Film Fiksi Ilmiah 2067 (2020): Review Kak Bi
Film Fiksi Ilmiah 2067 (2020): Review Kak Bi
Review film kali ini datang dari Australia, sebuah film fiksi ilmiah yang berhasil menarik perhatianku berdasarkan poster dan sinopsisnya.
Hmm, tanpa banyak kata temani aku review film yang satu ini yuk......
***
Judul: https://www.themoviedb.org/movie/528085-2067
Sutradara: Seth Larney
Penulis Naskah: Seth Larney, Gareth Davies, Galvin Scott Davis
Genre: Sci-Fi, Aksi, Petualangan
Pemain: Aaron Glenane, Kodi Smit-McPhee, Ryan Kwanten, Deborah Mailman
Rilis: 2 Oktober 2020
Durasi: 1 jam 54 mrnit
Negara: Australia
Rating Usia: 17+
***
Gambar
Sinopsis dan Review Film 2067:
Pada tahun 2067, bumi sudah hancur akibat perubahan iklim dan perang nuklir. Di kota terakhir yang tersisa di Australia, manusia bertahan hidup dengan menggunakan oksigen sintetis yang perlahan justru menyebabkan penyakit mematikan.
Ethan Whyte (Kodi Smit-McPhee), seorang pekerja biasa, harus meninggalkan istrinya yang sakit karena penyakit itu untuk menjawab panggilan misterius dari masa depan.
Ethan dipanggil oleh Regina Jackson (Deborah Mailman), dari perusahaan Chronicorp, yang menjelaskan bahwa penyakit ini nantinya akan memusnahkan umat manusia. Mereka telah menerima sinyal dari 400 tahun dari masa depan yang meminta Ethan dikirim ke sana untuk menyelamatkan umat manusia.
Sinyal itu muncul dari pengujian "Chronical", sebuah prototipe mesin waktu yang dikerjakan oleh fisikawan kuantum Richard Whyte (Aaron Glenane), merupakan ayah Ethan yang sudah meninggal 20 tahun lalu. Awalnya ragu, tapi Ethan akhirnya setuju demi harapan menemukan obat untuk istrinya dan umat manusia.
Di masa depan, Ethan menemukan sebuah hutan dan bukti kematiannya sendiri dengan sebuah komputer genggam bernama Archie. Dibantu oleh Jude (Ryan Kwanten), teman dan penjaganya yang ikut ke masa depan, mereka menemukan lab tempat ayah Ethan bekerja. Ethan menemukan fakta bahwa proyek ayahnya bertujuan memantau kelayakan atmosfer bumi di masa depan.
Ethan dan Jude kemudian menemukan kota mereka menjadi reruntuhan dengan banyak kerangka. Sampai akhirnya Ethan menyadari bahwa ada misi sesungguhnya yang disembunyikan dari dirinya.
***
Baca juga: https://opinia.id/post/alice-drama-time-travel-yang-melelahkan-275548
Review film lainnya: https://opinia.id/post/interstellar-film-penjelajah-waktu-terbaik-274733
Review Film 2067: Rating 6.5 untuk film dengan nama lain Chronical: 2067, sebuah perjalanan seorang pria demi menyelamatkan dunia dari kehancuran.
Lah, kok 6.5 aja? Hmm, ini sebuah film menjanjikan dengan poster cakep, tapi isinya aduhai. Meskipun begitu, rating dariku masih lebih baik kok karena di IMDB https://m.imdb.com/title/tt1918734/ sendiri film ini dapat rating 4.9 dan di rotten tomatoes https://www.rottentomatoes.com/m/2067 cuma 31%.
Gambar
Review Film 2067: Konsep Menarik dengan Eksekusinya yang Kurang
2067 ini sebuah film fiksi ilmiah yang menawarkan premis menarik, tapi story telling dan beberapa hal terasa kurang banget. Cerita tentang seorang pekerja yang harus melakukan perjalanan ke masa depan untuk menyelamatkan umat manusia dari krisis lingkungan.
Namun, berbagai elemen dalam film justru membuatku merasa campur aduk.
Alur cerita film ini terbilang solid dan menjanjikan di awal. Namun, sayangnya, pengembangan ceritanya sangat klise. Bahkan, antagonisnya mudah ditebak.
Sementara itu, akting para pemerannya, kecuali yang jadi Jude si Ryan Kwanten, semuanya terasa kurang kuat. Karakter utama, Ethan, terlalu banyak menangis dan meratapi nasib, ini malah bikin aku susah bersimpati.
Dialognya juga kurang menggigit, padahal film ini ditulis oleh 3 orang. Malah jadi terasa lambat dan beberapa bagian sungguh membosankan, ditambah beberapa catlog dan plot hole bikin eksekusinya terasa sangat kurang sih.
Review film lainnya: https://opinia.id/post/jung_e-rekomendasi-film-robot-ai-dari-korea-selatan-292323
Mungkin Anda sukai: https://opinia.id/post/review-dan-sinopsis-drama-sf8-8-kisah-sains-fiksi-dari-korea-selatan-281774
Review Film 2067: Efek Visual dan Produksi yang Terbatas
Sepertinya film ini diproduksi dengan anggaran terbatas, film ini tuh mengingatkan film fiksi ilmiah era tahun 1960-an, di mana kualitas efek visualnya masih sederhana. Mesin waktu dalam film ini digambarkan sebagai lorong dengan pipa beton besar, lampu berkedip dan tabung yang memberikan kesan "murah".
Begitu banyak pilihan buruk untuk adegan-adegan yang seharusnya diperindah. Mungkin karena CGI-nya dipakai secara minimalis, untungnya masih bisa diterima oleh mataku. Adegan-adegan tertentu aja yang sederhana dan kurang smooth.
Gambar
Review Film 2067: Musik dan Atmosfer Film
Salah satu kelemahan mencolok dari film ini adalah musiknya. Pemilihan musiknya agak mengganggu. Meskipun begit, ada aura positif yang terus menerus menyelimuti film ini, pesan-pesan soal pengharapan tentang bumi lumayan tersampaikan dan bikin atmosfer film jadi cukup menyentuh di beberapa adegan.
Review Film 2067: Pesan dan Akhir yang Kuat
Meski diwarnai oleh beberapa catlog dan momen membosankan, film ini tetap sangat berhasil menyampaikan pesan tentang lingkungan. Akhir ceritanya juga mengalir begitu saja dan ini lumayan memuaskan. Menurutku, meski agak membingungkan tentang konsep waktu, 2067 menyajikan konsep paradoks waktu yang masih mudah untuk diikuti.
***
Bagi Opinian yang mencari film dengan aksi dan adegan menegangkan, mungkin 2067 bukan pilihan yang tepat. Tapi, bagi yang bisa menerima kekurangannya dan menikmati ceritanya lewat review film ini, 2067 bolehlah untuk ditonton sekali saja, meskipun mungkin agak berasa sedikit buang-buang waktu sih.
Artikel lainnya: https://opinia.id/post/review-film-a-quiet-place-2018-336919
Review film lainnya: https://opinia.id/post/review-anime-mirai-2018-bertemu-seseorang-dari-masa-depan-312240
Sekian review film 2067, aku ingin kembali mengingatkan bahwa ulasan ini bersifat personal ... mood saat menonton, tipe genre yang ditonton dan performa film mempengaruhi ulasan yang kubuat. Mohon maaf bila ada salah-salah kata ya....
Jangan lupa kunjungi juga https://linktr.ee/nurwahidahbi untuk informasi lainnya, follow akun Opinia Kak Bi untuk review film lainnya

Komentar
Posting Komentar