Terbaru

Mencari Ayah: Review Buku Patrick Kellan

Mencari Ayah: Review Buku Patrick Kellan 

Hai, Pengembara. Aku tuh termasuk yang jarang review buku, selain karena stock buku dikit, waktu juga agak susah disesuaikan supaya bisa full time menikmati baca buku.

Di kesempatan kali ini, aku mau mengulas sebuah buku yang direkomendasikan oleh teman dekat. Meskipun sudah lama bacanya, ini akan menjadi buku pertama yang aku ulas di tahun 2026. Semoga saja bisa konsisten baca satu buku per bulan ya. Yuk, masuk ke ulasan selengkapnya.


***


1. Identitas Buku

Judul: Mencari Ayah

Pengarang: Patrick Kellan 

Editor: Vindy Ruslianti

Cover: Derra

Genre: Thriller

Penerbit: Patrick Kellan Publisher / CV. Josh Kellan 

Tebal: 263 halaman

ISBN: 978-623-90855-9-9

Cetakan Kedua, April 2020


2. Tentang Pengarang

Patrick Kellan, lahir dan besar di Bandar Lampung. Menyukai segala tentang seni, terutama seni mencintai dalam diam.

Moto hidup: Selama bukan mengarah pada hal negatif dan merugikan orang lain, lakukan apapun yang kamu suka sampai kamu mendapatkan banyak uang dari situ.


***


3. Blurb

Ada satu sisi yang menganggap kami bertiga adalah orang-orang baik berwajah malaikat, yang selalu menolong, menyelamatkan nyawa mereka atau keluarganya. Sementara sisi lainnya menganggap kami adalah orang-orang jahat, yang dengan mudah menghujamkan pisau dan mencabut nyawa mereka. 

Wajar. Bahwa setiap manusia memang mempunyai sisi hitam putih dalam diri mereka. Karena pada dasarnya tidak ada orang yang benar-benar suci, kita hanya memilih dosa yang berbeda. 

Mencari ayah buku Patrick Kellan photo
Dokpri


4. Isi Resensi

Novel ini secara garis besar bercerita tentang peristiwa dan proses seorang dokter yang sedang mencari ayahnya. Diceritakan dengan gaya alur maju mundur serta sudut pandang campuran yang bisa mengikis emosi saat membaca kalau tidak fokus.

Buku ini memiliki tiga cerita utama dari tiga orang yang memiliki perjuangan hidupnya masing-masing. 

Di awal bab aku menemukan kisah masa kecil Alexei. Masa kecilnya terbilang sulit, terpaksa berpisah dari orang tua, dan berakhir di sebuah panti asuhan yang mengerikan. Tapi, ada secercah harapan yang kemudian membawanya ke tempat terang dan membentuk kepribadian Alexei saat dewasa.

Kemudian, ada juga cerita tentang Allysa, gadis yang sedari kecil merasakan kerasnya perjuangan hidup dan merawat ayah yang sakit-sakitan. Pernah pula mengahadapi pelecehan, sampai akhirnya dia menjadi terbiasa untuk melindungi diri sendiri. Gadis yang tidak kenal takut ini benar-benar butuh uang.

Ada pula sosok Leon yang berbeda kelas dengan kedua tokoh sebelumnya. Di mana dia dibesarkan dalam keluarga yang utuh, tidak butuh peristiwa jatuh bangun dalam hidupnya. Punya ayah dan ibu yang lengkap serta harta berlimpah karena berasal dari keluarga konglomerat. Tapi, tetap saja dia punya masalahnya sendiri.

Saat pertama membaca buku ini kebetulan mood-ku sedang tidak bagus. Sehingga beberapa bab awal terlalu memusingkan. Akhirnya, aku sempat berhenti baca selama beberapa hari dan kemudian mencari waktu yang tepat untuk baca buku ini lagi di saat senggang dan mood sedang bagus.

Kedua kalinya membaca buku ini, akhirnya aku bisa masuk ke dalam cerita. Bang Patrick Kellan seolah sedang memberikan puzzle untuk disusun olehku sebagai pembaca. Aku harus pelan-pelan mencerna setiap penggalan kisah-kisah dan mengaitkan antara bab sebelumnya dengan bab lainnya.

