Terbaru

Drakor A Good Day to Be a Dog (2023): Review Drama Korea

Drakor A Good Day to Be a Dog (2023): Review Drama Korea

Poster Drakor A Good Day to Be a Dog (2023): Review Drama Korea

Drakor A Good Day to Be a Dog (2023)



Review drama Korea bersama Kak Bi, balik lagi nih ehehe... Kali ini mau bahas dramanya si ganteng Cha Eun Woo. Terlepas dari masalahnya yang sempat rame dan mungkin masih bergulir itu, aku pure mau bahas dramanya aja ya. 

Kebetulan, lagi-lagi Cha Eun Woo jadi lelaki Webtoon sama seperti di True Beauty, karena drama ini diadaptasi dari webtoon A Good Day to Be a Dog atau 오늘도 사랑스럽개 (Oneuldo Sarangseureobgae) oleh Lee Hey.

Oke, tanpa berlama-lama, simak ulasan selengkapnya di bawah ini:

Info Drama A Good Day to Be a Dog (2023):


Sinopsis Drama A Good Day to Be a Dog:

Han Hae Na, seorang guru SMA yang menjalani hidup sebagai wanita lajang. Bu Guru Han Hae Na ini menyimpan rahasia besar keluarganya, yaitu berupa kutukan turun temurun di mana setiap anggota keluarganya mencium seseorang, whoozz, akan berubah menjadi anjing pada tengah malam selama enam jam. 

Kutukan ini akan terus berulang hingga mereka mencium orang yang sama untuk kedua kalinya.  

Untuk menghindari situasi tersebut, Hae Na selalu memperingatkan laki-laki yang dekat dengannya agar tidak mencium dan akhirnya malah bikin hubungan jadi menjauh. 

Namun, suatu malam, dalam keadaan mabuk, Han Hae Na tidak sengaja mencium Jin Seo Won, koleganya sesama guru di sekolah. Hae Na panik dan berusaha keras supaya Seo Won mau menciumnya lagi supaya bisa mematahkan kutukan itu. 

Masalahnya, Seo Won ini takut anjing dan membuat segalanya jadi lebih rumit dan penuh tantangan bagi Hae Na.


***


Review Drama A Good Day to Be a Dog: Rating 7/10 untuk drama yang vibes-nya ceria banget ini. 

Drama dengan latar tempat modern, tapi diselingi elemen sejarah ini mengeksplorasi perjalanan Hae Na untuk mematahkan kutukannya sambil mengembangkan hubungan yang rumit dengan si Seo Won.

Menurutku, kapan lagi coba lihat si Cha Eun Woo jadi Pak Guru muda ehehe....


Baca juga: Fakta Film Harry Potter

Review drama lainnya: Review Drama Our Blues


Review Drama A Good Day to Be a Dog: Kelebihan Drama

Aku nggak mau berlama-lama, mau langsung bahas kelebihan dan kekurangan drama ini ya. Nah, kita bahas kelebihannya dulu.


1. Eksekusi Awal Drama yang Menarik

Episode-episode awal dari drama ini tuh rasanya segar dan dikemas dengan baik. Tone warnanya ala-ala musim semi, dengan perpaduan pink, kuning, oranye-cokelat, serta warna pastel lain. Nyaman banget di mata. 

Secara cerita, juga dibangun dengan lucu dan menggugah rasa penasaran. CGI yang digunakan untuk menggambarkan transformasi Hae Na menjadi anjing kecil nan imut itu cukup halus dan menghibur, bahkan menciptakan banyak momen-momen komedi yang unik. 

So, kesan pertama saat menonton, ya karena vibes-nya dan cerita awal yang memang berhasil menarik rasa penasaranku.


2. Tentang Akting Para Pemeran

- Cha Eun Woo sebagai Jin Seo Won, sudah sering disebut sebagai cowok webtoon yang perannya selalu itu-itu saja. Meskipun sudah mencoba banyak peran, penampilannya sebagai sebagai Seo Won tetap memukau. 

