Langsung ke konten utama

Terbaru

The Art of Sarah (2026): Seni Memanipulasi dari Shin Hye Sun | Hot Topic

The Art of Sarah (2026): Seni Memanipulasi dari Shin Hye Sun | Hot Topic Drama 8 episode ini dibuka dengan satu pertanyaan sederhana tapi mengganggu yaitu siapa sebenarnya Sarah Kim? Mayat perempuan tanpa identitas ditemukan di selokan. Wajahnya dirusak. Di sampingnya ada tas Hermès. Identitas korban nggak jelas. Tapi nama Sarah Kim langsung menyeruak ke permukaan, katanya dia CEO misterius dari brand tas Boudoir yang tiba-tiba naik daun dan menjadi simbol kemewahan.  Yuk temani aku mengulas drama ini bersama-sama. *** Info Drama Judul: The Art of Sarah  Genre: Thriller, Mystery, Psychological, Crime Jumlah Episode: 8 Sutradara: Kim Jin Min Penulis Naskah: Chu Song Yeon Pemain: Shin Hye Sun, Lee Jun Hyuk, Kim Jae Won, Jung Da Bin, Bae Jong Uk, Park Bo Kyung Tayang: 13 Februari 2026, Netflix  Durasi: 44 menit Rating Usia: 15+ *** Sinopsis Drakor The Art of Sarah: Kisah tentang Sarah Kim, seorang wanita yang rela melakukan apa saja demi mewujudkan ambisinya hidup dalam keme...

Wednesday Season 2 (2025): Visual Mewah tapi Cerita Lemah

Wednesday Season 2 (2025): Visual Mewah tapi Cerita Lemah

Kesuksesan besar Wednesday Season 1 membuat ekspektasi terhadap musim keduanya melambung tinggi. Serial ini bukan hanya berhasil menghidupkan kembali karakter ikonik Addams Family, tetapi juga memberi makna baru yaitu kisah tentang keterasingan, identitas, dan menemukan “keluarga” bagi mereka yang tak pernah merasa cocok dengan dunia normal.

Serial ini mungkin nggak cocok untuk semua orang, terutama penggemar berat Addams Family klasik yang menginginkan humor gelap ekstrem. Namun bagi Pengembara yang mencari series misteri gotik dengan sentuhan remaja, visual kuat, dan karakter utama yang ikonik, Wednesday adalah tontonan yang sangat layak.

Dengan ending di season satu yang membuka banyak kemungkinan, satu hal yang jelas adalah Wednesday Addams masih punya banyak cerita untuk diceritakan dan karena itulah ulasan season duanya ini aku buat.


***


Info Serial

Judul: Wednesday 

Genre: Comedy, Mystery, Crime, Fantasy

Season: 2

Jumlah Episode: 16; 8 (S1) dan 8 (S2)

Kreator: Alfred Gough, Miles Millar

Eksekutif Produser: Alfred Gough, Miles Millar, Tim Burton, Steve Stark, Andrew Mittman

Pemain: Jenna Ortega, Catherine Zeta-Jones, Luis Guzmán, Emma Myers, Evie Templeton, Gwendoline Christie, Riki Lindhome, Jamie McShane, Hunter Doohan, Percy Hynes White

Tayang: 23 November 2022 (S1), 6 Agustus dan 3 September 2025 (S2), Netflix 

Durasi: 46-61 menit

Rating Usia: 15+ 


***


Sinopsis Wednesday Season 2:

Setelah peristiwa besar di Nevermore Academy, Wednesday Addams kembali dengan ancaman baru yang lebih besar dan lebih gelap ke Nevermore Academy yang kini dipimpin oleh kepala sekolah baru, Barry Dort. Meski sekolah dan kota Jericho tengah berbenah pasca-tragedi, kedatangan Wednesday justru disambut bak pahlawan oleh para guru dan murid. Namun, di balik popularitas yang tidak diinginkan, Wednesday tetap dihantui oleh pesan misterius dari seorang penguntit anonim yang mengaku terus mengawasinya sejak liburan musim panas.

Keinginan Wednesday untuk bertahan di Nevermore juga didorong oleh sebuah penglihatan mengerikan yang disertai air mata hitam. Dia menyaksikan Enid Sinclair, akan berakhir tewas secara tragis akibat kesalahan Wednesday. 

Kini, dengan nasib Enid yang bergantung di tangannya, Wednesday berpacu dengan waktu untuk memecahkan makna di balik ramalan maut tersebut. Sambil menyelidiki sosok penguntit misterius yang mengancam nyawanya, dia juga harus menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dan mengguncang emosi daripada sebelumnya. Wednesday harus membuktikan bahwa dia mampu mengubah takdir sebelum penglihatan tentang kematian sahabatnya itu menjadi kenyataan.


***


Review Wednesday Season 2:

1. Ambisi Terlalu Besar, Ruang Terlalu Sempit

Masalah utama Wednesday Season 2 adalah terlalu banyak cerita dalam waktu yang terlalu singkat. Jika Season 1 memberi ruang bagiku untuk menikmati suasana, aura, karakter, dan hubungan antar tokoh, season 2 justru terasa seperti dikejar tenggat waktu eheheh.

Set dan kostum masih dirancang dengan penuh cinta, entah itu detail gotiknya, tekstur kain, palet warna, dan arsitektur khas Burton masih tetap memukau. Sayangnya, nggak ada waktu untuk benar-benar bisa menikmatinya. Soalnya, adegan berpindah cepat, konflik datang bertubi-tubi, dan emosi nggak sempat mengendap.

Serial ini bekerja paling baik saat seluruh elemen saling melengkapi. Menjelang akhir episode, hal itu akhirnya terjadi kembali.


2. Tetap Seru, Walau Kehilangan Roh Season 1

Season 1 terasa segar, lucu, dan emosional. Aku melihatnya sebagai representasi seseorang yang berbeda, kaku secara sosial, tapi punya empati dan kompas moral yang kuat.

Wednesday dulu adalah sosok penyendiri yang perlahan belajar terhubung. Hubungannya dengan Enid terasa tulus dan organik. Nevermore Academy menjadi rumah, bukan sekadar latar.

Di Season 2, terutama empat episode pertama, semuanya terasa seperti serial yang berbeda. Hubungan Wednesday dan Eugene nyaris tidak ada, mungkin karena Eugene dikasih banyak scene bersama Pugsley kali ya ....

Banyak kejadian besar, tapi nggak terlalu meninggalkan dampak emosional, contohnya aja kayak kemunculan cameo Lady Gaga, rasanya singkat banget, aku pikir dia bakal dikasih sesuatu yang lebih besar, dari sekadar pemberi clue.

Alih-alih berkembang, beberapa karakter memang terasa berjalan sendiri-sendiri. Bahkan pengenalan karakter Agnes, yang terasa seperti “Wednesday kedua”, agak buang waktu. Bukannya aku nggak suka Agnes ya, karena pada akhirnya dia berguna banget untuk Wednesday hanya saja. Kemunculan dia ada jarak emosional dan membuat narasi terasa semakin dingin antara Wednesday dengan sosok yang dekat dengannya di season 1.


3. Konflik Ibu dan Anak yang Melelahkan

Meskipun masih cukup menarik, pengulangan konflik Morticia–Wednesday kembali diangkat, tapi dengan pendekatan yang agak bikin jengkel nih. Alih-alih mendalam dan reflektif, konflik ini terasa repetitif dan dangkal, seolah hanya menjadi alat dramatis tanpa pengembangan emosional yang signifikan dan menguras kesabaranku ehehe.


Baca juga: REVIEW SERIES THAILAND: ENIGMA (2023)

Series lainnya: JOKO ANWAR'S NIGHTMARES AND DAYDREAMS (2024): SERIES NETFLIX INDONESIA


4. Terasa Terlalu Aman dan Terlalu Jinak

Ironisnya, meski dipenuhi kekerasan, bahkan ada si zombie juga. Season 2 terasa masih terlalu aman dalam humor dan keunikan Addams Family. Aku merasa series ini totalitasnya ditargetkan ke penonton yang lebih muda. Seolah kehilangan ketajaman humor gelap khas Addams. Terlihat ramah dan dijinakkan.

Hasilnya adalah identitas yang membingungkan, di satu sisi memang masih gelap secara visual, tapi lebih tumpul secara emosional dan tematik. 


5. Kelebihan Wednesday Season 2 

  • Set dan kostum tetap luar biasa, penuh detail dan estetika gotik.
  • Produksi masih solid, secara visual tidak ada yang menurun.
  • Episode-episode akhir mulai menunjukkan kerja sama karakter yang lebih baik. Aku suka saat semuanya bekerja sama.
  • Jenna Ortega tetap konsisten membawa karakter Wednesday dengan dedikasi tinggi. Keren banget deh Jenna.
  • Aku paling suka adegan Enid dan Wednesday yang tertukar jiwanya, humor mereka kembali muncul dan menguat di sini. Apalagi dengan fakta bahwa Wednesday bukan hanya nggak suka warna, tapi pernyataannya soal alergi warna itu beneran. Terbukti dengan badan Wednesday berjiwa Enid memakai pakaian warna, dia mengalami alergi kulit. Ini seru banget sih.


6. Kekurangan Wednesday Season 2 

  • Cerita terlalu padat dan terburu-buru, tidak kasih ruang emosi untuk berkembang 
  • Banyak alur terasa terpisah dan tidak menyatu
  • Konflik keluarga terasa berulang tanpa kedalaman baru.
  • Kehilangan kehangatan dan keunikan Season 1.


***


Rating 8.2/10 untuk Wednesday Season 2 dariku. Bukan karena jelek, tapi kalau dibandingkan sama season 1, aku lebih suka season 1 ehehehe. 

Serial ini masih punya visual indah dan akting solid, tetapi memang kehilangan roh yang dulu membuatnya istimewa di season sebelumnya. Ambisi besar, terlalu banyak ide, dan entah karena hal apa itu membuat Season 2 terasa agak dingin, terputus, dan tidak terlalu berkesan kayak season 1. Jadi typical drama remaja aja.

Aku udah bahas season 1 di sini, mungkin kamu yang belum nonton pengin baca ulasan season sebelumnya.

Komentar

Popular