Langsung ke konten utama

Terbaru

Review Drama A Love so Beautiful (2020) Versi Korea

Review Drama A Love so Beautiful (2020) Versi Korea Review Drama A Love so Beautiful (2020) Versi Korea Hai, Pengembara, di bulan Februari yang sebentar lagi selesai ini enaknya nonton drama apa ya, selain yang sedang tayang? Hmm, setelah dipikir-pikir, mumpung masih bulan puasa, kita bahas yang ringan-ringan aja deh. So, aku mau review drama A Love So Beautiful yang Korean versi ya, siapa tahu bisa masuk list tontonan Pengembara nih. Sebenarnya drama ini baru aku tonton 2 tahun setelah dramanya tayang dan aku sama sekali belum nonton versi-versi lainnya, sehingga review drama kali ini hanya dari sudut pandang sebagai penonton A Love So Beautiful versi Korea, tanpa membandingkan dengan versi lainnya. Langsung saja masuk ke review drama selengkapnya. Info Drama A Love so Beautiful (2020) Versi Korea *** Sinopsis Drama A Love So Beautiful: A Love So Beautiful bercerita tentang perjalanan cinta Sol Yi dan Cha Heon sejak masa sekolah hingga dewasa.  Sol Yi adalah gadis ceria yang teran...

All That We Loved (2023): Review Drama Sehun EXO

All That We Loved (2023): Review Drama Sehun EXO 

Review Drama All That We Loved
Review Drama All That We Loved 

Ada fans EXO di sini? Fans Sehun gimana? Terlebih buat yang cari drama sekolahan dengan tema persahabatan kuat. Ekhem, semoga ada ya, karena Kak Bi mau review drama yang diperankan sama Sehun ini ehehe.

Tanpa berlama-lama, simak review dramanya berikut ini:


***

Info Drama All That We Loved
Info Drama All That We Loved 


Sinopsis Drama All That We Loved:

Drama ini mengisahkan persahabatan solid para remaja 18 tahun yang tak bisa melepaskan cinta maupun persahabatannya. Dengan sentuhan unik tentang cellular memory, drama ini mengeksplorasi hipotesis kalau ingatan seseorang bisa saja berpindah ke penerima transplantasi organ.  

Ada Go Yoo (Oh Sehun), siswa kelas dua SMA Hara yang dikenal sebagai pemain basket jenius. Awalnya, dia bermain basket hanya untuk menambah tinggi badan, tetapi kini bakatnya semakin diakui. Meskipun tidak terlalu serius dalam belajar, dia tetap mampu mempertahankan nilai rata-rata. Sibuk dengan berbagai hal, Go Yoo tak punya waktu untuk berkencan, apalagi dia lebih fokus melindungi sahabatnya, Go Joon He (Jo Joon Young).

Namun, segalanya berubah setelah Go Yoo mendonorkan ginjalnya kepada Joon Hee. Secara misterius, Joon Hee mulai menunjukkan perubahan akibat cellular memory syndrome. Joon He mulai menunjukkan perilaku yang mirip dengan Go Yoo, termasuk ketertarikannya pada cewek yang sama, Han So Yeon (Jang Yeo Bin).

Kini, Go Yoo dan Joon Hee yang dulu bersahabat malah menjadi rival dalam cinta, dan membuat hubungan mereka semakin rumit.  

Bagaimana persahabatan dan cinta mereka akan berakhir? Bisakah Go Yoo dan Joon Hee menemukan keseimbangan di antara perasaan mereka yang berubah? Well, ditonton aja ehehe.


***


Review Drama All That We Loved: Rating 6.8/10 untuk drama yang cerita persahabatannya cukup menarik. Lumayanlah, lihat Sehun berakting sebagai anak SMA ehehe.


Drama dengan konsep menarik? Yes. 

Eksekusi oke? Nope.


Baca juga: Berapakah Maksimal Umur Kucing?

Review lainnya: Review Take Me Home


Review Drama All That We Loved: Hal yang Kak Bi Suka

1. Persahabatan Go Yoo dan Joon He

Chemistry antara Sehun dan Joon Young sebenarnya adalah highlight utama dari drama ini. Dinamika mereka terasa alami dan cukup menggemaskan, dari momen-momen konyol sampai saat-saat emosional. Mereka benar-benar terlihat seperti sahabat yang sudah lama berteman. Bromance-nya cukup terasa menurutku.


