Terbaru
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Petir Arcana: Cerpen Nurwahidah Bi
Petir Arcana: Cerpen Nurwahidah Bi
[Cerpen Nurwahidah Bi] Arcana menangis tersedu-sedu di depan toko buku di dekat pantai. Matanya merah dan bengkak, begitu juga tangan dan wajahnya.
Setelah diputuskan oleh kekasihnya, Arcana yang menolak mobilnya dibawa pergi sang kekasih, tapi malah mendapatkan perlakuan kasar. Bukannya liburan bersama calon suami yang dipilihnya sendiri meski ayah dan ibu menolak, Arcana berakhir sebagai gelandangan jauh dari rumah. Beruntung, anggota tubuhnya masih lengkap.
Setelah beranjak pergi dari depan toko buku, kakinya menyusuri malam yang gelap dan angin kencang. Lama berjalan tanpa arah, Arcana tiba di tepi jurang. Arcana menatap ke bawah pada ombak yang menghantam pantai, dan melihat cahaya petir yang menyambar dari langit. Mata Arcana terbelalak saat petir berubah warna menjadi ungu yang cerah. Ketidakfokusan Arcana pun kembali normal saat tiba-tiba, cahaya itu malah terbang langsung ke arahnya.
Dengan gemuruh yang menakutkan, petir menyambar-nyambar. Tubuh Arcana berkontak dengan cahaya petir, teriakannya terdengar mengerikan. Arcana merasakan kekuatan aneh mengalir melalui tubuhnya ketika petir mengenainya.
Tubuh Arcana kini mulai bergetar dan dihentakkan oleh arus listrik yang kuat. Dia merasa seluruh tubuhnya dipenuhi energi yang menakjubkan. Arcana berteriak saat merasakan kekuatan itu memenuhi dirinya, Arcana bisa merasakan bahwa dirinya melayang di udara.
Wajahnya yang tadinya pucat kini berubah menjadi cemerlang, dan matanya terbuka lebar. Dalam sekejap, petir ungu menyembur keluar dari tangannya.
Arcana terjatuh pingsan, tubuhnya lunglai di tepi jurang. Hujan tak jadi turun, petir dan kilat menghilang begitu saja. Tetapi, angin laut yang sangat kuat berhasil membangunkan Arcana.
Bukannya lemas, Arcana merasakan sensasi aneh dan unik di tubuhnya. Ujung tangan dan kakinya kesemutan, hanya ujung jemari saja.
Arcana coba mengendalikan tubuhnya dengan mudah, ujung jemarinya mengeluarkan listrik biru keunguan beraroma karet terbakar. Kaget dengan listrik yang keluar dari jemari tangannya. Arcana meronta-ronta sendirian, kakinya terpeleset dan Arcana terperosok ke jurang.
Arcana tidak jatuh, tubuhnya melayang di antara pohon-pohon. Dia bisa merasakan kekuatan aneh mengalir melalui tubuhnya, memberinya kekuatan dan kecepatan yang luar biasa. Arcana tersenyum lebar, memandang ke langit yang kini penuh awan gelap. Dia merasakan kekuatan baru yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Ketika Arcana mengepalkan tangannya dia meluncur ke bawah dan menghantam pasir pantai. Arcana baik-baik saja, dia duduk di pasir pantai. Sendirian tengah malam sambil merenungkan tentang kekuatan yang baru saja dimilikinya.
"Aku tidak mati? Apa sebaiknya mati saja?" ujarnya menatap langit.
Langit bergemuruh, mendengar itu telinga Arcana mendadak sakit. Tangannya mengeluarkan listrik lagi. Arcana berdiri, badannya seolah ditarik oleh medan magnet ke arah suara gemuruh di langit. Dia kini merasa seperti punya kekuatan super.
Tubuhnya terangkat, setiap kali Arcana menengadahkan kepala sambil menikmati bunyi gemuruh. Arcana terbang, sekejap saja dia sudah bisa mengendalikan kekuatan aneh di tubuhnya.
Arcana kemudian mendarat dengan lembut di atas pasir, dan tersenyum pada dirinya sendiri.
***
Setelah kejadian itu, Arcana kembali ke rumahnya. Dalam waktu singkat dirinya bisa mengendalikan listrik dan petir. Warna kesukaannya berubah, Arcana benar-benar menjadi sosok yang berbeda ketika kembali dari kencan dan liburan gagalnya itu.
Akan tetapi, hanya sahabat dan keluarga dekatnya saja yang tahu kalau Arcana punya kekuatan super. Dia memilih menyembunyikannya saja, karena merasa tidak perlu dengan kekuatan yang didapatkannya. Arcana juga merasa terganggu dengan kekuatannya yang masih sulit dikendalikan. Adiknya bahkan memanggilnya manusia petir dan wanita listrik. Arcana sangat tidak suka sebutan itu.
Arcana sangat berterima kasih pada kekuatannya karena dengan kekuatan ajaib yang ada pada dirinya, Arcana bisa pulang dengan selamat malam itu. Tapi, dia tidak bisa hidup normal lagi.
***
Pada suatu malam yang gelap, Arcana berdiri di atap gedung pencakar langit. Karena penasaran dengan apa yang akan terjadi jika petir menyambarnya lagi. Dengan harapan, bisa saja kekuatannya hilang jika dia disambar petir lagi, Arcana menunggu kemurkaan langit.
Akan tetapi, lama menunggu, langit yang bergemuruh itu tidak mengeluarkan petir ungu yang dicari Arcana. Berdiri di atap gedung yang anginnya bertiup kencang itu, malah membuatnya seolah-olah sedang mengisi ulang kekuatannya. Arcana bisa merasakan medan magnet setiap langit bergemuruh dan mengeluarkan kilatan cahaya.
Arcana menyerah, dia pun memilih pulang. Baru beberapa langkah petir ungu menyambar belakang tubuhnya, dari tangannya keluar kilat berwarna ungu. Arcana mengarahkan tangannya ke langit, cahaya ungu itu menerangi langit yang gelap dan tidak sengaja mengenai drone yang terbang di langit.
Pada akhirnya, Arcana menerima kekuatannya dan memutuskan akan menggunakan kekuatannya untuk menolong orang lain, karena kekuatannya memang ada dan nyata.
Baca juga: CERPEN FANTASI TERBARU 2025: JEJAK SANG PUTRI
Cerpen lainnya: KUTUKAN BUAH PERSIK | CERPEN FANTASI PETUALANGAN
Sejak hari itu, Arcana menjadi penolong anak-anak kecil dan lansia di lingkungan apartemen-nya. Arcana melupakan luka yang diberikan kekasihnya dan memilih mengobati luka orang lain dengan berbagi kekuatan dan kebahagiaan.
TAMAT
Gorontalo, April 2023
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Popular
Review Serial Televisi Korea Selatan: A Korean Odyssey (2017) – Hwayuki
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ini 13 Rekomendasi Drama Korea Kerajaan Part 2
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bitch x Rich 1 dan 2 (2023-2025): Review Drakor Siswa Elit
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar