Terbaru
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
City of Streamer (2022): Review Drama China Jing Tian
City of Streamer (2022): Review Drama China Jing Tian
Hai, Pengembara, sejak awal tahun 2026 ini aku memang lagi banyak nonton drama China nih. Sebenarnya udah mulai sejak tahun 2019, tapi stock tontonan drachin masih sedikit.
Sambil menyelesaikan list drachin untuk aku tonton maraton dan list drachin terbaru, aku review drama China yang aku tonton di tahun 2022 ya.
Yep, review drama China dari si cantik Jing Tian, yang pernah aku review juga drama lainnya, Baca Review Rattan Di Sini.
***
Info Drama
Judul: City of Streamer
Sutradara: Jin Chen, Gan Lu
Penulis Naskah: Hu Xue, Wu Ruoyan, Mi Bao
Genre: Thriller, Sejarah, Romantis, Kejahatan
Pemain: Jing Tian, Xu Wei Zhou, Jing Chao, Hai Ling, Chi Jia, Wang Yi Fei
Rilis: 20 Januari 2022 - 25 Februari 2022 (Tencent Video)
Episode: 40
Durasi: 45 menit
Negara: China
Rating Usia: 17+
***
Sinopsis Drama China, City of Streamer:
Drama City of Streamer ini berlatar di Shanghai pada awal abad ke-20. Di masa para panglima perang mulai menguasai wilayah, sehingga muncullah banyak pahlawan dan gerakan-gerakan revolusioner.
Demi mencari keadilan dan balas dendam, Feng Shizhen memilih menjadi mata-mata karena begitu yakin bahwa ada yang sudah membakar tempat tinggalnya dulu. Dengan bantuan Meng Xuan, Shizhen memutuskan menyusup ke dalam rumah keluarga Rong Ding Kun dan menyamar sebagai guru privat bagi anak-anaknya yaitu Rong Jiashang, Rong Fenghua dan Rong Fanglin.
Sementara itu, keluarga Rong yang menjadi target utama Shizhen ini adalah keluarga berpengaruh yang sering menyalahgunakan kekayaan untuk melakukan berbagai kejahatan. Bahkan Rong Ding Kun si kepala keluarga adalah bandar Opium terbesar se-Shanghai kala itu.
Dalam prosesnya, Rong Jiashang dan Feng Shizhen saling memanfaatkan dan menguji satu sama lain. Hingga benih-benih terlarang antara murid dan guru itu bertumbuh.
Di saat kebenaran yang terjadi 20 tahun lalu mulai terungkap, keduanya harus mengesampingkan remahan-remahan rasa yang ada dan bekerja sama untuk melewati berbagai rintangan.
***
Review Drama China, City of Streamer: Rating 8/10 untuk drama yang sempat membuatku nostalgia ke drama lawas asal China juga, yaitu Kabut Cinta (wah, ketahuan banget nih umur.)
Berdasarkan Mydramalist, drama ini diadaptasi dari novel "City of Streamer" (流光之城) oleh Mi Bao (靡宝) yang mengangkat isu serta tema bisnis, feminisme, ada mafia senjata api, barang haram, hingga bank kredit pula. Dengan setting era republik yang memang sekilas mulai dari pakaian dan penampilannya mengingatkan drama Kabut Cinta yang pernah tayang di tv dulu.
Baca juga: 13 REKOMENDASI DRACHIN KOLOSAL, ADA DILRABA DILMURAT SAMPAI ZHAO LUSI
Drama China lainnya: A FEMALE STUDENT ARRIVES AT THE IMPERIAL COLLEGE (2021): REVIEW DRACHIN ZHAO LUSI
Review Drama China, City of Streamer: Ekplorasi Awal Abad ke-20
Awal abad ke-20 atau sekitar tahun 1900-1930-an adalah masa-masa yang penuh sejarah. Kak Bi sendiri lumayan tertarik dengan film atau buku yang membahas era ini.
Kebetulan City of Streamer yang diperankan Jing Tian menampilkan eksplorasi gaya hidup di awal abad ke-20. Dalam drama ini juga dimunculkan kehidupan kalangan atas pada masa-masa peralihan peperangan itu.
Selain mengangkat tema standar yang ada pada Era Republik seperti mafia dan obat-obatan, City of Streamer juga memperluas tema ke pembahasan bisnis, ada feminisme-nya, dan perubahan pola pikir dari kolot ke modern.
Secara visual era, benar-benar mengingatkanku pada drama Kabut Cinta loh. Karena kedua drama bersetting pada era Republik China, dua-duanya juga membahas cinta dan keluarga, juga menampilkan elemen intrik dan konspirasi, dengan plot berliku-liku dan rahasia yang terungkap seiring berjalannya cerita.
Meskipun Kabut Cinta lebih fokus dalam drama dan romantisme dengan unsur perang, sementara City of Streamer lebih fokus pada elemen balas dendam. Tapi, dua-duanya punya keunggulan masing-masing. Jika Kabut Cinta adalah drama China penuh kenangan, maka City of Streamer adalah drama yang memunculkan kenangan lama.
Lewat ditampilkannya perseteruan antara Meng Xu An dan Rong Ding Kun, di mana keduanya punya gaya mafia, dengan keahlian main keroyokan dan baku tembak ala era republik. Mereka juga punya pengawal yang selalu siap untuk tawuran. Benar-benar terasa menampilkan sejarah kelam pada masa itu.
***
Review Drama China, City of Streamer: Kelebihan Drama
City of Streamer tentu saja punya keunggulan lebih dalam hal produksi kalau dibandingkan dengan Kabut Cinta. Karena sudah modern dari segi tahun, efek visual CGI, dan sinematografinya, yang mungkin sebenarnya tidak sekompleks atau secanggih drama-drama China lainnya di masa kini yang punya CGI lebih bagus daripada City of Streamer.
Akan tetapi, dari segi visual dan sinematografinya, City of Streamer berhasil menampilkan Era Republik dengan sangat baik, termasuk pakaian dan gaya rambut yang sesuai dengan zamannya. Ah, jangan lupakan alis tipis segaris khas Jing Tian yang benar-benar on point eheheh.
Selain itu, ada poin-poin penting yang jadi kelebihan drama ini, yaitu:
1. Chemistry dan akting Jing Tian dengan yang memerankan Rong Jiashang itu, rasanya kuat banget. Meskipun tak banyak adegan intim, setiap adegan mereka berdua tuh penuh dengan emosi.
Terlebih akting Jing Tian menurut Kak Bi sangat mampu menampilkan berbagai kondisi emosional dengan nyaris tanpa cela. Oh ya, si pemeran Rong Jiashang yang lebih muda, juga mampu mengimbangi Jing Tian kok. Karakternya berhasil berkembang dari seorang lelaki muda kesayangan anak orang kaya yang arogan, menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab.
2. Ide cerita dan pesan-pesannya juga bagus. Ala-ala makjang Korea tapi, lebih khas drama China yang biasanya pakai banyak karakter dan tokoh.
Dengan ide ceritanya yang mengingatkan betapa penting kehangatan keluarga dan menghargai orang tua serta leluhur. Meskipun ada dendam sekalipun. Sebab, semua kejahatan atau kebaikan akan ada balasan sesuai porsinya dan akan tiba pada saat yang tepat.
***
Review Drama China, City of Streamer: Kekurangan Drama
Kekurangan drama ini sebenarnya ringan-ringan aja, dan tidak begitu berpengaruh ke mood saat menonton.
Seperti konfliknya yang banyak dan lumayan kompleks, membuat beberapa bagian dari drama terasa lambat, karena delivery-nya memang bertele-tele juga sih. Ya, bayangin aja ini 40 episode dan isinya hampir 80% progres balas dendam dan masa lalu yang berkaitan dengan keluarga Rong aja.
Ya, sisanya romantis-romantisan dan sentuhan komedi tipis yang menghibur. Tapi, tetap aja terasa lambat.
***
Ya, segitu saja ulasan singkat dari City of Streamer, dengan ceritanya yang kompleks dan kaya akan konflik. Meskipun ada sedikit kekurangan, tapi kelebihannya jauh lebih dominan kok.
Bagi Pengembara yang suka cerita ala mafia, balas dendam, penyamaran, dengan latar belakang sejarah kuat dan bumbu romantis, City of Streamer adalah pilihan yang tepat.
Sekian review drama kali ini, seperti biasa review drama bersifat personal dan diulas berdasarkan mood saat menonton. Tipe genre yang ditonton dan performa drama mempengaruhi ulasan, mohon maaf bila ada salah-salah kata ya....
Mungkin Anda sukai: Review Drama The Heirs
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Popular
Mengurai Benang Merah dalam Keajaiban Toko Kelontong Namiya | Review Buku
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Mother (2020): Review Singkat Film Jepang Ibu dan Anak
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Review Drachin How Dare You!? (2026): Kaisar dan Permaisuri Gen Z
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar