Terbaru

Ada apa denganku?

 Cerpen Horor Terbaru: Ada Apa Denganku? - OPINIA.ID



Cerpen horor balik lagi nih. Sebenarnya bingung mau masukin cerpen horor terbaru ini sebagai cerpen horor atau misteri, ya horor aja kali ya, soalnya ada hantu tipis-tipis eheheh....


Selamat membaca cerpen horor terbaru Kak Bi dan terima kasih sudah mampir.


***


.


Malam itu, aku pulang lembur dari kantor, waktu sudah menunjukkan setengah sebelas malam. Begitu turun dari motor teman yang mengantar, aku berdiri sejenak di hadapan gang kecil yang biasa dilewati untuk sampai ke rumah. Gang kecil nan sepi ini semakin sunyi dan dingin, lebih dari biasanya. Mungkin karena sudah larut malam. 


Aku tidak langsung memasuki gang, agak lama berdiri di depan gang karena perasaan ini tak enak. Niatku adalah menunggu orang yang dikenal lewat untuk bersama-sama masuk gang, sambil mengirimkan pesan kepada orang rumah untuk menjemput di sini.


Sembari menunggu, rasa dingin mulai merayap ke seluruh tubuh. Bersamaan dengan itu, entah kenapa, mataku tertarik melihat ke arah lantai dua rumah tua, milik seseorang yang sudah lama meninggal.


Gambar


Cerpen Horor Terbaru — Beberapa kali kedipan, aku melihat sosok besar dengan rambut kribo panjang di jendela. Sosok itu berdiri membelakangi kaca, tapi tangan besar dan panjangnya seolah melambai ke arahku. Jantung ini berdegup kencang, kaki pun tak bisa digerakkan. Aku terpaku, tak mampu berbuat apa-apa.


Setelah beberapa menit yang terasa seperti seabad itu, sebuah motor ber-knalpot burik melintas, suara berisiknya membangunkanku dari keterpakuan. Kaki yang sebelumnya kaku langsung bisa bergerak.


"Alhamdulillah," ujarku segera berlari sekencang mungkin menuju warung kopi dekat pintu masuk gang. 


Di sana, aku kembali menelepon orang rumah untuk minta dijemput. Agak lama menanti, ayah pun datang. Malam itu, aku merasa demam, tubuh panas selama beberapa hari ke depan.


***


Beberapa hari setelah sembuh dari sakit, di suatu sore usai pulang bekerja, aku lekas pergi ke rumah tetangga di bagian gang paling jauh untuk ikut arisan pengajian. Semakin masuk ke dalam gang sehingga terasa agak membingungkan bagiku yang memang jarang bersosialisasi di sekitar rumah, apalagi rumahku tepat di tengah kompleks gang sempit, ujung ke ujung terasa jauh.


Seharusnya ibulah yang ikut arisan pengajian, tapi aku menggantikannya karena ibu mengaku kelelahan. Selepas mengaji, aku dan seorang teman pulang bersama-sama. Waktu menunjukkan hampir jam sepuluh malam. Kami berjalan di jalanan yang mulai agak sepi.


Dari kejauhan, aku melihat seorang anak kecil bermain petak umpet di balik pohon pisang. Anak kecil itu tampak sedang bersembunyi dengan wajah penuh keceriaan di antara cahaya remang-remang.


Baca juga: https://opinia.id/post/rekomendasi-kak-bi-3-334675

Cerpen horor lainnya: https://opinia.id/post/cerpen-horor-terbaru-tengkorak-beracun-280533


"Kamu lihat anak kecil di situ, nggak?" Aku iseng menunjuk ke arah pohon pisang tempat anak itu bersembunyi, memberi tahu temanku.


"Mana?" Temanku menatap langsung ke arah yang ditunjuk.


Namun, saat aku dan dia mencoba melihat lebih saksama, rasa kaget tak terhingga menghantam kami berdua. Tiba-tiba saja, kepala anak kecil yang bermain sendirian itu terlepas dan jatuh ke tanah.


Aku dan teman berteriak ketakutan, kami berdua lari sekencang mungkin sambil beristighfar, walaupun bacaan istighfar kami terdengar belepotan karena ketakutan. Ayat-ayat suci yang biasa kuhapal juga seakan hilang dari ingatan, hanya tersisa rasa takut yang mencekam.


***


Semenjak kejadian itu, semakin hari terasa ada sesuatu yang mengikuti. Bayangan gelap seringkali tampak di sudut-sudut mata, bahkan aku mulai sering mendengar suara-suara aneh di malam hari. Kejadian di lantai dua rumah tua dan anak kecil di balik pohon pisang terus menghantui pikiranku. Aku tahu, ada sesuatu yang tidak beres. Tapi, kenapa? Aku ini kenapa? Ada apa denganku?


Bahkan semakin lama, aku tidak bisa menahan emosi. Mudah marah dan sedih, bahkan terkadang aku malas pergi bekerja. Mauku hanya di rumah saja, bahkan makan pun enggan. Terkadang aku bisa sangat gelisah dan ketakutan saat ada di kamar, tapi terkadang justru lebih merasa aman di dalam kamar.


Melihat kegelisahanku yang mulai mengganggu pekerjaan dan kehidupan. Ibu dan ayah memutuskan mencari bantuan dari seorang ustadz yang lumayan dikenal di lingkungan sebelah. Awalnya aku menolak dipertemukan dengan ustadz itu, tapi karena semakin hari rasanya semakin tidak tenang. Akhirnya aku bersedia.


Gambar


Cerpen Horor Terbaru — Ustadz mendengarkan ceritaku dengan saksama, lalu menyarankan untuk melakukan doa dan dzikir di rumah secara rutin, serta meminta maaf dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Malam itu, kami pun melakukan doa bersama di rumahku. Ustadz membaca doa-doa dengan khusyuk, memohon agar semua energi negatif yang ada di rumah ini pergi.


Setelah ritual doa selesai, ustadz tersebut menyarankan agar kami tetap waspada, namun jangan biarkan rasa takut menguasai.


Malam itu, aku tidur dengan perasaan sedikit lebih tenang. Namun, dalam mimpi, aku kembali berada di depan gang, melihat sosok besar dengan rambut kribo panjang yang melambai kepadaku dari lantai dua rumah tua. Namun kali ini, aku mendengar suaranya dan dia menatap ke arahku.


"Indah ... Indah ...," panggilnya malah terdengar ramah. Tak cocok dengan rupanya yang menyeramkan. Dia terus saja memanggil namaku dan memintaku untuk mendekat.


Dengan berat hati, dalam mimpi aku melangkah. Tetapi, baru beberapa langkah menuju rumah tua, tiba-tiba saja aku beralih di bawah pepohonan pisang. Kemudian, sepotong kepala menggelinding cepat ke arah kaki ini. Wajah pada kepala menatapku dengan senyuman aneh, matanya mendadak mengeluarkan darah dan aku mulai berteriak histeris.


Cerpen horor-komedi: https://opinia.id/post/cerpen-horor-komedi-setan-vs-emak-284787

Cerpen horor lainnya: https://opinia.id/post/langgar-kisah-gunung-angker-belakang-sekolah-290577


Saat itulah aku terbangun dengan keringat dingin di sekujur badan, di sampingku sudah ada ibu dan ayah. Aku segera memeluk ibu sambil menangis dan menggigil.


"Istighfar dan baca shalawat ya, Ndah ...." Ayah terdengar panik. Malam aneh itu pun terlalui saat aku pindah ke kamar ayah dan ibu. Ya, kali ini ayah yang tidur di kamarku.


***


Keesokan harinya, kami sekeluarga dikagetkan dengan kucing tetangga yang sedang menggaruk-garuk tanah tepat di bawah jendela kamarku. Awalnya kami bergantian mengusirnya, tapi dia tetap saja kembali ke situ.


Karena penasaran, kami biarkan kucing itu menggali sampai akhirnya dia berhenti sendiri ketika mengenai kayu berbunyi kopong dan tiba-tiba mengencinginya. Ayah segera memeriksa apa yang ditemukan kucing tetangga. Ternyata itu sebuah peti kayu, begitu dibuka isinya adalah tanah kehitamanan dan beberapa rimpang mengering ditambah batu-batu aneh berbau busuk, dengan kertas bertuliskan namaku yang dieja terbalik.


"Oh ini penyebabnya. Astaghfirullah ...," seru Ayah sambil gemeteran memegangi kotak itu.


Gambar


Cerpen Horor Terbaru — Rupanya, apa yang kurasakan secara tiba-tiba belakangan ini bukan tanpa alasan. Kami sekeluarga memutuskan pindah dari gang sempit itu, berharap takkan ada gangguan. Rumah kami di gang itu, kami sewakan perbulan.


Setelah pindah, aku tidak lagi bermimpi buruk atau melihat penampakan. Semuanya kembali normal, amarah dan emosi pun kembali mudah dikontrol. Aku juga tidak lagi merasa malas bekerja. Meskipun begitu, kejadian tersebut terkadang masih menghantui, aku belajar untuk menghadapi ketakutan dengan doa dan keimanan. 


Aku percaya, bahwa apa pun yang terjadi, perlindungan dan pertolongan Allah selalu ada, dan hanya kepada Allah aku berlindung dari segala ketakutan dan gangguan yang terlihat maupun tak terlihat.


TAMAT 

Gorontalo, 8 Agustus 2024


***


Sekian cerpen horor terbaru kali ini, jika tidak seram, tolong diambil hikmahnya saja. Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca cerpen horor terbaru: Ada Apa Denganku?

Komentar

Popular