Langsung ke konten utama

Terbaru

Bukchon Couple: Cerpen Valentine 2026

Bukchon Couple: Cerpen Valentine 2026 [Cerpen Valentine] Di tengah gemerlap kota Seoul yang modern, terdapat sebuah tempat yang memancarkan pesona sejarah dan keindahan yang tak tertandingi. Kampung Hanok Bukchon, sebuah kampung rumah tradisional Korea, menyimpan banyak cerita yang terpatri di setiap jengkalnya. Di balik dinding-dinding kayu dan atap gentingnya, terjalinlah kisah romantis yang tak terlupakan. Tentang seorang wanita bernama Kang Ye Eun. Ia adalah seorang seniman keramik yang jeli dan berbakat. Setiap hari, ia mempersembahkan segala kepiawaian dan cintanya dalam setiap karya keramik yang dihasilkannya. Ye Eun tinggal di sekitar Kampung Hanok. Rumah sekaligus tempat kerjanya ini memiliki arsitektur yang elegan dan halaman kecil yang dipenuhi dengan taman berbunga. Hari itu, Ye Eun sedang duduk di halaman rumahnya, sambil menciptakan sebuah vas keramik yang indah. Cahaya matahari pagi yang memancar memperlihatkan keelokan wajahnya yang menawan. Tiba-tiba, terdengar suara ...

Review Elio (2025): Film Animasi Disney Pixar

Review Elio (2025): Film Animasi Disney Pixar 

Review film Elio Pixar, ulasan bahasa Indonesia



Meskipun sudah 2026, film-film dari tahun 2025 banyak yang belum sempat aku ulas di blog Nurwahidah Bi. Hmm, film-film dari tahun sebelumnya juga banyak sih.

Tapi, hari ini kita bahas film animasi Disney Pixar yang cocok buat keluarga dan petualang; Elio.

Ada satu hal yang langsung bikin Elio terasa spesial sejak awal. Film ini bukan sekuel, bukan reboot, dan sama sekali bukan daur ulang. Di tengah dominasi film animasi yang terus memutar ulang cerita lama, kehadiran Elio sebagai karya orisinal Pixar terasa seperti napas segar bagiku.

Premisnya terdengar menjanjikan dan imajinatif. Selain tampil cantik, hangat, dan ramah anak, film ini juga memperlihatkan satu masalah klasik Pixar yaitu terlalu bermain aman. 

Manis, iya. Menghibur, tentu. Tapi untuk penonton dewasa, film ini berpotensi terasa cepat terlupakan eheheh. Gimana film Elio ini di mata orang dewasa yang masih suka tontonan anak-anak sepertiku? Simak saja ulasan selengkapnya di bawah sini ya ....


***

Info Film


Judul: Elio
Genre: Keluarga, Komedi, Petualangan
Sutradara: Madeline Sharafian, Adrian Molina, Domee Shi
Penulis Naskah: Madeline Sharafian, Adrian Molina, Domee Shi, Julia Cho
Pemain/Pengisi Suara: Yonas Kibreab, Remy Edgerly, Zoe Saldaña, Brad Garrett, Brandon Moon
Tayang: 18 Juni 2025
Durasi: 1 jam 38 menit
Rating Usia: Semua Umur dan Bimbingan Orang Tua

***

Sinopsis Film Animasi Elio:


Selama berabad-abad, manusia memandang langit dan bertanya-tanya apakah kita ini sendirian di semesta? Dalam Elio, semesta akhirnya menjawab.

Elio Solis adalah bocah penyendiri yang terobsesi dengan luar angkasa. Dia merasa tidak cocok di Bumi dan kesulitan menemukan tempatnya sendiri, baik di sekolah maupun dalam keluarganya. 

Suatu hari, hidupnya berubah drastis ketika dia secara tidak sengaja terpanggil ke Communiverse, sebuah organisasi antar-galaksi berisi perwakilan makhluk dari berbagai planet.

