Terbaru
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Review Abadi Nan Jaya (2025) | Film Zombie Indonesia di Netflix
Review Abadi Nan Jaya (2025) | Film Zombie Indonesia di Netflix
Akhirnya, film zombie Indonesia yang sempat ramai ini aku ulas juga. Oh ya, apa kamu salah satu penontonnya? Atau orang yang masih ragu-ragu untuk menontonnya?
Abadi Nan Jaya atau judul internasionalnya; The Elixir, merupakan besutan Kimo Stamboel yang sukses banget bikin jagat maya heboh dengan segala pro dan kontranya. Gimana enggak heboh? Baru rilis, langsung nangkring di top 10 Netflix di puluhan negara.
Sebuah pencapaian yang WOW banget kan ya buat sinema horor lokal, apalagi genre zombie ini lumayan jarang digarap.
Aku udah nonton beberapa hari setelah tayang dan simak ulasan selengkapnya di bawah ini ya ....
***
Info Film
Judul: Abadi Nan Jaya, The Elixir
Sutradara: Kimo Stamboel
Penulis Naskah: Kimo Stamboel, Agasyah Karim, Khalid Kashogi
Genre: Horor, Thriller, Zombie
Pemain: Mikha Tambayong, Eva Celia, Donny Damara, Marthino Lio, Dimas Anggara, Ardit Erwandha, Claresta Taufan
Rilis: 23 Oktober 2025
Durasi: 1 Jam 56 Menit
Negara: Indonesia
Rating Usia: 18+
***
Sinopsis Film Zombie Abadi Nan Jaya:
Sadimin, pemilik perusahaan jamu tradisional turun temurun "Wani Waras," yang terobsesi mengejar keabadian dan baru saja menyelesaikan formula jamu terbarunya berkode "ANJ." Di hari yang sama, ada Kenes datang dari Jakarta bersama anak dan suaminya. Kenes adalah putri Sadimin yang jadi jaga jarak karena pernikahan Sadimin dengan Karina, sahabat baik Kenes.
Kedatangan Kenes didorong oleh rencana Sadimin menjual Wani Waras ke Nusa Farma, sebuah rencana yang tiba-tiba terancam batal setelah Sadimin menguji coba jamu ANJ. Begitu diminum, jamu ANJ menunjukkan efek luar biasa dengan membuat Sadimin langsung tampak muda, yang sontak mengejutkan Karina dan anak-anaknya. Merasa yakin perusahaannya akan menjadi besar di masa depan, Sadimin membatalkan rencana penjualan dan hal ini memicu pertengkaran sengit dengan Kenes yang sangat membutuhkan uang untuk rencana bisnis dan perceraiannya dari Rudi.
Namun, di tengah argumen tersebut, efek samping dari jamu ANJ muncul. Sadimin tiba-tiba muntah darah, meninggal, dan segera bangkit kembali sebagai mayat hidup yang ganas. Dia menyerang anggota keluarganya sendiri, menggigit pembantu dan sopirnya, Aris. Infeksi pun menyebar cepat ke seisi rumah, bahkan seluruh Desa Wanirejo. Memicu efek berantai yang mengubah desa damai menjadi medan pertempuran mengerikan.
Kini, keluarga Sadimin harus berjuang untuk bersatu kembali dan bertahan hidup di tengah serangan zombi yang semakin tak terkendali.
Bisakah mereka bertahan di malam yang mencekam ini, di mana ambisi keabadian sang ayah menjadi bencana mematikan bagi seluruh desa?
***
Rating 7.3/10 untuk film yang punya plot unik, visual zombie menyeramkan, cerita yang aduhai bikin kesal sampai berbagai karakter yang wajib kamu kenali.
Baca juga: REVIEW FILM #ALIVE: BERTAHAN HIDUP DARI ZOMBIE DI KOREA
Review film Indonesia lainnya: GAMPANG CUAN (2023) | REVIEW FILM VINO G. BASTIAN, ANYA GERALDINE DAN MERIAM BELLINA
Review Film Indonesia Abadi Nan Jaya:
1. Plot Unik
Hal yang bikin film ini terasa fresh adalah plotnya. Bukan karena virus lab atau eksperimen militer, tapi gara-gara jamu awet muda dari perusahaan warisan keluarga Jamu Wani Waras.
Ramuan ajaib yang sepertinya tadinya buat ngilangin uban Pak Dimin (Doni Damara) dan malah bikin beliau jadi Patient Zero alias zombie pertama.
Ini brilliant banget, karena mengawinkan tema zombie yang universal dengan budaya lokal mulai dari jamu, latar desa, hajatan, sampai suara azan. Semua item ini sukses menciptakan kengerian yang relate sekaligus unik.
2. Visual, Make Up, dan VFX Bikin Geleng-Geleng!
Serius, kamu wajib kasih standing ovation buat tim make up dan VFX-nya!
Luka-luka gigitan dan wajah zombie-nya kelihatan menjijikkan dan nyata banget, setara sama film zombie internasional. Meskipun aku rada kesal karena luka zombienya pakai unsur lubang-lubang yang bikin Trypophobia kambuh, tapi aku masih coba tahan dengan tutup mata huhu....
Banyak adegan bikin deg-degan dan adegan berdarah sampai momen usus terurai yang gang-geng-gong banget. Akting dan koreografi zombienya, terutama Doni Damara, totalitas abis sih.