Awalnya banyak banget pertanyaan di kepala. Tentang siapa ini? Kenapa begini? Mau dibawa kemana cerita ini? Ada hubungan apa? Dan lain sebagainya sampai memantik rasa bosanku. Beruntung, semua terkuak juga.

Saat kucari info buku ini di sosial media, aku mendapatkan detil informasi tentang genre buku ini. Sama seperti covernya yang hitam, ini rupanya adalah genre thriller. Genre kesukaanku, makanan favoritku.

Saat membaca buku ini aku ikutan tegang di beberapa adegan, meskipun beberapa adegan lumayan klise dan bukan hal baru, bahkan sesekali aku agak meringis saat membaca bagian yang .... Ya ampun, Leon, kamu jahara deh!


Baca juga: KELAS | REVIEW BUKU NON FIKSI - AINUN CHOMSUM

Review buku lainnya: NODA PADA GADIS KECIL ITU | REVIEW BUKU


5. Kelebihan

Ketegangan yang dihadirkan dalam cerita lumayan seru untuk diikuti, aku suka cara Bang PK menyampaikan pesan-pesan tersirat dalam buku ini. Aku juga suka bagaimana karakter Allysa digambarkan.

Mencari Ayah juga bukan hanya membahas ketegangan dan misteri, tetapi juga bumbu romantis unik yang datang dari Allysa dan Leon. Tidak berhenti di situ, ada beberapa adegan yang kurasa lumayan lucu sebagai pewarnaan dalam keseluruhan cerita. 

Bang PK juga berhasil memvisualisasikan beberapa peristiwa-peristiwa dan adegannya dengan rapi ke dalam buku setebal 263 halaman ini.


6. Kekurangan 

Kekurangan novel ini ada di sudut pandang, ya terlalu sering berpindah-pindah sudut pandanglah yang membuat aku agak susah mengikuti perpindahan tokoh dan ceritanya. 

Menurutku, Bang PK ini sudah melakukan yang terbaik untuk menyampaikan tiga cerita dengan sudut pandang berbeda.

Akan tetapi, secara pribadi aku sempat hampir menyerah karena sering merasa tersesat di bab peralihan. Karena sering kaget tidak diberi aba-aba soal siapa yang tengah dikisahkan saat ini. Tapi, bisa saja orang lain merasa mudah mengerti saat membaca buku ini dan hanya aku saja yang kurang mudeng, sehingga ini bukan masalah besar.

Secara genre, sampai akhir cerita aku masih mencari thriller yang dimaksudkan ini apa? Apa adegan pembunuhan yang menurutku kurang detail dan kurang durasi bacanya? Perkelahian yang justru durasi bacanya malah kepanjangan? Atau intrik antara Alexei dan ayahnya? Hmm, agak kecewa sih, sebab menurutku, vibes thriller-nya masih kurang terasa. Mungkin karena bumbu lelucon dan romantis serta dramatis yang diselipkan bikin aku kurang merasakan thrilling yang dimaksud.


Mencari Ayah Patrick Kellan photo
Dokpri


7. Kesimpulan 

Menurutku cerita ini udah lumayan dark sih, apalagi bagi yang baru mau mengenal genre seperti ini, meskipun di aku agak kurang nendang dikit gituloh.

Oh ya, untuk ending cerita, aku merasa kurang puas atas kisah romansa Allysa dan Leon. Kalau untuk Alexei sih, nggak banyak yang bisa diprotes. Makanya, apakah buku ini ada seri keduanya? Apa gimana nih? Aku pun nggak tahu, karena hanya pinjam buku ini dari teman ehehe.

Jika berkenan, aku mau kasih rating 4.2 hati dari 5 hati untuk buku ini. Ini termasuk buku yang recommended untuk dibaca sih.

Ingat, kalau mau baca ini harus dalam keadaan tenang dan senggang ya, kalau kamu tidak mau merasakan kebingungan seperti aku ehehe. 


***


Terima kasih sudah membaca ulasan buku hari ini, insyaallah setiap tanggal 13 aku akan rutin bikin review buku ya. 

Komentar

Popular