Terbaru
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Resident Playbook (2025) | Review Drama Korea Medis Slice of Life
Resident Playbook (2025) | Review Drama Korea Medis Slice of Life
Resident Playbook ini bisa disebut drama spin-off dari Hospital Playlist dan datang dengan ekspektasi tinggi. Kisahnya berfokus pada para dokter muda yang baru memulai tahun pertama sebagai residen.
Drama ini menghadirkan cerita keseharian di rumah sakit lengkap dengan suka duka para tokohnya, membawa nuansa slice of life yang kuat di dunia medis.
Nah, apakah drama medis ini sudah mampu menyamai kesuksesan Hospital Playlist atau malah terasa "biasa aja"? Yuk kita bahas lebih dalam.
***
Info Drama
***
Sinopsis Drama Korea Resident Playbook:
Berlatar di cabang Jongno dari Pusat Medis Yulje, drama ini menghadirkan kehidupan rumah sakit dan persahabatan yang bergolak dari para residen obstetri dan ginekologi muda yang dengan bangga memasuki departemen yang tidak populer di era angka kelahiran yang rendah.
Ada empat dokter residen tahun pertama, dengan sifat dan karakter berbeda yang menjalani hari-hari penuh tantangan di rumah sakit. Mereka berhadapan dengan kasus-kasus medis nyata, tekanan dari senior, hingga dilema pribadi yang membentuk perjalanan hidup mereka.
***
Rating 8.8/10 untuk drama Korea medis bergenre slice of life yang seru dan pada dasarnya adalah kisah tentang pertumbuhan. Entah dalam dunia kerja maupun dalam kehidupan yang lebih mendalam. Eyyaaak.
Baca juga: REVIEW THE TRAUMA CODE: HEROES ON CALL (2025) | AKSI MEDIS TERBARU PENUH ADRENALIN
Review lainnya: REVIEW DRAMA KOREA: GHOST DOCTOR
Review Drama Resident Playbook:
1. Mengenal Para Karakter Resident Playbook
Keempat tokoh residen obgyn ini punya latar belakang karakter menarik, aku coba bahas satu persatu ya.
- Oh Yi Young (Go Youn Jung) digambarkan sebagai karakter yang dingin, tapi blak-blakan. Dia tidak segan mengeluarkan isi kepalanya dan mentransfer lewat mulut walau dapat reaksi berbeda-beda. Oh Yi Young juga sangat relate dengan para pekerja, di mana merasa bekerja mencari uang adalah pekerjaan yang tidak cocok.
- Pyo Nam Kyung (Shin Si A) justru jadi kejutan positif; meski awalnya tampak biasa saja, dia berkembang menjadi karakter yang kusukai. Aku sendiri merasa sifatnya agak 'centil dan nyebelin', tapi ternyata dia punya sifat yang lebih manusiawi dibandingkan dua rekan lainnya.
- Kim Sa Bi (Han Ye Ji), kalau ada Yi Young yang ceplas-ceplos dengan wajah planga-plongonya. Ini ada Kim Sa Bi yang cukup ceplas-ceplos juga tapi punya sifat yang agak robotik. Semua hidupnya seolah dipandu oleh buku. Tapi, dia cukup ceria di beberapa titik meskipun tidak seceria Nam Kyung.
- Uhm Jae Il (Kang You Seok) tampil oke, dengan menjadi sosok yang sangat perasa dan mau belajar. Karakternya jadi penyeimbang yang baik diantara tiga rekan lainnya.
Di sisi lain, karakter pendukung banyak juga yang mencuri perhatian. Pasien, senior, hingga cameo dari tokoh Hospital Playlist sering kali jadi highlight dalam setiap episode.
2. Akting dan Chemistry
Go Youn Jung adalah salah satu nama besar yang paling kutunggu, tapi ternyata di banyak netizen merasa dia tidak tampil maksimal. Entah karena naskah atau penyutradaraan, karakternya dinilai terasa dingin dan datar. Padahal, kemampuan aktingnya terbukti di drama-drama sebelumnya.
Sementara bagiku, Go Youn Jung tampil sangat menggemaskan dengan ekspresi datarnya yang khas dan lucu. Malah sesuai dengan karakternya loh. Bahkan chemistry-nya dengan 3 rekan itu lucu dan masa kini banget. Chemistry dengan semua pemain juga dapat kok.
Secara keseluruhan, akting para pemain tidak buruk. Hanya saja, beberapa adegan emosional memang tidak sampai menyentuh hati banget karena penulisan karakter yang kurang dalam.
3. Nuansa Slice of Life
Kekuatan drama ini ada pada realistisnya. Drama ini jujur menampilkan sisi keseharian dokter; tidak semua hari di rumah sakit penuh kasus gawat darurat, kadang justru diisi dengan laporan, paperwork, atau interaksi kecil antar staf medis. Meski premisnya sederhana yaitu tentang kehidupan dokter muda, drama ini mencoba menampilkan realita dunia medis para milenial dan Gen Z, termasuk kasus darurat, pasien dengan latar belakang unik, hingga kehidupan sehari-hari dokter yang dipenuhi kerja keras, konflik, dan pencarian jati diri.
Namun, realistis begini juga bisa jadi kelemahan. Karena konflik utama tidak terasa kuat, drama berjalan seperti potongan kehidupan yang bisa berhenti kapan saja tanpa tujuan jelas. Terasa seperti catatan harian ketimbang cerita dengan awal, klimaks, dan penutup. Bagi penonton yang menyukai genre Slice of Life, pacing-nya terasa realistis dan hangat. Aku yang agak pemilih soal genre ini saja malah suka.
***
Antara Ekspektasi dan Kenyataan
Aku sebenarnya mulai menulis ini tepat setelah menuntaskan episode terakhir. Tapi, karena satu dan lain hal baru bisa posting hari ini dan selesai menulisnya beberapa waktu lalu.
Awalnya, jujur saja aku agak ragu, apakah drama ini akan cocok dengan seleraku setelah menonton episode pertama. Tapi aku tetap lanjut nonton, dan ternyata… aku senang sekali karena nggak berhenti di awal. Drama ini ternyata benar-benar bagus.
Artikel lainnya: REVIEW HYPER KNIFE (2025) | DRAKOR TENTANG DOKTER JENIUS BERBAHAYA
Mungkin Anda sukai: REVIEW DRAKOR DOCTOR STRANGER: HATI-HATI DENGAN DOKTER INI
Perbandingan dengan Hospital Playlist
Banyak yang bilang Hospital Playlist tetap menjadi drama medis slice of life terbaik sejauh ini dan tentu saja aku setuju ehehe.
Karakter-karakternya punya dinamika yang lebih kaya dan interaksi antar tokohnya terasa lebih hidup. Bahkan lagu-lagunya lebih memorable dibandingkan Resident Playbook (meskipun ada beberapa lagu yang juga enak di Resident Playbook, apalagi yang dinyanyikan para pemeran utama itu loh. Cek di sini.)
Namun, kalau dipikir-pikir, kedua drama ini memang punya titik fokus yang berbeda sih. Di Hospital Playlist, kelima profesornya sudah lama bersahabat. Mereka berada di puncak karier, menjadi mentor, pemecah masalah, dan panutan bagi junior-juniornya dengan kisah cinta dewasa. Sementara itu, di Resident Playbook, keempat residen tahun pertama bahkan belum saling mengenal sebelum masa residensi dimulai. Mereka masih muda, masih kikuk, dan banyak belajar dari kesalahan.
Jadi, membandingkan lima profesor berpengalaman dengan empat dokter muda yang baru mulai meniti karier jelas tidak seimbang. Tapi justru di situlah letak kekuatan Resident Playbook. Drama ini kasih gambaran realistis kehidupan awal para dokter muda. Bahkan perjuangan, kegelisahan, dan rasa tidak percaya diri yang perlahan berubah menjadi keyakinan dan kematangan, mungkin juga dialami para dokter di Hospital Playlist.
Aku cukup suka sisi “amatir” dari para karakter muda Resident Playbook dibandingkan kesempurnaan profesional di Hospital Playlist. Eh, ternyata nggak sedikit pula yang mengaku sulit terhubung dengan karakter-karakter baru ini, terutama bagi mereka yang sudah jatuh cinta dengan Hospital Playlist.
***
Oke, sekian review panjang kali ini. Maaf kalau berbelit-belit ya. Sejujurnya aku agak lupa mau lanjut nulis ini eheheh, eh malah jadi lebih panjang.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Popular
Cerpen Horor: Peringatan Misterius
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Review Kak Bi: Review Drakor 100 Days My Prince (2018)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Cerpen Drama Keluarga: Akibat Parenting yang Salah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar