Terbaru

Hi-Five (2025): Review Film Superhero Korsel

Hi-Five (2025): Review Film Superhero Korsel



Film Korea Hi-Five menghadirkan film superhero murni dengan gaya khas lokal nih. 

Ini bukan sekadar orang berkekuatan super, tapi benar-benar membangun tim, konflik, hingga musuh utama ala-ala film Marvel atau DC gitu. Tapi dibikin ada humor absurd, kritik sosial, dan sentuhan budaya Korea yang kental.

Simak ulasannya di bawah ini ya~~


***


Info Film

Judul: Hi-Five

Genre: Action, Comedy, Sci-Fi, Fantasy

Sutradara dan Penulis Naskah: Kang Hyung Chul

Pemain: Lee Jae In, Ahn Jae Hong, Ra Mi Ran, Kim Wee Hon, Oh Jung Se, Jin Young, Yoo Ah In, Shin Goo 

Tayang: 30 Mei 2025

Durasi: 1 Jam 59 Menit

Rating Usia: 15+


***


Sinopsis Film Korea Hi-Five: 

Apa jadinya kalau lima orang asing yang tidak punya kesamaan apa pun tiba-tiba terikat oleh satu takdir yang mustahil? 

High Five menceritakan kisah Wan Seo (si jenius Taekwondo), Ji Seong (penulis yang sedang terpuruk), Seon Nyeo (manajer pemula), Yak Seon (ketua tim yang kaku), dan Gi Dong (pengangguran nyentrik). Hidup mereka terselamatkan melalui transplantasi organ. Mulai dari jantung, paru-paru, ginjal, hati, dan kornea dari satu pendonor misterius yang sama.

Namun, yang mereka terima bukan sekadar kesempatan hidup kedua. Masing-masing dari mereka mewarisi kekuatan supernatural yang unik dan sulit dijelaskan. Setelah menyadari adanya tanda aneh di tubuh serta koneksi satu sama lain, kelimanya terpaksa membentuk sebuah tim. Masalahnya, menyatukan lima kepribadian dan nilai hidup yang bertolak belakang bukanlah hal mudah; pertengkaran dan kekacauan selalu mengikuti ke mana pun mereka pergi.

Di sisi lain, ancaman besar muncul dari Yeong Chun, pemimpin sekte "Gereja Tuhan Baru" yang karismatik sekaligus berbahaya. Dia menerima transplantasi pankreas dari pendonor yang sama dan mendapatkan kemampuan yang mengerikan. Menganggap kekuatan tersebut sebagai anugerah ilahi, Yeong Chun bertekad memburu dan menyerap kemampuan lima orang lainnya demi menjadi sosok yang tak tertandingi.


***


Review 7.8/10 untuk film yang kalau ditonton tanpa ekspektasi tinggi, bisa menjadi hiburan menyenangkan dengan aksi konyol dan para karakter yang karismatik. 

Tapi, jangan berharap kedalaman cerita dan kualitas visualnya bakal setara film superhero Hollywood ya.


Baca juga: MENGENAL INFJ, SI KEPRIBADIAN LANGKA: ESAI KAK BI

Review lainnya: CRIME SCENE: THE TEXAS KILLING FIELDS (2022), DOKUMENTER KASUS PEMBUNUHAN


Review Jujur Film Hi-Five:

Sejak awal, Hi-Five sudah jelas nggak berniat jadi film realistis. Film ini berdiri di wilayah komedi absurd, penuh aksi berlebihan, dan logika yang sering kali dikesampingkan demi kesenangan. Pendekatan ini sebenarnya cukup konsisten, di sisi lain juga jadi kelemahan terbesar film ini.

Konsep kekuatan super yang berasal dari organ transplantasi terasa segar banget dan unik. Ada sentuhan fiksi ilmiah yang seharusnya bisa digali lebih dalam, yaitu tentang identitas tubuh, etika medis, dan hubungan antara fisik dan kekuatan spiritual mereka semua. 

Sayangnya, film ini hanya menyentuhnya di permukaan, benar-benar fokus ke bagaimana kekuatan organ itu berkembang di tubuh barunya. Banyak pertanyaanku dibiarkan menggantung, seperti asal-usul donor organ, logika kematian donor, hingga makna apa yang dialami si antagonis.

Dari segi tone, Hi-Five berada di persimpangan yang membingungkan. Di satu sisi, film ini rasanya pengin jadi film superhero serius dengan ancaman kultus dan figur Tuhan palsu. Di sisi lain, humor slapstick dan kebodohan yang disengaja membuat konflik terasa jadi kurang berbahaya. Dan bawaannya ketawa, meskipun ada juga jokes yang nggak cocok di aku eheheh....

Akibatnya, aku jadi agak sulit menentukan apakah film ini ingin aku ketawa, atau merasa tegang sih?

Well, kekuatan terbesar Hi-Five terletak pada chemistry para pemainnya loh. Interaksi antar karakter terasa hidup dan menghibur. Kompak banget mereka.

Jin Young sebagai antagonis juga kasih performa yang solid. Dia berhasil tampil berbeda dari peran-peran manisnya sebelumnya. Meski durasi tampilnya terbatas, auranya sebagai villain cukup terasa kok, yaaa ... walau sayangnya nggak dieksplorasi maksimal. Kapan lagi lihat Jin Young villain era, kan ya.

Sementara itu, Lee Jae In sebagai karakter remaja perempuan berkekuatan super menjadi salah satu elemen paling menyegarkan di film ini. Dia kuat, gesit, dan nggak diposisikan sekadar pelengkap.

Sayangnya, memang bagiku struktur ceritanya terasa agak tergesa-gesa. Banyak karakter diperkenalkan lalu ditinggalkan begitu saja. Konflik muncul dan diselesaikan terlalu cepat, bikin emosi yang seharusnya kuat justru kadang bisa tiba-tiba datar. 

Dari sisi visual, CGI menjadi titik paling penting. Efeknya terlihat agak kasar, kurang realistis, dan kadang terasa seperti animasi murahan. Apakah ini pilihan gaya atau keterbatasan teknis, hasil akhirnya tetap agak mengganggu bagiku. Di film superhero, efek visual adalah elemen penting ya, dan Hi-Five jelas belum berada di level ideal. Eh, tapi bisa jadi memang agak digarap sekadarnya untuk menyesuaikan genre komedinya.


***


Hi-Five bisa dibilang adalah film yang masih jauh dari kata sempurna, tapi tetap layak diapresiasi sebagai langkah berani sinema Korea dalam genre superhero. 

Sebelumnya juga ada psychokinesis kan, tapi itu superhero solo gitu. Nah, ini lebih ke tim superhero makanya nggak bisa dibilang jelek jug. Karena memang masih cukup seru dan menghibur bagiku dibandingkan film Psychokinesis itu.

Sekian review hari ini, terima kasih atas dukungannya. Semoga sehat selalu ya~~

Komentar

Popular