Langsung ke konten utama

Terbaru

Review Home for Rent (2023): Film Horor Thailand

Review Home for Rent (2023): Film Horor Thailand  Ini adalah review film Thailand Netflix yang aku rekomendasikan spesial untuk pencinta horor. Apa Pengembara suka membaca atau menonton genre menyeramkan? Home for Rent ini berhasil menarik perhatianku loh. Yuk, mari kita bahas rekomendasi film Thailand Netflix: Home for Rent. *** Info Film Judul:  Home for Rent Sutradara: Sophon Sakdaphisit Penulis Naskah: Tanida Hantaweewatana, Sophon Sakdaphisit Genre: Horor, Misteri, Thriller  Pemain: Nittha Jirayungyurn, Sukollawat Kanarot, Thanyaphat Mayuraleela Rilis: 6 April 2023 Durasi: 2 jam 4 menit Negara: Thailand Rating Usia: 17+ *** Sinopsis Film Thailand Netflix Home for Rent: Ning (Nittha Jirayungyurn) dan Kwin (Sukollawat Kanarot) adalah sepasang suami istri bahagia dengan anak perempuannya, Ing (Thanyaphat Mayuraleela). Karena satu dan lain hal, mereka memutuskan untuk pindah ke apartemen dan menyewakan rumah yang mereka tinggali kepada dua orang perempuan: Ratree (Penpak...

Lost in Starlight (2025): Review Film Animasi Korea Selatan

Lost in Starlight (2025): Review Film Animasi Korea Selatan 

Poster-film-animasi-lost-in-starlight.jpg
Poster-film-animasi-lost-in-starlight.jpg


Ada film animasi yang nggak perlu berisik untuk meninggalkan bekas. Nggak perlu ledakan besar, konflik berlapis-lapis, atau plot twist berlebihan. Lost in Starlight adalah salah satunya. 

Film animasi Korea ini datang dengan nada yang lembut, visual yang puitis, dan emosi yang perlahan tapi menghujam.

Awalnya, aku menonton ini karena nama besar Kim Tae Ri, jadi nggak menaruh ekspektasi tinggi. Eh, ternyata justru di situlah kekuatan Lost in Starlight.

Lost in Starlight nggak menjanjikan petualangan kosmik yang megah, melainkan kisah manusia kecil di tengah semesta luas. Tentang kesepian, jarak, harapan, dan cinta yang tetap hidup meski terpisah ruang dan waktu.


***


Info Film

Judul: Lost in Starlight 

Genre: Romance, Sci-Fi

Sutradara: Han Ji Won

Penulis Naskah: Kang Hyun Joo, Han Ji Won

Pengisi Suara: Kim Tae Ri, Hong Kyung, Sharon Kwon

Tayang: 30 Mei 2025, Netflix 

Durasi: 1 Jam 36 Menit

Rating Usia: 13+


***


Sinopsis Film Animasi Lost in Starlight:

Nan Young, seorang astronot perempuan muda yang menjalani perjalanan hidup dan emosional di tengah latar kosmik yang luas dan penuh keajaiban. 

Dalam perjalanannya, dia terhubung dengan Jay, sosok yang menjadi jangkar emosional sekaligus cahaya di tengah kehampaan semesta. 

Keduanya bertemu dan menjalin hubungan, Nan Young memupuk mimpi untuk menjadi astronot yang pergi ke Mars, sementara Jay sosok yang sempat mengesampingkan mimpinya menjadi penyanyi demi hal yang lebih realistis.

Pada akhirnya, keduanya berakhir pada dunia di mana jarak antarbintang terasa begitu sunyi, komunikasi, kenangan, dan perasaan menjadi satu-satunya penghubung yang nyata. Hubungan mereka berdua berkembang bukan melalui pertemuan fisik yang intens, melainkan lewat suara, pesan, dan keyakinan bahwa di suatu tempat di luar sana, ada seseorang yang selalu mendukung dan menunggu.

Film-animasi-lost-in-starlight-1.jpg
Film-animasi-lost-in-starlight-1.jpg


Rating 8.9/10 untuk film yang membuktikan bahwa animasi bukan hanya milik anak-anak. 

Animasi adalah medium yang sangat kuat untuk menyampaikan rasa dan Lost in Starlight memanfaatkannya dengan indah. Ini tuh masih masuk tipe romance slow burn, tapi masih cukup cepat dinamikanya, nggak sampai membosankan banget momen kenal dan bertahannya.


Baca juga: LOVE UNTANGLED (2025): REVIEW FILM ROMANTIS REMAJA

Review lainnya: REVIEW ELIO (2025): FILM ANIMASI DISNEY PIXAR


Review Film Lost in Starlight:

Sejak menit awal, Lost in Starlight langsung menampilkan kekuatan utamanya yaitu visual. 

