A Killer Paradox (2024): Review Drakor Seru
A Killer Paradox (2024): Review Drakor Seru
Review dramanya Choi Woo Shik dan Son Suk Ku dulu nih. Dramanya sendiri udah Kak Bi nonton sejak awal penayangannya di Netflix, tapi baru sekarang sempat bikin review dramanya ehehe.
Langsung saja masuk ke pembahasannya ya, selamat membaca.
Gambar info data
Sinopsis dan Review Drama A Killer Paradox:
Lee Tang (Choi Woo Shik), mahasiswa biasa yang menjalani hidup seperti orang lain di Korea pada umumnya. Namun, semuanya berubah ketika suatu malam, saat bekerja paruh waktu di sebuah minimarket, dia terlibat pertengkaran dengan seorang pembeli laki-laki.
Dalam situasi yang tegang, Lee Tang tidak sengaja mengayunkan palu dan menghilangkan nyawa pria tersebut. Dipenuhi rasa bersalah dan ketakutan karena sudah memb*nuh orang, Lee Tang mengurung diri di kamarnya.
Sampai kemudian, dia mengetahui bahwa orang yang dib*nuhnya waktu itu ternyata adalah seorang pembunuh berantai.
Dari kejadian itu, Lee Tang menyadari bahwa dirinya memiliki kemampuan aneh untuk mengenali "orang jahat". Kemampuan ini perlahan mengubahnya jadi sosok antihero yang diam-diam menghukum orang yang pernah melakukan kejahatan. Dengan cara keji tentunya.
Namun, aksi Lee Tang tidak berjalan mulus. Seorang detektif dingin, karismatik, dan penuh tekad; Jang Nan Gam (Son Suk Ku) mulai mengejarnya. Detektif Jang bertekad mengungkap kebenaran di balik kasus-kasus misterius yang selalu melibatkan Lee Tang dan penyelidikannya.
***
Baca juga: https://opinia.id/post/7-rekomendasi-drama-korea-psikopat-dan-pembunuh-berantai-281082
Review drama lainnya: https://opinia.id/post/review-dan-sinopsis-drama-korea-connect-pembunuh-berantai-vs-manusia-jenis-baru-280511
Review Drama A Killer Paradox: Rating 7.8/10 untuk drama adaptasi webtoon "Sarinjaonangam" (살인자ㅇ난감), yang mengangkat tema hukum dan moral, berbalut genre aksi dan thriller.
Gambar
Review Drama A Killer Paradox: Akting Kece Para Pemain
1. Choi Woo Shik memerankan Lee Tang sebagai mahasiswa yang berubah menjadi manusia bersifat gelap. Aku suka bagaimana ekspresi Woo Shik dari 'si pecundang' lalu berubah jadi 'si penjahat' yang haus darah orang jahat lainnnya.
Meskipun aktingnya solid banget, sayang karakter Lee Tang terasa kurang berkembang, terutama menjelang akhir episode. Karena fokus terbagi ke beberapa pemain dan karakter lainnya.
2. Son Suk Ku keren sekali jadi detektif. Dia menampilkan performa luar biasa sebagai polisi yang terluka secara emosional akibat masa lalunya. Aktingnya berhasil menciptakan simpati mendalam, tapi kadang aku merasa kesal dan khawatir saat dia fokusnya malah ngejar Lee Tang melulu ehehe....
3. Lee Hee Jun sebagai Song Chon, sosok yang benar-benar jadi plot twist bagiku, karena kemunculannya sama sekali tidak sempat aku tebak. Dia memberikan dimensi baru pada cerita dengan karisma dan performa kuatnya di akhir drama.
4. Yang jadi mbak-mbak tunanetra dan mbak-mbak kasir (aku lupa nama mereka) juga keren banget aktingnya. Bahkan si Roh Bin.
Review drama lainnya: https://opinia.id/post/review-drama-korea-a-bloody-lucky-day-2023-pembunuh-di-taxi-390769
Mungkin Anda sukai: https://opinia.id/post/review-film-dokumenter-terbaik-american-murder-the-family-next-door-2020-398987
Review Drama A Killer Paradox: Kelebihan Drama
1. Visual A Killer Paradox menurutku jadi salah satu keunggulan besar drama ini. Transisi antara masa lalu, masa kini, dan adegan halusinasi dilakukan dengan sangat mulus dan kreatif. Kasih kesan dan pengalaman visual yang unik.
Adegan-adegan suspense yang memikat di awal episode, jadi alasan aku tetap menonton drama ini saat sempat punya feel lanjut atau nggak, karena alasan tertentu.
2. Sebenarnya yang satu ini bisa jadi kelemahan, tapi bagiku di A Killer Paradox justru jadi kelebihan karena berhasil dieksekusi dengan baik.
Narasinya yang berganti-ganti dari sudut pandang Lee Tang, Jang Nan Gam, Mbak-mbak kasir, hingga Song Chon kasih sudut pandang segar dan tidak membosankan.
Dengan hanya delapan episode, drama ini menjanjikan cerita yang bikin tegang dan alur cepat, sat-set banget.
Meskipun begitu, aku yakin setelah episode kelima beberapa di antara kita bakal merasa plotnya agak patah dan agak membingungkan. Tapi, kalau nontonnya serius sih, bakal bisa lebih terhubung lagi.
Gambar
Review Drama A Killer Paradox: Kelemahan Drama
1. Di awal aku ada mention soal genre aksi dan thriller ya kan? Nah, ini di awal dan akhir doang, soalnya elemen thriller-nya cukup lemah di pertengahan, ketutupan nuansa drama yang tiba-tiba kental.
Bagi Opinian yang berharap, bakal banyak elemen thriller yang memukau, mungkin bakal berasa kurang nendang aja. Apalagi, konflik jadi terasa agak datar karena penyelesaian kasus yang terlalu cepat.
2. Beberapa bagian cerita sebenarnya terasa tidak logis, dan dialognya cenderung kurang kuat.
Contohnya soal Roh Bin, komplotannya Lee Tang yang sebenarnya kemunculan dia kayak nggak make sense banget. Gimana dia bisa nemuin Lee Tang? Terus, kok dia pede ya? Nggak pernah ketangkep polisi pula.
Terus soal kemunculan konten dewasa yang nggak perlu. Buat apa dibikin adegan dewasa dan nudity gitu? Buat apa??? Karena menurutku konten dewasanya sama sekali nggak konek dengan cerita.
Okelah, mau bangun sisi halusinasi Lee Tang? Atau mau perkenalan Mbak-mbak kasir? Tapi, kan masih ada cara lain. Ini nih yang bikin aku sempat ogah-ogahan buat lanjut. Untung aja, Son Suk Ku ganteng😅
***
Artikel terkait: https://opinia.id/post/10-rekomendasi-drama-korea-pembunuh-berantai-dan-psikopat-280648
Review drama: https://opinia.id/post/review-drama-beyond-evil-2021-375936
Oke, sekian review drama A Killer Paradox. Mohon maaf kalau ada salah-salah kata ya, review ini aku tulis berdasarkan ingatan aja, soalnya nontonnya udah agak lama. Cuma, baru sempat dibikin ulasannya sekarang.
Terima kasih sudah mampir ke review drama kali ini

Komentar
Posting Komentar