Langsung ke konten utama

Terbaru

Candi Hutan: Cerita Horor Fantasi

Candi Hutan: Cerita Horor Fantasi Cerita horor fantasi merupakan genre naratif yang memadukan elemen-elemen ngeri dengan unsur-unsur fantasi. Bisa melibatkan alam gaib, makhluk mitologis, atau kejadian supranatural yang seringkali melibatkan interaksi manusia dengan dunia mistis. Pergulatan antara elemen horor dan fantasi menciptakan atmosfer yang seharusnya menegangkan.  Siapa sangka, cerita horor fantasi hari ini akan jadi cerpen terakhir di tahun 2026 yang tayang di blog Nurwahidah Bi. Semoga saja, di tahun 2026 kita semua bisa hidup lebih baik daripada tahun 2025. Ini dia cerita horor fantasi; Candi Hutan. Selamat membaca. *** [Cerita Horor Fantasi] Di bawah rembulan yang menghujani atap-atap rumah penuh sepi. Tepat di tengah hutan yang lebat, sebuah candi muncul sebagai penjaga rahasia zaman.  Bentuknya menjulang, menjelma sebagai peninggalan masa lalu nan memukau. Pahatan relief yang halus menghiasi dinding-dinding, mengisahkan kisah-kisah yang memudar seiring b...

Fakta-Fakta Unik tentang Pisang di Gorontalo

Fakta-Fakta Unik tentang Pisang di Gorontalo


Gorontalo, kota kelahiran Kak Bi dan merupakan salah satu provinsi di pulau Sulawesi. Di Gorontalo, tersimpan berbagai budaya, tradisi dan kuliner bahkan beberapa fakta unik tentang buah pisang. 

Tulisan kali ini mau membahas pisang. Tidak hanya menjadi sumber pangan, pisang di Gorontalo juga punya peran penting dalam tradisi dan kebudayaannya loh. Di bawah ini, Kak Bi akan rangkumkan beberapa fakta unik pisang di Gorontalo yang mungkin belum Pengembara ketahui:


***


1. Fakta Unik Pisang di Gorontalo: Mengenal Pisang Goroho dan Pisang Gapi

- Pisang goroho merupakan salah satu varietas pisang yang khas dari Gorontalo, sepertinya tersebar juga di seluruh Sulawesi. 

Menurut Wikipedia, pohonnya memiliki tangkai tinggi dengan delapan sisir pisang dan batang yang lebih kecil dibandingkan jenis pisang lainnya. Kak Bi sendiri belum pernah lihat pohon pisang goroho sih, hanya tahu bentuk dan rasa buahnya saja.

Pisang ini merupakan hasil persilangan antara Musa balbisiana dan Musa acuminata, memiliki rasa yang lezat, gurih tapi agak hambar, khas banget deh.

Pisang goroho adalah salah satu jenis pisang lokal yang belum banyak dikenal masyarakat di luar Sulawesi, dibandingkan dengan jenis pisang-pisang lainnya. Cara pengolahannya pun bermacam-macam ya. 

Mulai dari pisang goreng tumbuk (geprek atau penyet), keripik, hingga stik goroho. Kak Bi sendiri lebih suka mengolahnya jadi goroho tumbuk. Tapi, tidak menolak kalau dikasih keripik goroho atau stik goroho sih. Paling enak dimakan dengan dabu-dabu terasi, dabu-dabu sagela dan dabu-dabu lainnya.


- Selanjutnya ada pisang gapi yang punya daging buah berwarna agak oranye. Rasanya enak dan beraroma harum.

Nama lainnya ternyata pisang barangan, Kak Bi baru tahu nama lainnya ini setelah search di Google. Di Gorontalo lebih dikenal dengan nama pisang gapi ya, Kak Bi sendiri dulu tidak tahu nama pisang gapi dan hanya menyebutnya 'pisang lo aruwa'. Karena pisang ini biasanya ada diperingatan doa arwah, atau hajatan dan acara-acara tradisional lainnya.

Intinya pisang gapi ini lebih cocok dimakan tanpa diolah dan sering dipakai di acara-acara doa syukuran, hajatan naik rumah baru dan acara adat lainnya. Tapi, pisang gapi bisa diolah juga kok. Biasanya dibikin kue sabongi pisang gapi.


2. Fakta Unik Pisang di Gorontalo: Pisang dan Tradisinya

- Pasar malam pertengahan ramadan: Setiap pertengahan ramadan, masyarakat Gorontalo khusunya di Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, merayakan tradisi Malam Qunut dengan berkumpul di pasar malam yang didominasi oleh penjual pisang dan kacang, sebagai bentuk syukur setelah menyelesaikan ibadah selama separuh bulan Ramadan. 

Kalau pergi ke pasar ini berasa mabok pisang dan kacang, karena sejauh mata memandang dua buah ini bergelantungan dan tergeletak di semua lapak pedagang. Mau yang tua atau muda, perempuan atau laki-laki pasti ramai menjual ini.

Perayaan ini berlangsung selama sepekan dan menjadi momen yang sangat dinantikan oleh warga setempat. Bukan hanya warga setempat, kadang ada warga dari desa lainnya yang berburu pisang sampai ke sini. 

Selain itu, makan pisang dan kacang pada malam qunut juga menjadi bagian masa kecil Kak Bi. Setelah berbuka puasa, dengan sengaja sekeluarga akan pergi mencari penjual pisang dan makan bersama di rumah. Tapi, karena ternyata alergi kacang, kebiasaan ini perlahan pudar di keluarga Kak Bi.


- Tradisi menggantung pisang: Jangan heran kalau melihat pisang setandan atau sesisir yang tiba-tiba digantung di depan pintu rumah saat berada di Gorontalo.

Ini berkaitan dengan tradisi setempat, di mana menggantung pisang depan pintu rumah atau gedung yang baru ditempati merupakan tradisi yang diyakini membawa berkah dan rezeki. Tradisi ini masih dipertahankan oleh sebagian warga hingga kini, termasuk dalam acara peresmian bangunan pemerintah juga.


Baca juga: CARA MONETISASI BLOG DI TAHUN 2025

Artikel lainnya: REVIEW PRODUK: HANASUI VITAMIN C + COLLAGEN SERUM


3. Fakta Unik Pisang di Gorontalo: Olahan Jantung Pisang

Orang Gorontalo sangat memanfaatkan bagian-bagian dari pohon pisang. Mulai dari daun hingga jantung pisang.

Jantung pisang, dikenal sebagai 'putungo' di Gorontalo dan biasanya diolah menjadi berbagai makanan lezat seperti sayur kuah santan (pilitode putungo), kuah asam, campuran biluhe dan ilabulo bakar atau kukus, tumisan, urap (bisa ditambahkan parutan kelapa, daun dan bunga pepaya atau daun singkong, dimakan dengan jagung putih), dan perkedel. Bbeuh, jadi ngiler.


4. Fakta Unik Pisang di Gorontalo: Kuliner Buah Pisang dengan Berbagai Versi

Di Gorontalo, tidak lengkap kalau tidak membahas berbagai kuliner berbahan pisang. Selain olahan jantung pisang yang bisa dibikin macam-macam menu. Si buah pisangnya juga punya berbagai macam menu.


Apa saja menunya itu?


- Menu manis: Pisang yang sudah masak atau masih setengah matang, paling enak dimakan dengan cara manis. Bisa diolah menjadi sabongi; pisang gapi atau pisang raja yang dibalut dengan parutan singkong dan digoreng. Pisang goreng kipas; tanpa pakai sambal, bisa dinikmati dengan kopi atau teh sebagai cemilan sore atau sarapan pagi. Jangan lupakan bungkusan atau nagasari yang biasanya diolah bersama tepung hunkwe atau tepung beras.

Ada juga nugget pisang, banana roll, keripik pisang gula merah atau berbagai topping lainnya yang lebih kekinian dan modern.


- Menu asin dan berkuah: Keripik pisang original, yang biasanya hanya digoreng setelah dimarinasi dengan garam menjadi camilan yang wajib menemani keluarga di Gorontalo.

Untuk yang berkuah, selain pilitode pisang yang memakai pisang pagata mentah. Kak Bi biasanya membuat lambi biluhuta atau pisang siram, yaitu versi pisang dari binthe biluhuta alias milu siram alias jagung siram.

Lambi biluhuta dibuat dengan cara yang mirip dengan binthe biluhuta tapi bahan utamanya bukan jagung melainkan lambi yaitu pisang mentah yang masih hijau, bisa memakai pisang apa saja yang masih mentah dan hijau. Khasnya adalah kuah yang menjadi lebih gelap dibandingkan binthe biluhuta dikarenakan adanya getah pisang. 

Untuk rasa juga menyesuaikan, bagi yang tidak suka pedas atau asam, tidak perlu banyak-banyak pakai rica atau lemon cui, bisa juga tambahkan kecap. Bagi yang suka pedas dan asam, tancap saja ya .... Ini rasanya segar banget dan mengenyangkan tentunya.


- Menu pedas: Sudah pasti pisang goreng dengan segala dabu-dabunya. Mulai dari stik goroho yang digoreng dan disajikan dengan dabu-dabu sagela atau dabu-dabu terasi, pisang bakar, pisang rebus, pisang goreng kipas, sampai pisang tumbuk yang semuanya lebih nikmat dimakan pakai dabu-dabu.


***


5. Fakta Unik Pisang di Gorontalo: Mitos Potong Rambut dan Pohon Pisang

Ada mitos unik di Gorontalo mengenai rambut yang habis dipotong dan potongannya itu harus diselipkan dalam pelepah pohon pisang, hal ini dipercaya dapat membuat rambut tumbuh subur dan menjadi hitam. 

Sejak kecil Kak Bi selalu melakukan ini setiap kali habis potong rambut. Kalau sekarang sudah tidak, karena pohon pisang sudah habis dimakan sapi tetangga ehehe....


6. Fakta Unik Pisang di Gorontalo: Pohon Pisang yang Menjadi Bagian Masa Kecil

Pisang di Gorontalo tidak hanya sekadar buah, tetapi telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari, budaya, dan tradisi masyarakat setempat. 

Bagian-bagian pohon pisang juga menjadi penghibur pada masa kanak-kanak, mulai dari batang pohon pisang yang dibikin drum, menusuk batang pohon pisang hingga keluar air, menyulap tulang daun pisang menjadi boneka atau senjata mainan hingga memakai daun pisang sebagai payung saat hujan sepulang sekolah.

Selain itu, bagian pucuk pada daun pisang ... Ah, disebut apa ya itu? Bentuknya kecil seperti cacing dan berada di ujung daun pisang, ketika dipatahkan atau putus akan ada sejenis serat yang keluar sehingga si pucuk ini tidak gampang putus.

Nah, si pucuk ini biasanya dipakai untuk bermain. Permainan apa? Berburu undur-undur. Biasanya di samping atau bawah rumah ada lubang-lubang di tanah berpasir halus tempat si undur-undur tinggal, dengan pucuk daun pisang inilah anak-anak 90-an Gorontalo memancing undur-undur.


Artikel lainnya: MENGENAL SUKU DAN MASYARAKAT ADAT GORONTALO LEBIH DEKAT

Baca juga: OPINI: IMPIAN PERNIKAHAN SEDERHANA DI GORONTALO


7. Fakta Unik Pisang di Gorontalo: Lambi versus Lutu

Dengan berbagai varietas dan cara pengolahan yang unik, pisang-pisang di Gorontalo menawarkan kelezatan dan kekayaan budaya yang patut untuk dilestarikan.

Uniknya, penyebutan pisang di Gorontalo ini ada dua loh.


- Lambi digunakan untuk menyebut pisang yang masih hijau atau mentah dan sebutan untuk pisang yang biasanya dijadikan olahan menu asin dan pedas. Pohon pisang juga disebutnya hungo lambi bukan hungo lutu.

- Sementara Lutu, biasanya dipakai untuk merujuk pisang yang sudah matang dan jenis pisang yang biasa dimakan sebagai camilan. Contoh sebutan ketika mau makan "pisang dan kacang" adalah "lutu waw kaca."


Ah, ada satu lagi. Penyebutan olahan pisang juga beragam ya; sanggala untuk penyebutan pisang goreng secara umum dan sanggala baali untuk pisang yang dipotong kotak-kotak dan digoreng seperti bola bakwan (baali dalam bahasa Gorontalo artinya bola). Ada juga kala-kala, ini bukan hanya dari pisang tapi bisa juga bisa dibuat dari ubi jalar, di mana pisang mengkal di iris memanjang, dicampur bersama gulmer dan tepung beras lalu digoreng macam bakwan, tapi adonan tepungnya sedikit aja, cuma sebagai perekat.


***


Gimana? Fakta unik ini menarik tidak? Apa mungkin di daerah Pengembara juga punya berbagai fakta unik pisang yang sama seperti di Gorontalo? Segera komen di bawah ya.

Sekian tulisan tentang fakta-fakta unik pisang di Gorontalo. Mohon maaf bila ada istilah atau informasi yang tidak sesuai dan dirasa kurang ya.... Mungkin ada orang Gorontalo yang mau menambahkan soal fakta unik pisang ini? Bisa saja ada fakta unik lain yang terlewatkan, silakan berkunjung ke kolom komentar ya.

Komentar

Popular