A Bloody Lucky Day (2023): Review Drakor Psikopat
A Bloody Lucky Day (2023): Review Drakor Psikopat
Hai, Pengembara. Review drama hari ini agak dark tapi bukan genre horor. Ini drama bergenre thriller-misteri dengan bumbu psikologis yang berjudul A Bloody Lucky Day.
So, bagaimana bila hari-harimu yang tenang, dengan harapan semua akan baik-baik saja dikacaukan oleh pertemuan nggak terduga? Bagaimana rasanya jadi sopir taxi yang nggak sengaja mengangkut seorang pembunuh? Iih sereeem.
Yuk, simak dalam review drama selengkapnya.
***
***
Sinopsis Drama A Bloody Lucky Day:
Oh Taek adalah seorang sopir taksi biasa yang punya rutinitas monoton. Suatu hari, dia bermimpi melihat banyak babi. Ini sebuah pertanda yang sering dianggap sebagai pembawa keberuntungan.
Betul saja, tak lama setelah itu, di hari yang sama, dia langsung mendapatkan pelanggan dengan penawaran bayaran besar untuk perjalanan ke Mokpo, sebuah kota pelabuhan di Korea Selatan.
Pelanggan tersebut adalah Geum Hyuk Soo, lelaki tampan, tampak ramah dan tidak mencurigakan, dia menawarkan satu juta won kepada Oh Taek tanpa ragu-ragu supaya mau mengantarnya.
Tanpa menyadari bahaya apa yang mengintai, Oh Taek menerima tawaran itu. Sayangnya, perjalanan mereka malah berubah jadi mimpi buruk bagi Oh Taek, waktu dia menyadari kalau penumpangnya ini adalah seorang pembunuh berantai yang baru saja menghabisi nyawa seseorang dan berencana kabur naik kapal di pelabuhan Mokpo.
Sementara itu, di sisi lain ada Hwang Soon Kyu, seorang ibu dari korbannya Hyuk Soo. Dia ini tengah mencari pembunuh anaknya dengan penuh dendam.
Perjalanan tak terduga ini membawa Oh Taek dalam pertarungan mencekam antara seorang ibu yang ingin balas dendam dan seorang pembunuh berbahaya yang tak kenal ampun di dalam taxi-nya.
Ya, hari sial itu datang tanpa permisi sih.
***
Review Drama A Bloody Lucky Day: Rating 8/10 untuk drama yang diadaptasi dari webtoon berjudul Unsuojinnal (운수 오진 날) oleh Aporia (아포리아).
Drama ini kasih cerita thriller psikologis mendalam yang bikin capek, tapi lumayan seru. Yoo Yeon Seok tamvan seperti biasanya~~
Baca juga: Sejarah, Tujuan, dan Pengertian Fotografi
Review lainnya: Imaginary Cat
Review Drama A Bloody Lucky Day: Plot dan Tema Klise tapi Menarik
Sebenarnya plot dan tema seperti ini sudah sangat ramai. Film atau drama yang mengangkat tema gelap dan psikologis, terus menampilkan sisi gelap manusia yang dihadirkan melalui karakter psikopat cerdas, penuh logika keji, dan bisa bikin keputusan-keputusan yang mengerikan. Ya, benar-benar tema pembunuh berantai pada umumnya kan? Klise.
Tapi yang jadi hal menarik adalah, sebagian besar plot dalam drama ini berfokus dalam dinamika antara sang pembunuh berantai, seorang ibu dengan dendam kesumat dan sopir taksi yang terperangkap dalam situasi menakutkan.
Sebagai penonton, kita akan diajak untuk melihat bagaimana seorang laki-laki tua biasa dipaksa untuk bertahan hidup dan melindungi diri dari bahaya yang nggak pernah dibayangkan sebelumnya.
Jujur saja, ada rasa takut dan kekhawatiran usai menonton drama ini. Kebetulan om-om dan para sepupu Kak Bi ada yang kerja sebagai sopir, makanya jadi was-was deh. Jangan sampai ketemu penumpang gila kayak Hyuk Soo. Ah, semoga kita semua selalu ada dalam lindungan Tuhan. Lah, malah curcol.
***
Review Drama A Bloody Lucky Day: Kelebihan Drama
1. Sebenarnya terlalu biasa kalau hanya membahas akting para aktor, soalnya semuanya memang udah aktor-aktris kawakan. Para pemeran utama seperti Lee Sung Min dan Yoo Yeon Seok berhasil kasih performa yang memukau, menampilkan emosi ketakutan, putus asa, sampai harapan dengan sangat mendalam.
Yoo Yeon Seok jadi antagonis yang digambarkan sebagai pembunuh dan psikopat, Pemikirannya nggak masuk akal, tetapi logis dalam kerangka pikiran, bikin sakit kepala weh. Yeon Seok kenapa kamu jadi psikopat? Aku nggak mau ingat kamu sebagai psikopat ... wkwkwk....
Oh ya, karakter ibu yang diperankan oleh Lee Jung Eun juga kasih kedalaman tersendiri, menggambarkan rasa duka dan keinginan balas dendam yang sangat kuat. Makanya, untuk akting para pemain nggak ada yang bisa dibahas. Perfect.
2. Tahu, nggak? Drama ini atmosfernya gelap. Penataan adegan menggabungkan elemen horor, thriller, dan psikologis yang sangat terasa dan sukses bikin menciptakan suasana tegang. Meskipun ada catatan kecil yang agak merusak suasana yang sudah terbangun ini sih.
Review Drama A Bloody Lucky Day: Kekurangan Drama
1. Bertele-tele dan agak dipanjang-panjangin, mungkin untuk tujuan komersial sih. Ini terasa banget setelah episode enam, sebenarnya bisa aja selesai di situ. Tapi, malah lanjut sampai episode 10. Akibatnya, beberapa bagian cerita terasa berlarut-larut tanpa perkembangan signifikan, kesannya malah berputar-putar dan mengurangi atmosfer gelap yang sudah dibangun sampai episode 6.
2. Eksekusi endingnya juga biasa aja, jinjja. Konfrontasi utama antara karakter ibu korban dengan Geum Hyuk Soo, yang seharusnya jadi puncak emosi malah berasa antiklimaks. Karakter ibu yang sebelumnya digambarkan sangat kuat dan bertekad dalam mengejar balas dendam, tiba-tiba nggak berguna.
Selain itu, si detektif yang kurang berkembang karakternya dan kemunculan anak dari sopir taksi juga klise banget. Bikin kehilangan rasa soal kedalaman emosi yang sudah dibangun dari awal. Ya, seperti kataku, drama ini memang kehilangan arah pada beberapa episode terakhirnya.
***
Ya, segitu aja review drama kali ini. Pengembara nggak penasaran kan bagaimana ketegangan antara sopir taksi biasa dan pembunuh berantai ini berlangsung selama 10 episode? Kalau ya, buruan nonton.
Secara keseluruhan, drama ini mungkin bukan untuk semua orang, terutama yang tidak tahan dengan elemen-elemen psikologis dan kekerasan ekstrem. Meski demikian, bagi pencinta thriller psikologis dengan nuansa horor, A Bloody Lucky Day layak ditonton kok. Meskipun bakal berasa sedikit bosa di empat episode terakhir.
Terima kasih sudah baca review drama A Bloody Lucky Day. Mohon maaf kalau ada typo dan kesalahan, silakan tinggalkan komentar di bawah ya.


Komentar
Posting Komentar