Arthdal Chronicles (2019): Drakor Terbaik Song Joong Ki
Arthdal Chronicles (2019): Drakor Terbaik Song Joong Ki
Arthdal Chronicles adalah salah satu drama Korea yang mengusung genre fantasi sejarah dengan dunia fiksi buatan bernama Arth. Iya, sebelum ada drama Alchemy of Souls sudah ada drama ini ehehe.
Drama Arthdal Chronicles terasa sangat berbeda dari kebanyakan K-drama yang beredar. Kalau Pengembara suka cerita-cerita ala Game of Thrones gitu, penuh konflik politik, kisah cinta terlarang, ramalan misterius, dan pertarungan kekuasaan, maka drama ini bisa jadi tontonan yang cocok banget buat kamu.
Apalagi drama ini bertabur bintang gaees, seperti Song Joong Ki, Jang Dong Gun, Kim Ji Won, dan Kim Ok Vin, serta didukung deretan aktor pendatang baru yang kualitas aktingnya nggak kalah keren.
Bertahun-tahun sudah berlalu, aku masih belum bosan merekomendasikan drama ini. Drama ini sebenarnya sudah aku bahas di Instagram dan Opinia. Tapi aku bahas di sini lagi ya~~
***
Info Drama
Judul: Arthdal Chronicles
Sutradara: Kim Won Suk
Penulis Naskah: Kim Young Hyun, Park Sang Yeon
Genre: Fantasi, Romansa, Sejarah,
Rilis: 1 Juni - 7 Juli 2019 (Part 1-2) / 7 September- 22 September 2019 (Part 3), Netflix
Episode: 18
Durasi: 70 Menit
Negara: Korea Selatan
Rating Usia: 15+
***
Sinopsis Drama Arthdal Chronicles:
Cerita dimulai dari seorang anak bernama Eunseom yang sejak lahir diyakini membawa kutukan dan bencana bagi tanah Arth. Dia adalah anak dari ibu suku Gunung Putih bernama Asa Hon yang melarikan diri demi menyelamatkan putranya. Sejak kecil, Eunseom sudah hidup dalam penderitaan dan terus berpindah-pindah demi bertahan hidup.
Sementara itu, di pusat Arthdal, hidup seorang pahlawan perang bernama Tagon. Dia adalah putra dari pemimpin militer yang sangat dihormati. Namun, ambisinya jauh lebih besar dari sekadar menjadi pahlawan semata. Dia ingin menjadi penguasa pertama dari negeri Arthdal, dan untuk mencapai ambisi itu, Tagon tak segan melakukan apapun, termasuk membunuh, memanipulasi, dan menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya.
Di sisi lain, ada Tanya, gadis dari suku Wahan yang hidupnya berubah drastis saat bangsanya diserbu oleh Arthdal. Dia kemudian dibawa ke pusat kekuasaan dan diperlakukan sebagai penerus Roh Suci daei suku Gunung Putih, posisi yang membuatnya masuk ke dalam arena politik dan kekuasaan. Tanya perlahan menyadari bahwa hidupnya bukan hanya tentang bertahan, tapi juga tentang memperjuangkan sesuatu yang lebih besar yaitu keadilan dan perubahan.
***
Rating 9.9/10 untuk drama dengan tiga tokoh utamanya ini. Di mana Eunseom, Tagon, dan Tanya, menjadi pusat konflik dalam kisah yang penuh intrik, ramalan kuno, politik yang mematikan, dan pertempuran antar suku yang epik.
Baca juga: #Alive
Review lainnya: 365: Repeat the Year
Review Drama Arthdal Chronicles:
1. Dunia Fiksi yang Unik
Arthdal oh Arthdal ... sebuah negeri dengan segala keindahan alam dan budayanya. Bbeuh, cantik banget negeri ini tuh, berasa nyata. Suku dan kearifan lokalnya cakep banget, benar-benar selera dan genre kesukaanku banget.
Menurutku drama ini berhasil banget meriset dunia buatan mereka, sehingga menghasilkan drama yang benar-benar memuaskan. Entah dari segi cerita maupun sinematografi-nya.
Buat yang suka jenis film atau drama yang menghadirkan negeri buatan dan khayalan yang diselimuti fantasi yang indah banget. Arthdal adalah pilihannya.
Arthdal bukan dunia yang familiar. Nggak ada Korea kuno, kerajaan Joseon, atau sekolah modern di sini. Yang ada adalah dunia yang diciptakan dari nol, lengkap dengan suku-suku, bahasa, kepercayaan, bahkan mitologinya sendiri. Dunia ini dibangun dengan sangat detail dan kompleks, membuat penonton serasa diajak masuk ke alam semesta baru.
