Langsung ke konten utama

Terbaru

Meninggalkan Fandom K-Pop, Bukan Sebuah Dosa

Meninggalkan Fandom K-Pop, Bukan Sebuah Dosa K-Pop adalah salah satu pembahasan paling dominan di Twitter alias X. Berdasarkan tempo.co dari 1 Juli 2020 hingga 30 Juni 2021, terdapat sekitar 7,5 miliar kicauan tentang K-Pop.  Jumlah itu memecahkan rekor tahun sebelumnya sebanyak 6,1 miliar kicauan. Sejak 2010 hingga 2021, rata-rata kenaikan jumlah cuitan K-Pop mencapai 131 persen per tahun. Semua kicauan tersebut datang dari berbagai fandom K-Pop, tak terkecuali fandom-fandom kecil sekalipun. Bisa dibayangkan, bagaimana potensi cuitan K-Pop per 2025-2026 ini ditambah dengan kekacauan sejak awal Februari 2026 yang muncul setelah konser Day6 dan menghasilkan perang online SEAblings vs. Korsel? *** Well, dalam dunia K-Pop, fandom adalah sekelompok fans atau penggemar yang mengidolakan sebuah grup atau artis. Oktober 2008 aku bergabung dengan fandom milik grup SUPER JUNIOR . Dari sini, aku mau membahas pandangan dari seseorang yang saat ini sudah tidak bergabung dengan fandom manapun ...

Exhuma (2024): Review Film Horor Korea Selatan

Exhuma (2024): Review Film Horor Korea Selatan



Hai, Pengembara pencinta film horor. Kali ini, Kak Bi mau bahas film Korea yang sempat rame banget di bioskop, yaitu Exhuma. Film horor berbau sejarah kelam Jepang-Korea ini ternyata lumayan seru ehehe ....

Apakah film ini worth it buat ditonton? Yuk, kita bahas sama-sama.


⚠️SPOILER ALERT⚠️


Info Film

Judul: Exhuma

Sutradara dan Penulis Naskah: Jang Jae Hyun

Genre: Horor, Misteri

Pemain: Choi Min Sik, Kim Go Eun, Lee Do Hyun, Yu Hae Jin

Rilis: 22 Februari 2024

Durasi: 134 Menit

Negara: Korea Selatan 

Rating Usia: 15+


***


Sinopsis Film Korea Exhuma:

Sinopsis film Korea Exhuma ini dibuka dengan cerita keluarga Korea yang tinggal di Los Angeles. Keluarga Park Ji Yong, yang mengalami gangguan misterius, terutama terhadap bayi mereka, dan diyakini semua gangguan itu terkait dengan leluhur keluarga. 

Untuk mengatasinya, keluarga ini memanggil Lee Hwa Rim, seorang dukun terkenal asal Korea Selatan. Bersama rekannya Bong Gil, Hwa Rim mencari cara untuk melindungi keluarga Park Ji Yong. Kemudian, Park Ji Yong pun mengizinkan Hwa Rim untuk memindahkan makam kakeknya demi meredakan kutukan leluhur.

Untuk tugas ini, Hwa Rim kembali ke Korea demi mengungkap rahasia makam leluhur sang klien. Hwa Rim mengajak dua rekan ahli; Kim Sang Deok, seorang ahli Feng Shui yang menjual lokasi pemakaman untuk orang-orang kaya, dan Yeong Geun, seorang pengurus rumah duka.

Di desa asal keluarga Park Ji Yong, mereka menemukan bahwa makam leluhur berada di tempat dengan Feng Shui buruk. 

Saat penggalian dimulai, salah satu penggali kubur tidak sengaja memenggal ular berkepala manusia, yang diyakini sebagai pertanda buruk. Setelah hujan reda, peti mati sang kakek dipindahkan ke rumah penjaga setempat untuk dikremasi, tetapi penjaga itu malah membukanya. 

Hal ini justru melepaskan roh pendendam kakek Park Ji Yong, yang ternyata seorang loyalis Jepang selama era penjajahan Korea dan roh jahat penuh dendam ini segera mencari anak keturunannya untuk diteror.

Seiring berjalannya waktu, peristiwa yang awalnya hanya terlihat sebagai masalah keluarga, berubah menjadi konspirasi besar dan melibatkan sejarah kelam Jepang-Korea, perdukunan, dan praktik ilmu hitam. Hwa Rim dan Kim Sang Deok harus fokus dan bekerja sama demi melawan sosok yang lebih besar di balik peti mati kakek Park Ji Yong.