Animasi film ini terasa hidup, berkilau, dan penuh warna, seolah ribuan bintang benar-benar berpendar di layar. Gaya animasinya nggak sekadar cantik, tetapi juga atmosferik. Sehingga rasanya mampu menerjemahkan perasaan tokohnya ke dalam lanskap kosmik yang luas dan sunyi itu.

Namun, yang membuat film ini benar-benar berkesan bukan hanya visualnya, melainkan emosi yang ada di dalamnya. Cerita bergerak dengan tempo yang tenang, memberi ruang bagiku untuk bernapas, merenung, dan merasakan musik lembutnya. Film ini nggak terburu-buru menjelaskan segalanya, dan aku juga nggak merasa buru-buru ingin tahu apa yang terjadi dengan Nan Young, atau Jay, atau ibunya Nan Young.

Lost in Starlight seolah percaya kalau aku sebagai penonton akan cukup cerdas untuk memahami makna lewat ekspresi, dialog singkat, dan keheningan.

Kim-Tae-Ri-dan-Hong-Kyung-cast-lost-in-starlight.jpg
Kim-Tae-Ri-dan-Hong-Kyung-cast-lost-in-starlight.jpg


Salah satu kekuatan terbesar Lost in Starlight adalah akting suara Kim Tae Ri sebagai Nan Young. Performa Kim Tae Ri menjadi jiwa dari film ini. Suaranya lembut, emosional, dan terasa sangat manusiawi. Terlebih lagi, banyak proses dubbing dilakukan sebelum animasi selesai, sebuah tantangan besar yang berhasil dia lalui dengan baik.

Entah kenapa, akting suara Kim Tae Ri terasa paling emosional dan tulus. Ada getaran perasaan yang nggak dibuat-buat, terutama pada adegan video Nan Young untuk Jay dan menjadi momen sederhana tapi menghantam perasaan.

Hong Kyung sebagai Jay juga kasih performa yang hangat, suaranya nyaman banget di telinga. Btw, mereka kembali beradu akting setelah sebelumnya aku melihat Kim Tae Ri dan Hong Kyung di drakor Revenant.

Karakter Jay menjadi representasi seseorang yang selalu mendukung dari kejauhan, walau pasti berat banget, iyalah, jaraknya Bumi dan Mars woy. Sebuah ide sederhana tapi sangat kuat secara emosional. 

Ditambah lagi, lagu tema yang dibawakan oleh karakter Jay benar-benar menyatu dengan cerita. Musik di film ini bukan tempelan loh, melainkan jadi bagian dari narasi yang entah kenapa selalu bikin aku merinding.

Film-animasi-lost-in-starlight-2.jpg
Film-animasi-lost-in-starlight-2.jpg


Secara tematik, Lost in Starlight berbicara soal kesepian di era modern, tentang bagaimana manusia bisa merasa sangat sendiri meski dikelilingi teknologi dan komunikasi. Film ini juga menyentuh soal identitas dan pencarian makna hidup, tentang merelakan kepergian orang terkasih yang lagi ngejar mimpinya, juga tentang bagaimana seseorang coba menemukan tempatnya di dunia, atau bahkan di alam semesta.

Pacing filmnya cenderung stabil dan reflektif. Bagi Pengembara yang terbiasa dengan animasi cepat dan penuh aksi, tempo ini mungkin bakal terasa lambat. Tapi, kalau kamu suka cerita berbasis emosi, pacing ini justru menjadi keunggulan.

Yang menarik, film ini tuh layak ditonton ulang. Banyak detail kecil, baik visual maupun emosional yang baru terasa lebih nendang setelah ditonton lebih dari sekali. Bukan karena ditonton sekali ngga berbekas ya eheheh, cuma ya, aku aja ketagihan nonton ini dan ikut bersedih serta ikut bahagia bersama Kim Tae Ri dan Hong Kyung.


***


Ya, Lost in Starlight adalah film animasi Korea Selatan yang nggak berusaha menjadi spektakuler, tetapi justru unggul karena kejujuran dan dramanya. Singkatnya ya, ini adalah film yang berhasil bikin aku baper.

Film ini mungkin bukan untuk semua orang. Tapi kalau kamu lagi berada di fase reflektif, merasa sendiri, atau sekadar ingin menikmati cerita yang hangat dan puitis, Lost in Starlight wajib kamu tonton.

Film-animasi-lost-in-starlight-3.jpg
Film-animasi-lost-in-starlight-3.jpg


Komentar

Popular