menebak sejak awal munculnya obrolan antara Yu Wanyin dan Xiahou Dan sampai akhirnya mereka sendiri memastikan ke Xie Yong'er. Well, kemungkinan besar Xie Yong'er adalah transmigrator dari buku lain, alih-alih dari dunia nyata.

Inilah aspek paling membingungkan sekaligus paling cerdas. Strukturnya kira-kira kayak gini:

  1. Dunia nyata.
  2. Ada FL dan ML bertransmigrasi ke dalam sebuah novel dari timeline yang berbeda.
  3. Di dalam novel itu, ada karakter lain yang mengira dirinya transmigrator juga.

Nah, obrolan Yu Wanyin dan Xie Yong'er tentang City A dan Beijing yang saling asing itu bukan sekadar lelucon, tapi petunjuk kalau realitas mereka nggak sejajar.

Konsep ini bikin cerita jadi terasa unik dibanding drama transmigrasi biasa. Awalnya terlihat sederhana dan ringan, tapi perlahan berubah jadi lebih kompleks secara emosional dan naratif.


2. Karakter dan Chemistry Pemain Utama

- Xiahou Dan: Karakter Paling Tragis

Karakter pria utama menjadi salah satu elemen paling menarik dalam drama ini. Cheng Lei bukan sekadar ganteng tapi ganteng banget. Eh, kok malah bahas itu. Maaf.

Xiahou Dan yang diperankan Cheng Lei bukan sekadar pangeran atau kaisar biasa, melainkan sosok yang membawa trauma mendalam sejak usia muda.

Bayangkan saja, gimana rasanya masuk ke dunia novel yang asing sejak usia remaja? Apalagi secara fisik dia lemah. Dia tumbuh tanpa kasih sayang dan hidup sebagai pion politik. Racun di tubuhnya paralel dengan racun doktrin yang ditanamkan di pikirannya.

Tapi secara intelektual? Dia mematikan. Sudah jelas, ini bikin hidupnya dipenuhi penderitaan dan tekanan psikologis. Trauma masa lalu dan rasa kesepian bikin karakternya memang terasa kompleks dan emosional banget.

Penampilan Cheng Lei berhasil menghidupkan karakter ini dengan sangat kuat. Ekspresi mata yang tajam dan aura dingin bikin sosoknya terasa karismatik sekaligus tragis.

Strateginya adalah mengontrol sebelum dikontrol, menyerang sebelum diserang, dan nggak percaya siapa pun. Selama 15 tahun dia asing di dunia novel itu. Menunggu. Bertahan. Sendirian.

Itulah kenapa waktu Yu Wanyin datang, sorot matanya berubah. Caranya Cheng Lei menggambarkan semua perasaan Xiahou Dan saat terobsesi dengan Yu Wanyin itu sangat kece badaiiii. Karakternya adalah jantung tragedi.

Cheng Lei juga secara nggak langsung memainkan tiga persona di drama ini.

  1. Zhang San (nama aslinya dari dunia nyata) yang playful, clingy dan kiyowo.
  2. Zhang San mode akting sebagai Xiahou Dan, menjadi flamboyant, sarkastik, pura-pura gila.
  3. Xiahou Dan asli, si kaisar tiran, di mana tatapannya aja bisa membunuh.

- Yu Wanyin: Karakter yang Tegas dan Rasional

Karakter wanita utama digambarkan sebagai sosok yang berani, cepat berpikir, dan nggak mudah panik. Dia berusaha mati-matian untuk bertahan hidup di dunia baru dengan logika dan strategi.

Memang, proses penerimaannya terhadap dunia baru terasa terlalu cepat, tapi bagiku ini nggak masalah, toh dunia baru yang dijalani ini sudah dia baca setidaknya 60% sebelum dia pindah ke dunia novel.

Hanya saja, nggak banyak eksplorasi emosi awal seperti kebingungan atau kerinduan terhadap kehidupan lamanya, makanya agak terasa sedikit kurang realistis aja. Tapi, ini dibantu dengan komunikasi bersama Xie Yong'er dan tingkahnya yang memang modern banget dan bikin orang-orang kaget kok. So, nggak dieksplorasi besar-besaran tapi diselipkan tipis-tipis biar kita nikmati kekocakannya.

Apalagi, interaksinya dengan Xiahou Dan jadi salah satu kekuatan terbesar drama ini. Mana Wang Churan cakep banget pula, bikin betah nonton loh eheheh.