***


Rating 8.8/10 untuk film horor-misteri dengan sentuhan psikilogis yang punya durasi cukup panjang, yaitu sekitar 2 jam lebih.

Berdasarkan sinopsis film Korea Exhuma, dari awal kita sebagai penonton langsung diajak masuk ke konflik utama tanpa banyak pengenalan karakter. 

Ini mungkin terasa janggal buat sebagian orang, tapi sepanjang cerita, perlahan-lahan bakal mengenal siapa saja tokoh utama melalui dialog dan tindakan kok.


Baca juga: FILM FIKSI ILMIAH 2067 (2020): REVIEW KAK BI

Review lainnya: REVIEW FILM HOROR THAILAND TERBAIK 2004: SHUTTER


Review Singkat Film Korea Exhuma:

Film ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama fokus pada investigasi makam leluhur dan ritual shamanisme yang rinci banget. Sedangkan bagian kedua ada konflik yang lebih besar dan melibatkan "makhluk" misterius lain.

Sayangnya, transisi antara kedua bagian ini terasa agak patah, macam dua film dengan cerita berbeda. Tapi, tetap nyambung, kok.

Yang bikin unik adalah penggabungan unsur horor supranatural dengan latar belakang sejarah pendudukan Jepang di Korea. Terus vibes psikologi thriller pun berasa banget.

Ada banyak detail kecil yang bikin aku mikir, termasuk simbolisme dan makna ritual. Padahal aku sudah tidak asing dengan budaya perdukunan Korea gegara kebanyakan nonton horor Korea ehehe. Jadi, buat yang suka nonton sambil mikir, film ini mungkin bakalan cocok.


***


Keunggulan Film Exhuma:

1. Kalau Pengembara suka horor yang lebih fokus pada cerita daripada jumpscare, mungkin film ini bakal jadi pengalaman menarik, apalagi sambil belajar budaya perdukunan Korea. Exhuma ini punya alur yang detail dan penuh misteri, bikin aku beberapa kali menahan napas karena penasaran. Bukan karena ketakutan ya, tapi lebih kepada gelisah gitu.

2. Kim Go Eun sebagai Mbak Dukun Hwa Rim sukses mencuri perhatian. Aktingnya benar-benar all out! Ritual yang dia lakukan benar-benar bikin merinding, bukan karena seram aja, tapi karena pembawaannya yang memang aneh dan disturbing. 

Kabarnya, Go Eun bahkan benar-benar mengundang 'hantu' ke lokasi syuting sangking meresapi adegan ritual di pemakaman.

Bahkan adegan saat dia ketakutan, sampai berlutut pas ngeliat makhluk itu juga bener-bener dapet banget emosinya.

Bukan hanya Go Eun, semua aktor dan aktris di sini totalitas banget sih.


Kekurangan Film Exhuma:

1. Sebenarnya ada beberapa bagian yang terasa terlalu lamban, terutama di awal film. Ditambah ada banyak dialog yang mungkin terasa membosankan kalau Pengembara tipe yang nggak suka horor “bercerita" dan lebih suka horor yang "berteriak".

Untuk aku ini, tergantung mood sih, kebetulan saat menonton ini aku sedang tidak ingin melihat terlalu banyak obrolan dari film horor, makanya merasa ini jadi kekurangan film.

2. Oh ya, kekuatan hantunya nggak konsisten sih. Di beberapa adegan, si makhluk jahat itu terlihat sangat overpower, sampai jadi bola api mirip banaspati. Tapi, di adegan lain sosok ini malah terasa biasa aja. Ini bisa bikin intensitas horornya jadi naik-turun, makanya aku bisa paham kalau ada yang merasa kalau film ini biasa aja.


***


Ya, sekian review singkat film Korea Exhuma. Exhuma ini jatuhnya horor investigasi yang unik. Kalau Pengembara suka film dengan cerita kuat, ada detail budaya, dan misteri mendalam yang dibangun secara perlahan, ini bisa jadi pilihan tepat ya.

Tetapi, sekali lagi aku ingatkan kalau kamu lebih suka horor penuh jumpscare dan penampakan setan yang gamblang banget, mungkin kamu bakal merasa film ini memang kurang greget sih.

Yep, terima kasih sudah baca review dan sinopsis film Korea Exhuma, jangan lupa kunjungi https://linktr.ee/nurwahidahbi dan https://www.youtube.com/@nurwahidabatalipu untuk informasi lainnya tentang Kak Bi. 

Komentar

Popular