2. Alur yang Serius Tapi Nggak Membosankan
Drama ini memang padat dan agak berat di awal, tapi makin lama makin bikin penasaran. Konflik politiknya rumit, tapi bukan yang bikin bingung gitu, malah justru membuatku ingin tahu kelanjutan tiap karakter yang terlibat dunia politiknya.
Bayangkan saja, bisa-bisanya menyelipkan konsep perjanjian pra nikah pertama di Korea wkwkwkwk. Serta cikal bakal ratu-ratu Korea punya hak monopoli dalam kerajaan. Terima kasih kepada Tealha Niruha, semoga rumah tangganya sakinah mawadah warrahmah ....
Semoga anaknya naik takhta, saat menonton ini aku pengin banget liat Saya sakit hati. Kurang ajar banget tuh makluk, jangan di kata dia mirip Eunsom terus aku bakal dukung kelakuan liciknya. (Ssstt, yang udah nonton iyain aja pokoknya.)
Pokoknya hidup Tealha-nim... Semangat berpolitik!!!
3. Visual dan Akting Kelas Atas
Dari tata busana, properti, sampai sinematografi, semuanya tampak mewah dan megah. Pemandangan, set lokasi, dan efek CGI-nya rapi dan mendukung banget untuk nuansa fantasi yang epik.
Song Joong Ki sukses menampilkan dua karakter yang sangat berbeda, iyaaa, dua! Si Eunsom dan Saya. Sementara Jang Dong Gun berhasil bikin aku benci-tapi-kagum sama sosok Tagon. Kim Ji Won sebagai Tanya juga tampil solid, kuat, dan sangat emosional. Bahkan para aktor pendukung dan pemeran figuran pun semuanya totalitasnya luar biasa.
Highlight utama drama ini tuh cerita yang dihadirkan sangat segar. Dari segi genre yang kesukaan aku banget yaitu fantasy.
Punya alur seru, karena pembangunan tokoh dan ceritanya bagus banget. Sinematografinya apalagi wihhh keren parah, seperti masuk ke dunia lain. Akting para pemain sekali lagi aku tekankan, luar biasa keren dan pro, banyak aktris dan aktor yang baru aku liat di sini. Makanya rasanya tuh fresh banget.
***
Catatan Kecilku:
1. Dulu, salah satu kekurangan paling mencolok adalah belum jelasnya kelanjutan Season 2. Padahal di akhir season pertama sudah disiapkan plot twist besar yang bikin penasaran. Sampai-sampai bikin aku sempat membandingkannya dengan Vagabond karena sama-sama berakhir dengan janji lanjutan yang nggak kunjung datang.
Walaupun, Alhamdulillah, pada akhirnya Arthdal akhirnya dapat Season 2 juga, tapi dengan banyak pemain berganti. Aku tetap masih berharap drama ini, dituntaskan oleh pemeran aslinya dulu.
2. Ini spoiler sedikit ya, buat yang baru menonton dan mungkin agak bingung. Aku drop teori yang sempat aku buat di Facebook saat Arthdal Chronicles tayang dulu.
So, Aramun Haesulla diutus ke Arthdal 200 tahun lalu. Inaishingi selamat dari Air terjun suku Ago 1000 tahun lalu. Nah, Aramun Haesulla bisa jadi adalah reinkarnasinya Inaishingi. Dan Eunsom di masa Arthdal kini adalah Aramun Haesulla karena dia penunggang Kanmoreu.
Apalagi 3 bayi komet biru itu, Eunsom si Pedang, Saya si Cermin dan Tanya si Lonceng. Aku yakinnya begitu sih, dan dengan Eunsom si Pedang, relevan dengan dia yang di eps 17 nanti bakal punya 30.000 bawahan dari suku Ago, bonus suku Momo yang udah jadiin tanda punggung Eunsom jadi bendera mereka.... Ah, pokoknya ini bakal terjawab di season 2 ya.
***
Kalau kamu suka cerita fiksi dunia baru, intrik politik, dan karakter-karakter kuat dengan perkembangan emosional yang mendalam, Arthdal Chronicles season satu menjadi drama Korea terbaik Song Joong Ki yang wajib masuk daftar nontonmu.
Kamu bisa menonton Arthdal Chronicles di platform streaming. Yuk, masuk ke dunia Arth dan temukan takdirmu bersama Eunseom, Tanya, dan Tagon!
“Hanya tragedi yang menunggu pemimpin yang tidak disukai rakyatnya.”–Tagon
Note: Pantengin blogku ya, sore nanti aku bakal update review Arthdal Chronicles season 2.

Komentar
Posting Komentar