Wanyin memang bukan karakter impulsif yang teriak-teriak lalu mati cepat. Dia itu tenang, rasional, empatik, nggak menciptakan konflik receh dan langsung  melawan plot. Dia bukan wanita yang mau mengubah dunia dengan kemarahan. Dia cuma mau bertahan hidup, karena dia tahu karakter tempatnya bersarang bakal mati muda eheheh.

Chemistry.Cheng.Lei.dan.Wang.Churan.jpg


- Chemistry Main Lead Couple

Chemistry antara dua karakter utama ini, bagiku cukup solid dan stabil. Hubungan mereka terasa penuh komunikasi, minim konflik receh, saling percaya, nggak ada itu yang namanya cinta segitiga, nggak penuh drama kesalahpahaman berlarut-larut kayak Till the End of the Moon atau Feud wkwkwk.

Ini menjadi angin segar di tengah banyak drama yang sering mengandalkan konflik romantis berlebihan. Apalagi dua orang ini sering banget ngegosip kayak ibu-ibu yang bikin chemistry mereka pecah banget, padahal hubungan romansa mereka bisa dibilanh dibalut sedikit dark romance kalau Xiahou Dan lagi mode kaisar tiran.

Selain itu, hubungan persahabatan antara Yu Wanyin dan Xie Yong'er juga kasih warna emosional yang cukup kuat. Kupikir mereka bakal jadi rival memperebutkan lelaki, ternyata malah jadi bestie yang bikin aku berderai air mata.


3. Akting dan Penampilan Visual

Secara keseluruhan, kualitas akting jadi salah satu aspek terbaik drama ini.

Baik pemeran utama maupun pendukung, semuanya mampu membawakan karakter mereka dengan baik loh. Bahkan beberapa karakter pendukung terasa mencuri perhatian berkat akting yang kuat. Contohnya aja para calon menteri yang direkrut Xiahou Dan, sampai si Tang Xiaotian yang berperan jadi Xiahou Po, bikin aku dendam kesumat karena kelakuan dakjalnya. Iiih.

Selain itu, visual drama ini sangat memanjakan mata loh. Mulai dari kostum mewah dan detail, tata riasnya yang elegan, properti dan latar istana yang megah, sampai perpaduan warna yang gonjreng cerah bikin hati berbunga-bunga.

Setiap adegan terasa seperti dirancang dengan sangat teliti, bikin drama ini terasa seperti festival visual, eyyak. Cakep deh pokoknya, the real cuci mata namanya.


4. Tone Cerita: Dari Komedi ke Tragedi

Hal menarik lainnya adalah perubahan tone cerita.

Di awal, drama ini tuh terasa ringan banget karena banyak lelucon, situasi absurd, sampai kekacauan interaksi yang bikin sakit perut. Mulai dari adegan menyapa pakai How are You? padahal kan ceritanya masih zaman dulu, pura-pura berantem padahal lagi makan hotpot, sampai senam dan lainnya, beneran menghibur deh.

Namun seiring berjalannya waktu, cerita memang mulai berubah jadi lebih emosional. Kematian beberapa karakter dan tragedi politik kasih suasana yang jauh lebih serius.

Perubahan tone ini bagiku terasa mulus kok untuk tipe penonton yang nggak doyan tema politik, cuma kurangnya tuh kesiapan batin aja yang bikin aku mendadak sedih dan akhirnya bikin gagal move on.


5. Genre Historical Bukan Wuxia

Saat menunggu episode baru, jujur aku ikutin drama ini ongoing ehehhe. Ternyata, banyak kritik awal yang muncul karena minim adegan bela dirinya. Tapi di sinilah letak salah kaprah terbesar.

Meskipun fantasi, drama ini masuknya ke historical political drama, bukan wuxia ya.

Perbedaannya penting nih, wuxia itu fokus ke dunia persilatan, duel, jurus, dan kekuatan fisik. Sementara historical itu fokus ke konflik kekuasaan, intrik istana, strategi politik, dan psikologi karakter.

Dan How Dare You!? jelas-jelas bermain di medan perang psikologis, bukan perang pedang. Adegan perang menjelang akhir memang ada, tapi bukan itu jantung ceritanya. Tekanan terbesar bukan sama pasukan yang saling serang, tapi ke momen saat pasukan harus diam sementara pihak lain bertempur. Ini jadi simbol dari strategi dan pengorbanan.


6. Komedi Oh Komedi

Aku udah singgung di atas, kalau drama ini tuh lucu. Bayangin aja ada negeri yang dipimpin kaisar dan permaisuri Gen Z dari masa depan wkwkwk.

