Langsung ke konten utama

Terbaru

Drama Korea HAECHI (2019): Drakor Sageuk Jung Il Woo dan Go Ara

Drama Korea HAECHI (2019): Drakor Sageuk Jung Il Woo dan Go Ara Selain Lee Jun Ki, Jung Il Woo adalah salah satu aktor Korea yang paling cocok memerankan drama Sageuk. Di kesempatan kali ini, aku mau bahas drama Haechi, di mana Jung Il Woo dipasangkan dengan Go Ara. Langsung masuk ke ulasannya saja ya. *** Info Drama Judul:  Haechi Sutradara: Lee Yong Seok Penulis Naskah: Kim Yi Young Genre: Aksi, Petualangan, Sejarah, Politik, Romantis  Pemain: Jung Il Woo, Go Ara, Kwon Yul, Park Hoon, Lee Kyoung Young, Jung Moon Sung, Bae Jung Hwa Rilis: 11 Februari 2019 - 30 April 2019 Episode: 48 (SBS) Durasi: 30 min Negara: Korea Selatan Rating Usia: 15+ *** Sinopsis Drama Haechi: Pada era Dinasti Joseon, Pangeran Lee Geum (Jung Il Woo) atau Pangerang Yeoning, merupakan seorang pangeran cerdas dan bijaksana yang tidak bisa jadi calon penerus raja.  Lee Geum tidak diakui sebagai pangeran sejati karena ibunya berasal dari kelas rendah. Akan tetapi, dia punya visi besar untuk masa depan...

Nonton Film Bikin Sehat, Ini 13 Rekomendasi Film Tema Olahraga

Nonton Film Bikin Sehat, Ini 13 Rekomendasi Film Tema Olahraga 

rekomendasi-film-olahraga-01.jpg
rekomendasi-film-olahraga-01.jpg



Ada yang suka film atau drama bertema sports alias olahraga? Nah, ini dia rekomendasi film olahraga yang sudah kutonton.

Film atau drama bertema sports memang seru buat sebagian orang. Untuk aku sendiri, film olahraga tuh kurang menarik. Tapi, ada beberapa film yang aku tonton dan malah bagus banget sampai akhirnya aku suka.

Di sini aku rangkumkan film bertema olahraga apa saja yang pernah aku tonton ya. Selamat menonton!


***


1. Air Bud (1997)

Siapa sih yang nggak tahu Air Bud? Film ini definisi legendaris buat anak 90-an. Bayangin aja, premisnya sederhana tapi unik, tentang seekor anjing stray yang nggak cuma jadi sahabat anak laki-laki kesepian, tapi juga punya bakat main basket yang bikin melongo. 

Lewat arahan sutradara Charles Martin Smith, film ini bukan sekadar komedi keluarga tentang anjing yang bisa cetak skor, tapi lebih ke soal loyalitas dan bagaimana sebuah pertemanan bisa nyembuhin rasa trauma atau sepi. 

Tagline-nya ikonik: He Sits, He Stays, He Shoots, He Scores. 


2. Bring it On (2000)

Dibandingkan film remaja pada masanya, Bring It On menonjol karena berhasil memotret sisi kompetitif cheerleading sebagai olahraga yang menuntut disiplin fisik tinggi. 

Fokus ceritanya ada pada perjuangan tim Toros dalam mempertahankan gelar juara nasional untuk keenam kalinya, yang kemudian berubah menjadi ujian integritas saat kapten baru mereka menyadari bahwa koreografi timnya adalah hasil curian. Film garapan Peyton Reed ini sangat kuat dalam menyajikan dinamika tim, sinkronisasi gerakan akrobatik, serta ambisi besar untuk menjadi yang terbaik di panggung nasional. 


3. Marathon (2005)

Film yang diperankan Cho Seung Woo ini mengisahkan perjalanan seorang pemuda autis yang menemukan bakat lari dalam dirinya, dengan dukungan ibu dan sang pelatih, dia pun berlatih untuk ikut berkompetisi dalam sebuah lomba maraton. 

Pemuda ini selalu bermimpi untuk bisa berpartisipasi dalam acara seperti itu. Setiap orang punya alasan untuk berlari, setiap ibu tak butuh alasan untuk mendukung anak-anaknya sendiri.


4. Speed Racer (2008)

Speed Racer adalah film aksi-komedi-olahraga tahun 2008 yang ditulis dan disutradarai oleh Wachowskis, berdasarkan seri manga karya Tatsuo Yoshida. Cerita berpusat pada Speed Racer, seorang pembalap mobil berusia 18 tahun yang mengikuti karier saudaranya yang sudah meninggal.

