Meninggalkan Fandom K-Pop, Bukan Sebuah Dosa
Meninggalkan Fandom K-Pop, Bukan Sebuah Dosa
K-Pop adalah salah satu pembahasan paling dominan di Twitter alias X. Berdasarkan tempo.co dari 1 Juli 2020 hingga 30 Juni 2021, terdapat sekitar 7,5 miliar kicauan tentang K-Pop.
Jumlah itu memecahkan rekor tahun sebelumnya sebanyak 6,1 miliar kicauan. Sejak 2010 hingga 2021, rata-rata kenaikan jumlah cuitan K-Pop mencapai 131 persen per tahun. Semua kicauan tersebut datang dari berbagai fandom K-Pop, tak terkecuali fandom-fandom kecil sekalipun.
Bisa dibayangkan, bagaimana potensi cuitan K-Pop per 2025-2026 ini ditambah dengan kekacauan sejak awal Februari 2026 yang muncul setelah konser Day6 dan menghasilkan perang online SEAblings vs. Korsel?
***
Well, dalam dunia K-Pop, fandom adalah sekelompok fans atau penggemar yang mengidolakan sebuah grup atau artis.
Oktober 2008 aku bergabung dengan fandom milik grup SUPER JUNIOR. Dari sini, aku mau membahas pandangan dari seseorang yang saat ini sudah tidak bergabung dengan fandom manapun lagi. Disebut K-popers tapi sudah pasif, hanya mendengarkan lagu-lagu tertentu di mood-mood tertentu.
Aku sempat menjadi fans militan yang rela war antar fandom demi membela si kesayangan. Fanwar; war antar fandom, biasanya terjadi karena ada yang memancing dan yang terpancing. Daripada capek-capek war setiap hari hanya demi idol yang tidak tahu aku makan apa hari ini. Capek hati, capek pikiran dan buang-buang waktu untuk hal yang sebenernya tidak penting.
Sampai pada tahun 2018, pada akhirnya aku memilih keluar dari fandom lama karena ada masalah internal dan eksternal. Memilih untuk hanya sekadar menyukai tanpa harus tergila-gila. Semua itu aku lakukan demi kedamaian hati dan pikiran, selain capek fanwar juga karena ada yang salah dengan circle-ku saat itu. Aku sempat memasuki fandom baru di akhir tahun 2018. Itu terjadi karena saat aku meninggalkan fandom lama, aku sempat merasa kosong, seperti ada yang hilang.
Mungkin karena belum terbiasa menjauhi obrolan dan jokes internal fandom yang sudah ditekuni selama 10 tahun. Teman se-circle-ku juga menjauh karena aku sudah tidak satu visi-misi dengan mereka lagi. Bagi beberapa oknum, aku bahkan dicap sebagai pengkhianat karena keluar dari fandom dan malah masuk fandom lain.
Aku tidak terlalu peduli sih, karena circle dari fandom lamaku sudah cukup dewasa. Hanya fans baru yang masih militan inilah yang agak menakutkan. Sehingga saat itu, aku memilih untuk fokus ke fandom baru yang membuatku nyaman.
Dunia K-Pop khususnya perfandoman memang cukup unik. Menyukai hanya satu orang dalam grup secara berlebihan disebut Akgae, tidak menyukai satu orang dalam grup akan disebut Haters, menyukai beberapa idol dari grup berbeda disebut Multibias. Sementara, menyukai beberapa grup idol sekaligus disebut tukang selingkuh; ralat, Multifandom.
Menjadi multifandom itu tidak mudah loh, karena ada pihak-pihak yang harus kita puaskan dengan sesuatu hal yang sepele. Jadinya, malah seperti punya banyak istri ehehe. Saat multifandom fokus ke grup A, fans dari grup B akan marah karena menganggap lebih pro ke satu grup saja. Apalagi kalau tiba-tiba ada konser dadakan di Indonesia, yang paling banyak mengeluarkan dana adalah multifandom.
Mengingat segala hal yang justru merugikan multifandom itulah, aku bersyukur sudah keluar dari fandom lama dan masuk ke fandom baru. Tanpa harus jadi multifandom.
Fandom baru saat itu tidak mendukung grup kondang yang bolak-balik Billboard dan sebagainya, hanya sebuah grup kecil kesayangan netizen Korea Selatan. Ya, NU'EST. Demi menghindari fanwar seperti dulu-dulu, akhirnya aku pun mengurangi aktivitas fangirling dan fokus mendukung NU'EST dengan beli album saja, alih-alih bacot di sosmed (ya, walaupun di awal masih sempat ikut-ikutan war wkwkwk).
Sayangnya, grup dari fandom baruku ini harus bubar pada awal tahun 2022, aku pun memutuskan tidak lagi masuk fandom mana pun. Karena fandom dan grup terakhir ini sangat indah dan membekas di hati, rasanya tak bisa terganti.
Baca juga: Cerpen Drakon yang Bijaksana
Artikel lainnya: Cerita Urban Legend
Sebuah fandom akan menjadi rumah kosong saat grupnya bubar.
Sekarang, aku hanya sekadar menyukai musik dan artis tanpa bergabung dengan fandom apapun. Aku pun masih penikmat musik-musik dari grup fandom lama atau grup yang sudah bubar tersebut.
Ingatlah, meninggalkan fandom itu bukan dosa, meninggalkan agamamu yang dosa.
Melepaskan penyemangat hidupku selama 10 tahun juga tidak mudah kok, tapi melepaskan hal-hal yang tidak sejalan itu lumayan melegakan sih. Saranku, jika merasa lingkungan perfandoman atau circle fandommu sudah toxic dan super duper melelahkan, tidak lagi semenyenangkan dulu. Tidak apa-apa, lepaskan saja mereka.
Sekarang sudah 2026, artinya sudah 4 tahun aku tanpa fandom K-pop. Aku pun tidak terlalu mengikuti perkembangan K-pop lagi. Hanya kalau ada lagi baru yang bagus, baru aku dengarkan. Sekarang musikku lebih beragam, aku mendengarkan lagu siapa saja yang kuanggap ramah di telinga.
Segala ketakutanku di tahun 2018, saat meninggalkan fandom ELF tidak terjadi selama 4 tahun setelah aku berhenti di fandom L.O.Λ.E. Aku bahkan sering ditanya oleh teman K-popers, apa hobiku sekarang setelah hidup tanpa fandom, bahkan aktivitas K-Pop menjadi sangat minim?
Padahal, sekarang aku bisa lebih fokus mengejar mimpi dan ternyata semuanya memang baik-baik saja loh. Awalnya memang terasa seperti punya rumah kosong, tapi pada akhirnya ramai dengan sendirinya tanpa harus aku sibuk-sibuk mengurus dan merawat eheheh....
So, kamu sendiri, pernah nggak ngerasa capek banget di fandommu yang sekarang?

Komentar
Posting Komentar