Cara Yu Wanyin dan Xiahou Dan memimpin terasa modern banget loh. Mereka transparan, kolaboratif, dan berani mendobrak tradisi. Satirnya terasa, tapi tetap ringan.

13 episode pertama beneran dipenuhi komedi absurd. Mulai dari menantu makan pangsit saat mertua wafat, selir-selir senam dan main bareng. Dialog soal asrama putri dll.

Lalu di episode 14 ke atas? Boom. Tangis pun dimulai. Persentase humor menurun, tapi tetap lucu. Perubahan ini disengaja banget sih, kita dibuat nyaman dulu, lalu dihantam.

Poster.drama.china.how.dare.you.02.jpg


7. Ending dan Penyelesaian Cerita

Ini bakal jadi sarang spoiler, sebaiknya hati-hati saat membacanya eheheh.Bagian ending drama sebenarnya menjadi salah satu topik yang cukup banyak diperdebatkan.

Meski secara teknis memberikan penutup yang baik, aku merasa bagian epilog, terutama di dunia modern-nya terlalu singkat banget deh.

Banyak potensi emosional yang sebenarnya bisa digali lebih dalam, seperti bagaimana karakter utama bertemu kembali? Bagaimana mereka memproses pengalaman di dunia novel? Bagaimana kehidupan mereka setelah kembali?

Sayangnya, semua itu hanya disajikan secara singkat. Lewat tatapan dan senyuman penuh arti di dalam kereta, yang masih kita sebagai penonton juga yang disuruh mikir sendiri wkwkwk.

Untungnya setelah drama ini tamat, aku coba cari-cari info soal versi novelnya dan mendapatkan informasi kalau ternyata Xiahou Dan kembali ke masa depan tepat ke garis waktunya setelah wafat di dunia novel. Kemudian, dia sengaja bikin perusahaan gitu saat dewasa buat mencari Yu Wanyin atau Wang Cuihua. Dan ya, mereka terhubung lewat novel dari perusahaan Xiahou Dan itu eheheh.

Kan, kalau gitu jadi pengin liat versi dramanya juga iih.


***


Kelebihan dan Kekurangan Drama How Dare You!?:

Kelebihan:

1. Akting kuat dari pemeran utama, bikin karakter terasa hidup dan emosional, terutama pada perannya Xiahou Dan.

2. Visual dan kostum sangat memukau, setiap adegan terasa mewah dan artistik banget.

3. Konsep transmigrasi berlapis yang unik. Nggak sekadar time travel biasa, tetapi punya lapisan realitas yang kuat.

4. Chemistry pasangan utama stabil banget. Hubungan mereka sehat tanpa konflik berlebihan dan ini jadi nilai tambah.

5. Perpaduan komedi dan tragedi cukup menarik. Awalnya ringan, lalu berkembang menjadi emosional.

6. OST-nya nggak ada yang nggak enak. Semuanya seleraku dan bagus-bagus banget. Sampai-sampai, playlist YouTube Musikku jadi OST How Dare You semua ehehe.


Kekurangan:

1. Tempo dan tone kadang nggak konsisten. Ada bagian tengah yang terasa datar banget atau terlalu ringan, tapi tiba-tiba ada adegan yang bikin terlalu deg-degan. Dan saat momen itu datang aku pakai jurus skip, anehnya setelah di-skip tidak mengurangi pemahamanku soal jalan ceritanya. Tapi, kalau adegan Xiahou Dan dan Yu Wanyin sih nggak pernah aku skip wkwkwk.

2. Ending terasa terburu-buru. Padahal bagian dunia modern seharusnya bisa lebih dieksplorasi. Intinya aku berharap endingnya bisa sesuai novel.


***


How Dare You!? adalah drama yang menghibur dengan konsep menarik dan visual  memikat. Drama China keluaran Februari 2026 ini kasih pengalaman menonton yang menyenangkan, terutama bagi penggemar genre transmigrasi dan politik istana.

Meski ada sedikit kekurangan, tapi jujur saja, aku sama sekali nggak merasa ini mengganjal atau merasa bosan selama menonton. Memang sih, adegan si Xiahou Po sialan itu banyak yang aku skip, tapi itu semua demi mood menonton yang terjaga wkwkwk.

Well, drama ini layak banget ditonton, terutama bagi Pengembara yang suka kisah romansa cerdas, dunia kerajaan, dan konsep yang nggak biasa.

Dan jujur aja … sampai saat menulis ulasan, aku masih susah move on dari couple hotpot ini. Maunya aku kasih rating 100/10. Terima kasih sudah menghiburku tahun ini ya, Cheng Lei x Wang Churan.

Komentar

Popular