2. Sehun sebagai Go Yoo

Menurutku, Sehun cukup sukses memerankan karakter Go Yoo dengan karisma dan energinya yang khas. Meski usianya sudah hampir 30 tahun saat drama ini rilis, dia tetap bisa tampil meyakinkan sebagai anak SMA, terutama saat di lapangan basket. Adegan basketnya keren banget, bahkan ada satu yang kayak adegan slow-mo gitu. Cuma ya, ada beberapa momen kemunculan Sehun terasa kurang maksimal aja entah kerana apa.


3. Setting Tahun 2006

Jarang banget ada drama yang mengambil latar tahun 2006, biasanya tahun tahun 1998-2000 awal atau justru lebih lawas lagi dan ini bikin nuansa nostalgia drama ini jadi terasa bagi anak-anak 90-an. Walau beda negara dengan Kak Bi, detail kecil seperti gaya pakaian dan vibe zaman itu cukup terasa meskipun kurang dieksplor lebih dalam.  


4. Kemunculan Sosok Versi Dewasa

Drama ini juga memperlihatkan setting waktu masa kini dalam timeline drama. Saat ini terjadi, paling seru menebak-nebak mana yang Go Yoo atau yang mana Joon He dan So Yeon. Ada nggak mereka ini di timeline dewasa?

Oh ya, di timeline dewasa ada mendiang Song Jae Rim yang jadi Dr. Ko, seorang spesialis kesehatan mental. Lalu, ada Jung Eugene yang jadi sentra ceritanya.


***


Review Drama All That We Loved: Hal yang Bikin Gregetan

1. Han So Yeon, Si Female Lead yang Kosong

Sejujurnya, aku merasa karakter Han So Yeon itu cukup hambar, entahlah kalau menurut yang lain ehehe. Tidak ada perkembangan karakter, tidak ada alasan jelas kenapa dua cowok ini bisa tergila-gila padanya selain karena "dia cewek baru yang cantik." 

Lebih parah lagi, alurnya seperti dibuat hanya untuk memaksakan supaya ada konflik cinta segitiga, padahal drama ini sebenarnya lebih kuat di sisi persahabatannya.  


2. Konsep Cellular Memory yang Nggak Dimanfaatkan

Awalnya, drama ini menjanjikan konsep unik di mana Joon He mulai mengalami perubahan akibat ginjal Go Yoo. Tapi ternyata konsep ini cuma jadi gimmick dan baru benar-benar muncul di beberapa momen terakhir drama. 

Padahal ini bisa jadi elemen cerita yang menarik kalau dikembangkan lebih dalam, maksudku ya dibikin apa gitu kek biar konsep cellular memory-nya tidak terkesan tempelan.


3. Penyelesaian yang Terburu-buru

Drama ini cuma punya 8 episode, khas web drama pada umumnya, tapi terasa seperti diisi banyak filler dan tidak fokus pada plot utama.

Love triangle yang nggak perlu di-push berlebih malah menyita waktu lebih banyak dibandingkan eksplorasi hubungan persahabatan atau konflik batin antar karakter. Ya, aku tahu ini juga mengarah ke konsep cellular memory-nya, ya, karena transplantasi itu jadi pada rebutan cewek yang sama. Tapi, entahlah, aku kurang sreg ehehe.

Ending-nya juga kurang menggigit dan terasa seperti kehilangan arah. Bahkan sejujurnya, kalau bukan lihat-lihat ulang video soal drama ini, aku nggak ingat sama sekali endingnya kayak apa, karena nggak membekas.


***


All That We Loved ini punya potensi besar sebagai drama tentang persahabatan dan konflik identitas, tapi malah terseret oleh love triangle yang terasa dipaksakan. 

Sehun dan Joon Young sukses membawa chemistry bromance dan persahabatan yang kuat, tapi sayangnya karakter Han So Yeon malah mengurangi daya tarik cerita.

Oke, sekian review dramanya Sehun kali ini. Mohon maaf kalau ada salah-salah kata ya. Terima kasih sudah mampir. Selamat membaca dan selamat menonton.

Komentar

Popular