Sinematografi, bravo! Pengambilan gambarnya apik, apalagi dengan latar pedesaan asri dan sawah hijau. Ketegangan adegan intense berpadu dengan pemandangan alam, sukses bikin makin ngeri sekaligus takjub.
3. Drama Keluarga yang Bikin Cerita Lebih Dalam
Ya, seperti Train to Busan yang kasih selipan adegan drama keluarga. Di balik teror zombie Abadi Nan Jaya juga ada drama keluarga yang problematik. Ada perebutan harta warisan, perselingkuhan, hingga ego masing-masing anggota keluarga Pak Dimin. Justru dalam situasi chaos inilah, ego mereka luntur dan muncul rasa saling peduli.
Film ini nggak cuma fokus di adegan action dan tegang, tapi juga menyentuh sisi kemanusiaan ya walau trope begini juga nggak baru-baru amat sih.
***
Kekurangan Film Abadi Nan Jaya
Meskipun terasa segar dan seru banget saat ditonton, film ini punya banyak catatan merah yang jadi kekurangannya.
1. Naskah dan Logika Cerita yang Hampa
Ini dia bagian yang paling bikin kesel dan rupanya jadi komplain utama banyak penonton juga.
Meski kecepatan ceritanya padat dan intens, kelemahan terbesar Abadi Nan Jaya adalah naskahnya. Di mana, hal ini bikin para karakter berkali-kali bertindak super duper konyol dan nggak rasional dalam menghadapi zombie.
Mereka kebanyakan nggak ngeh kalau itu zombie, padahal setting filmnya udah modern, ada internet, game online, dll.
Bahkan si Bambang, karakternya tuh gamer yang sehari-hari main sh**ting game (harusnya familiar dong sama konsep survival dan zombie), eh malah jadi yang paling tidak berbuat apa-apa.
Okelah, logika ini bisa dibantah dengan satir yaitu satir terhadap respons masyarakat Indonesia terhadap masalah. Seperti gampang percaya hal tak ilmiah, bukannya lari malah mendekat saat ada keributan, sampai menyebut fenomena aneh sebagai 'kesurupan'. Atau, mungkin saja di dunia Abadi Nan Jaya, konsep zombie memang belum pernah ada di dalam fiksi, film, atau game mereka.
Tapi bagiku, rasanya implikasi dari "dunia tanpa konsep zombie" itu malah bikin dunianya jadi enggak terpercaya. Tapi ya sudahlah, mungkin ini memang trik buat memperpanjang durasi dan menambah ketegangan.
2. Tentang Ramuan Jamu
Tahu nggak? Film ini agak hampa dalam menjelaskan asal-usul ramuan jamunya. Kenapa bisa bikin jadi zombie? Kenapa cuma sampelnya dikirim ke dua orang? Dan yang paling unik, kenapa para zombie bisa tenang saat diguyur air hujan dan mendengar suara. Ya, meskipun masalah mendengar suara sudah sering muncul di berbagai film zombie tapi aku pengin tahu versi Abadi Nan Jaya yang mungkin saja tidak ada zombie di dunianya itu, mereka kenapa bisa merespons seperti itu terhadap air hujan dan suara?
Semua pertanyaanku nggak terjawab, yang bikin filmnya terasa nanggung dan jadi mainstream dari segi alur. Apakah ini sengaja dibiarkan untuk sekuel? Ya, semoga saja! Apalagi ada tendensi ke sekuel di mana kemungkinan zombie akan berpindah ke ibu kota.
3. Lucu
Ya, film ini akan jauh lebih bagus kalau genrenya horor, action, comedy aja. Soalnya ada beberapa adegan lucu yang agak salah tempat kalau nyebut film ini pure horor. Seperti mengklakson zombie, momen 'tolol' menerka-nerka para zombie itu kenapa, sampai melempar petasan lewat sela pintu padahal ada ventilasi di atas pintu dan paling parah, polseknya ada lantai dua yang bisa dipakai untuk melempar atau menyalakan petasan eh malah nggak dipakai wkwkwkw.
Lucu, kan???
***
Sebagai film zombie Indonesia, Abadi Nan Jaya adalah langkah maju yang brutal dan cukup keren. Secara kualitas visual, momen bagus dari adegan sedih atau gore, dan akting para pemainnya patut diacungi jempol.
Meskipun secara cerita agak-agak nganu ya.... tapi, kamu akan bisa masuk saat dibawa menuju ketegangan dan ditemani sound effect gigitan zombie yang bikin asam lambung naik!
Pokoknya, terlepas dari naskah yang *asdfghjkl* banget dan alur yang masih mainstream di beberapa bagian, film ini layak banget ditonton, apalagi buat penikmat horor/thriller. Tonton di Netflix dan rasakan sensasi kengerian lokal yang tembus internasional!
Gimana? Udah nonton film Zombie Indonesia Abadi Nan Jaya? Setuju nggak sama review ini? Yuk, diskusi di kolom komentar!
Terima kasih sudah mampir ya~~
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Popular
Mercy for None (2025) | Review Drakor yang Laki Banget!
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bitch x Rich 1 dan 2 (2023-2025): Review Drakor Siswa Elit
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Review Serial Televisi Korea Selatan: A Korean Odyssey (2017) – Hwayuki
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar