Terbaru

Bukchon Couple: Cerpen Valentine 2026

Bukchon Couple: Cerpen Valentine 2026



[Cerpen Valentine] Di tengah gemerlap kota Seoul yang modern, terdapat sebuah tempat yang memancarkan pesona sejarah dan keindahan yang tak tertandingi. Kampung Hanok Bukchon, sebuah kampung rumah tradisional Korea, menyimpan banyak cerita yang terpatri di setiap jengkalnya. Di balik dinding-dinding kayu dan atap gentingnya, terjalinlah kisah romantis yang tak terlupakan.

Tentang seorang wanita bernama Kang Ye Eun. Ia adalah seorang seniman keramik yang jeli dan berbakat. Setiap hari, ia mempersembahkan segala kepiawaian dan cintanya dalam setiap karya keramik yang dihasilkannya. Ye Eun tinggal di sekitar Kampung Hanok. Rumah sekaligus tempat kerjanya ini memiliki arsitektur yang elegan dan halaman kecil yang dipenuhi dengan taman berbunga.

Hari itu, Ye Eun sedang duduk di halaman rumahnya, sambil menciptakan sebuah vas keramik yang indah. Cahaya matahari pagi yang memancar memperlihatkan keelokan wajahnya yang menawan. Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki yang mendekatinya perlahan-lahan. Ye Eun menoleh, dan melihat di hadapannya berdiri seorang pria tampan dengan senyum yang menghiasi wajah.

Pria itu bernama Park Min Ho, seorang pemain biola yang terkenal. Min Ho telah lama mengagumi karya-karya Ye Eun yang menggambarkan keindahan alam dan kelembutan hati. Ia seringkali mengunjungi kampung Hanok dengan sengaja, hanya untuk melihat keramik-keramik indah buatan Ye Eun di rumah keramiknya. 

Setiap kali datang, dia selalu tidak bisa bertemu dengan Ye Eun. Tapi kali ini, Min Ho beruntung karena bisa bertemu dengan si ahli tembikar favoritnya.

Mata mereka saling bertemu, dan dalam sekejap, hati Min Ho bergetar. Dia berjalan mendekati Ye Eun dengan langkah pelan, sementara langit di atas mereka menyambut kedatangan mereka dengan burung-burung yang berkicau riang. 

"Kang Ye Eun Sajangnim?" sapanya kaku.

"Ya? Aku Kang Ye Eun."

"Ah, akhirnya aku bisa bertemu dengan sajangnim. Tempat ini sangat indah—"

"Tidak perlu memanggilku begitu."

"Ah, Kang Ye Eun-nim...."

"Kau siapa?"

"Park Min Ho, aku penggemar tembikar. Kebetulan aku menyukai keramik buatanmu."

"Senang bertemu denganmu!" Ye Eun kebingungan karena tangannya penuh kaolin.

"Ah, tidak apa-apa. Aku hanya ingin melihat. Silakan lanjutkan pekerjaanmu."

"Kau bisa masuk, di dalam sudah ada beberapa pelanggan." Ye Eun menawarkan Min Ho untu masuk ke dalam saja.

Tapi, Min Ho tidak masuk, dia malah duduk di hadapan Ye Eun sambil tersenyum.

"Aku sudah lama terpesona oleh keindahan karyamu. Tapi, saat ini aku datang bukan hanya untuk itu," ucap Min Ho dengan suara lembut.

Ye Eun menatapnya dengan perasaan bingung. Lalu, menertawakan Min Ho. Semenjak hari itu, Min Ho hampir datang setiap hari di jam yang sama.

Melihat sikap Min Ho, Ye Eun tidak bisa berpura-pura tidak sadar dengan keberadaan pria tampan itu. Semakin hari, Ye Eun mulai merasakan berbunga-bunga di dalam hatinya.

Setiap kali bertemu, mereka berdua saling tersenyum. Keduanya sudah sangat tahu jelas bahwa cinta telah hadir di antara mereka. 

Min Ho memberanikan diri mengajak Ye Eun makan siang, setelah sebulan mereka sering bertemu. Mereka berdua pergi ke restoran Jogagbo, restoran itu menjadi tempat mereka sering menghabiskan waktu makan siang jika bertemu di rumah keramik Ye Eun.

Waktu berlalu, keduanya resmi menjadi pasangan. Dalam hening yang penuh makna, Min Ho mengulurkan tangannya ke arah Ye Eun. Dengan penuh kelembutan, Ye Eun menyentuh tangan Min Ho, keduanya saling menggenggam dan berbagi senyum. Mereka sering jalan-jalan di sekitar Kampung Hanok.

Dari saat itu, Kampung Hanok Bukchon menjadi saksi dari perjalanan cinta yang indah antara Ye Eun dan Min Ho. Mereka seringkali menghabiskan waktu bersama, berjalan-jalan di antara jalan-jalan berliku dan mengagumi keindahan arsitektur modern, tradisional dan alam. Saling menginspirasi dalam pekerjaan mereka. 

Setiap waktu luang, mereka bersama-sama pergi ke Katedral Gahoedong, galeri The Sool dan galeri Jaedong yang terletak di Bukchon, merasakan sentuhan romantis dari setiap perjalanan mereka.

Hingga suatu hari, di tengah makam malam romantisnya Min Ho berlutut di hadapan Ye Eun di tengah-tengah turis lokal dan mancanegara. 

Min Ho mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya, dan dengan penuh keyakinan berkata, "Ye Eun-ssi, aku ingin kita bersama selamanya. Maukah kau menjadi pendamping hidupku?"

Ye Eun tersenyum bahagia, air mata bahagia membanjiri pipinya. 

Ia menjawab dengan suara yang penuh cinta. "Min Ho-ssi, aku mau."

"Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu di tengah keindahan tempat ini, Ye Eun-ssi."

Ye Eun tersentuh, perjalanan cinta mereka selama berbulan-bulan berbuah cincin manis yang melingkar di jari manis. Kedua pasangan ini disebut sebagai pasangan Hanok, karena seringkali terlihat kencan di berbagai titik wisata kampung Hanok.


Baca juga: CERPEN ROMANTIS: DUA CINCIN

Cerpen lainnya: SENASIB, SEPENANGGUNGAN | CERPEN ROMANTIS


[Cerpen Valentine] Min Ho dan Ye Eun membangun mimpi mereka bersama, sayangnya beberapa bulan setelah lamaran, keduanya putus saat bertengkar di jalan Deoksugung stone wall. Seharusnya berkencan, keduanya malah bertengkar dan berujung pada perdebatan yang memicu keegoisan masing-masing.

Pada akhirnya, Min Ho tidak pernah pergi ke Kampung Hanok lagi tempat di mana Ye Eun sang mantan kekasih berada. Kisah mereka hanya bagian dari lembaran buku yang tidak mencapai ending. Menyedihkan, tapi apa boleh buat? Pasangan Hanok tak ada lagi.

Akan tetapi, selama kampung Hanok tetap ada di Bukchon, Ye Eun tetap ada di sana. Hanya lelaki dan kisah masa depannya saja yang berubah.


TAMAT 

Komentar

Popular