A+ (2023): Review Series Indonesia tentang Pendidikan
A+ (2023): Review Series Indonesia tentang Pendidikan
Web series ini tayang di Prime Video dan katanya diangkat dari novel Wattpad. Aku sendiri nggak tahu bukunya, nggak pernah baca juga. Tapi, cukup tertarik usai membaca sinopsis dan pengenalan genre thriller-kriminal anak sekolahan gitu.
Ya, ini web series A+ yang waktu awal rilis disebut-sebut mirip Bad Genius, tapi pas aku nonton series ini ya nggak mirip sih. Hmm, gimana kalau kita bahas aja series ini secara lengkap.
***
Sinopsis Series Indonesia A+:
Kalypso Dirgantari, murid pindahan ini berhasil mencetak sejarah dengan menempati peringkat pertama try out di SMA Bina Indonesia. Namun, keberhasilannya membuat Kai; panggilan Kalypso harus menghadapi empat siswa terbaik yang dikenal mendominasi peringkat 4 besar.
Mereka adalah Re Dirgantara, Kenan Aditya, Adinda Aletheia, dan Aurora Calista. Dengan motivasi masing-masing, Kai bersama keempat murid berprestasi ini bersaing sengit demi mempertahankan posisi mereka.
Ketegangan meningkat ketika ada murid yang menghilangkan nyawa sendiri dan rahasia besar mengenai sistem peringkat sekolah justru mulai terungkap. Kalypso dan teman-temannya tidak hanya harus menghadapi rivalitas, tapi juga intrik yang mengancam ikatan persahabatan yang mulai terjalin.
Sementara itu, setiap murid sebenarnya menyimpan konflik pribadi, mulai dari tekanan keluarga hingga misteri masa lalu yang menghantui.
Dalam perjalanan penuh drama dan pengkhianatan ini, Kalypso dan timnya harus bersatu untuk mengungkap kebenaran di balik sistem yang tidak adil, meski taruhannya adalah masa depan dan keselamatan mereka.
***
Review Web Series A+: Rating 6.3/10 untuk web series thriller-crime produksi Falcon Pictures yang diadaptasi dari novel karya Ananda Putri ini.
Ceritanya berfokus pada lima siswa SMA jenius dari Bina Indonesia yang bersatu untuk melawan sistem pemeringkatan sekolah yang manipulatif. Sistemnya menentukan biaya SPP berdasarkan peringkat siswa dalam try out (TO), yang akhirnya mendorong sebuah tragedi besar dan membongkar banyak rahasia gelap lainnya.
Sayangnya, series ini tidak se-wah yang aku bayangkan eheheh. Apalagi sebagai yang tidak membaca novelnya, rasanya masih sangat identik dengan gaya narasi wattpad.
Baca juga: REVIEW ABADI NAN JAYA (2025) | FILM ZOMBIE INDONESIA DI NETFLIX
Review lainnya: JOKO ANWAR'S NIGHTMARES AND DAYDREAMS (2024): SERIES NETFLIX INDONESIA
Review Web Series A+: Plot dan Tema Menarik
Sebenarnya plot dan tema series ini cukup menarik, meskipun di awal rilis sempat dibilang mirip film Thailand Bad Genius (aku belum nonton series Bad Genius, hanya versi filmnya aja). Padahal menurutku jauh banget sih.
Kalau Bad Genius membahas kecurangan yang dilakukan murid untuk bisa dapat nilai dan uang, berbeda dengan A+ yang justru mengungkapkan ketidakadilan pihak sekolah soal berbagai ketentuan. Intinya, A+ mengangkat isu sistem pendidikan manipulatif yang mengeksploitasi muridnya.
Series ini juga sempat fokus pada persahabatan meskipun persahabatannya agak aneh karena terjadi tiba-tiba. Tapi, perlawanan terhadap ketidakadilan, dan perjuangan mengungkap kebenaran cukup intens. Meskipun ada yang kurasa catlog alias cacat logika, kayak posisi kepsek yang seolah tahu apa isi kepala anaknya. Ini benar-benar nggak masuk akal sih, anak kembar aja kadang punya pikiran berbeda yang sulit ketebak. Lah, ini seolah si kepsek tahu apapun tindakan yang akan diambil anaknya, meskipun pada akhirnya ada twist, tapi sangat tidak memuaskan.
***
Review Web Series A+: Mengenal Karakter Beberapa Siswa Bina Indonesia
1. Kalypso Dirgantari atau Kai diperankan oleh Nurra Datau, protagonis pemberani yang baru pindah sekolah di tengah persiapan menjelang Ujian Nasional. Tokoh ini membawa dinamika baru di Bina Indonesia. FYI, Nurra Datau juga memerankan Kiala Amerta di episode 4, sosok yang sempat bikin aku kebingungan.
2. Re Dirgantara diperankan oleh Antonio Blanco Jr. seorang murid jenius dengan IQ 143 dan dominasi peringkat pertamanya terganggu oleh kehadiran Kai. Meskipun jenius, Re terkenal terlalu santai dan anak orang penting di instansi Bina Indonesia, sehingga disegani dan dimaklumi apapun tingkahnya.
3. Aurora Calista diperankan oleh si cantik Livy Renata yang sempat bikin aku enggan menonton karena malas melihat kemungkinan aktingnya yang kurang bagus. Tapi, Livy cukup berhasil memerankan si "Princess" sekolah yang ambisius dan ditekan ayahnya untuk mencapai hal lebih dari sekadar peringkat empat. Meskipun, terkadang aktingnya kaya lagi baca skrip, tapi ya nggak jelek-jelek amatlah.
4. Adinda Aletheia atau Ale, diperankan oleh Ziva Magnolya. Murid "gothic" dengan reputasi buruk, tapi punya sisi unik yang jarang diperlihatkan. Dia punya hubungan yang rumit dengan Aurora. Akting Ziva cukup bagus, walau beberapa momen terkesan maksa.
***
Review Web Series A+: Kelebihan Series
1. Visual terlihat mahal dan rapi, tanpa ada kesan murahan. Musik dan lagunya juga bagus dan tepat. Aku suka, bagus sih. Apalagi mengangkat isu pendidikan yang relevan dengan cara baru. Produksinya berkualitas dan mendukung estetika serial.
2. Series ini mencoba menawarkan sesuatu yang baru dalam drama Indonesia, yaitu perpaduan genre thriller dan kritik sosial.
Kritikannya terhadap sistem pendidikan yang tidak manusiawi dan fokus pada angka, bikin series ini memang terkesan lebih serius dibandingkan sinetron-sinetron pada umumnya. Series ini juga menekankan pentingnya kerja sama untuk melawan ketidakadilan.
3. Akting aktor-aktris senior jadi penopang drama ini, Nurra Datau juga aktingnya bagus sih. Jujur, aku baru nonton Nurra Datau di sini, sempat ragu sama penampilannya, tapi ternyata Nurra oke juga. Gegara ini aku jadi cari-cari filmnya Nurra ehehe....
4. Beberapa momen cukup menghibur, terutama bagi Pengembara yang mencari cerita ringan berbalut kriminal sekolahan.
***
Review Web Series A+: Kekurangan Series
1. Sebagian besar dialog terasa kaku dan cringe, khas adaptasi Wattpad. Bahkan entah kenapa aku malah nggak nyaman dengar beberapa dialog dalam series ini.
2. Di awal, kita diberi informasi soal sekola Bina Indonesia, tapu fokus cerita malah terlalu sempit yaitu di jurusan IPA saja, padahal klaimnya melibatkan seluruh sekolah. Makanya, aku nggak suka, selain ekskul aku butuh sudut pandang dari murid lain.
3. Banyak banget adegan klise yang tidak diperlukan, seperti pertemuan cinta ala drama remaja pada umumnya. Bahkan proses hubungan Kai dan Re kayak tiba-tiba udah jadian itu bikin aku cuma bisa hah? Heh? Hoh? Kok hanya karena taruhan di rumah sakit, mereka bisa jadi sedekat itu? Klise banget. Aku aja pakai tema taruhan di novel udah 9 tahun lalu ehehe....
4. Oh ya, logika cerita kadang lemah, seperti penggambaran teori sains yang tidak akurat atau alasan kepindahan Kai di tengah-tengah try out.
Ada juga adegan dalam kelas yang kasih kuis interaktif dengan murid, tapi malah persis baca teks. Beberapa adegan juga terlalu dramatis, mendekati gaya sinetron, ini mengurangi nuansa thriller yang kuharapkan. Kalau perkara lampu redup aja dikata thriller, ya gimana atuh...
5. Karakter Kenan Aditya yang diperankan oleh Rey Bong jadi salah karakter pendukung dengan peran yang tidak berkembang. Aku tidak melihat kegunaan tokoh dan karakter ini.
Ya, meskipun setiap tokoh punya latar belakang unik, tetapi pengembangan beberapa karakter terasa kurang mendalam.
6. Nama yang bikin pusing, ini benar-benar bikin aku kebingungan. Aku sempat berhenti di episode 1 selama berminggu-minggu karena kesal harus ngapalin nama tokoh yang menurutku Wattpad banget.
Apalagi, bisa-bisanya si pemeran utama laki-laki dan perempuan punya nama belakang yang mirip. Apa mau dibikin ala-ala jodoh gitu, dduh, trope ini udah lawas banget menurutku.
7. Adegan yang terlalu dramatis sering kali tidak mendukung alur ceritanya. Plot pun mudah ditebak, padahal aku nggak baca novelnya. Bahkan series ini tidak cukup kuat menggambarkan bagaiman kejeniusan tokoh utama.
***
Sebenarnya, masih banyak kekurangan web series ini dalam pandanganku. Tapi, empat kelebihannya cukup menghibur sih.
Secara keseluruhan, A+ adalah web series yang cocok untuk hiburan ringan tetapi kurang cocok untuk Pengembara yang mengharapkan kedalaman cerita atau logika yang konsisten.
Dengan visual yang memanjakan mata dan pesan moral yang kuat, serial ini bisa menjadi tontonan menarik kalau Pengembara tidak keberatan dengan beberapa kekurangan dari berbagai hal yang aku sebutkan.
Sekian review web series Indonesia A+, review ini bersifat personal ya ... bukan untuk menjelekkan. Apalagi, mood saat aku menonton, tipe genre yang kutonton dan performa series mempengaruhi ulasan yang kubuat. Jadi, mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan.
Mungkin Anda sukai: REVIEW SERIES NETFLIX: ALICE IN BORDERLAND (2020-2022)


Komentar
Posting Komentar