Kemudian memilih setia pada keluarganya dan perusahaan mereka, Racer Motors. Akan tetapi, ketika korupsi di liga balapan kemungkinan menyebabkan kematian saudaranya, dia harus bekerja sama dengan polisi dan sosok misterius Racer X untuk mengakhiri korupsi dan aktivitas kriminal yang ada.


5. Take Off (2009)

Kategori sports drama Korea Selatan punya standar yang tinggi. Film arahan sutradara Kim Yong Hwa ini bukan sekadar fiksi, tapi terinspirasi dari kisah nyata tim lompat ski nasional pertama Korea yang dibentuk secara dadakan demi ambisi menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2002.

Dengan durasi 137 menit, kita diajak melihat transisi emosional para karakternya, dari sekelompok orang buangan yang tidak punya latar belakang atlet profesional, hingga akhirnya bersatu demi harga diri bangsa. Dinamika antara ambisi politik dan perjuangan fisik para atletnya dieksekusi dengan sangat solid, menjadikannya salah satu film terbaik tahun itu.


Baca juga: KELAS | REVIEW BUKU NON FIKSI - AINUN CHOMSUN

Rekomendasi lainnya: 13 REKOMENDASI DRAKOR FIKSI ILMIAH


6. A Barefoot Dream (2010)

Kim Won Kang (Park Hee Soon), seorang mantan pemain sepak bola profesional. Setelah beberapa usaha dari mimpi besarnya gagal, secara kebetulan pergi mengunjungi Timor Leste. 

Di sana, dia menemukan anak-anak bermain sepak bola tanpa sepatu di lapangan berbatu. Menyadari peluang bisnis baru karena negara itu tidak punya satu pun toko perlengkapan olahraga, dia memulai rencana untuk cepat kaya dengan menjual sepatu olahraga kepada anak-anak yang bermain tanpa sepatu tersebut. 

Sayangnya, tidak ada yang mampu membayar 60 dolar untuk sepasang sepatu. Akibatnya, dia justru menjadi pelatih untuk tim anak-anak usia 10 tahun yang lusuh, dengan prospek suram.

Film ini didasarkan pada kisah nyata Pelatih Kim Sin Hwan, yang merupakan Hiddink-nya Timor Leste.

rekomendasi-film-olahraga-02.jpg
rekomendasi-film-olahraga-02.jpg


7. Mr. Go (2013)

Mr. Go memperkenalkan gorila paling luar biasa di dunia. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Kim Yong Hwa berdasarkan komik 1984 Huh Young Man: The 7th Team. Dibintangi oleh Xu Jiao (pemeran Dicky dalam film CJ7) dan Sung Dong-il.

Wei Wei (Xu Jiao), seorang ringmaster sirkus berusia 15 tahun, setelah kakeknya meninggal yang tersisa hanya dirinya dan gorila Ling Ling saja. Berkat cinta kakeknya pada bisbol, Ling Ling dilatih untuk bermain bisbol dan bintang bisbol terkenal, dengan Wei Wei sebagai manajernya.


8. The Swimmers (2014)

Ice mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, setelah hamil karena hubungan terlarang dengan Perth (Chutavuth Pattarakampol); sahabat baik dari pacarnya.

Dia kemudian kembali menghantui Perth. Perth adalah cowok sejati, yang tidak punya rahim dan tiba-tiba bisa merasakan detak jantung janin di tubuhnya. Padahal, dia bukan transgender dan bayi itu terasa di perut six pack-nya yang merupakan seorang atlet renang di sekolah.

Sementara itu, Tan mencari tahu siapa yang membuat Ice melakukan tindakan itu untuk membalaskan dendam sang pacar.


9. My Annoying Brother (2016)

Istilah, terkadang saudara tidak lebih baik dari orang asing. Mungkin cocok untuk menggambarkan film ini.

Bercerita tentang Doo Sik (Cho Jung Seok) yang mendekam di penjara karena penipuan. Adiknya, Doo Young (Do Kyung Soo), adalah seorang atlet judo berbakat, tetapi mengalami cedera selama pertandingan dan membuat Doo Young kehilangan penglihatannya. 

Di hadapan dewan pembebasan bersyarat, Doo Sik menggunakan cedera saudaranya untuk memohonkan pembebasannya. Doo Sik pun bebas, dengan syarat dia akan merawat Doo Young selama 1 tahun.