Karena sebuah kesalahpahaman, Elio pada akhirnya dikira sebagai perwakilan Bumi. Terjebak dalam peran yang tidak pernah dia minta, Elio harus menjalin hubungan dengan makhluk asing yang eksentrik dan aneh, menghadapi krisis antarplanet, dan pada akhirnya menemukan jawaban atas pertanyaan paling penting tentang siapa dirinya sebenarnya, dan di mana dia benar-benar merasa diterima?


***

Rating 6.9/10 untukku, tapi ini bukan berarti jelek, aku menulis ulasan ini sebagai orang dewasa eheheh. Bisa saja bagi anak-anak yang menonton akan menganggap ini patut diberi 8.5/10. Who knows?


Well, Elio seorang bocah berusia 11 tahun yang secara tidak sengaja terpilih menjadi duta Bumi alias perwakilan bumi untuk dewan antar-galaksi. Elio sebenarnya memang sengaja membuat dirinya diculik pesawat alien biar menghindari perundung.

Sebuah ide yang seharusnya bisa berkembang menjadi petualangan kosmik liar, emosional, dan penuh keajaiban khas Pixar kan ya....




Review Film Disney Pixar Elio:

1. Visual Menawan dan Dunia Kosmik yang Menggoda

Secara visual, Elio ini cakep banget. Color full, bisa dibilang salah satu film Pixar paling berani dalam beberapa tahun terakhir. Desain alien penuh warna, bentuk-bentuk aneh yang kreatif, bahkan ada karakter tanpa mata, serta palet warna kosmik yang sangat kaya bikin film ini sangat menyenangkan untuk untuk mata.

Communiverse-nya juga terasa hidup, penuh detail, dan imajinatif. Setiap planet dan makhluk asing menunjukkan keberanian Pixar dalam bereksperimen, bahkan dengan teknik animasi seperti slow motion yang agak unik itu, aku nggak tahu nama metode spesifik dari si slowmo itu eheheh.

Sayangnya, dunia yang sebegitu menarik ini tidak dieksplorasi cukup dalam. Banyak ide visual dan karakter alien yang terasa cuma muncul sebentar lalu menghilang begitu saja, seolah hanya berfungsi sebagai dekorasi, bukan bagian penting dari perjalanan Elio.


2. Elio yang Manis, Relatable, tapi Kurang Mengguncang

Elio adalah karakter yang mudah disukai. Dia lembut, canggung, lucu dan mewakili perasaan kesepian, kehilangan, dan pencarian jati diri. Ya, tema andalan yang selalu jadi kekuatan Pixar.

Hubungan dengan bibinya digambarkan dengan tulus dan hangat. Ada momen-momen emosional kecil yang bekerja dengan baik, terutama bagi penonton anak-anak dan orang dewasa. Elio juga didukung oleh karakter pendamping seperti Glordon, si sahabat alien yang mirip perpaduan undur-undur, kaki seribu dan apalah itu ehehe langsung mencuri perhatianku.

Si Glordon ini anak lelaki Hylurgia, putra Lord Grigon. Ayahnya berharap dia menjadi seorang panglima perang seperti Hylurgia lainnya, tetapi dia malah mau pertahankan wujud asli dan mau jadi dirinya sendiri.

Namun, dibandingkan karakter ikonik Pixar seperti Nemo, atau Stitch, perjalanan emosional Elio masih kurang gerrr. Aku memahami apa yang dia rasakan, tapi jarang benar-benar terhantam secara emosional. Entahlah, aku juga tidak paham apa yang salah saat menonton ini eheheh.

Apa karena ceritanya yang terasa terlalu aman dan terlalu familiar dengan temanya?

Ya, bisa jadi.

Masalah terbesar Elio, memang ada di struktur ceritanya. Film ini mengikuti formula Pixar yang sangat aku hapal. Ada anak merasa terasing, petualangan besar yang mengubah hidup, menyadari nilai diri, kembali menjalani kehidupan dengan pemahaman baru.

