Terbaru

Captivating the King (2024): Review Drama Korea

Captivating the King (2024): Review Drama Korea 



Selamat pagi Pengembara, kali ini Kak Bi mau bahas drakor sejarah atau sageuk ya. Ini dia review drama Captivating the King yang wajib masuk list tontonan kamu.


***


Sinopsis Drama Captivating the King:

Pangeran Yi In, adalah seorang pangeran yang kembali ke Joseon setelah lama menjadi sandera di Qing. Sayangnya, Kepulangan Yi In disambut dengan pengkhianatan dan permusuhan dari saudaranya sendiri, Raja Yi Seon, yang dulu begitu menyayanginya.

Namun kini, raja melihatnya sebagai ancaman. Hati Yi In hancur, dan dia harus bertahan dalam siksaan emosional yang mendalam.  

Di tengah pergulatan batinnya, dia bertemu dengan seorang pemain baduk misterius yang menarik perhatian dan menjadi awal dari hubungan mereka serta konflik politik yang semakin memanas.

Seiring waktu, takdir membawanya kembali ke istana, di mana Yi In akhirnya naik takhta sebagai raja.

Sementara itu, Kang Hui Su, si pemain baduk berbakat yang sedang naik daun. Jatuh cinta padanya, tapi menyimpan dendam terhadap sang raja dan selama ini menyamar dengan tekad membalas sakit hatinya. Kang Hui Su sebenarnya adalah seorang wanita yang menyamar sebagai pria untuk bermain baduk, demi mengumpulkan uang bagi rakyat Joseon yang menjadi tawanan di Dinasti Qing.


***


Review Drama Captivating the King: Rating 6.8/10 untuk drama yang menyelipkan permainan baduk ini. Di balik permainan baduk penuh strategi dan kekuasaan istana, terselip kisah cinta yang banyak intrik. Lumayan seru, tapi ada catatannya juga.


Baca juga: Review Film Gonjiam: Haunted Asylum

Review lainnya: Review Itaewon Class


Review Drama Captivating the King: Plot dan Alur Cerita

Drama ini sebenarnya berfokus pada perjuangan Yi In atau Lee In yang diperankan Jo Jung Suk dalam mempertahankan kekuasaan setelah mengambil takhta dari saudaranya.

Dia harus berhadapan dengan para pejabat korup yang ngeselin dan terus berusaha menjatuhkannya. Plot ini sangat kurang menarik bagiku yang tidak suka genre politik, karena menampilkan dinamika politik khas sageuk, lengkap dengan pengkhianatan, permainan strategi, dan konflik internal kerajaan yang bikin gumoh.

Namun, dari sisi ceritanya, drama ini terasa cukup memuaskan, meskipun cenderung berputar-putar. Konflik yang seharusnya menegangkan justru terasa seperti diulang-ulang. 

Kisah cintanya juga kurang kuat. Walaupun sejak awal sudah diisyaratkan kalau Hui Soo dan Yi In akan terlibat hubungan romantis, perkembangan hubungan mereka terasa agak aneh menurutku. Tapi, entah kenapa tetap aja bikin baper sih ehehe.


***


Review Drama Captivating the King: Kelebihan Drama

1. Meskipun agak membosankan, tapi tema politik kerajaan dan perebutan kekuasaannya masih cukup menarik.  

2. Aku suka karakter Lee In atau Yi In (mulai dari sini aku nyebutnya Lee In aja ya), dia digambarkan sebagai pemimpin yang cerdas, penuh strategi, dan tidak ragu menggunakan cara-cara licik untuk bertahan. Sebagai tokoh utama pria, Jo Jung Suk sebagai Lee In berhasil menampilkan karakter yang punya banyak lapisan.

Dia bukan pahlawan yang sempurna, melainkan seorang penguasa yang harus melakukan macam-macam tindakan kontroversial demi bertahan.

3. Sinematografi dan vibes dramanya aku suka. Entah kenapa mau itu drama China, drama Thailand, Jepang, Korea bahkan Barat, aku lebih suka setting zaman doeloe. Vibes-nya itu loh, bagus banget.

Tapi, memang set dan kostumnya cukup baik, walau nggak luar biasa. Salah satu yang agak lucu adalah bagaimana drama ini menandai time skip dengan kasih janggut dadakan pada hampir semua karakter pria ehehe.

4. Anak-anak yang berperan dalam flashback kasih penampilan yang mengesankan. Ratu Dowager atau ibu surinya punya plotline yang cukup menyentuh dan menjadi salah satu bagian terbaik dari drama ini sih.  


Review Drama Captivating the King: Kekurangan Drama

1. Meskipun chemistry Jo Jung Suk dan Shin Se Kyung lumayan bikin baper, tapi dari segi cerita cinta dan eksekusi romansanya tidak terasa alami dan kurang mendalam aja gitu.

2. Alur ceritanya cenderung melelahkan, terutama melewati episode 8.

3. Tokoh antagonis kurang menonjol dan gagal memberikan ancaman yang berarti bagi Lee In. Malah terkesan nyebelin doang bagiku uang menonton.

4. OST drama ini juga nggak terlalu berkesan, tidak ada lagu yang benar-benar menonjol dan melekat dalam ingatanku.

5. Shin Se Kyung sebagai Kang Hui Soo masih kurang memerankan 'penyamaran laki-laki'. Selain masih terlalu cantik dan kelihatan banget dia perempuan (kok banyak lelaki yang nggak sadar ya?) saat jadi lelaki si pemain baduk, chemistry dengan Jo Jung Suk malah berasa banget. Entahlah, aku kurang suka sama drama atau film yang tukeran peran gitu. Tapi, karena di kepalaku dia perempuan, yowes, nggak apa-apalah.


***


Kesimpulannya, Captivating the King punya konsep yang menarik, tetapi eksekusinya kurang maksimal. Buat yang suka politik ala sageuk drama, mungkin masih bisa menikmati. Jo Jung Suk dan chemistry tipis dengan Shin Se Kyung cukup bikin baper (meskipun nggak maksimal) ini bisa jadi alasan lain untuk menonton drama ini, apalagi kalau Pengembara fansnya Jo Jung Suk.

Oke, sekian review drama Captivating the King. Terima kasih sudah mampir ke review drama kali ini.

Komentar

Popular