Review Wednesday S1 (2022): Misteri Sekolahan Makhluk Unik
Sejak pertama kali diumumkan, Wednesday langsung memancing ekspektasi tinggi di kepalaku. Bukan hanya karena Netflix mengangkat salah satu karakter paling ikonik dalam sejarah budaya pop, tetapi juga karena nama Tim Burton berdiri gagah di kursi jajaran produser.
Kombinasi ini seperti janji untuk nuansa gelap, unik, nyentrik, dan penuh sentuhan gotik.
Well, sebagai penggemar lama The Addams Family, Wednesday Addams selalu punya tempat istimewa bagiku. Dia anak remaja tanggung yang dingin, sinis, cerdas, dan nggak peduli pada norma sosial. Sebenarnya ini karakter yang justru terasa semakin relevan di era modern eheheh.
Serial Netflix ini mengambil risiko besar dengan menjadikan Wednesday sebagai pusat ceritanya, bukan sekadar bagian dari dinamika keluarga Addams aja.
Hasilnya? Sebuah serial yang tidak sempurna, tapi sangat memikat, mengundang tawa getir, rasa penasaran, dan keinginan untuk terus menonton sampai akhir.
Ayok, kita bahas selengkapnya.
***
Info Serial
Judul: Wednesday
Genre: Comedy, Mystery, Crime, Fantasy
Season: 2
Jumlah Episode: 16; 8 (S1) dan 8 (S2)
Kreator: Alfred Gough, Miles Millar
Eksekutif Produser: Alfred Gough, Miles Millar, Tim Burton, Steve Stark, Andrew Mittman
Pemain: Jenna Ortega, Catherine Zeta-Jones, Luis Guzmán, Emma Myers, Evie Templeton, Gwendoline Christie, Riki Lindhome, Jamie McShane, Hunter Doohan, Percy Hynes White
Tayang: 23 November 2022 (S1), 6 Agustus dan 3 September 2025 (S2), Netflix
Durasi: 46-61 menit
Rating Usia: 15+
***
Sinopsis Series Wednesday Season 1:
Wednesday Addams dikeluarkan dari sekolah lamanya setelah sebuah insiden “kecil” yang tentu saja melibatkan pembalasan kejam khas dirinya. Orang tuanya, Morticia dan Gomez Addams, kemudian memutuskan untuk memindahkannya ke Nevermore Academy, sebuah sekolah khusus bagi para “outsider” seperti manusia serigala, vampir, siren, dan makhluk aneh lainnya.
Di Nevermore, Wednesday tidak hanya harus beradaptasi dengan lingkungan baru yang penuh warna; sesuatu yang sangat dia benci. Tetapi juga terjebak dalam serangkaian pembunuhan misterius yang menghantui kota Jericho.
Dengan kecerdasan tajam, sifat skeptis, dan empati yang nyaris nol, Wednesday iseng-iseng mulai menyelidiki kasus tersebut.
Di saat yang sama, dia juga harus menghadapi konflik personal. Yaitu hubungan rumit dengan ibunya, persahabatan tak terduga dengan teman sekamar yang ceria; Enid, serta pergulatan identitas diri sebagai remaja yang menolak tunduk pada ekspektasi siapa pun.
Review Wednesday Season 1:
1. Wednesday Addams yang Baru
Salah satu tantangan terbesar serial ini adalah bayang-bayang adaptasi sebelumnya. Christina Ricci telah meninggalkan standar yang nyaris mustahil dilewati sebagai Wednesday di era 90-an. Tapi, Jenna Ortega tidak meniru, dia menciptakan versinya sendiri loh.
Wednesday versi Jenna Ortega terasa lebih manusiawi tanpa kehilangan sisi dinginnya. Dia tetap tajam, sarkastik, dan nyaris tak tersentuh emosi, tapi di balik tatapan datar itu ada luka, kebingungan, dan kemarahan yang perlahan terkuak. Ekspresi mikro, gerak tubuh kaku, dan intonasi datarnya Jenna menunjukkan akting yang matang dan penuh kontrol.
Menariknya, serial ini tetap berani membuat Wednesday tidak selalu disukai. Ada momen di mana sikapnya terasa melelahkan, bahkan egois banget. Namun justru di situlah kekuatannya. Dia bukan tokoh remaja ideal, melainkan karakter yang konsisten dengan identitasnya sendiri.
