Terbaru

Tangan Anak Manja: Cerpen Kak Bi

Tangan Anak Manja: Cerpen Kak Bi


Cerpen Kak Bi kali ini terinspirasi dari kisah nyata. Silakan duduk manis dan selamat membaca.


***


[Cerpen Kak Bi] Percaya, tidak? Kalau anak manja bisa dilihat dari kondisi tangannya? Mulus atau tidak? Jika tangan merona kemerahan, jari lentik dan mulus tanpa bekas luka. Maka di mata orang-orang itu adalah tangan anak manja. Hmm, begitulah kata 'mereka'.

Ini bukan sekadar cerpen fiksi yang kukarang sendiri, melainkan sebuah isu yang beredar dan bersirkulasi di sekitarku jauh sejak masih kanak-kanak.

Saat masih duduk di sekolah dasar, aku sering disebut anak berkuku cantik. Karena punya kuku yang cepat panjang, merah muda pastel di bagian kuku tengah dan berwarna putih susu di ujung kuku yang mencuat kala lupa dipotong, bukannya berwarna bening, kuning atau kotor. 

Berbeda. Itu kataku pada teman-teman sekolah. Mereka bahkan punya kepercayaan jika menggali kukuku dengan kuku mereka sendiri, maka mereka akan punya warna kuku putih susu yang sama seperti milikku.

Karena beberapa alasan aku memang sering memanjangkan kuku, salah satunya alasan berantem. Aku harus punya alat bertarung dari anak laki-laki yang sering merundung. Terkadang kuku dipotong habis menjelang pemeriksaan kuku.

Aku tidak tahu apa kuku teman-teman yang sering menggali kukuku dengan harapan punya warna kuku yang sama, benar-benar menjadi mirip punyaku atau tidak. Sebab, aku tidak pernah bertanya dan saat tanganku diambil untuk mereka mainkan. Aku berikan saja.

Selain kuku, aku disebut punya tangan mi. Ya, kata kakak-kakak tetangga tanganku selembut mi ketika mereka pegang. Berbeda dengan tangan anak-anak seusia. Klaim mereka karena aku tidak pernah cuci piring dan selalu makan mi instan. Lucu sekali ya.


Baca juga: Pizza untuk Naura

Cerpen lainnya: Penelepon Misterius


Well, di usia sekolah dasar aku memang jarang mencuci piring. Tapi, kalau tidak pernah mencuci piring, itu sebuah fitnah. Aku bahkan mencuci pakaian dan sepatu, lantas apa hubungannya dengan tangan yang kata mereka lembut karena jarang mencuci?

Perkara tangan pun semakin berlanjut saat remaja, aku disebut si tangan anak manja. Sebab menurut mereka aku tak pernah bekerja di rumah. Aku hanya orang yang selalu menerima pekerjaan orang lain saat sudah selesai.

Faktanya, aku hobi memasak dan berkebun. Aku pandai memegang cangkul, bunga-bunga akan tumbuh sehat saat kurawat tanpa sarung tangan. Cita-citaku menjadi chef, masakanku bukan sekadar mi instan, nasi goreng dan telur ceplok.

Sampai sekarang, tanganku masih lembut dan masih saja mendengar julukan tangan si anak manja. Hanya gara-gara aku tidak teledor dalam bekerja dan selalu berhati-hati agar tidak terluka di tangan. Padahal selain mengidap hiperhidrosis yang membuat tanganku terus lembab karena terus berkeringat, kulitku termasuk kulit sensitif dengan segala keluhan yang selalu dipendam sendiri, membuatku harus berhati-hati.


***


[Cerpen Kak Bi] Adakalanya tangan ini mengelupas juga karena terlalu lama berendam di air saat banyak cucian. Adakalanya mengelupas karena tak cocok dengan deterjen. Adakalanya teriris pisau, adakalanya bengkak karena menulis, bahkan pernah luka parah karena hewan kesayangan. 

Tetap saja, setelah itu tangan ini kembali halus hanya dengan salep gatal saat alergi atau lotion saat tangan kering dan mengelupas.

Apa yang salah dengan punya tangan lembut? Dijuluki si tangan mi, kuku cantik, tangan anak manja, bukan tangan pekerja dan lain sebagainya, sebenarnya bukan hal yang buruk. Stereotip yang muncul karena tangan anak manjalah yang membuatku iritasi.

Hanya karena tanganku tak sekasar tangan mereka, lantas aku secara otomatis menjadi seorang manusia yang hanya ongkang-ongkang kaki di dalam rumah? Anak manja yang selalu minta disuapi? Tidak pandai bekerja dan mengurus rumah?

Tangan lembut dan halus ini sebenarnya kurang kusukai karena dia sangat rapuh dan sensitif. Tapi, aku menganggapnya sebagai sebuah anugerah, di mana aku akan terus menuai pahala saat ada yang menghujat dan menilai diri ini berdasarkan tangan.

Terima kasih, Tuhan. Telah menciptakan tangan anak manja dan memberikan ladang pahala untuk hambamu ini. 


***


[Cerpen Kak Bi] Sesekali, pujilah dirimu sendiri. Hal yang dianggap kekurangan, bisa jadi sebuah kelebihan yang membuat orang lain begitu iri dengki, dan ingin menjadi dirimu.

Tertanda,

Layla Non Majnun.


***


TAMAT

Gorontalo, 18 Desember 2023


Terima kasih sudah membaca cerpen yang terinspirasi dari kisah nyata ini 😅

Jika ada yang menganggap cerita fiksi ini beneran asli, ya silakan. Karena ide cerita fiksi ini dan segala keluhan-keluhannya memang muncul gara-gara tanganku sendiri ehehe....

Komentar

Popular