Sayangnya, hampir semua titik emosional dan plot twist bisa ditebak sejak awal. Film ini bikin teringat film kayak Coco, E.T., Lilo & Stitch, Finding Nemo dll. Bahkan agak mirip Over the Moon-nya Netflix juga.

Bukan berarti formula ini salah sih, tapi Elio nggak menambahkan suara atau identitas yang benar-benar baru. Waktu film ini selesai, perasaan yang tersisa bukan “wah”, tapi malah “itu tadi… oke sih.”


3. Bagian Tengah yang Lemah dan Terburu-buru

Ternyata bukan aku saja, banyak ulasan di internet yang menyoroti bahwa film ini memang terasa tergesa-gesa, terutama di bagian tengah. Setelah membangun kehidupan Elio di Bumi dengan cukup panjang, petualangan luar angkasa yang seharusnya menjadi inti cerita, justru terasa singkat banget.

Karakter pendukung diperkenalkan dengan cepat, konfliknya muncul dan selesai terlalu gampang, dan banyak momen emosional terasa dipadatkan, bukan dikembangkan. Akibatnya, klimaks film terasa kureng, meski secara teknis semua elemen “emosi” memang ada.


4. Hangat untuk Anak-anak, Kurang Membekas untuk Dewasa

Aku bisa jamin, untuk anak-anak, Elio adalah film yang lucu, penuh warna, mudah dipahami dan aman secara emosional. Serta penuh pengajaran bagaimana Elio yang merasa aneh di dunianya sendiri malah jadi pahlawan di tempat yang paling asing.

Untuk penonton dewasa, film ini tetap punya nilai, terutama dari tema kesepian, rasa kelam yang memang terbaca dari sudut pandang orang dewasa, dan kebutuhan untuk diterima. Makanya film ini tuh tetap butuh bimbingan orang tua. Tapi dibandingkan Pixar klasik yang bisa membuat orang dewasa menangis diam-diam, Elio terasa lebih seperti comfort movie ringan aja sih.


***

Kelebihan dan Kekurangan Film Elio

Kelebihan

1. Konsep orisinal yang patut diapresiasi
2. Visual dan desain alien sangat kreatif dan cute banget 
3. Tema kesepian dan pencarian jati diri relevan, bisa kasih pembelajaran kepada anak-anak supaya bisa menerima perbedaan yang wajar dan jangan jadi pembully.
4. Karakter Elio dan Glordon favoritku banget. Eh, karakter bibinya juga sih, dia bisa sepeka itu akan keberadaan Elio palsu di rumahnya.
5. Aman dan menyenangkan untuk anak-anak

Kekurangan

1. Cerita terlalu bermain aman dan gampang banget ditebak
2. Dunia luar angkasa kurang dieksplorasi semuanya
3. Bagian tengah film terasa lemah dan terburu-buru
4. Emosi ada, tapi kurang greget aja
5. Terasa seperti gabungan ide Pixar dan Disney lama dengan kemasan baru aja.


***

Kesimpulanku, Elio adalah film Pixar yang cantik, hangat, dan penuh niat baik, tetapi juga contoh bagaimana studio legendaris ini mulai terjebak dengan standar tingginya sendiri.

Film ini bukan kegagalan, namun juga bukan karya yang akan dikenang lama. Masih bisa dinikmati, tapi nggak membekas banget. Tapi, aku akui sekali lagi, kalau aku menonton ini saat masih berusia di bawah 12 tahun, ini akan jadi film petualangan alam semesta yang kece badai sih.

Elio bekerja sangat baik sebagai tontonan keluarga dan anak-anak, tapi bagi penonton dewasa ya... Salah kita udah dewasa wkwkwk.

Btw, kalian lebih suka Pixar yang eksperimental atau Pixar yang main aman kayak Elio gini?

Komentar

Popular