2. Sentuhan Tim Burton yang Terasa, Tapi Tidak Berlebihan
Visual Wednesday adalah salah satu daya tarik utamanya. Palet warna cerah dan penuh kehidupan di Nevermore Academy jadi kontras ekstrem banget dengan kepribadian Wednesday yang monokrom dan emosional dingin. Efek ini bikin Wednesday sebagai karakter utama dan keluarga besarnya jadi terasa semakin asing, bahkan ketika Wednesday berada di tengah komunitas para outsider sekalipun, yang notabenenya memang bukan manusia normal.
Tim Burton membawa kecintaannya pada dunia gotik, horor klasik, dan humor gelap. Namun serial ini nggak jatuh ke lubang yang “terlalu gelap” kok. Burton sadar target penontonnya luas yaitu remaja hingga dewasa, sehingga keseimbangan antara misteri, humor, dan drama remaja dijaga dengan cukup rapi.
3. Misteri Pembunuhan yang Jadi Benang Merah
Sebagai serial misteri, Wednesday season 1 cukup efektif menjaga rasa penasaranku. Plot pembunuhan berkembang perlahan, dengan petunjuk-petunjuk kecil yang disebar sepanjang episode. Walau nggak sepenuhnya mengejutkan, alurnya tetap solid untuk membuat pengalaman menonton terasa menyenangkan.
Tapi, memang sih. kekuatan utama series ini bukan terletak pada twist-nya, melainkan pada cara Wednesday menyelidiki dengan konsep logika dingin, minim empati, dan sering kali menabrak etika sosial itu sendiri.
4. Dinamika Karakter Pendukung
Aku suka banget bagaimana hubungan Wednesday dengan Enid berkembang. Kemunculan mereka berdua adalah salah satu elemen paling kontras, di mana Enid yang penuh warna dan ceria harus jadi roommate-nya Wednesday yang suram dan dingin. Ini bikin dinamika yang segar dan hangat jadi terasa banget.
Chemistry mereka berdua juga terasa natural dan menjadi penyeimbang sempurna bagi nuansa gelap serial ini.
Sementara itu, kehadiran keluarga Addams terasa lebih sebagai fondasi emosional, bukan pusat ceritanya. Morticia dan Gomez tidak mencoba mengulang kejayaan versi lama, melainkan hadir dengan interpretasi baru, terutama Catherine Zeta-Jones yang memberi Morticia aura elegan tanpa berusaha menyaingi Angelica Huston.
5. Kelebihan Wednesday Season 1
1. Akting Jenna Ortega luar biasa, aku suka banget cara dia membawakan Wednesday dengan kedalaman emosional tanpa menghilangkan ciri khasnya.
2. Visual dan sinematografi kuat, khas Tim Burton, penuh estetika gotik yang memanjakan mata. Makanya aku langsung suka banget, karya Tim Burton selalu cocok dengan seleraku.
3. Dinamika Wednesday–Enid menyenangkan dan emosional, menjadi jantung serial di mana alur cerita berbawaan dengan hubungan mereka berdua ehehe
5. Misteri cukup solid kok dan bikin penasaran, cocok untuk ditonton maraton.
6. Kekurangan Wednesday Season 1
1. Beberapa subplot terasa kurang digali secara mendalam
2. Karakter tertentu, seperti Uncle Fester, terasa belum menyatu dengan alur utama
3. Season 1 bagiku terasa terlalu singkat, padahal pengembangan konflik berpotensi lebih matang. Untungnya ada season duanya ya ehehehe
***
Rating 9/10 karena aku sesuka itu sama keseluruhan series ini, walau ada beberapa hal yang jadi catatan sih.
Well, Wednesday adalah contoh adaptasi modern yang tidak sempurna, tapi dibuat dengan cinta dan visi yang jelas. Dia tidak berusaha menjadi versi ulangan dari film 90-an, melainkan memperkenalkan Wednesday Addams kepada generasi baru tanpa mengkhianati esensi karakternya.
Review ini tidak berakhir di sini, karena Wednesday ada season duanya di tahun 2025 kemarin dan aku sudah bikin review untuk season dua secara terpisah. Kamu bisa baca season duanya juga di sini.
Komentar
Posting Komentar