Doo Young selama ini tinggal sendirian di rumah keluarga setelah kehilangan kedua orang tuanya. Sejak kehilangan penglihatan, Doo Young menutup diri dari dunia. Pelatih judo-nya, Soo Hyun (Park Shin Hye), adalah satu-satunya orang yang masih berhubungan dengan Doo Young. 

Setelah 15 tahun, Doo Sik akhirnya muncul kembali di rumah, dan kedua saudara itu mulai tinggal bersama, meskipun mereka saling membenci.


Artikel lainnya: REKOMENDASI LAGI, 13 DRAMA KOREA SEDIH UNTUKMU

Mungkin Anda sukai: REVIEW FILM ALITA: BATTLE ANGEL (2019) | ALITA, SI CYBORG CANTIK


10. Diva (2020)

Diving Diva; Yi Young (Shin Min Ah), si ratu loncat indah ini memiliki semuanya. Mulai dari keterampilan, kecantikan dan kepribadian. Satu-satunya hal yang menghalangi dirinya adalah tidak bisa bersama sahabat terbaiknya, Soo Jin yang merupakan atlet renang akibat sebuah kecelakaan aneh. 

Akibat kecelakaan itu, Yi Young kehilangan ingatannya dan Soo Jin menghilang. Dalam situasi tersebut, Yi Young mendapatkan kembali keterampilan menyelamnya, tetapi keinginannya yang kuat untuk mempertahankan posisinya sebagai diva dan hilangnya Soo Jin mendorongnya ke dalam kegilaan. Film Thriller ini akan membawamu pada kengerian di kolam renang.


rekomendasi-film-olahraga-03.jpg
rekomendasi-film-olahraga-03.jpg


11. Double Patty (2021)

Sebuah film ringan dengan tema sports dan drama. Ada Kang Woo Ram (Shin Seung Ho) yang merupakan mantan pegulat Korea, dia sedang sibuk bersiap-siap untuk mendapatkan pekerjaan lain. 

Dia bertemu Lee Hyun Ji (Irene Red Velvet) yang bermimpi menjadi penyiar berita, tapi bekerja di restoran hamburger. 

Suatu malam, Woo Ram mengunjungi restoran hamburger dan memesan hamburger double patty yang sedang diskon "beli satu, gratis satu". Inilah awal dari hubungan mereka.


12. Bubble (2022)

Bubble membawa olahraga ekstrim; Parkour sebagai tema film. Tokyo telah menjadi taman bermain bagi sekelompok anak muda yang kehilangan keluarga, kota itu menjadi medan pertempuran tim parkour saat mereka melompat dari gedung ke gedung. 

Film ini membawakan cerita di mana Tokyo ditinggalkan karena kelainan gravitasi. Seorang pemuda berbakat; Hibiki, bertemu seorang gadis misterius bernama Uta di sana.


13. Dream (2023)

Seorang pemain sepak bola terkenal, Hong Dae (Park Seo Jun), terlibat dalam kasus penyerangan dan akhirnya diangkat sebagai pelatih untuk tim nasional sepak bola. Bukan tim biasa, tim ini berisi para Tunawisma di Korea Selatan.

Tim ini akan berkompetisi dalam 'Homeless World Cup' dan akan dijadikan film dokumenter oleh seorang produser dokumenter, So Min (Lee Ji Eun).

Dia akan merekam kisah mereka, sementara Hong Dae akan berjuang melatih para tunawisma dengan pasrah dan sekadarnya saja.


***


Selain film, sebenarnya aku juga nonton drama Korea bertema olahraga seperti No Limit yang membahas sepak bola, Reply 1994 dan Prison Playbook yang membahas bisbol. Ada juga dramanya Kwang Soo yang berjudul Puck!, itu tentang olahraga es hoki gitu, Run On tentang atlet lari, Racket Boys soal badminton bahkan sempat ada anak Yannie Kim juga main di drama ini dan sempat diprotes karena terkesan menjelekkan Indonesia pada salah satu episode-nya eheheh sampai drama 25-21 yang isinya atlet anggar.


Nah, gimana? Pengembara suka nonton film olahraga, nggak? Kalau aku sih tergantung jenis olahraga, sinopsis dan pemainnya. Lumayan pemilih kalau film bertema olahraga, lihat aja nih, sepanjang 30 tahun tontonannya baru itu doang😅

Baiklah, terima kasih sudah baca rekomendasi film olahraga ini ya~~



Komentar

Popular