Dia berhasil menampilkan sisi menggemaskan dari karakternya dan kuakui dibandingkan True Beauty apalagi My ID Gangnam Beauty, 'kekakuan' Eun Woo di sini cukup berkurang. Karismanya sebagai Pak Guru, ngingetin sama pesona guru-guru muda zaman sekolah dulu wkwkw.


- Park Gyu Young sebagai Hae Na. Si cantik yang bisa dibilang anak kesayangan Netflix ini jadi daya tarik utama drama A Good Day to Be a Dog. Menurutku dia berhasil menghidupkan karakter Hae Na yang ceria dan penuh perjuangan. Transformasinya dari drama Celebrity ke peran ini membuktikan fleksibilitasnya sebagai aktris. Keren banget sih, mana di Squid Game juga kece banget. Tambah love, sama Mbak Gyu Young.


- Akting para pemeran lainnya juga menarik banget, apalagi yang jadi keponakannya Cha Eun Woo dan keluarga besarnya Park Gyu Young. Aku suka pokoknya.


3. Romansa yang Tidak Tergesa-gesa 

Hubungan antara Hae Na dan Seo Won dibangun perlahan loh, menciptakan momen-momen manis alami dan cukup menyentuh. Proses mengenai cara Hae Na mematahkan kutukan jadi daya tarik tambahan dalam hubungan mereka. Aku nggak bisa lupa bagaimana Seo Won ketakutan lihat anjing sekecil dan seimut itu ehehe...


***


Review Drama A Good Day to Be a Dog: Kekurangan Drama


1. Meskipun merasa drama ini seru, aku tidak bisa bohong kalau pacing-nya lambat dan terlalu banyak pengulangan. Apalagi episode pembuka malah sering diisi dengan recap episode sebelumnya, eh bikin bosan. Padahal ini cuma 14 episode, malah banyak screentime yang terbuang.

Cerita utama juga jadi terasa berlarut-larut, terutama saat Hae Na mencoba mengungkapkan rahasianya ke Seo Won. Padahal, tinggal bilang aja, udah beres. Eh, malah stagnan di satu konflik sampai episode 7-8. 


3. Pengembangan latar belakang si Seo Won terasa sangat minim, bikin karakternya jadi kurang kompleks. Padahal Cha Eun Woo sudah cukup baik memerankannya, tapi memang penulisan karakter Seo Won aja yang agak kurang.


2. Oh ya, ada subplot sejarah juga di drama ini. Ini menjadi latar belakang kutukan keluarga si Hae Na ya, dan disampaikan lewat flashback sejarah, sayangnya malah terasa kurang terhubung dengan cerita utama. 

Subplot ini nggak kasih dampak emosional yang mendalam bagiku.


***


Review Drama A Good Day to Be a Dog: Catatan Kecil

1. Ada beberapa hal yang aku sukai, mulai dari transformasi Hae Na menjadi anjing yang lucu dan terasa realistis. Terus hubungan manis antara para karakter. Bahkan adegan kissing-nya dieksekusi dengan baik dan menjadi salah satu highlight romansa di drama ini, jatuhnya manis bukan vorno.

2. Drama ini sebenarnya bisa diambil pelajaran tentang pentingnya menerima diri sendiri. Selain itu, hubungan Hae Na dan Seo Won menunjukkan kalau kepercayaan dan pengertian adalah kunci untuk menghadapi ketakutan.


***


Sekian review drama kali ini. Maaf kalau ada salah-salah kata ya. Btw, aku belum baca webtoon-nya jadi tidak bisa kasih perbandingan saat review drama ini. Bagi aku yang belum membaca webtoon-nya, drama ini sudah sangat menghibur sih. Lumayan lucu juga dan cocok untuk pencinta drama komedi romantis ringan dengan elemen fantasi. Terima kasih sudah baca review drama A Good Day to Be a Dog.

Komentar

Popular