Terbaru
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pohon Kering dalam Gersangnya Hidup: Prosa Kak Bi
Pohon Kering dalam Gersangnya Hidup: Prosa Kak Bi
Di tengah padang pasir yang luas dan tandus, terdapat sebuah pohon kering yang berdiri tegak. Pohon itu tak lagi memiliki daun hijau yang rimbun seperti pohon-pohon di hutan sana, tapi hanya tersisa ranting-ranting kering yang saling bersilangan di sekitar.
Pagi yang cerah, sinar matahari yang terik menerpa pohon kering dan menciptakan bayangan panjang yang melintang di atas pasir gersang.
Di sinilah tempat pohon itu berada, di tengah gurun yang panas dan tak berpenghuni. Setiap kali angin bertiup kencang, pasir yang terbawa angin menghantam pohon itu seperti pasukan yang menyerang benteng. Tapi, entah karena alasan apa pohon itu tetap berdiri tegar? Harusnya tumbang saja, tapi dia memilih menahan serangan angin dan pasir yang tak pernah berhenti.
Pohon itu menjadi satu-satunya makhluk hidup yang terlihat di sekitar padang pasir. Tak ada satu pun hewan dan manusia yang peduli tentang keberadaannya. Tak ada orang yang mau merawat atau menyiraminya. Pohon itu terdiam sendiri di tengah gurun, seakan menunggu waktu yang tak pasti.
Malam-malam dingin, berbincang ia sendiri bersama bintang. Fajar kelabu sendu, meringkuk ia mengharap dedaunan bertumbuh lagi. Pada siang mencekik, mengeluh dia pada bayangan memanjang ke timur.
Namun, meski diabaikan oleh manusia, pohon itu memilih tetap hidup. Ia memiliki akar yang menjalar ke dalam tanah dan terus mencari air dari bawah permukaan. Pohon itu memiliki kekuatan yang luar biasa, kekuatan yang tak terlihat oleh mata manusia. Di balik kulit kering dan ranting-ranting yang patah, ada kehidupan yang sedang bersembunyi di dalamnya.
Suatu hari, angin kencang melanda padang pasir, membawa kenangan, debu dan pasir dalam jumlah besar. Angin itu menggoyangkan pohon kering, membuatnya gemetar dan berguncang. Ditancapkan akarnya menembus inti bumi yang bisa dicapai dan ketika angin berlalu, pohon itu masih berdiri dengan gagahnya.
Seolah doa dan tasbih didengar Sang Pencipta. Tak lama setelah itu, terjadi hujan lebat di padang pasir. Air turun dari langit, mengalir di permukaan pasir dan membasahi pohon kering itu. Nikmatnya tiada tara.
Ranting-ranting yang kering dan retak tiba-tiba berubah lunak dan lembut. Hujan terus membasahi selama seminggu lamanya, bagaikan obrolan positif dengan semangat hidup. Kesabaran pohon kering berbuah satu tunas kecil yang muncul di ujung ranting-ranting itu. Tunas itu mulai tumbuh dan berkembang dengan cepat.
Baca juga: KOMPLOTAN DAN SALAH PEGANG: CERPEN KOMEDI
Mungkin Anda sukai: FIRASAT | CERPEN MISTERI KAK BI
Hari demi hari, tunas itu tumbuh menjadi cabang yang baru. Pohon kering layu dan tersungkur ke bawah, daun hijau dan segar pun mulai muncul di atas cabang. Dengan cepat, pohon itu kembali hidup dan tumbuh dengan subur melalui pohon kering yang menang oleh penantian.
Ranting-ranting yang sebelumnya patah dan kering kini telah digantikan dengan cabang-cabang yang baru dan daun yang hijau. Pohon kering itu telah bertahan hidup di tengah gurun yang tak bersahabat. Meski terlihat rapuh dan terabaikan, ia memiliki kekuatan dan ketahanan yang luar biasa. Di dalamnya ada semangat dan kehidupan yang tak pernah padam.
Ia menunjukkan kepada manusia yang tak sengaja lewat, bahwa di balik kekeringan dan kemarau, ada kekuatan dan ketahanan yang luar biasa. Di dalamnya ada semangat dan kehidupan yang tak pernah padam, ia tunjukkan kepada manusia bahwa di balik kekeringan dan kemarau, ada kesabaran yang terus membara dalam dirinya.
Saat matahari terik dan angin kencang, pohon itu tak pernah menyerah. Ia tetap berdiri tegak, merangkul angin dan pasir sebagai bagian dari kehidupannya. Pohon kering itu mungkin tak pernah mengeluarkan suara atau bahkan bergerak, tapi ia mengajarkan manusia tentang kesederhanaan dan keteguhan.
Di dalam hati manusia, ada pohon kering yang sama dari gersangnya hidup. Sebuah kekuatan yang sama seperti pohon kering itu. Meski mungkin terasa rapuh dan terabaikan, ada semangat dan kehidupan yang tak pernah padam di dalamnya. Belajar bersabar dan gigih, maka manusia akan bisa bertahan di tengah kekeringan dan kemarau dalam gersangnya hidup.
Pohon-pohon yang tengah rapuh dan rentan dalam diri manusia. Janganlah ditebang! Kepala-kepala menunduk karena omelan bos dan omongan tetangga adalah angin dan pasir yang akan membantu manusia tetap berusaha mencari aliran air dan menunggu datangnya hujan lebat. Kesabaran akan mengalir dalam diri kita, bahkan di tengah kesulitan dan keterbatasan yang mungkin kita hadapi, tanpa batas, tak terarah, acak untuk siapapun yang memiliki pohon kering dalam gersangnya hidup.
Gorontalo, April 2023.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Popular
Review Drakor tentang Game: My Dearest Nemesis (2025)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Lost in Starlight (2025): Review Film Animasi Korea Selatan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Cerpen Gratis: Kemungkinan yang Tak Terlihat
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar