Chef Yoona di Bon Appétit, Your Majesty (2025) - Review Drakor
Chef Yoona di Bon Appétit, Your Majesty (2025) - Review Drakor
Ingat drama Korea yang satu ini? Drakor yang sempat rame di Agustus-September 2025 kemarin.
Drama Korea bertema kuliner, sejarah, dan fantasi tema waktu selalu punya daya tarik tersendiri. Untuk drama ini sendiri, ada janji visual makanan menggugah selera, intrik istana, serta romansa lintas zaman yang jadi magnet penonton.
Bon Appétit, Your Majesty memasukkan semua hal itu ke dalam paket bersama seorang koki modern yang terlempar ke era Joseon dan harus memasak untuk raja tiran yang dikenal sebagai pecinta kuliner.
Di atas kertas, premis ini menggoda banget kan ya. Nah, bagaimana sebenarnya drama ini bergerak dari kacamataku? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini:
***
Info Drama
Judul: Bon Appétit, Your Majesty
Genre: Historical, Comedy, Romance, Fantasy
Jumlah Episode: 12
Sutradara: Jang Tae Yoo
Penulis: fGRD, Jang Kyung Ik, Yoo Sang Won, Jang Hyuk Jae, di adaptasi dari Surviving as Yeonsangun's Chef oleh Park Kook Jae
Pemain: Lim Yoona, Lee Chae Min, Kang Han Na, Choi Gwi Hwa
Tayang: 23 Agustus 2025 - 28 September 2025, tvN
Durasi: 1 jam 20 menit
Rating Usia: 15+
***
Sinopsis Drama Korea Bon Appétit, Your Majesty:
Drama Bon Appétit, Your Majesty ini diadaptasi dari web novel populer "Surviving as Yeonsan-gun's Chef" (연산군의 셰프로 살아남기) karya Park Kook Jae (박국재).
Tentang Yeon Ji Young, seorang chef modern dan perfeksionis lulusan Prancis yang sedang berada di puncak karier kulinernya. Dia secara misterius terlempar ke masa Joseon saat terjadi gerhana di pesawat.
Di sana, dia bertemu Raja Yi Heon, seorang raja yang dikenal kejam, temperamental, dan memiliki selera makan tinggi. Kesalahan kecil bisa berujung hukuman mati, dan makanan di eranya menjadi alat politik sekaligus senjata bertahan hidup.
Ji Young terpaksa memasak berbagai hidangan dengan bahan terbatas, untuk bertahan hidup. Dia memadukan teknik modern dengan bahan tradisional istana.
Dari dapur kerajaan, dia perlahan menarik perhatian sang raja. Bukan hanya karena masakannya, tetapi juga karena kepribadiannya yang cerah dan berani.
Di tengah intrik politik, persaingan istana, konflik keluarga kerajaan, dan ancaman dari pihak luar seperti utusan Ming, Ji Young harus bertahan hidup sambil mencari jalan pulang ke masanya sendiri.
***
Rating 7.7/10 aja untuk drama yang sempat viral banget ini.
Sayangnya, meskipun viral dan bahkan aku sendiri sempat mengikuti on going dari pertengahan drama ini tayang, eksekusi drama ini justru menunjukkan bagaimana sebuah ide menarik bisa terjebak dalam naskah dengan konflik dangkal, dan alur yang rasanya malah asal-asalan.
Alih-alih menjadi drama fantasi-romantis yang berkesan, Bon Appétit, Your Majesty lebih mirip pameran makanan panjang dengan cerita yang tertinggal jauh di belakang.
Baca juga: THE FIRST NIGHT WITH THE DUKE (2025) | REVIEW DRAKOR SEOHYUN SNSD DAN TAECYEON 2PM
Review lainnya: MR. QUEEN (2020): SHIN HYE SUN DAN CHOI JIN HYUK BERTUKAR JIWA | REVIEW DRAKOR
Review Drakor Bon Appétit, Your Majesty:
Masalah utama Bon Appétit, Your Majesty terletak pada satu hal mendasar yaitu, tidak adanya cerita utama yang beneran solid. Drama ini seolah berjalan tanpa arah, mengandalkan gimmick makanan sebagai penopang utama aja. Alih-alih menjadi elemen pendukung narasi, makanan justru mengambil alih layar hingga karakter dan konflik terasa cuma tempelan.
Konsep fantasi time travel yang digunakan pun sangat minimalis. Ji Young terlempar ke masa lalu, dan itu sudah dianggap cukup untuk menyebut drama ini sebagai fantasi. Tidak ada eksplorasi mendalam soal aturan waktu, konsekuensi perjalanan lintas zaman, atau alasan kenapa peristiwa ini bisa terjadi. Bahkan hingga episode akhir, pertanyaan mendasar soal mekanisme time travel dibiarkan tanpa jawaban.
Di satu sisi, Raja Yi Heon digambarkan sebagai tiran dengan trauma masa lalu. Di sisi lain, dia dengan mudah berubah menjadi tokoh romcom ringan hanya karena masakan enak. Peralihan ini terlalu cepat dan tidak meyakinkan, membuat karakter raja kehilangan bobot emosionalnya.
Episode-episode awal masih mencoba membangun ketegangan istana dan konflik adaptasi Ji Young di masa lalu, jadi aku masih bisa maklum sih dan cukup menikmati humor yang disajikan. Namun memasuki pertengahan cerita, terutama sejak episode 6, drama mulai kehilangan ritme. Episode ini dipenuhi diplomasi dengan utusan Ming yang berjalan lambat, dialog kaku, dan konflik yang nggak relevan dengan perjalanan emosional tokoh utamanya. Apa ya, cuma supaya ada adegan cerita doang gitu. Empat episode penuh seolah hanya menjadi pengisi waktu tanpa kontribusi berarti terhadap cerita utama.
Masalah romansa juga sangat mencolok. Hubungan Ji Young dan Raja Yi Heon nyaris tidak memiliki fondasi. Aku nggak ngerti orang-orang koar-koar soal chemistry karena jujur aku nggak merasakan chemistry raja dan Ji Young. Bahkan dari awal muncul aku nggak sreg sama pemain raja.
Secara pengaturan drama, nggak ada percakapan bermakna dalam, ngga ada perkembangan emosi yang krusial. Selain sang raja yang jatuh cinta hanya karena makanan, sementara Ji Young tiba-tiba menerima perasaannya tanpa konflik batin yang kuat. Chemistry mereka beneran datar bagiku, maaf-maaf aja nih. Mereka cuma dua orang menarik yang kebetulan berada di satu layar, tanpa percikan emosional.
Saat drama mencoba serius di paruh akhir, semua rasanya udah terlambat dan dipaksakan. Setelah dibikin bosan di episode 7-10, akhirnya di episode 11 adrenalin kembali dipacu dan episode 12 menjadi contoh paling jelas.
***
Review Bon Appétit, Your Majesty: Tentang Ending
Setelah pergolakan antara pemberontakan dan pembersihan, raja Yi Heon menyerah pada takdir, tapi memilih tidak menyerah pada Ji Yeong.
Setelah momen dramatis Ji Yeong balik ke masa depan, fakta mangunrok yang sama sekali tidak plot twist karena udah ketebak dari episode 1 itu, akhirnya aku lega. Walau akhirnya si raja tetiba time slip ke masa depan tanpa diberitahu bagaimana caranya.
Well, kata Chef Ji Yeong sih ini rahasia si raja dan dia pun nggak mempermasalahkan itu. Waduh, tapi aku mempermasalahkan hal itu loh. Harus jelas dong bagaimana caranya ke masa depan? Apalagi ada indikasi mengubah sejarah dengan hilangnya jasad sang raja.
Ini tidak memuaskan bagiku. Aku lebih puas kalau andai saja rajanya reinkarnasi, tapi ingatannya tentang Ji Young selalu muncul dan akhirnya dia cari Ji Young.
Penyelesaian konflik dengan cara begini terlalu mudah, logika cerita jadinya diabaikan, dan puncaknya adalah momen ketika si raja bisa berpindah ke masa modern tanpa penjelasan jelas, terus cuma ditutup dengan kalimat, “Itu rahasia.” Idiiih ini bukan misteri elegan, melainkan plot hole yang dibiarkan terbuka begitu saja.
Bukan hanya itu, bagian ending yang paling maksa adalah kemunculan semua koki dapur istana di tempat kerja barunya Ji Yeong. Maksa banget sumpah, aku tahu ini buat seru-seruan aja, fan service, tapi ya nggak semua juga dong, malah satu jenis kerjaan yang sama entah masa kini atau masa lampau.
Sebenernya ini happy ending, ada sedikit kepuasan, aku juga tersenyum walau sempat dibikin mewek sejenak. Apalagi kemunculan Im Songjae justru bikin aku happy. Soalnya matinya dia tuh kayak diburu-buru banget di zaman Joseon. Tapi, aku kurang puas juga sih dengan keseluruhan ending. Entahlah, terasa grasak-grusuk aja bagiku wkwkwkw
Terlebih sebagai orang yang tidak membaca versi novelnya, aku beneran mau tahu apa yang menimpa Ji Young, kalau dia kecelakaan pesawat kok bisa sudah ada di Korea saat terbangun dari masa lalu, mana kopernya juga masih bagus. Dan ya, jeda sebulan memang ada, tapi menurutku si raja terlalu cepat beradaptasi kalau memang sudah tiba selama sebulan di masa depan. Ji Young aja yang ke masa lalu dan sudah dapat kisi-kisi kehidupan lewat buku sejarah masih susah adaptasi. Lah, itu raja kok cepat banget wkwkwkw, makanya kataku ini plot hole. Atau memang ada jawabannya di versi novel....
***
Review Bon Appétit, Your Majesty: Tentang si Raja Tiran
Lebih problematis lagi, drama ini menggunakan sosok raja yang terinspirasi dari figur sejarah nyata dengan reputasi kelam. Mengubah figur dengan latar kekerasan dan eksploitasi, menjadi romantic lead tanpa refleksi kritis. Ini terasa nggak sensitif dan berpotensi mereduksi tragedi sejarah menjadi sekadar latar hiburan semata.
Aku ceritakan sedikit latar belakang si raja ini ya...
Namanya Yi Yung, tapi sejarah lebih mengenalnya sebagai Yeonsangun. Berbeda dengan raja-raja lain yang punya gelar "Sejong" atau "Seongjong", dia nggak dapet gelar temple name ini karena dianggap nggak layak. Kenapa? Karena dia dicatat sebagai tiran paling horor sepanjang sejarah Korea.
Yeonsangun ini sebenarnya anak dari Raja Seongjong dan Ratu Yun. Tragisnya, ibunya dihukum mati minum racun gara-gara cemburuan dan sempat bikin luka cakar di wajah Raja. Waktu kecil, Yeonsangun nggak tahu apa-apa. Dia tumbuh besar sambil mengira kalau ibu tirinya adalah ibu kandungnya.
Pas naik takhta tahun 1495, dia sebenarnya sempat jadi raja yang oke, loh! Dia pinter administrasi dan peduli banget sama rakyat miskin. Tapi ya itu dia, benih emosinya memang sudah mulai kelihatan waktu dia membunuh gurunya sendiri nggak lama setelah jadi raja.
Semua kekacauan dimulai waktu dia tahu kebenaran soal kematian ibu kandungnya. Begitu tahu ibunya mati karena intrik istana dan racun, Yeonsangun langsung mode balas dendam brutal.
Dua kali pembersihan massal. Di mana pejabat-pejabat yang dulu setuju ibunya dihukum mati, habis semua dia bantai. Bahkan kuburan pejabat yang sudah mati pun dibongkar lagi cuma buat dipenggal mayatnya!
Dia bahkan tega mendorong neneknya, Ratu Insu, sampai meninggal nggak lama kemudian setelah keduanya cekcok soal ibunya.
Istana jadi tempat pesta, bahkan kampus Sungkyunkwan yang legendaris itu malah dia sulap jadi tempat hiburan pribadi. Dia mengumpulkan ratusan wanita dari seluruh penjuru negeri buat jadi penghibur di istana.
Nah, gaya kepemimpinannya yang ugal-ugalan itu bikin para pejabat istana nggak tahan. Akhirnya di tahun 1506, dia dikudeta dan jabatannya diturunkan jadi Pangeran (Yeonsangun) saja. Dia dibuang ke Pulau Ganghwa dan mati kesepian dua bulan kemudian. Tragisnya lagi, selirnya yang terkenal, Jang Nok Su, dipenggal, dan anak-anaknya dipaksa minum racun.
Karakternya yang kompleks ini, antara jahat tapi punya masa lalu traumatis, pernah diperankan berbagai aktor. Ada Lee Dong Gun di Queen for Seven Days, Kim Ji Suk di The Rebel, Kim Kang Woo di film The Treacherous dan yang paling baru ya ini si Lee Chae Min di drama Bon Appétit, Your Majesty.
***
Kelebihan dan Kekurangan Bon Appétit, Your Majesty:
Kelebihan
1. Visual makanan sangat menggugah selera. Detail close-up masakan, proses memasak, dan presentasi hidangan menjadi daya tarik utama drama ini.
2. Desain set dan kostum istana cukup rapi, secara visual drama ini enak dipandang.
3.Beberapa karakter pendukung cukup mencuri perhatianku. Dua juru masak istana, hingga tokoh selir antagonis
4. Akting Lee Chae Min cukup solid secara teknis, meskipun aku agak kurang sreg sama dia. Tapi, dia bisa menunjukkan potensi sebagai aktor romcom.
Kekurangan
1. Naskah lemah dan tidak fokus. Yep, drama ini gagal menentukan apakah ingin fokus pada kuliner, politik istana, atau romansa.
2. Time travel tanpa aturan dan penjelasan. Elemen fantasi digunakan secara malas-malasan tanpa konsistensi logika, bahkan sampai drama selesai wkwkwk.
3. Episode tengah membosankan, terutama episode 6–9. Di mana, alurnya melambat drastis dan kehilangan momentum.
4. Penyelesaian cerita sangat mengecewakan di episode akhir. Konflik diselesaikan instan, plot hole diabaikan, dan lagi-lagi ending terasa asal jadi.
5. Ini soal sensitivitas sejarah dalam meromantisasi figur tiran tanpa kritik. Tapi, kalau di Korea sana nggak apa-apa, ya udah sih nggak apa-apa eheheh....
6. Chemistry Yoona dan Lee Chae Min kurang kuat bagiku. Mian~~
***
Drama ini bisa dinikmati sebagai tontonan ringan, terutama bagi penonton yang suka mukbang, romcom ringan, dan tidak terlalu peduli pada logika cerita. Namun bagi penonton yang mengharapkan fantasi sejarah dengan konflik kuat, drama ini jelas agak mengecewakan.
Yah, sekian ulasan dari penggemar Moon Lovers yang sakit hati nonton drama Bon Apetit Your Majesty, karena couple-nya bisa bersatu di endingnya. Soalnya yang sebelah itu, cuma pandang-pandangan 'alam' doang.

Komentar
Posting Komentar